Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch 35. penyesalan


__ADS_3

"Lancang..!! siapa yang berani menganggu rapat penting istana" Ucap Raja Chu Kai dengan marah


"Aku" ucap seseorang yang baru saja muncul dengan menggunakan topeng dibelakangnya ada dua orang yang mengikutinya.


Mereka semua tercengang ,satu diantara tiga orang itu tentu Chu Lizheng dan satu lainnya memakai topeng sehingga tidak jelas siapa dia, sedangkan yang berqmbut coklat mereka sama sekali tidak mengenalinya.


"Pangeran Lizheng bagaimana kau bisa keluar dari penjara formasi itu" ucap Chu Fen penuh selidik.


"Apa aku harus menjawab pertanyaan bodohmu itu" Ucap Chu Lizheng dengan sinis.


"Kau.."


"Diaammm kalian semuaa..!!!" raja Chu Kai berteriak dengan keras membuat Chu Fen yang akan menjawab menjadi terdiam.


"Pangeran kau masih dalam masa hukuman dan tidak seharusnya kau berada disini, dan untuk klian berdua aku tidak kenal dan tidak punya urusan dengan kalian sebaiknya kalian keluar dari aula pertemuan ini..!" ucap Raja Chu menguair Chu Tian dan Zaein.


"Kau memang tidak punya urusan denganku namun aku punya urusan denganmu " ucap Chu Tian dengan santai dia lalu membuka topengnya, warna rambutnya berubah ke warna putih keperakan lagi, wajah tampannya membuat semua yang ada disana terpesona termasuk Chu Kia dan selir Wu mei.


"Pangeran Chu Tian "ucap semua orang kaget


"Kenapa kaget begitu tentu saja ini aku , apa kalian melupakan pangeran tampan ini" ucap Chu Tian yang berhasil membuat sebagian orang menahan tawa dan sebagian lagi menahan kesal karena kehadirannya.


"An'er " sapa dua orang perempuan cantik mereka serempak berlari dan memeluk Chu Tian dengan erat.


"Putraku apa kau baik baik saja ibu sangat menghawatirkanku" ucap salah satu dari mereka yang tak lain adalah selir rong yu dan perempuan satunya tentu saja Chu Yun.


"Ibu an'er aangat merindukan ibu dan aku baik baik saja tenanglah" Ucap Chu Tian dengan tersenyum lembut.


"pangeran tian akhirnya kau kembali nak , apa kau terluka selama pengasingan..?" tanya Selir Wu mei dengan sandiwaranya


"ah selir agung memang sangat baik ,namun aku tidak perlu perhatian dari orang yang membunuh ibundaku" ucap Chu Tian dengan tenang namun ada kemarahan dimatanya.


Mendengar itu tubuh Wu mei bergetar sesaat lalu dia dengan cepat merubah ekspresinya.

__ADS_1


"Pangerann aku memang bukan ibu kandungmu tapi aku sangat menyayangimu , mengapa kau begitu tega menuduhku seperti itu pangeran" ucap selir wu mei dengan wajah tak berdaya.


"Apa kau pikir aku hanya bicara omong kosong, cih dasar ular berbisa" kata Chu Tian dengan dingin,tidak ada lagi senyum lembut yang dia perlihatkan tadi.


"Sudah cukupp pangeran tian..! " ucap Raja Chu Kai dengan tegas.


"Ohhh apakan yang mulia tidak mempercayaiku juga ,hahaha sungguh bodoh nya aku berharap kau percaya padaku" ucap Chu Tian dengan tawa hambar .


"Aku tidak..." belum sempat raja Chu Melanjutkan ucapannya Chu Tian lebih dulu melempar sebuah plakat dengan gambar kelelawar ditengahnya dan bertuliskan organisasi kelelawar hitam.


"Itu aku temukan dikamar selir agung ,dan tentu yang mulia maaih memgigat apa yang kukatakan waktu aku kecil bukan" ucap Chu Tian dengan tenang dia lalu duduk disalah satu kursi kosong disana.


"Ini adalah plakat organisasi kelelawar hitam ,pembunuh bayaran yang sangat handal dan tersembunyi di kerajaan Chu" ucap Salah satu petinggi istana


Selih agung Wu mei sudah berkeringat dingin dia mencoba mencari alasan agar Raja kai tidak percaya pada Chu Tian.


