
Chu Tian juga berada diaula karena huang Ta memintanya ikut sementara Jinfu masih berada di ruangan itu tertidur pulas dengan wujud harimau kecilnya namun dengan warna yang berbeda.
"Sebenarnya pertandingan apa yang ingin kau berikan kepada murid kami besok Tuan muda Jhin" tanya Qwang Ca.
"Tentu saja itu rahasia pemimpin Qwang Ca" ucap Chu Tian dengan tersenyum
"Hahaha kenapa harus dirahasiakan " tanya Yu hong pemimpin dari sekte naga Hitam.
"Tentu saja Pemimpin Yu Hong ini adalah pertandingan yang akan menjafi kejutan jadi harus dirahasiakan benar begitu kan Pemimpin Huang Ta" ucap Chu Tian.
"tentu saja saudaraku aku akan mendukung semua keputusanmu" ucap Huang Ta dengan tersenyum.
Chu Tian ikut tersenyum sebelun akhirnya dia melihat kearah ling Yue yang sudah tertidur lelap dengan bersandar kekursi.
"Bisa bisa nya dia tidur dalam keadaan seperti ini" batin Chu Tian.
"Emm mohon maaf aku akan kembali ke kediamanku, kalian silahkan lajutkan mengobrol" ucap Chu Tian.
"Ah Tuan Muda Jhin Tian istrimu sangat lucu, bisa bisa nya dia tidur disaat keadaan ramai" ucap Pong wa dengan tersenyum.
"Hahaha anda bisa saja pemimpin Pong Wa, dia sepertinya kelelahan karena kemarin dia juga ikut mempersiapkan Turnamen ini" ucap Chu Tian.
"kalua begitu aku mohon undur diri " ucap Chu Tian sambil mengangkat Ling Yue dan diangguki oleh semua yang ada disana kecuali Rin La yang sedari tadi hanya diam.
Chu Tian keluar dari ruangan itu diikuti oleh Shi Long. sementara diruangan itu.
"Emm Aku juga akan kembali kekediamanku untukberistirahat" ucap Rin La.
"Baiklah Rin La mimpilah dengan indah" ucap Yu Hong yang memang sejak dahulu menyukai Rin La.
Rin La tidak menjawab dia hanya keluar begitu saja.
kembali Ke Chu Tian.
"Pertandingan hari ini sangat membosankan, bukankah sepertinya para peserta tidak memiliki tekad" ucap Shi Long.
"Kau memang benar, mereka bermain hanya sekedar untuk membuat nama sekte mereka menjasi harum bukan untuk menambah wawasan" ucap Chu Tian.
"Lalu bagai mana dengan Pertandingan yang akan pangeran lakukan" tanya Shi Long.
"Aku.."
"Apa pangeran. jadi dia adalah seorang pangeran.?" ucap Rin La dari belakang yang membuat Chu Tian terkejut dia tidak memperhatikan bahwa ada Rin La disana
"Emm Shi Long pergilah terlebih dahulu" ucap Chu Tian.
__ADS_1
"Tapi nona Ling.."
"Biarkan aku bersamanya" ucap Chu tian tanpa melepas Ling Yue.
Shi Long menurut dan pergi dari sana.
"Pemimpin Rin La mengapa anda disini" tanya Chu Tian dengan mengkerutkan kening.
"Jawab Dulu pertanyaanku apakah kau seorang pangeran" tanya Rin La.
"Dia adalah saudaraku sejak kecil memang banyak yang memanggilku pangeran karena wajahku yang mirip dengan pangeran " jelas Chu Tian.
"Aku masih tidak percaya" ucap Rin La.
"kau percaya atau tidak apa pedulinya denganku, jika tidak ada hal yang penting aku mohon undur diri" ucap Chu Tian dengan nada dingin dia mulai kesal dengan Rin La yang sangat ingin tau.
"Tunggu dulu Jhin Tian, maukah kau pergi ketempatku nanti ada yang ingin aku bicarakan" ucap Rin La.
"Apa kau fikir aku akan melakukannya,aku tidak punya waktu untuk itu" ucap Chu Tian kemudian berbalik dan pergi.
Rin La memandang Kepergian Chu Tian dengan marah, tentu bukan marah dengan Chu Tian namun marah dengan Ling yue yang selalu didekapan Chu Tian membuat Rin La merasa kesal entah apa sebabnya dia tidak suka jika limg yue dekat dengan Chu Tian.
mungkin jika Chu Tian tau dia akan mengatakan 'memangnya anda siapa '.
