Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 165.Sungguh


__ADS_3

setelah mendapat semua informasi dan semua laporan Chu Tian bergegas kembali keistana bersama Zaein,Chu Tian memberi kebebasan pada Mentri sua untuk kembali besok pagi karena hari sudah sangat larut, Sementara Chu tian tidak ingin menunda kepulangannya dan langsung melesat bersama Zaein, karena hanya dua orang ini dikerajaan Chu yang memiliki kecepatan Cahaya, yah meski terkadang Zaein masih tertinggal oleh Chu Tian, namun Zaein satu satunya orang yang mampu mengimbangi kecepatan Chu Tian.


Chu Lizheng yang berada dikediamannya merasakan aura Zaein, ia lalu keluar dan benar saja Chu Tian dan Zaein sudah ada di depan kediamannya.


"Ini sudah sangat larut kenapa kalian tidak kembali esok hari saja" tanya Chu Lizheng.


" rasanya tidurku tidak nyenyak tanpa istriku" ucap Chu Tian


"Kau ini ada ada saja," ucap Chu Lizheng dengn mengelengkan kepala dan tersenyum.


"Ah ya ini laporannya, untuk infomasinya sebaiknya kita bicarakan besok" ucap Chu Tian sambil Memberikan banyak gulungan.


"Aku setuju, kalian beristirahatlah terlebih dahulu" ucqp Chu Lizheng.


"Akhirnya, Hamba mohon undur diri" ucap Zaein sambil memberikan hormat lalu melesat kembali kekediamannya.


"Ada apa dengannya" tanya Chu Lizheng.


"Aku tidak tau, aku juga mohon undur diri" ucap Chu Tian


"Baiklah " jawab Chu lizheng.


Chu tian kembali kekediamannya sementara Chu Lizheng juga masuk kekediamannya.


Dikediaman Chu Tian membuka pintu terlihat Ling Yue yang tertidur dimeja makan, sepertinya dia menunggu kedatangan Chu Tian.


"Maafkan aku yue'er selalu membuatmu menunggu" ucap Pelan Chu Tian,


Chu Tian lalu mengangkat Ling Yue dan membawanya kekamar, setelah itu Chu Tian memakan makanan yang telah disiapkan oleh Ling yue lalu membereskannya.


"aku telah berusaha agar kau tidak bekerja keras tapi kau sangat keras kepala" ucap Chu Tian sambil melihat istrinya tertidur ia benar benar merasa gemas dengan wajah Ling Yue


pagi hari rapat kembali diadakan mereka semua hanya menunggu satu orang yang belum datang yaitu Mentri Sua. Chu Tuan duduk di kursi kehormatannya begitupun dengan yang lain.


"Dimana mentri sua apa jangan jangan dia sudah tau" tanya penasehat istana.


"Penasehat tenang saja, aku telah melakukan sesuatu semalam yang akan membuatnya mau tidak mau akan kemari mencariku" ucap Chu Tian.


"Sungguh kau melakukan apa" tanya Chu Lizheng dengan penasaran.


"Kalian akan tau nanti" ucap Chu Tian dengan tersenyum.


mereka merasa penasaran dengan apa yang Chu Tian rencanakan, Tak lama Mentri Sua datang dengan wajah marah, namun sebelun dia mengatakan sesuatu Chu Tian datang padanya.


"Mentri Sua silahkan duduk, aku akan berikan kembali nanti" ucap Chu Tian dan dia berbisik dikalimat terakhirnya.

__ADS_1


"Jangan bermain main denganku pangeran" ucap Mentri Sua.


"Tenanglah mentri, duduk dulu dan bergabunglah dengan rapat kali ini" ucap Chu Tian dengan tersenyum.


" cih urusan kita belum selesai" ucap mentri sua sambil menujy ketempat duduknya dan Chu tian hanya tersenyum.


Chu Tian lalu memberikan kode pada mentri lain.


"Wah mentri sua cukup lama aku tidak melihatmu, apa pekerjaanmu sangat banyak" tanya Mentri khi


"Ya pekerjaanku cukup banyak" ucap Mentri Sua.


" tentu saja kau harus mengurus tentang bantuan istana dan perdagangan ilegal" ucap Chu Tian dan itu membuat Mentri Sua terkejut


" A. apa maksudmu pangeran aku tidak pernah memindahkan bantuan desa kedesa lain" ucap Mentri sua dengan gugup.


