Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 178 Keinginan Qing Se


__ADS_3

" dewa kegelapan..?, katakan padaku apa yang dewa kegelapan inginkan dariku" tanya Jhin Tian dengan tersenyum.


" Ayahku mengatakan bahwa kau memiliki kitap cahaya dan kegelapan, dia memintanya dengan segenap kerendahaan hati dan berjanji jika anda memberikannya maka ayahku akan mengabulkan permintaanmu" ucap Nang Rai.


"Kitap itu untuk apa..? " tanya Jhin Tian.


"aku tidak tau tapi ayahku memintaku untuk mengambilnya darimu" ucap Nang Rai.


"Jika akan digunakan dengan baik ambillah lagi pula aku tidak terlalu membutuhkannya" ucap Jhin Tian dan memberikan Buku berbentuk lingkaran itu.


"Terimakasih pangeran jasamu akan selalu dikenang, istana kegelapan akan selalu menyambutmu dengan baik, dewa kematian pasti akan memberimu sesuatu yang luar biasa" ucap Nang Rai.


Yah dewa kegelapan memang biasa juga dipanggil dewa kematian.


"Aku tidak memberinya sesuatu yang berharga" ucap Jhin Tian.


" kalau begitu hamba mohon undur diri pangeran" ucap Nang Rai dan diangguki oleh Jhin Tian dan Qing Se kemudian dia menghilang dengan asap hitam yang mengikutinya.


"Bagaimana anda bisa memiliki kitap hebat seperti itu pangeran" tanya Qing Se.


" Ruang dimensiku penuh dengan buku buku seperti itu" ucap Jhin Tian.


"Aku penasaran bagaimana ruang dimensimu pangeran, sebenarnya aku juga punya namun ayahku pernah berkata bahwa setiap ruang dimensi memiliki perbedaan" ucap Qing Se.


"tentu saja, jika kau ingin melihatnya maka aku akan perlihatkan" ucap Jhin Tian.


"Benarkah, sepertinya perkataan ayahku tentang oangeran yang dingin salah" ucap Qing se.


"Apakah Dewa Qing yu mengatakan itu, hahaha aku hanya akan bersikap begitu dengan orang asing tapi apakah mungkin aku akan bersikap dingin pada saudaraku sendiri" ucap Jhin Tian.


"Hahaha tentu saja tidak pangeran" ucap Qing Se yang juga ikut tertawa.


Jhin Tian lalu membawa Qing Se keruang dimensinya di dalam merrka bertemu Lao Hei yang sedang menanam kembali tanaman obatnya.


"Jhin Tian kau kemari, dan kau ah ya pasti putra Qing yu kan" ucap Lao Hei.


" Hahaha apa terlalu mencolok" tanya Qing se.


" Tidak hanya saja kau sangat mirip" ucap Lao Hei.


"Mari bukankah kau ingin melihat lihat" ucap Jhin Tian.


"Emm baiklah" Qing Se mengikuti Jhin Tian, dan Jhin Tian menceritakan semuanya


Qing Se begitu terpesona dengan keindahan ruang dimensi Jhin Tian, bahkan Ruang dimensinya sungguh tak bisa dibandingkan dengan milik Jhin Tian.


Tujuan utama mereka masuk dimensi sebnarnya ada diperpustakan itu.

__ADS_1


"Boleh aku melihat lihat" tanya Qing Se.


" tentu" jawab Jhin Tian.


Qing se menelusuri setiap sudut perpustakaan berharap ada sebuah buku yang selama ini dia cari.


Cukup lama Qing Se berkeliling namhn tidak mendapatkan apapun jadi dia kembali ketempat Jhin Tian yang sedang meminum teh bersama Lao hei.


" bagaimana Pangeran Se apa ada buku yang kau cari" tanya Lao Hei.


" tidak ada, huh mungkin memang buku itu tidak ada disini" ucap Se dengan lesu.


" apa nama buku itu. " Tanya Lao Hei.


"King of Dreams" ucap Qing Se.


" baiklah kau duduk dan nikmati teh itu aku akn mencarinya untukmu" ucap Lao Hei.


" bukankah ayahmu memang raja mimpi, lalu kenapa kau mencari buku tentang Raja Mimpi" tanya Jhin Tian.


Qing Se nampak begitu terkejut dengan pertanyaan Jhin Tian.


