Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 105. Aneh


__ADS_3

"Sungguh apa aku bisa" tanya Ling Yue dengan semangat.


"Ya kita lihat saja nanti" ucap Chu Tian.


"Dan aku ingin menanyakan satu hal lagi padamu, aku tidak tau harus bertanya pada siapa" ucap Ling Yue dengan ragu ragu.


"Katakanlah, aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu" ucap Chu Tian seketika membuat pipi Ling Yue memerah.


"Umm itu akhir akhir ini aku merasa ada yang aneh dengan diriku dan ada sebuah ingatan aneh selalu datang didalam mimpi ku" ucap Ling Yue.


"aneh bagaimana" tanya Chu Tian.


"Ya aku melihatmu dengan rambut pendek dan juga memakai pakaian hitam dan ya kau juga mengunakan penutup mata berwarna hitam, kau juga menaiki sebuah benda berjalan" ucap Ling Yue dengan sedikit tidak yakin.


Chu Tian terkejut, mimpi Ling yue sungguh mirip dengan mimpi yang ia dapatkan.


"Kapan kau bermimpi" tanya Chu Tian.


"Saat kita berada dipenginapan, aku ingin mengatakannya padamu tapi waktu itu tapi aku lupa " ucap Ling Yue dengan malu malu.


"Aish kau ini, aku akan mencari tau hal itu nanti, sekarang ayo kita makan kurasa shi long telah selesai membakar ikan" ucap Chu Tian


"Pangeran, ling Yue kemarilah ikannya sudah matang srbelum dihabiskan oleh Tuan cang he" teriak Shi Long karena tempat Chu Tian danShi Long lumayan jauh.


"Bilang padanya jika dia menghabiskannya maka aku tidak akan memberikan arak yang aku janjikan" ucap Chu Tian.


"Uhuk uhuk, duri ikan ini menyangkut ditengoromanku tolong" ucap Cang he sambil terbatuk batuk.


Shi Long dengan cepat memberinya banyak air agar durinya terlepas.


"Hah ini lebih baik" ucap Cang he merasa lega


"Yah setidaknya guru sudah kenyang dengan air itu bukan" ucap Chu tian yang baru saja tiba didekat mereka.


"Yah kau benar tapi aku masih sangup makan seekor ikan lagi" ucap Cang He lalu mengambil ikan bakar.


"Kau sudah memakan lima ekor kau tau" ucap Shi Long dengan kesal.


"Aku harus bagaimana ikan ini sangat lezat" ucap Cang he


"Emm guru benar, "Ucap Chu Tian sambil memakan ikan bakar.


"Sungguh, lain kali aku akan membuatkan masakan lain untukmu" ucap Ling yue setelah selesai mengunyah


"ehem sebaiknya aku makan disana saja"ucap Shi long


"Kenapa begitu makanlah disini"ucap Chu Tian.


"Tidak tidak tuan cang he berjanji menunjukkan sesuatu padaku" ucap Shi Long


"Aku kap.."


"Nah kan benar ayo pergi sekarang"Ucap Shi Long sambil menarik lengan Cang he dan menjauh dari sana.


"Ada apa dengan mereka itu" ucap Ling Yue.

__ADS_1


"Entahlah biarakan saja" ucap Chu Tian.


Ling Yue dan Chu Tian makan disana tanpa memperdulikan tingkah aneh Shi Long Dan Cang He.


"Shi Long apa yang kau lakukan sampai membawaku kemari" ucap Cang he setelah selesai ditarik Shi Long.


"sungguh apa kau ingin melihat keromantisan itu didepan matamu" ucap Shi Long sambil menunjuk Chu tian yang sedang membersihkan sisa makanan dipipi Ling Yue.


"Lagi pula ada yang ingin aku bicarakan" ucap Shi Long.


"Tentang apa itu" tanya Cang He dan Shi Long mulai membicarakan apa yang ingin dia bicarakan pada Cang he.


Kembali ke sisi Chu Tian


Mereka telah selesai makan dan Chu Tian memandang Ling Yue lalu tertawa


"Apa yang kau tertawakan" ucap Kesal Ling Yue.


"Hahaha kau makan seperti bayi saja" ucap Chu Tian.


"Apa maksudmu" tanya Ling Yue.


Chu Tian menunjuk pipinya sendiri untuk memberikan kode kepada Ling Yue tapi sayangnya Ling Yue meraba pipi yang salah dan itu membuatChu Tian gemas dan akhirnya membersihkan sisa makanan itu dengan tangannya dan itu jelas membuat wajah Ling yue memerah.


"Terima kasih" ucap Ling Yue.


