
Keesokan Harinya mentari bersinar dengan terang mengusik tidur nyenyak seorang pria tampan berambut putih .
"Tidurku sangat nyenyak" Ucap Chu Tian dengan meregangkan Badannya.
"Saudara Tian apa kau sudah bagun cepatlah bersiap ayah sudah menunggumu untuk sarapan, Kau bilang ingin ikut mencari tanaman herbal" Teriak Li Huan
"Iya iya tunggu sebentar " Kata Chu Tian dari dalam kamarnya
Setelah itu Chu Tian beranjak dari tempat tidurnya dan mrlangkah ke kamar mandi, Selesai mandi Chu Tian merubah warna rambutnya menjadi warna hitam dan dia mengunakan pakaian berwarna putih.
Selesai bersiap Chu Tian pun menuju ruang makan.
"Astaga...!! siapa kau Kenapa kau mirip Chu Tian ? " Tanya Li Chao sambil memegang dadanya kaget.
"Siapa kau dan dimana Saudara Tian..!!?" Ucap Li Han dengan kunai ditangannya.
"Hei hei tenang lah kalian semua ini aku Chu Tian "Kata Chu Tian dengan tersenyum.
"Jangan mencoba membohongi kami saudara Tian Memiliki rambut Putih keperakan dan .... lebih tampan darimu" Ucap Li Huan dengan memelankan kata lebih tampan.
Mendengar itu Chu Tian tersenyum kecut ,tanpa sengaja Li Huan baru saja mengatakan bahwa dia tidak tampan dengan penampilan ini. Kemudian Chu Tian merubah Rambutnya menjadi putih keperakan kembali.
"Jadi aku tidak tampan ya dengan penampilan seperti tadi" ucap Chu tian dengan senyum kecil.
Melihat Chu Tian bisa mengubah rambut dan penampilannya Li Huan dan Li Chao sampai ternganga mereka benar benar lupa menutup mulutnya.
"hei tutup mulut kalian itu, air liurmu menetes nanti" ucap Chu Tian sambil tertawa.
Mendengar itu mereka tersadar dan tersenyum malu.
"Itu adalah teknik penyamaran teknik yang tidak ada seorang pun dibenua ini dapat menggunakannya dan kau yang umurnya belum genap empat belas tahun tapi sudah bisa menguasainya dengan sempurna , sungguh sangat jenius." Ucap Li Chao yang tidak bisa untuk tidak kagum dengan kehebatan Chu Tian.
"Em memang benar ini teknik penyamaran aku mempelajarinya cukup lama sekitar tiga bulan mungkin " Ucap Chu Tian tak berdaya.
"Kau bilang itu lama "Ucap Li Chao tak terima lalu memukul kepala Chu tian
"Aduh aduh paman kenapa kau memukulku" kata chu tian sambil mengelus kepalanya.
"Kau tau bahkan di benua ini tidak ada yang mampu menguasainya bahakan setelah berlatih ratusan tahun dan kau hanya menghabiskan tiga bulan dan kau bilang itu lama , Aish dasar anak muda yang tak tau diuntung" Ucap Li Chao dengan tersenyum kecut.
"Hehehee itu anu paman aku kira itu hanya teknik tingkat rendah" ucap Chu tian dengan memperlihatkan deretan giginya.
__ADS_1
"Dasar anak muda" ucap Li Chao dengan mendengus dia benar benar kesal pada Chu Tian.
Melihat itu Li Huan hanya bisa tersenyum lembut , dia sangat bersyukur dengan adanya Chu Tian ayahnya menjadi lebih ceria setelah kematian Ibunya.
"Ah ya paman bilang akan mengajakku mencari tanaman obat" kata Chu Tian dengan semangat
"Kapan aku mengajakmu kau saja yang ingin ikut" Ucap Li Chao yang berhasil membuat wajah Chu Tian menjadi kusut.
"hahaha saudara Tian kau benar benar lucu dengan wajah itu" ucap Li Huan dengan tertawa nyaring .
"Hei diam kau ,Atau..." chu tian baru akan menyelesikan kata katanya dan Li huan sudah menyerobot nya.
"Atau apa hah atau kau akan memukulku hah maka cepat pukul aku" Ucap Li Huan dengan mengejek.
"Bisakah kau tidak menyerobot jika aku sedang bicara , kau selalu saja begitu" ucap Chu Tian dengan kesal.
