Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 143. Goa Long Sai


__ADS_3

"Kau tidak perlu berbohong padaku paman, " ucap Chu Tian


"Aku tidak bohong, baiklah aku akan membantu kalian menyebrangi laut ini, disebrang sana ada aura yang sangat kuat" ucap Xiao Feng.


"Bagaimana caranya kau membantu kami" tanya Ling Yue.


"Aku seekor phoenix suci tentu saja aku akan membawa kalian dengan terbang, tapi aku tidak ingin ular kecil ini berada dipunggungku" ucap Xiao Feng.


"Cih siapa juga yang mau ikut terbang bersamamu" jawab Shi Long.


mereka akhirnya menyebrang laut itu dengan Chu Tian dan ling yue dipunggung Xiao Feng dan Shi Long berubah menjadi wujud naganya namun hanya berubah menjadi seekor naga kecil, energinya mulai terhisap di dunia yang ia tinggali saat ini.


mereka sampai disebrang laut, sebuah pulau yang sepi dan dingin, aura yang luar biasa terus menekan mereka semua.


"Aura ini, aura pedang roh dewa" ucap Xiao feng.


"Sebaiknya kita cepat menemukan gua long sai" ucap Shi long.


mereka bergegas mencari sumber aura.


disana tidak ada jalan hanya pepohonan yang sangat lebat juga rumput yang tinggi, mereka harus membersihkan rumput rumput itu sambil terus berjalan.


mereka akhirnya sampai disebuah gua besar dengan aura yang kuat keluar dari mulut gua itu.


" aura Long sai terasa sangat kuat, aku yakin dia ada didalam" ucap Shi Long


"Kalau gitu ayo kita masuk" ucap Chu Tian.


Beru saja beberapa langkah menuju mulut gua sebuah tombak mendarat tepat didepan Chu Tian.


"Sial mereka menemukan kita" ucap Shi Long


"Mereka siapa" tanya Xiao Feng.


"Orang yang selalu mengincar pangeran," ucap Shi Long.


"An'er kau masuklah bersama nona ling aku dan ular ini akan menangani ini" ucap Xiao Feng.


"Baiklah aku serahkan semua pada kalian" ucap Chu Tian, Chu Tian memegang tangan Ling Yue dan masuk kedalam gua, semakin mereka masuk mereka semakin kesulitan bernafas,


"tekanannya terlalu besar" ucap Ling Yue dengan nada terputus putus.


"Jika kau tidak kuat, maka tunggu aku disini, aku akan segera kembali" ucap Chu Tian sambil meemgang Ling Yue.

__ADS_1


"Tidak tidak, aku akan berada disampingmu jika tidak apa gunanya aku" ucap Ling yue sambil mengatur nafasnya.


"Baiklah tapi bawa ini" ucap Chu Tian sambil memberikan seruling putihnya pada Ling Yue.


ling yue menerimanya mereka lalu melanjutkan jalan , mereka dihadang banyak rintangan entah itu ribuan bola api yang menghujani mereka, bahkan mereka juga dihadang banyak bayangan hitam yang terus muncul. Chu Tian dan Ling Yue berusaha dengan keras mereka bahkan sudah kehabisan tenaga.


"Ling Yue sebaiknya kau menunggu disini, didepan sana pasti maaih banyak rintangan lagi" ucap Chu Tian.


"Tidak aku masih kuat, ayo kita lanjutkan" ucap Ling Yue sambil tersenyum .


"Kau ini keras kepala sekali, awas..." chu Tian langsung berada didepan ling yue menangkis sebuah pisau yabg mengarah padanya.


Tiba Tiba banyak Pisau melayang kearah mereka.


Ling Yue langsung melompat kearah Samping Chu Tian dan bersama Chu Tian menangis pisau pisau itu.


"Argh.." tangan kiri Ling Yue tertancap Pisau.


"Ling Yue kau baik baik saja" tanya Chu Tian sambil terus mennagkis pisau pisau yang terus berdatangan.


