Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 93. Desa Suji


__ADS_3

Shi Long hanya diam tanpa ekspresi saat dipuji Ling Yue.


"Shi Long aku ingin bertanya sesuatu" ucap Chu Tian.


"silahkan pangeran" ucap Shi Long dengan senyumnya dia kini lega telah menemukan permatanya dan juga menemukan orang yang selama ini dia nanti


"Ayo ayo tanyakan padanya apa dia ingin berkenalan padaku" ucap ling Yue dengan berbisik ditelinga Chu Tian.


Chu Tian sama sekali tidak menghiraukan apa yabg Ling Yue katakan padanya.


"Apa kau tau tentang Gua Long sai" tanya Chu Tian dengan serius.


"Kenapa kau bertanya hal itu, aku kan memintamu untuk menanyakan dia mau berkenalan atau tidak padaku" ucap Ling Yue sambil menyilangkan tangannya.


"Jika kau tidak bisa diam maka aku akan memotong lidahmu" ucap Chu Tian sambil melirik kearah Ling Yue.


"Kamu beran...iii"


Sring... chu Tian mengeluarkan pedangnya yang terlihat begitu tajam.


"Aaa baiklah aku akan diam seperti kucing manis" ucap Ling Yue lalu menjauh dari Chu Tian.


Shi Long tertawa kecil melihat itu, dia kemudian teringat akan pertanyaan Chu Tian.


"Ah Gua Long Sai, itu adalah gua kuno gua itu dijaga oleh naga hitam yang sangat kuat dan setiap bagian gua juga terdapat banyak jebakan yang mematikan,aku mendengar kabar bahwa pernah ada beberapa orang yang bisa melewati seluruh rintangan dan jebakan disana namun pada akhirnya mereka mati di tangan naga Hitam dan sebagian juga mati karena Pedang aneh" jelas Shi long.


"Pedang yang kau maksud bukankah pedang Roh Dewa" tanya Chu Tian.


"Yah pedang itu adalah pedang milik Yang mulia dewa penguasa, dan tidak ada satupun orang yang mampu mengambilnya kecuali Yang mulia sendiri" ucap Shi Long dengan sedikit menundukkan kepala.


"lalu apa kau tau dimana gua itu berada" tanya Chu Tian.


"Aku tentu tau karena aku pernah kesana dan memeriksa sendiri apakah itu adalah pedang milik yang mulia atau bukan, ternyata memang itu pedang yang mulia namun anehnya Roh pedang telah menghilang" ucap Shi Long.


"Roh pedang ikut terlempar saat pedang itu jatuh, aku sudah menemukan mereka, jadi hal yang perlu kita lakukan adalah pergi ke gua Long Sai" jelas Chu Tian.


"Benarkan pangeran telah menemukan para Roh pedang, jika begitu aku akan mengantar pangeran ke sana, namun perjalanannya sangat jauh butuh sekitar tiga bulan terbang namun kondisiku belum pulih ,dan jika kita berjalan akan butuh waktu kurang lebih tujuh bulan" jelas shi long.


"Kukira kegua itu sama dengan kebenua barat saja butuh Empat bulan perjalanan saja" ucap Chu Tian.

__ADS_1


"Gua Shi Long berada dibukit tersembunyi dibenua barat tak banyak orang yang tau. bahkan orang sering mengatakan bahwa gua itu sudah tidak termasuk di dalam benua barat ataupun benua lainnya, hanya saja gua itu dekat dengan benua barat jadi orang juga mengatakan bahwa itu berada dibenua barat" ucap Shi Long.


"Ee aku kurang paham dengan penjelasanmu tapi sudahlah, kita akan melakukan perjalanan sembari menunggu kau memulihkan diri" ucap Chu Tian.


"Baiklah aku mengerti, aku akan mengikutimu Pangeran"Ucap Shi Long sambil membungkukkan badannya dan menyilangkan satu tangannya.


"Sekarang kembalikan tempat ini seperti semula, kita harus segera menemukan desa atau kota untuk beristirahat" ucap Chu Tian dan Diangguki oleh Shi Long.


"Sihir dewa naga, penghilang ilusi semesta" ucap Shi Long sambil mengangkat kedua tanganya.


Tempat itu tidak berubah namun Chu Tian kini telah merasakan adanya energi Spiritual Beast spirit


"Baiklah ayo kita pergi, Ling yue ayo" ucap Chu Tian dan melihat sekeliling mencari Ling Yue.


Chu Tian melihat Ling Yue yang tertidur dibawah pohon besar.