Melihat pertengkaran mereka Li Chao memijat pelipisnya dia benar benar pusing dengan dua bayi besar yang selalu bertengkar ketika bertemu.
"Sudah sudah apa yang kalian ributkan An'er cepatlah bersiap dan kau Huan'er ambil keranjang untuk membawa obat" Kata Li Chao yang sudah tidak tahan mendengar ocehan mereka.
"Jadi dia juga akan ikut.. biarkan dia dirumah saja paman !? "tanya Chu Tian agak kesal jika Li Huan ikut
"jika kalian tetap begitu aku tidak akan mengajak kalian berdua " Ucap Li Chao tegas
"Aku Ikut..!! " ucap Chu Tian dan Li Huan bersamaan lalu mereka lalu memalingkan wajahnya bersamaan.
"Lalu siapa yang akan menjaga rumah..? " Tanya Li Chao
"Dia..!!" ucap Chu Tian dan Li Huan serentak lagi dan menunjuk satu sama lain
"Haih aku benar benar memiliki bayi lagi" Batin Li Chao dengan wajah sedih tapi dia juga bersyukur dengan adanya Chu Tian rumah yang biasa sepi sekarang jadi lebih hidup.
"Sudah sudah mari kita pergi semua ikut biarkan rumah kosong ,tapi aku tidak ingin kalian ribut saat disana nanti...!! " Ucap Li Chao.
Mendengar itu Chu Tian dan Li Huan sama sama mengangguk dengan cepat, lalu mereka bertiga berjalan menuju hutan bersama dan tentu saja Chu Tian dan Li Huan berada dibelakang Li Chao sambil saling mengejek dalam diam.
Akhirnya mereka sampai ditengah hutan dimana disana ada aliran sungai yang sangat jernih. disekitar sungai itu terdapat banyak tanaman herbal ada juga beberapa tanaman beracun
Chu Tian mendekati sebuah Tumbuhan dengan daun yang mirip seperti kaca.
"Ini adalah tumbuhan daun dewa dan ini sudah berusia sekitar ratusan tahun, bisa digunakan sebagai pil atau menyerapnya secara langsung, eveknya adalah kekebalan tubuh pada racun dan juga bisa mengobati dari racun yang berbahaya sekalipun" Guman Chu Tian sambil memandang Tumbuhan Daun dewa.
__ADS_1
"Woah kau mengerti sangat banyak , aku bahkan baru tau jika itu bisa membuat tubuh menjadi kebal terhadap racun" ucap Li Chao dengan mata berbinar.
Tentu sebagai tabib dia sangat senang jika mengetahui sesuatu yang baru tentang khasiat tumbuhan.
"Memang benar ini bisa membuat kita kebal dari segala racun dan aku merasakan masih ada beberapa tumbuhan seperti ini disekitar sini, paman bisa menggunakannya" Ucap Chu Tian dengan senyum tipis.
"Apa kau tidak akan mengambilnya..?, ini Akan sangat berguna untukmu nantinya" Tanya Li Chao.
"Eh anu aku sebenarnya sudah kebal terhadap racun" Ucap Chu Tian canggung.
Memang benar setelah menyerap esensi Batu Api suci dan Lotus Es Suci dia sudah kebal dari segala racun didunia ini.
"Cihh!! dasar sombong " gerutu Li Huan yang di balas pelototan tajam dari Chu Tian.
"Hei aku tidak sombong aku hanya mengatakan yang sebenarnya" ucap Chu Tian mengelak.
"Yayaya anggap saja aku percaya padamu , jika tidak kau akan merengek seperti bayi kepada ayahku" Ejek Li Huan
"Kamu..." Chu Tian kesal dia tidak lagi membalas dia hanya mengumpat dalam hati.
"Hei apa kau mengumpatiku" ucap Li Huan penuh selidik dan aura yang mengerikan.
"Ah tidak mana mungkin aku mengumpatimu" Ucap Chu Tian dengan memandang kearah lain dan bersiul.
BAANGG...
"Aduhh.!!! kau ini wanita bisakah lebih lembut sedikit " Teriak Chu Tian yang kaget dipukul Li Huan meski rasanya memang agak nyeri di perutnya.
"Kalian bisa diam atau tidak..!!!! ,jika tidak aku tidak akan mengizinkan kailian masuk kerumah dan tidur diluar!!!" Li Chao benar benar dibuat frustasi oleh sikap kekanak kanakan Chu Tian dan Li Huan.
.
.
.
.
.
jan lupa like and folow😄👍🏻
__ADS_1