"Aku tidak apa apa tenang saja" Jawab Ling Yue sambil mencabut pisau dari lengannya.


baju kiri Ling yue kini penuh dengan noda darah, Chu Tian maju kedepan Ling yue untuk menangkis semua pisau.


"Kita maju jika tidak kita hanya akan terjebak disini" ucap Chu Tian .


"Ini adalah jebakan ke delapan mungkin Satu lagi ini akan berakhir, aku akan mengobatimu dulu" ucap Chu Tian dia mengeluarkan sebuah pil dan membalut luka Ling yue dengan merobek pakaiannya.


"Ini sudah lebih baik terimakasih" ucap Ling Yue.


"Lain kali berhati hatilah aku tidak bisa selamanya melindungimu" ucap Chu Tian.


"Aku tau, maafkan aku ayo kita lanjutkan lagi saja" ucap Ling Yue.


"Baiklah ayo" ucap Chu Tian.


mereka kembali berjalan hingga mereka berada didinding besar mirip pintu yang sangat besar disana ada sembilan lubang.


"Apa kita berada diujung gua ini" tanya Ling Yue.


"Kurasa tidak, aura nya semakin jelas disini aku yakin dibalik dinding ini ada yang kita cari" ucap Chu Tian.


"Tapi bagaimana cara kita menembus dinding ini, kurasa dinding ini sangat tebal" ucap ling Yue.

__ADS_1


"Sembilan lubang, gua Long Sai pedang roh dewa, tunggu sebentar" Chu tian mengingat sesuatu dia mengeluarkan sebuah kain putih dengan sembilan kristal.


"Kristal apa itu" tanya Ling yue.


"Ini adalah kristal sembilan warna, kristal ini bisa membuka portal kedunia dewa, tapi itu hanya bisa digunakan diumurku ke 20 tahun" ucap Chu Tian.


"Dunia dewa..?" tanya Ling Yue.


" Aku akan ceritakan nanti, shi Long dan Xiao Feng mungkin masih kesulitan diluar sana" ucap Chu Tian.


Chu tian meletakakan Semua kristal dilubang masing masing dan dinding itu bergerak dan terbuka, sebuah pedang diatas tumpukan koin emas dan sumberdaya yang sangat banyak ,bahkan juga banyak senjata dan juga armor yang ada ditingkat tinggi.


"Apakah pedang itu yang kau cari" tanya ling yue.


"ya pedang ayahku" ucap Chu Tian perlahan dia mendekati pedang itu namun dia belum sampai lantai goa itu berguncang, seekor naga hitam keluar dari bawah tanah.


"Roarrrrrrrrr....." naga itu meraung dengan keras bahkan raungannya terdengar sampai ketempat Shi Long dan Xiao Feng.


"apa yang kau cari disini, pergii sekarang juga...!!!" naga itu berbicara dengan suara beratnya.


"Aku datang hanya untuk mengambil kembali pedangku" ucap Chu Tian.


"Aku tidak mungkin percaya padamu, pedang ini hanya bisa diambil oleh sang penguasa tiga alam dan kau huh dari penampilanmu saja aku sudah tau kau kewalahan dengan delapan jebakan mematikanku" ucap Naga itu.


"Naga Long sai, bagaimana jika aku membuktikan dengan mencabut pedang itu" ucap Chu Tian.


"Cih jangan harap, aku tidak akan membiarkan tangan kotormu menodai pedang tuanku" ucap Naga Long sai dengan arogannya.


"Bagaimana kau bisa tau jika aku tidak boleh mencobanya" ucap Chu Tian.


"Naga yang agung tolong berikan Kesempatan padanya aku mohon" ucap Ling yue.


"ling Yue kau tidak perlu seperti itu, biarkan aku yang menangani ini" ucap Chu Tian.


"Ck Dasar bocah sombong, aku akan memberimu kesempatan padamu jika kau bisa mengalahkanku disini, bagaimana" tanya Naga Long sai.


"Aku tidak takut denganmu" ucap Chu Tian sambil mengeluarkan pedang elemennya .


Long sai sedikit terkejut namun dia masih berfikir bahwa cHu tian merupakan orang lain yang tidak ada hubungannya pada jhin Suo.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2