" hahaha aku hanya bercanda Mentri sua, lagi pula aku tidak mengatakan kau memindahkan bantuan desa" ucap Chu Tian


semua menatap Mentri Sua dengan tatapan tajam, Chu Tian sebenarnya sudah menceritakan semuanya .


"Tidak bukan itu maksudku, aku hanya ingin mengatakan bahwa pejabat Hen yang melakukan pengalihan babtuan desa, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri" ucap Mentei Sua.


"Jaga ucapanmu mentri Sua, aku menghormatimu tapi kau malah menuduhku seperti itu" pejabat Hen mulai naik pitam karena perkataan nentri Sua.


"Tenanglah pejabat Hen, Mentri Sua apa kau yakin kau melihat pejabat Hen yang melakukan bukan orang lain" tanya Chu Lizheng dengan gaya yang berwibawa.


"Jika begitu apa kau tau dimana pemindahan bantuan itu" tanya Chu Lizheng.


"Di dia mengirimnya ke.. emm itu yang mulia desa wanye" ucap Mentri Sua.


"wah wah aneh sekali bukankah kemarin kita bertemu di desa wanye mentri Sua" ucap Chu Tian dengan tersenyun .


"itu aku, aku memastikan bahwa yang kulihat benar" ucap mebtri Sua ia berusaha mengelak.


Chu Tian masih tersenyum mendengar kebohongan Mentri Sua.


Chu Tian lalu melempar sebuah benda berbentuk kubus ketengah aula dengan santainya.


Suara mentri Sua yang berbicara dengan kepala desa wanye terdengar keseluruh aula.


Mentri Sua berkeringat dingin saat mengetahui kecurangannya terungkap.


" hari ini kebohonganmu tidak berlaku mentri Sua" ucap Chu Tian yang masih dengan santainya memandang Mentri Sua.


"Kauu, kau tidak akan bisa menangkapku hahaha" Mentri sua ingin menggunakan tekniknya untuk menghilang dari sana.

__ADS_1


Chu tian hanya tertawa kecil lalu menjentikkan tangannya dan sebuah tali mengikat mentri Sua sebelum ia berhasil melarikan diri.


"Tidak lagi mentri sua, aku sudah mendapatkan banyak bukti kesalahanmu" ucap Chu Tian sambil melempar beberapa gulungan dan bebrapa benda ilegal.


"Dari mana kau mendapatkan semua benda itu " tanya Chu Lizheng.


"Semalam aku mendatangi tempatnya dan istrinya sendiri yang memberikan semua ini padaku" ucap Chu Tian.


"Tidak mungkin, istriku tidak mungkin melakukan itu kau jangan berbohong kau pasti mendapatkan benda itu ditempat lain" ucap Mentri Sua.


"Sungguh, bukankah tadi kau sendiri yang meminta barang barang ini saat datang tadi" ucap Chu Tian.


"Kauu licikk.. Aku tidak akan mengampunimu" ucap Mentri Sua.


chu Tian berdiri lalu menghampiri tempat dimana Mentri Sua terikat.


"Licik benarkahh, siapa yang lebih licik dengan menjual barang terlarang dan memindahkan hak orang lain demi kepentingan sendiri" ucap Chu Tian.


"berikan dia hukuman yang pantas, aku sangat muak pada orang yang menyalah gunakan hak orang lain" ucap mentri khi


" aku setuju dengan mentri Khi, setidaknya biarkan dia mendekam dipenjara seumur hidupnya" ucap Pejabat Hen yang memang sudah sangat geram karena tuduhan mentri Sua.


"Aku tidak melakukan kesalahan apapun, pangeran bodoh ini yang salah" ucap M3ntri Sua dengan arogannya.


Plakkkkk....


Chu Lizheng langsung berdiri dan menghampiri Mentri Sua dan langsung menamparnya.


"kau tidak punya malu kah, semua bukti sydah mengarah padamu, apa aku perlu memanggil kepala desa Wanye untuk bersaksi" ucap Chu Lizheng dengan marah.


"Panggil saja kalian tidak akan berani menangkapnya dia dilindungi oleh banyak pendekar hebat hahaaha" ucap mentri Sua.


"Sungguh, bahkan aku bisa membawanya kemari tanpa mengotori tanganku" ucap Chu tian.


Nyali Mentri Sua menciut saat dia mengingat para ksatria kerajaan Chu adalah yang paling kuat, bahkan orang orangnya pasti akan kalah, namun kesombongannya lebih besar dari rasa takutnya.


.


.


.


..


.

__ADS_1


..


__ADS_2