
Chu tian kini berada di makam Raja Chu.
"Aku tidak akan menangis ,tenanglah disana ayah ,terimakasih telah menjagaku" ucap Chu Tian lalu bersujud tiga kali sebagai tanda penghormatan dan dia segera beranjak pergi dari sana
"Apa sudah selesai" tanya Yan Sha.
"iyha" ucap Singkat Chu Tian.
"Tuan bolehkan aku bertanya" ucap zaein.
"Tanyakan" jawab Chu Tian.
"Apa yang terjadi saat tuan tidak sadarkan diri" tanya Zaein.
Chu Tian menghentikan langkah kakinya.
"Aku tidak tau, bahkan aku hanya ingat bahwa aku bangun tidur dan ternyata sudah empat tahun, satu tahun lagi aku berumur 20 tahun dan aku masih ditahap legenda" ucap Chu Tian .
"Chu Tian dengarkan aku baik baik kau masih memiliki kami ,kami akan membantumu dalam hal apapun" ucap Yan Sha.
"Aku telah tertinggal empat tahun Yan Sha, aku tidak ingin melibatkan kalian, aku sungguh tidak ingin kehilangan siapapun lagi yan Sha tolomg memgertilah" ucap Chu Tian pada yan Sha.
"Chu tian kau adalah pangeran kami, pemimpin kami tentu kami akan membantumu walau harus mengorbankan nyawa kami" ucap Yan sha.
"Sungguh Yan Sha aku tidak ingin ini terulang lagi, aku sudah cukup kehilangan paman li Chao dan ayah Chu Kai aku tidak ingin kehilangan salah satu dari kalian lagi." ucap Chu Tian.
"Jika begitu mari bersama sama slaing menjaga, kami sama sepertimu ,kami juga tidak ingin kehilanganmu empat tahun ini sudah cukup hidup kami tanpamu, kami menjalani hari hari dengan terus berharap akan kesadaranmu, kami semua membutuhkanmu kembalilah pada kami Chu tian" ucap Chu Lizheng yang datang bersama yang lainnya.
Chu tian menundukkan kepalanya dia menemukan kesulitan didalam hidupnya.
"Terimakasih telah mendukungku, " ucap Chu tian.
"Hey apa ini pangeran kita bersedih ini tidak boleh terjadi hemm" ucap Lao Hei.
"Bagaimana kalau kita minum anggur bersama" ucap Zaein.
"Ahh benar adik kau tidak tau kan yan sha adalah peminum yang handal aku malu mengakuinya namun aku selalu kalah darinya" ucap Chu Lizheng dengan memasang raut wajah sedih.
"Woah benarkah yan sha ayo buktikan padaku" ucap Chu Tian.
"Tidak masalah" ucap Yan Sha dengan wajah bangga.
Semua kini telah berkumpul untuk menikmati anggur bersama
"Lihat dia sudah habis lima gelas dan belum terjadi apapun" ucap Lao hei.
__ADS_1
"Ayo kita bersulang" ucap Zaein sambil mengankat gelasnya.
"Bersulang hahahaha" ucap semuanya lalu tertawa bersama.
Chu Tian meminum banyak anggur malam ini.
"Lihatlah semua aku akan menghabiskan satu botol anggur ini sendirian" ucap Chu Tian dalam keadaan mabuk.
Semuanya menyemangafi Chu tian dalam setiap teguknya.
Malam Itu semua mabuk karena terlalu banyak meminum anggur terutama Chu Tian.
"Kaira maafkan aku maaf" ucap Chu tian dalam keadaan mabuk
"Aku mencintaimu kaira " ucapnya lagi.
Tidak ada yang mendengar apa yang dikatakan Chu Tian kecuali Yan sha yang masih setengah sadar sayup sayup dia mendengar Chu Tian menyebut nama seseorang dan mengatakan kalau dia mencintainya.
Disisi Chu tian dalam keadaan mabuk berat Chu Tian masuk kedalam sebuah mimpi.
" Dimana aku, Kakak Lizheng, yan Sha kalian dimana" teriak Chu Tian dalam mimpinya.
"Adik tenanglah disana , aku sudah membalaskan dendammu semua orang yang terlibat dalam pembunuhanmu sudah kulenyapkan, viola dia kini lumpuh karena kecelakaan saat melarikan Diri" ucao Seorang pria tampan didepan sebuah makam sambil menabur bunga.
"Adik kaira orang yang kau cintai kini masih dalam keadaan kritis, maafkan aku andai aku datang lebih cepat kalian pasti selamat, aku berjanji padamu akan menjaga Kaira dan memastikan kebahagiaannya seperti pesanmu" ucapnya lagi sambil menghapus air matanya.
