Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 214. Aku akan pergi


__ADS_3

Didepan kediaman Raja, Jhin Tian menurunkan Xuan.


"Kakek nenek kami datang" teriak Xian dan Xuan didepan kediaman Jhin Suo, sementara Jhin Tian masih menampilkan wajah dingin nya.


Taklama setelah itu pintu Kediaman terbuka.


"Kakek... nenekkkk" teriak Xian dan xuan dan langsung memeluk nenek dan kakeknya itu.


"Wah sekarang Xuan tambah berat apakah semalam Kalian makan banyak emm" tanya Jhin Suo sambil mengendong Xuan.


"Oh tidak, kakek bilang aku belat, ayahh kau membuatku gendut dengan makanan yang banyak semalam" ucap Xuan sambil memasang wajah cemberut.


"Haih bagaimana anak sekecil dirimu mempermasalahkan tentang berat badan" ucap Ling Zhu sambil mencubit pipi Xuan.


"Ish nenek, bibi Yan Sha mengatakan padaku, bagi wanita kecantikan adalah nomol satu" ucap Xuan.


"Hah bagaimanapun kau tetap cantik Xuan" ucap Ling Zhu.


"Jadi Jhin Tian kenapa kau kemari" tanya Jhin Suo.


"Aku akan pergi" jawab Jhin Tian dengan nada dingin.


"Pergi kemana apakah anak anak akan ikut" tanya Jhin Suo sambil mengkerutkan keningnya.


"Ya" jawab Singkat Jhin Tian.


"Kakek, aku, xuan dan ayah akan pelgi ketempat paman Lizheng, dan aku akan belmain Belsama liyan" ucap Xian dengan bersemangat.


"Kau akan pergi kedaratan tengah, tapi mengapa begitu mendadak" tanya Jhin Suo.


"Tentu ayah sudah mendengar tentang Musibah daratan tengah, dan aku tidak akan menjelaskannya lagi" jelas Jhin Tian masih dengan nada dinginnya.


"Jadi kau akan membantuku" tanya Jhin Suo dengan wajah gembira.


"Aku akan tinggal disana" ucap Jhin Tian yang membuat Ling zhu dan Jhin Suo terkejut.


"Apa maksudmu nak" tanya Ling zhu.


"Xian dan Xuan bisa tolong ayah, kalian pergi kepaman Qing Se dan katakan ayah ingin melihat laporan" ucap Jhin Tian.


"Emm, baiklah Ayo kak" ucap Xuan langsung menarik Xian dan berlari.


"Xuan jangan menalikku" teriak Xian.


"berhati hatilah" ucap Jhin Tian dengan senyum.


"Yaaa" ucap Mereka berdua serempak.


"Sudah sangat lama aku menantikan senyum itu An'er" ucap Ling Zhu.


jhin Tian langsung mengubah ekspresinya.


"Aku akan tingal didaratan tengah lagi" ucap Jhin Tian.


"Tapi kenapa, apa kau mempunyai masalah disini atau kau.."


"tidak...! aku hanya ingin berada disana" Ucap Jhin Tian.

__ADS_1


"Apa kau tidak kasihan pada Xian dan Xuan jik..."


"Aku akan membawa mereka kemari jika mereka rindu, aku juga tidaka akn membiarkan anak anakku bersedih" ucap Jhin Tian masih dengan nada dingin.


"Tapi jika mer..."


"Aku sudah mengatur segalanya untuk mereka, aku telah menghubungi Xiao Feng sebelumnya" ucap jhin Tian .


"Hah sepertinya keputusanmu memang sudah bulat ya, ayah tidak bisa melakukan apapun selain memberikan izin" ucap Jhin Suo.


"Tapi suamiku dia..."


"Tenanglah Zhu'er biarkan dia menenangkan diri" ucap Jhin Suo.


"Aku pergi" ucap Jhin tian langsung menghilang dari sana.


"Suamiku aku takut An'erku.."


"Tenanglah Zhu'er dia akan baik baik saja, aku akan membiarkan suku phoenix berada didaratan Tengah, selain bisa menjaga Jhin tian, jhin Tian juga bisa memimpin mereka dengan tenang" ucap Jhin Suo.


"Aku berharap An'erku kembali seperti dulu" ucap Ling zhu.


"Dia akan kembali, dia putra kita aku percaya padanya, dia pasti akan menjadi Jhin Tian yang ceria dan penuh kebahagiaan." ucap Jhin Suo sambil memeluk Ling Zhu.