" kau bisa memahami arti kata itu, itu adalah bahasa yang sulit bahkan hanya beberapa dewa saja yang tau" ucap Qing se dengan takjub.


"Aku pernah belajar sedikit tentang bahasa itu" ucap Jhin Tian, dia tau karena dia pernah ke dunia modern .


"Emm seperti itu" ucap Qing Se.


mereka mengobrol cukup lama hingga akhirnya Lao hei datang membawa buku yang diinginkan Qing Se.


"Apakah buku ini yang kau cari pangeran" tanya Lao Hei.


" benar sekali, aku telah mencarinya keseluruh perpustakaan kenapa tidak menemukannya" ucap Qing se dengan heran.


Jhin Tian hanya tersenyum .


" tentu saja kau hanya memeriksa bagian rak buku tapi tidak memeriksa buku yabg ada dimeja" ucqp Lao Hei sambil tertawa kecil.


"Apa sudah selesai" tanya Jhin Tian setelah mwreka selesai mengobrol.


" yah aku sudah menemukan apa yabg kubutuhkan" ucqp Qing Se.


"Kalau begitu kita kembali " ucap Jhin Tian dan diangguki oleh Qing Se.


Jhin Tian dan Qing Se keluar dari Ruang dimensi lalu memeriksa apakah rapat istana sudah selesai, dan ternyata Sudah selesai di Ruang persidangan kini hanya tersisa Jhin She ,Jhin Suo Dan Qing yu


"Salam Yang mulia" ucap Jhin Tian dan Qing Se bersamaan .

__ADS_1


"Ada apa pangeran apa kau akan membahas tentang keputusanku tadi" tanya Jhin Suo.


"Tidak Yang mulia hamba hanya ingin menemui paman Jhin She." ucap Jhin Tian.


" menemuiku, ada masalah apa keponakanku" tanya Jhin She.


Jhin Tian mendekat Kearah Jhin She lalu menyerahkan Sebuah kain berwarna merah.


"Apa ini " tabya Jhin She .


" paman bukalah" ucap Jhin Tian.


Jhin She membuka kain itu, semua orang merasa penasaran dengan isi kain itu, begitu terkejutnya Jhin She saat kain itu terbuka, ditangannya kini 10 kristal kecil berbeda beda warna ada disana.


" jhin Tian ini adalah..."


"Ya paman itu adalah pecahan dari kristal sembilan warna dan satu pecahan dari kristal iblis Qi Sau" ucap Jhin Tian


Qing Yu, Qing Se dan Jhin Suo juga ikut terkejut melihat isi dari kain merah yang diberikan Jhin Tian.


Dengan mata berkaca kaca Jhin She langsung memeluk Jhin Tian .


" kau membuat harapanku kembali lagi, kau tidak tau betapa aku merasa beruntung memilikimu dalam keluarga kami," ucap Jhin She sambil memegang pundak Jhin Tian.


" paman aku hanya menebus kesalahanku dimasalalu, paman sudah mengorbankan kekuatan paman demi melindungiku dan kini aku mengembalikannya kepada paman, dan aku berjanji kedepannya akulah yang akan melindungi paman" ucap Jhin Tian dengan tersenyum.


Jhin She tak henti hentinya tersenyum atas pemberian Jhin Tian , bahkan Jhin She juga terus memuji Jhin Tian .


" aku tidak menyangka kau masih memiliki pecahan itu" ucap Jhin Suo.


"aku menyiapkan ini untuk paman jadi aku pasti tidak akan melupakannya" ucap jhin Tian


"Jujur aku tidak menyangka kau berfikir sejauh ini, padahal saat itu kau sudah hampir mati ditangan Qi Sau dan kau masih sempat mengambil kepingan inti iblis Qi sau" ucap Qing Yu.


" benar sekali terimakaaih keponakanku, berkatmu aku bisa kembali menggunakan kekuatan penuhku" ucap Jhin She.


" pangeran aku sungguh tak menyangka ini semua darimu" ucap Qing Se.


"ngomong ngomong soal kau, kenapa kau bersama dengan pangeran" tanya Qing yu pada putranya.


"dewa Qing Yu kmi hanya bermain main sebentar benarkan" ucap Jhin Tian saat mengetahui Qing Se yang seperti kehabisan akal, dia tidak mungkin mengatakan pada ayahnya tentang buku yang ia dapatkan dari jhin Tian.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2