Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH.249. aku tidak bisa!!!


__ADS_3

ya mereka adalah ketua sekte dan tetua agung serta pemimpin sekte sekte bintang surga yang baru saja datang.


Melihat ketua sekte semua murid bersiap dengan senjata mereka.


Fu Cang mengankat tanganya.


"Tenanglah dia adalah yang asli" ucap Fu Cang yang berhasil membuat para murid menurunkan senjatanya.


"Maaf atas kekacauan ini ketua sekte,aku akan bertanggung jawab penuh atas kehancuran bangunan ini"ucap fu cang.


"Sebenarnya apa yang terjadi disini" ucap pemimpin sekte masih dengab wajah binggungnya melihat begitu banyak muridnya yang tergeletak tak bernyawa dengan berlumur darah dan bangunan sekte yang hancur berkeping keping.


"Pemimpin maaf..." Seorang murid lalu menceritakan semuanya.


"Maaf pendekar aku hampir salah sangka padamu... untuk kerusakan ini hamba tidak berani meminta anda telah membantu sekteku meski sekarang aku terpakasa memulangkan semua murid dan semua jenazah ini" ucap Pemimpin sekte.


Wushhh....


Fu cang mengibaskan tangannya peti besar muncul dihadapannya Fu cang lalu membuka peti itu setumpuk koin emas berkilau disana.


"Tu Tuan ini aku tidak bisa..."


"Ini adalah pemberian khusus dari tuanku karena anda telah mendidik putrinya dengan baik.. sekarang aku akan membawa kembali Xuan ke kerajaan Chu.. uang ini anda dapat gunakan untuk membangun kembali sekte dan memberi uang duka bagi keluarga murid itu" ucap fU Cang.


"Uang ini bukankah terlalu banyak jika hanya untuk pembelajaran Xuan " ucap ketua sekte.


"Bagi Tuanku uang bukanlah hal yang penting, kau menjaga Xuan saja sudah menjadi hal yang berharga baginya" ucap Fu Cang.


"Lalu mengapa Tuanmu tidak menjaga Xuan sendiri jika seperti itu" tanya tetua agung.


"Lancang....!!! tuanku yelah berbaik hati padamu dan ka..."


"Fu Cang tenanglah... Tetua Agung tapi sepertinya itu bukan kata kata yang baik... kami menyadari bahwa kami merusak sektemu namun kami telah membayar semua kerugianmu.. bukankah tidak sopan jika anda menanyakan tentang hal pribadi seperti itu" ucap Chu lizheng.


"Paman ayo kita kembali saja" ucap Xuan sambil berjalan perlahan dan menundukkan kepalanya.


Tangan Liyan terkepal erat dan menatap tajam Tiga petinggi sekte itu.


"Kalian telah membuat adiku bersedih apa kalian tidak tau ayahnya demi kalian harus meninggalkannya apa kalian tau hah" Liyan berteriak marah pada tiga petinggi itu.


"Liyan Cukup... ikuti xuan dan tenangkan dia ayah akan menyusul" ucap Chu Lizheng.


"Ck tak kusangka aku pernah belajar pada kalian" ucap liyan sambil berjalan melewati tiga petinggi yang masih terkejut.

__ADS_1


"Apa maksud pangeran Liyan" tanya Pemimpin sekte.


"Liyan hanya anak anak dia sedang terbawa emosi jangan difikirkan... aku akan kembali ke kerajaanku, kalian dapat meminta uang padaku jika uang itu kurang" ucap chu Lizheng kemudian melenggang pergi bersama Zaein dan Fu cang dibelakangnya.


"Sekali lagi aku melihat kalian merendahkan Xuan aku tidak segan segan mengambil kepala dari tubuh kalian" ucap zaein sebelum akhirnya pergi.


"Sebenarnya Siapa Xuan ini.. tiga pendekar itu bahkan sangat menyayanginya terutama Raja chu"ucap Ketua sekte.


"Sebaiknya kita bahas itu nanti saat ini para murid lebih membutuhkan kita daripada pertanyaan konyolmu itu" ucap tetua Agung.


"Xuan.. Liyan.." ucap Lirih You Nan melihat kepergian dua temannya.


"Tenanglah kita pasti bertemu mereka lagi, sebaiknya ayo kita bantu Tetua" ucap Teman You Nan sambil menepuk pundak You Nan.


Sementara You Nan hanya tersenyum kecut.


Kembali ke istana Surgawi Di kediaman Jhin Tian.


"Tuan Tian ini gulungan yang anda minta" ucap Yan Yan sambil memberikan tiga Gulungan.


"Aish aku benar benar bosan dengan istana ini andai aku bisa keluar dan melihat lihat kawasan kekaisaran ini"ucap Jhin Tian sambil membuka sebuah gulungan.