"Sungguh aku ingin minum anggur malam ini" ucap Chu Tian.
"Emm kalau begitu minumlah " ucap Shi Long.
"Singa wanita itu akan mengamuk nanti" ucap Chu Tian masih dengan nada kesalnya.
"Tunggu Tunggu kenapa kau terlihat kesal sedari tadi" tanya Shi Long.
"Wanita tadi membuatku kesal, kau tau dia memintaku ketempatnya" ucap Chu Tian.
"Pfffttt..." Shi Long menyemburkan teh yang belum sempat dia telah kearah Chu Tian
"Ups maaf pangeran aku terlalu terkejut aku sungguh tidak sengaja" ucap Shi Long sambil menahan tawa melihat ekspresi kesal Chu Tian.
"Tertawa saja sepuasmu jangan ditahan seperti itu" ucap kesal Chu Tian lalu pergi kebelakang untuk mandi dan menganti bajunya sementara Shi Long sudah tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa.
"Kenapa kau tertawa keras sekali shi long" tanya Ling yue yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Eh apa tertawaku terlalu kencang hingga membuatmu terbangun" tanya Shi Long.
"Tidak memang ada apa" tanya Ling yue dan Shi Long menceritakan segalanya pada Ling Yue..
__ADS_1
"Shi Long bisa tolong perrr... ling Yue kau sudah bangun" tanya Chu Tian Sambil memperhatikan raut wajah Ling yue yang seperti marah.
"Kau bertemu wanita itu tadi, dan kau mandi dijam segini jangan jangan mau mengikuti tawarannya tadi" ucap Ling Yue dengan menatap lekat Chu Tian.
"Hah aku..?" binggung Chu Tian dia lalu menatap Shi Long yang menahan tawanya.
"Dasar dia pasti mengatakan yang tidak tidak" batin Chu Tian sambil menatap sinis Shi Long, Shi Long yang mendapat tatapan Chu Tian seketika tidak jadi tertawa.
"Ling Yue aku tidak bertemu dengan orang itu, tapi aku menganti baju karena Shi Long menyemprotku dengan teh yang ada dimulutnya bukan untuk bertemu dengan orang itu" jelas Chu Tian sambil menatap kesal Shi Long.
"ee pangeran tadi kau menyuruhku apa" tanya Shi Long untuk memgalihkan perhatian.
"Tidak jadi" jawab Chu tian singkat.
"Ling Yue sebaiknya kau kembali tidur" ucap Chu Tian.
"Tidakaku ingin memastikan Kau tidak bertemu dengannya" ucap Ling Yue.
Saat Itu Chu Tian merasakan aura Dari Rin La disekitar rumah yang ia tempati
Chu Tian ingin pergi melihatnya namun Ling Yue memegang tangan Chu Tian.
"Biarkan saja, jika kau kesana dia akan semakin berharap" ucap ling Yue.
Chu Tian akhirnya duduk disamping Ling Yue sembari memanas manasi Rin La agar dia menyerah.
"Baiklah aku tidak pergi, aku akan menemanimu disini" ucap Chu Tian dan Ling Yue bersandar didada bidang Chu Tian.
Chu Tian melirik kesatu tempat dan Ling Yue paham dengan itu,
"Emm aku tidak ingin kau pergi," ucap Ling Yue, kemudian chu tian memberikan kode pada Shi Long Untuk pergi.
"Aku akan masuk keruanganku ada persiapan yang harus aku lakukan untuk besok" ucap Shi Long yang juga merasa legi tidak jadi mendapat amukan Chu Tian dan Ling Yue.
Setelah Shi Long pergi Chu Tian masih setia dengan ling Yue di dekapannya sambil mengelus rambut ling yue perlahan Aura yang tadi masih biasa saja berubah menjadi aura yang tidak nyaman.
"Ingin bermain denganku, maka akan aku ikuti permainanmu" batin Ling Yue.
"Wanita ini sebenarnya siapa, kenapa dia tidak membiarkanku mendapatkan Jhin Tian, padahal ini kali pertama aku mengagumi seseorang hingga segila ini, kenaa harus ada penghalang sepertinya" ucap Pelan Rin La.
.
.
.
__ADS_1