"Emm, aku ingin bertanya satu hal padamu" ucap Chu Tian


"Apa itu" jawab Ling Yue dengan sedikit gugup.


"Shi Long bilang kau memiliki sebuah kotak yang kau gunakan untuk mengobali luka luka ku, bolehkan aku melihatnya" ucap Chu Tian.


Ling Yue kemudian memejamkan matanya namun tidak terjadi apa apa.


"Kenapa tidak bisa, kemarin aku membayangkan ada kotak obat dan kotak itu tiba tiba ada didepanku sekarang tidak bisa" gerutu Ling Yue.


"Kenapa" tanya Chu Tian.


"Maaf aku rasa tidak bisa, benda itu muncul tiba tiba dan pergi tiba tiba juga aku mencoba memunculkan lagi tapi tidak bisa" ucap Ling yue dengan menundukkan kepala.


"Tidak apa apa, kau hanya belum terbiasa, jika benda itu milikmu pasti akan kembali kepadamu" ucap Chu Tian.


"Aku mengerti maafkan aku" ucap Ling Yue.


"maaf karena apa" tanya Chu Tian.


"Aku menyusahkanmu dan aku masih selalu bersikap buruk aku sungguh minta maaf" ucap Ling yue.


"Jadi karena itulah sikapmu berubah akhir akhir ini" tanya Chu Tian.


"Aku hanya mencoba untuk tidak merepotkanmu" ucap Ling Yue.


"Lakukan apapun yang membuatmu nyaman, jangan memikirkan hal yang tidak tidak" ucap Chu Tian.


"Emm baiklah" ucap Ling Yue

__ADS_1


"Habiskan makananmu kita akan melanjutkan perjalanan" ucap Chu Tian dia lalu berdiri dan membereskan tenda.


"Apa kau sudah baik baik saja" tanya ling Yue.


"Tentu saja sudah,apa kau tidak melihatnya" ucap Chu Tian tanpa melihat Ling Yue.


"Eee iya juga" ucap Ling Yue sambil mengaruk kepalanya.


Chu Tian hanya memutar bola matanya , selesai dengan semua tenda chu Tian memasukkannya keruang dimensi


Swisshh.....


"Chu Tian...!"ucap Seseorang yang tiba tiba muncul.


"Kau membuatku terkejut " ucap Chu Tian dengan kesal.


"ya aku terlalu senang maaf" ucap Seseorang itu yang ternyata adalah Lao Hei yang kembali bisa mengakses ruang dimensi.


Sedangkan Ling Yue begitu terkejut lao Hei muncul tepat didepannya bahkan sampai sekarang dia masih terkejut.


"Ling yue ada apa denganmu" tanya Chu Tian saat melihat Ling Yue hanya diam


Ling Yue masih terdiam tak berselang lama Ling Yue mengambil tongkat yang diberikan Chu Tian dan membayangkan itu adalah sebuah balok kayu.


Booommmm......


"Jangan mencoba menyakitinya " ucap Ling Yue dengan mata yang mulai berair.


"Ling yuetenanglah dia tidak akan menyakitiku dia adalah temanku" ucap Chu Tian sambil mencoba menenangkan Ling yue.


"Yang Waktu itu adalah saudaramu kan, aku tidak bisa percaya pada siapaun" ucap Ling Yue sebenarnya Ling Yue sangat takut tapi juga sangat khawatir jika hal buruk kembali menimpa Chu Tian.


"Apa kau tidak percaya padaku" tanya Chu Tian dan hal itu membuat Ling yue terdiam.


"Sekarang kau tenanglah simpan kembali benda itu jangan biarkan siapapun melihatnya, aku akan melihat kondisi kakak Lao Hei" ucap Chu Tian lalu menghampiri Lao Hei yang masih terduduk sambil memegangi kepalanya.


"apa kau baik baik saja" tanya Chu Tian.


"Kau ini kenapa selalu mempunyai wanita yang sangat galak,aku tidak melakukan apapun dan dia memukulku dengan sangat keras" gerutu Lao Hei.


"dia belum bisa mengendalikan energi spiritual bahkan belum memulai kultivasi dan kau kesakitan akan pukulannya sungguh tidak masuk akal" ucap Chu Tian.


"Eee, aku terkejut tadi jadi itu menbuatku merasakan sakit" ucap Lao Hei beralasan.


"benarkah, kenapa tidak kau katakan bahwa kau lemah" ucap Chu Tian sambil bercanda.


"Hei aku ini sangat kuat" ucap Lao He.


"sungguh" jawab Chu Tian dengan nada mengejek.


Mereka terus bercanda kemudian berjalan kearah Ling Yue yang sedang duduk termenung.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2