"Yang mulia hamba difitnah ,hamba tidak akan pernah mempunyai niat untuk membunuh saudari wen lia ,mohon beri hamba keadilan yang mulia" Selir Agung menangis hingga memohon pada Raja Chu Kai.


Raja Chu Kai masih terlihat bimbang, Chhu Tian lalu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya dan meminta zaein untuk memberikannya pada Raja Chu Kai.


Raja Chu Kai langsung bangkit dari singgasananya lalu menghampiri Selir Wu mei. Selir agung yang merasa raja Chu Kai akan membantunya segera berdiri menyambut kedatangan Raja Chu Kai dengan penuh senyuman.


Plakk...


Diliar dugaan selir agung, Raja Chu Kai menampar pipi mulus milik selir Agung hingga terjatuh.


"Aku benar benar kecewa dengan mu ,selama ini aku menyayangimu membelamu memberimu kebahagiaan tapi ternyata kau lah penghianat yang selama ini aku cari." ucap Raja Chu Kai marah.


"Yang mulia hamba tidak melakukan apapun ,hamba bersumpah" ucap Selir agung yang mulai panik.


"Kau pikir akan bisa membodohiku lagi hah tidak akan..!! " ucap tegas raja Chu kai.


"Pengawal tangkap selir wu mei dan hukumannya akan ditentukan besok siang diaula ini, kalian semua boleh bubar..!" perintah Raja kai.

__ADS_1


"Yang mulia tolong ampuni hamba, hamba tidak bersalah " teriak Selir agung sambil meronta melepaskan diri dari tangan prajutit yang membawanya.


Sedangkan pangeran Chu Fen dan putri Chu Kia hanya diam ,mereka bahkan tidak menyangka ibunya sekejam itu .


Aula yang semula ramai kini terlihat sepi hanya ada Chu Tian , Zaein, Chu Lizheng dan Raja Chu Kai sedangkan putri Chu Kia ,Putri Chu Yun dan pangeran Fen di perintahkan raja untuk kembali kekediaman mereka.


Suasana menjadi sangat canggung baik pihak pangeran Chu Tian atau Raja Chu Kai tidak ada yang angkat bicara hingga Raja Chu Kai tidak tahan dan mulai bertanya.


"An'er apa aku boleh bertanya sesuatu padamu" Tanya Raja Chu kai.


" ya" jawab Chu tian dengan singkat.


Mendengar jawaban putranya itu Raja Chu Kai hanya bisa menghela nafas ,dia menyadari bahwa dirinya lah yang bersalah.


"Apa kau akan memaafkan kesalahan ayah, ayah benar benar dibuat buta oleh wanita ular itu" ucap Raja Chu Kai dengan penuh harap.


"Aku akan mempertimbangkan" jawab Chu Tian .


"Maafkan ayah , ayah benar benar menyesal tidak mempercayaimu dulu" ucap Raja Kai dengan wajah sendu.


"yaa tapi aku akan bertanya satuhal padamu nanti, jika kau bisa menjawab dengan sejujurnya mungkin aku akan memaafkanmu dan akan mengampuni hidupmu yang telah tega mengasingkan dan memenjarakan anaknya sendiri" Ucap pangeran Chu Tian dengan dingin .


"Aku tau dan aku sangat menyesal kau bisa menghukumku nanti asalakan kau mau memaafkan ayahmu ini" kata raja Chu kai menyesali yang telah terjadi.


"Sudahlah lagipula kau adalah pria yang dicintai oleh ibundaku dan jika aku membunuhmu maka ibuku tidak akan merasa bahagia" ucap chu tian dengan ekspresi sulit diartikan dia sendiri merasa bimbang antara memaafkan atau tidak.


"Baiklah jika begitu tanyakan apapun padaku nanti malam di kediamanku, aku akan menungumu aku juga akan menyampaikan sesuatu padamu" ucap raja Chu Kai dengan tersenyum lembut.


Chu Tian hanya mengangguk dan meninggalkan ruang aula itu menuju kediamannya bersama kakaknya dan zaein.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2