Dikediaman Jhin Tian, dia sedang membereskan barang barang nya dan juga anak anak.


"Ayah kami pulang" teriak Xian.


"Ish kakak jangan berteliak ditelingaku, aku bisa tuli" kesal Xuan.


Ya yan Sha menikah dengan Qing Se setelah Jhin Tian pergi untuk mencari ibunya.


"Aku akan memanggilnya, paman dan bibi silahkan duduk" ucap Jhin Xuan dia lalu berlari menuju kamar ayahnya.


"Mungkin ayah sedang belsiap, paman dan bibi mau minum apa, bial Xian yang membelitau bibi" ucap Xian.


"Tidak Xian paman tidak mau minum, sebaiknya Xian dan Xuan bermain dikamar dan biarkan Ayah kalian kemari" ucap Qing se dengan lembut.


"Emm baiklah Xian Pelmisi paman bibi" ucap Jhin Xian lalu dianggumi oleh Qing se dan Yan Sha.


"Aku berharap memiliki putra sebaik dan secerdas xian" ucap Qing Se sambil mengelus perut Yan Sha yang mulai membesar.


"Aku berharap memiliki putri secantik dan seimut Xuan" ucap Yan Sha.


"Bagaimana jika laki laki" tanya Qing se.


"Tapi aku berharap dia perempuan" ucap Yan sha.


"Tap.." belum sempat Qing Se melanjutkan kata katanya, Qing Se melihat Jhin Tian yang sudah duduk dengan wajah dinginnya.


"Ah pangeran maafkan aku" ucap Qing se.


"Ya " jawab Jhin Tian.


"berikan aku laporannya" ucap Jhin tian dengan dingin.


"Baiklah" ucap Qing Se.

__ADS_1


Qing Se lalu mengeluarkan Sebuab Buku Yang lumayan besar dan Qing se langsung mengalirkan energinya, seketika buku yang tadinya Kosong kini memiliki beberapa tulisan dan gambar.


"Jadi pangeran..." Qing se menjelaskan panjang lebar tentang penyerang yang menyerang Daratan tengah tepatnya di benua timur.


"Hmm, terimakasih" ucap Jhin Tian.


"Bukan masalah pangeran, ini memang tugas hamba" ucap Qing se dengan hormat dan Jhin Tian hanya mengangguk.


"Kalau begitu kami undur diri" ucap Qing Se lalu melangkah pergi bersama Yan Sha.


"Tunggu" ucap Jhin Tian.


"Selamat akan kehamilanmu Yan Sha" jhun Tian tersenyum tipis dan memberikan sebuah hadiah.


"Pa pangeran kau tersenyum untukku" tanya Yan Sha dengan terkejut.


"bukankah anakmu menginginkan itu" ucap Jhin Tian.


"Bagaimana jhin Tian tau kalau aku ingin melihat senyumnya" batin Yan Sha.


"Terimakasih banyak pangeran, Yan Sha memang menginginkan itu, tapi aku tidak berani memberitau anda" ucap qing se dengan menunduk hormat.


"Hmm" jhin Tian hanya berdehem sebagai jawaban.


Kemudian Qing se dan Yan Sha pulang dengan hati bahagia, setelah sekian tahun akhirnya mereka dapat melihat senyum dari pangeran mereka.


Siang Harinya Jhin Tian sudah berada diporta tempat mereka akan turun kedaratan Tengah.


"Kalian siap" tanya Jhin Tian kepada Xian Dan Xuan.


"Ya" jawab Mereka serempak.


"Kakek nenek paman bibi kami pergiii" teriak Xian dan Xuan secara bersamaan.


"Berhati hatilah" tetiak mereka sambil melambai.


portal mulai becahaya, jhin Tian tersenyum tipis lalu mereka bertiga menghilang.


"Senyum itu, aku sungguh merindukannya" batin Jhin Cha dan yang lainnya.


beberapa saat kemudian mereka sampai didepan Gerbang Kerajaan Chu.


Para penjaga langsung siaga saat melihat orang yang tiba tiba muncul apalagi penampilan yang sangat berbeda.


"Siapa kau" teriaak salah seorang penjaga.


Jhin Tian hanya Dian dia maju kedekat para prajurit dan Menunjukkan lencana pangeran Kerajaan Chu.


"Pa pangeran maafkan hamba, silahkan masuk" ucap Sang pranurit dan langsung membuka kan gerbang.


"Xian xuan mafi kita masuk" ucap lembut Jhin Tian dan langsu g diangguki oleh kedua anaknya itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2