"Dia mungkin terlalu lelah, hampir seharian berjalan tanpa tau tujuan" ucap Chu Tian sambil tersenyum Tipis melihat Ling Yue yang terlihat sangat manis dan polos


"Maafkan Aku pangeran" ucap Shi Long merasa bersalah.


"Tidak apa apa, aku tidak mempermasalahkan nya," ucap Chu Tian lalu mendekati Ling Yue dan mengendongnya ala bridal style kemudian melesat bersama Shi Long.


mereka terus berjalan bahkan kadang berlari dan melompat mengunakan ilmu peringan tubuh karena hari sudah hampir malam.


"Sepertinya ada desa didepan sana, kita akan mencari penginapan" ucap Chu Tian dengan pelan takut membangunkan Ling yue yang masih tertidur pulas.


"Aku heran wanita ini kelelahan atau kurang tidur" batin shi Long sambil melirik Ling yue yang masih terpejam dipelukan Chu Tian.


Chu Tian dan Shi Long berjalan memasuki desa itu yang sudah masuk di kerajaan Chen desa itu bernama desa suji.


"Tolong tanda pengenalnya" ucap Salah satu pengawal.


"Maaf kami seorang pengembara , jadi kami tidak memiliki tanda pengenal" ucap Chu Tian berbohong.


"Baiklah kalau begitu bayar masing masing sepuluh koin perak" ucap pengawal lainnya.


"Baiklah" ucap Chu Tian lalu melempar satu koin emas untuk mereka, sungguh Chu Tian tidak ingin terlalu ribet lagi pula dia akan kesulitan dengan Ling Yue dipelukannya


"Tunggu ada apa dengan gadismu itu" tanya pengawal itu.

__ADS_1


"dia pingsan saat diperjalanan sepertinya kelelahan jadi kami segeran mencari desa agar bisa membuatnya istirahat dengan baik" ucap Chu Tian dengab senyumnya


"Baiklah kalian boleh masuk" ucap pengawal itu.


Chu Tian dan Shi Long memasuki Desa itu, kemudian Chu Tian memasang Topengnya, bukan untuk apa apa hanya saja dia berjaga jaga jika keluarganya yang berada dikerajaan Chen Tau maka perjalanannya tidak akan semulus yang dia rencanakan.


"Pangeran kenapa tidak memberikan tanda pengenal pangeran Kerajaan chu, dan kenapa pangeran harus memakai topeng" tanya Shi Long dengan penasaran.


"Diam lah, aku akan ceritakan nanri" ucap chu Tian sambil mempercepat langkahnya


Tak lama mereka berjalan mereka menemukan sebuah penginapan yang memiliki tiga lantai.


"Selamat datang dipenginapan bintang, apa anda ingin memesan kamar tuan" tanya pelayan wanita dengan Ramah.


"Aku pesan Tiga kamar dilantai teratas untuk dua hari" ucap Chu Tian.


"Mohon maaf Tuan tapi kini hanya tersisa Dua kanar saja Dilantai atas" ucap Pelayan itu.


"Penginapan sebesar ini hanya tinggal dua kamar saja" ucap Shi Long .


"Dua minggu lagi sebuah reruntuhan kerajaan Chen Kuno akan dibuka jadi banyak orang yang datang untuk mengikuti atau sekedar untuk menonton saja" ucap Pelayan itu .


"Baiklah aku ambil Dua kamarnya dan aku minta bawakan makanan kekamar kami, dan ambil ini" ucap Chu Tian sambil melempar satu koin platinum, dia sebenarnya penasaran dengan reruntuhan itu tapi dia tidak punya banyak waktu.


"Tuan ini kembaliannya" ucap Pelayan itu dengan tangan genetar, koin platinum kini jarang ditemui dikerajaan Chen biasanya yang menggunakan koin itu hanya para keluarga istana saja.


"Simpan saja , tapi aku ingin kau mempersiapkan makanan kami dan juga belikan beberapa hanfu atau gaun untuk wanita ini, dan beberapa hanfu untuk saudaraku yang satu ini" ucao Chu Tian.


"Baiklah Tuan akan saya siapkan semuanya, dan ini kunci kanar anda" ucap Pelayan itu.


Setelah diarahkan tentang kamar yang Chu Tian pesan, kemudian Chu Tian bergegas kekamar itu dan merebahkan Ling Yue.


"Tangan ku terasa kram setelah mengendongnya sangat lama" gerutu Chu Tian sambil memijat tanganya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2