
"Haih Chu tian sepertinya kau kebanyakan mabuk semalam ya" ucap Yan Sha.
"Mungkin " ucap Chu tian singkat
"Aku telah selesai makan aku permisi dulu, paman jika ada yang dibicarakan kau bisa kekamarku" lanjutnya.
"Baiklah" ucap Xiao feng.
Chu Tian keluar dari ruang makan dia masih terus memikirkan tentang mimpi anehnya.
"Apa kalian tidak melihatnya Tuan sepertinya sedang dalam masalah" ucap Zaein
"Kau benar Chu Tian biasanya selalu ceria tapi setelah abngun dari tidur panjangnya dia seperti kebinggungan entah apa yang terjadi didalam kesasarannya" ucap Lao hei .
"Aku yakin ada yang tidak beres ,kita sebagai temannya harus membantunya, " ucap Zaein.
"Kali ini aku setuju denganmu " ucap Xiao Feng.
"Aku akan mencoba bertanya padanya nanti " lanjut Xiao Feng
"Baiklah kalau begitu ayo lanjutkan makan " ucap Chu Lizheng.
"Aku sudah selesai ,Chu yun bisakah kau ikut aku sebentar " tanya Yan Sha.
"Oh tentu " ucap Yan Sha sambil meletakkan sumpitnya.
Yan Sha dan Chu yun keluar meninggalkan para lelaki yang suka bergosip itu.
selesai sarapan semua memulai aktivitasnya kembali dan tugas kerajaan Chu Lizheng semakin menumpuk membuatnya Frustasi.
Lao Hei kini sedang mengajar ilmu pengobatan untuk anak anak kecil agar potensi mereka semakin terbuka.
zaein mengajarkan ilmu bayangan untuk berpindah tempat dengan cepat kepada para generasi muda yang baru saja bergabung
para generasi muda yang dilatil Chu tian dulu kini telah menjadi pasukan elit kerajaan Chu dan komandan pasukan mereka tak Lain adalah Ji Kun sahabat sang raja tentunya.
Nenek dan kakek serta paman Chu Tian telah meninggalkan kerajaan Chu sehari sebelum penyerangan itu terjadi, mereka bergegas pergi karena desa tempat mereka tinggal diserang oleh orang tak dikenal, dan hingga saat ini belum ada kabar apapun dari mereka.
Chu Tian kini sedang dikediamannya dia membuat eksperimen baru dia ingin menciptakan sebuah ruang yang sangat kecil namun muat untuk ribuan orang
"Arrrgh kenapa selalu gagal, aku harus menenangkan diriku pikiranku saat ini benar benar kacau " ucap Chu Tian pada dirinya sendiri.
Pada akhirnya Chu tian memilih untuk berkultivasi agar bisa menenangkan dirinya, namun lagi lagi mimpinya menghantui pikirannya.
"Chu tian jangan pendam masalahmu sendiri" ucap Xiao Feng yang datang secara tiba tiba.
" paman, aku benar benar binggung harus mengatakannya darimana, aku sungguh tidak tenang denga berbagai mimpi aneh memasuki fikiranku" ucap Chu Tian.
" Ceritakanlah padaku siapa tau aku bisa membantumu" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
Chu Tian lalu menceritakan semua mimpi saat dia melihat benda aneh lalu mengendarai kereta tanpa kuda dan bertemu wanita yang sangat cantik, chu tian juga menceritakan perkataan seorang pria muda yang hampir mirip denganya semua Chu tian ceritakan tanpa ada yang terlewat.
"Aku ingin mengatasinya sendiri tapi ternyata aku tidak cukup mampu untuk itu" ucap Chu Tian.
"kami disini untuk membantu dan mendukungmu kau jangan merasa sendiri" ucap Xiao Feng
" lalu" tanya Chu Tian.
"Jawabanya adalah kau harus bertemu dewa mimpi Qing Yu " ucap xiao Feng.
"Aku hanya bisa mengunakan kristal sembilan warna satu kali saja" ucap Chu Tian.
"Ambil ini" ucap Xiao Feng menyerahkan empat kristal berwarna Ungu, hitam, merah dan biru
"Darimana paman mendapatkan ini semua" tanya chu Tian dengan mata berbinar
" heh apa kau meragukan kemampuan mata phoenixku hah" ucap Xiao Feng dengan tersenyum.
" Aku paham sekarang aku tau apa yang harus kulakukan" ucap Chu Tian.
" tunggu aku sampai bangun, aku akan memperbaiki semua kesalahanku ,tapi sebelum itu biarkan aku menjawab misteri dibalik mimpi aneh itu" ucap Chh Tian.