" hey kenapa kau begitu sedih kehilangannya" tanya Chu Tian namun sepertinya orang itu tidak mendengar.
"Adik terimakasih karena selama aku tidak ada kau yang telah menjaga mama dan papa untukku ,aku benar benar menyesal tidak menuruti perkataanmu untuk kembali dua bulan lalu," orang itu terus berbicara.
"Heih orang ini apa aku tidak terlihat atau dia yang buta hingga tak melihatku, tapi kenapa aku merasa familiar dengan wajahnya" ucap Chu Tian yang juga terus mengerutu.
"Apa kau tau mama dan papa menangis saat kepergianmu, mereka sangat menyayangimu, meski kau dahulu adalah anak yang nakal tapi perubahan setelah kecelakaan itu membuat kau semakin disayangi mereka, mereka baru saja akan memasukkan namamu dalam saham perusahaan sebelum akhirnya mark membunuhmu" ucap Pria itu dengan mengepalkan tangan
"Kenapa emosi orang ini sangat tidak terkendali, wajahnya hampir mirip denganku " ucap chu Tian semakin mengamati orang itu.
"Jika bisa bertemu denganmu kembali aku ingin menghajarmu, sungguh aku akan mengalahkanmu di balapan mobil yang selalu kita mainkan setiap kau kerumah paman, aku tau ini memalukan tapi aku merindukanmu kayy" orang itu berteriak dinama kata terakhir.
"Kay ,kenapa kau sangat tidak asing, Arghhh" chu Tian berteriak sebelum akhirnya dia terbangun di pagi hari dengan keringat dingin disekujur tubuhnya.
"Chu Tian ada apa denganmu" tanya Yan Sha yang bari saja akan membangunkan Chu Tian.
"Tidak tidak ada " jawab Chu Tian masih mengatur nafasnya.
"Kay siapa kay dan siapa pria itu, kaira kenapa aku sangat senang saat nama itu disebut, ada apa denganku ini kenapa kahir akhir ini aku selalu mendapat mimpi aneh" batin Chu Tian sambil melamun dia memikirkan mimpinya sebelum bagung kemarin dimana dia menaiki sebuah kereta tapi tidak menggunakan kuda hanya sebuah tuas dan juga benda bulat.
__ADS_1
"hey chu Tian hey kenapa kah melamun ,ayo kita bergegas keruang makan semu sudah menunggumu dasar kau ini" ucap Yan Sha.
" Kau pergilah dulu aku akan mandi terlebih dahulu" ucap Chu Tian.
"Baiklah segeralah datang Xiao Feng juga berkata dia memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan" kata Yan Sha lalu melangkah keluar kediaman Chu tian.
Chu Tian bergegas mandi dan langsung menuju ruang makan.
" nah lihat itu tuan datang" ucap Zaein sambil mengelus perutnya.
" kenapa kalian tidak makan dulu" tanya Chu tian.
"Tuan aku sebenarnya mau makan tapi xiao feng memberiku bola mata besar jadi aku harus duduk diam denga perutku yang terus berbunyi" adu Zaein .
"Kau ini seperti bayi saja menjengkelkan" ucap Xiao Feng.
" Tapi itulah kenyataanya " ucap Zaein tak mau kalah
Sementara Zaein dan Xiao Feng terus bertengkar ,Chu Tian dan yang lainnya sudah memulai sarapan mereka dengan lahap.
"Ehhh kalian jangan habiskan tumis itu, aaa tidak daging kesukaanku kenapa kalian memakannya" ucap Zaein dengan wajah sedih
"Makanlah " bentak Xiao Feng dan seketika Zaein memakan nasi dan sayur dengan lahap tanpa menoleh kekanan dan kekiri melirik pun dia tidak berani.
"Ini lebih baik, dunia terasa damai jika kau diam zaein" ucal Lao Hei.
Zaein ingin menjawab namun mata tajam Xiao Feng sudah lebih dulu membungkamnya.
"Cih apanya yang pembunuh dia lebih mirip gadis harem " ucap Yan Sha.
"haahhaha kau benar dia seharusnya belajar menjahit dan menari " ucap Chu Lizheng
Semua tertawa kecuali Chu tian yang masih terdiam dia masih memikirkan tentang mimpinya tadi pagi.
"Adik apa kau baik baik saja, heii adik" teriak Chu Lizheng saat Chu Tian masih terus melamun.
"Kenapa kak" tanya Chu tian dengan polosnya seperti benar benar tidak menyadari apapun.
.
.
.
.
__ADS_1
.
it's okay:)