"Kaisar dewa tidak mungkin mengizinkan anda pergi apalagi pangeran pertama dan kedua ada disini " ucap Yan Yan.


Brakkk....


Sebuah kotak terjatuh dari atas almari. Yan Yan segera mengambil kan untuk Jhin Tian.


"Kotak apa ini pangeran " tanya Yan Yan sambil memberikan kotak itu pada Jhin Tian.


Jhin Tian meletakkan kotak itu Di Meja.


"Kotak ini...ini adalah kotak berisi semua barang peninggalan istriku" ucap Jhin Tian sambil membuka Kotak itu dan mengambil sepasang CinCin dengan batu safir merah.


"kau tau yan yan ini adalah barang pertama yang ia beli bersamaku di kerajaan Chen... awalnya dia tak rela menghabiskan uangku untuk ini tapi pada akhirnya dia membeli banyak barang" ucap Jhin Tian dengan tersenyum kecut.


"anda pasti sangat merindukan tuan putri... jika begitu kenapa tidak meminta kepada Kaisar dewa untuk mempertemukan anda dengan istri anda" saran Yan Yan.


"hahaha andai saja aku bisa meminta itu aku pasti memintanya... dewa tua itu tidak akan mengijinkanku karena...." Jhin Tian menghentikan penjelasannya


"Karena apa" tanya Yan Yan.


Jhin Tian tersenyum sambil memandang sebuah gelang giok.

__ADS_1


"Karena aku harus mati untuk bertemu dengannya" ucap Jhin Tian sambil tersenyum tipis dan mengeluarkan sebuah tongkat kecil.


"Jadi tuan putri sudah..."


"Ayah dari sahabatkulah yang membunuhnya... dia baru saja melahirkan anak anakku, kondisi lemah itu dia... ah sudahlah Yan Yan bisa kau tanyakan pada Tuan Win pu bagaimana Fu kai dibumi, aku sedikit khawatir" ucap Jhin Tian.


"ba baik Tuan Tian akan aku ambilkan bola penglihatan untuk anda" ucap yan Yan lalu melenggang pergi.


Jhin Tian menatap semua barang di depannya dengan wajah rumit.. setetes air mata lolos begitu saja tanpa aba aba dan tepat mengenai cincin safir.


"Kay... aku tidak suka kau menangis seperti itu... dimana kay ku yang kuat dan pemberani" sebuah suara tiba tiba terdengar mengejutkan Jhin Tian.


Jhin Tian mendongakkan kepalanya mendapati seorang wanita cantik berdiri di depannya sambil tersenyum.


"li ling yue kau kah itu... aku tau kau pasti kembali, Aku mengerti kau tidak aksn meninggalkanku" ucap jhin tian dengan tangan bergetar karena bahagia...


Jhin Tian berdiri dan melangkah perlahan mendekati Ling Yue dan mendekapnya.


"Jangan pergi lagi" ucap Jhin Tian.


"Aku tidaka akn pernah meningalkanmu, Selamanya dan disetiap kehidupan aku pasti akan selalu menjadi milikmu" ucap Ling yue.


" Jhin Tian bisa aku meminta sesuatu padamu" tanya Ling Yue sambil menatap lekat jhin Tian.


" Katakan Yue'er katakan apa yang kau inginkan selain melupakanmu aku akan menyanggupi semuanya"ucap Jhin tian.


"Aku ingin kau mengenal wanita" ucap Ling yue.


"Apa maksudmu.. aku tidak akan pernah mengantikan posisimu" ucap jhin Tian.


"Aku tau aku berada di tempat sepesial dihatimu, tapi putra putri kita... mereka membutuhkan kasih sayang seorang ibu mereka semakin dewasa mereka pasti juga merasa iri pada teman teman mereka"ucap Ling yue .


"Tidak.." Jhin Tian pergi dari hadapan Ling Yue dan menatap keluar melalui jendela kediamannya.


"kumohon jangan egois .. pikirkan anak anak kita.. aku tidak ingin mereka kekurangan apapun apalagi kasih sayang" ucap Ling yue sambil mendekat ke arah Jhin tian dsn memegang tangannya.


"Aku tidak bisa ling Yue aku tidak akan bisa" ucap jhin Tian.


"Kau bisa.. pastikan wanita itu tidak hanya mencintaimu tapi juga mencintai anak anak kita" ucap Ling Yue.


"Tapi..."


"Berbahagialah Jhin Tian kita oasti akan bertemu lagi" Ucap Ling Yue yang perlahan tubuhnya mulai menghilang bersama udara...

__ADS_1


hollaaa


__ADS_2