"aku kutunggu" ucap xiao Feng.
Chu Tian memegang kristal berwarna ungu lalu memejamkan mata, kali ini dia tidak perlu bertemu dewa lain dulu karena kristal ungu ini dijaga oleh dewa mimpi Qing yu Sendiri
" kenapa disini begitu sepi" ucap Chu Tian
"Selamat datang disuku mimpi pangeran" ucap Qing Yu dengan tersenyum lembut dibelakang Chu Tian.
"Dewa mimpi, bisakah kau menjelaskan mimpiku karena seingatku dimimpiku juga ada dirimu" kata Chu Tian.
Qing Yu mengangguk dan tersenyum
"Mari ikut aku" ucap Qing Yu kemudian berjalan kerumah paling besar dikota sepi itu dan diikuti Chu tian.
"Kenapa disini sangat sepi" tanya Chu Tian
" suku mimpi terbiasa tidur disiang hari dan terjaga di malam hari itu sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dan hingga kini suku mimpi terus menerapkan kebiasaan ini" jelas Qing yu
"Sungguh kebiasaan yang unik" ucap Chu Tian
" yah setiap suku memang memiliki kebiasaan mereka masing masing dan tentu berbeda beda" ucap Qing yu sambil tersenyum dan Chu tian hanya menganggukkan kepalanya.
"kita telah sampai di tempat penerjemah mimpi" ucap Qing Yu.
" apakah ini bisa menjawab semua mimpiku" tanya Chu tian.
" tentu saja ,izinkan aku menyentuh kepalamu dan agar aku tau isi dalam mimpi itu" ucap Qing yu.
__ADS_1
" Lakukanlah" ucap Chu tian dan Qing Yu mengangguk lalu memegang kepala Chu Tian.
Seketika sebuah cahaya yang mirip dengan cermin memperlihatkan semua isi mimpi Chu tian.
"Apa itu yang ada dimimpimu pangeran" tanya Qing yu dan Chu Tian hanya mengangguk.
Qing yu memejamkan matanya mencoba mencari makna tentang mimpi yang didapat Chu tian.
"pangeran aku sudah tau sekarang, itu bukan sebuah mimpi tapi pertanda" ucap Qing Yu.
"Pertanda tentang apa" tanya Chu Tian.
"Kebahagiaan, kekuatan,harta dan juga cintamu adalah zaman ini" kata Qing Yu.
"Apakah aku harus kezaman itu untuk mendapatkan semua itu" tanya Chu Tian.
"Aku tidak tau pengeran tapi yang jelas itu antara kau yang mendatangi zaman ini atau zaman ini yang akan mendatangimu" ucap Qing Yu.
"Dewa mimpi kumohon jangan beri aku teka teki lagi"ucap chu tian frustasi
"Pangeran semua pasti akan terjawab" ucap Qing Yu.
Chu tian terdiam
"Sesaat aku benar benar merasa semua itu nyata dan bukan mimpi" guman Chu tian.
"Jika boleh jujur itu memang bukan mimpi itu adalah kenyataan yang dialami alam bawah sadarmu tapi tidak dengan ragamu, karena kau kehilangan banyak kekuatan jiwa serta kerusakan dantiaan sebagai sumber energi, alam bawah sadarmu terlempar ketempat dimana kau mendapatkan kebahagiaan, kekuatan ,harta dan Cinta . kau belum menemukan semua itu namun kau sudah berhasil keluar itu sunghuh luar biasa" ucap Qing Yu.
"Itu semua nyata lalu kaira itu, eh tunggu dewa Qing Yu apakah sumber energiku ada pada Kaira karena disaat bersamanya aku merasakan kebahagian cinta ,harta dan juga kekuatan" tanya Chu tian.
" Hanya kau yang bisa menjawabnya pangeran, hatimu akan mengatakan segalanya padamu suatu saat nanti" ucap Qing Yu
" Aku mengerti" kata Chu tian
" wakyumu hanya tinggal kurang dari satu tahyn pangeran kau harus bisa menembus tingkat suci saat kau berumur 20 tahun atau kehancuran akan terjadi dimana mana" ucap Qing Yu
" Kenapa" tanya Chu tian.
" Disaat dewa matahari dan dewa bulan bersatu disaat ada cahaya yang sangat terang namun masih ada kegelapan maka saat itulah ,saat yang kau tunggu selama ini akan kau temui" ucap Qing yu mulai menghilang dan kesadaran Chu tian kembali ketubuh aslinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1