Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch.49 Informaai baru


__ADS_3

"Adik kukira kau kauu" perempuan itu tidak bisa melanjutkan kata katanya dia terus menangis perempuan itu tak lain adalah Chu Yun


Chu yun berfikir Chu Tian ikut mati dalam ledakan itu, keoanikan membuatnya lupa bahwa Chu tian telah memberinya batu jiwa dan juga formasi milik Chu tian tentu akan hancur jika orang nya sudah tiada.


"Tenanglah kak aku baik baik saja , dan aku punya informasi dimana letak markas utama sekte Iblis darah dan juga apa yang akan mereka lakukan selanjutnya" ucap Chu Tian.


"Benarkah" tanya Chu Yun sambilenghapus air matanya dan mencoba menenangkan dirinya


" tentu saja kak" jawab Chu tian


"Memangnya dimana" tanya Chu Yun lagi.


"Kerajaan Xin ..!" ucap Chu Tian.


Kerajaan xin dan kerajaan Chu memiliki jarak yang jauhbahkan bagi para kultivator melakukan perjalanan bisa memakan waktu hampir dua minggu.


"Apa kau akan kesana untuk menyelidiki lebih lanjut" tanya Chu Yun


"Tidak untuk sekarang, aku akan menunggu mereka menyerang dua bulan lagi, untuk saat ini aku harus banyak berlatih " ucap Chu Tian namun ekspresinya menunjukkan kebingungan.


"Apa kau yakin dengan itu, sepertinya ada hal yang belum kau selesaikan" ucap Chu Yun sambil menatap lekat wajah Chu Tian.


"Eee itu aku mendengar dari para anggota sekte iblis darah bahwa mereka juga akan menyerang kerajaan Xin untuk mendapatkan pusaka yang ada disana, jadi aku binggung harus menolong atau tidak disatu sisi kerajaan ayah juga akan diserang dan disisi lain kerajaan temanku juga diserang" kata Chu Tian.


"Hey bukankah disini sudah ada kakak lizheng bahkan kakek dan nenekmu ada disini bukankah mereka pendekar hebat, sekarang pergilah temui kekasihmu itu" ucap Chu Yun sambil menggoda Chu Tian.


"Emm kakak benar juga eh apa!!! hey dia bukan kekasihku kita ini hanya teman lagi pula aku akna kesana besok dan di istana tentu bisa beristirahat lebih. " kata Chu tian dengan mendengus kesal kemudian berubah serius


"Baiklah baiklah adikku yang manis ini kenapa bisa begitu marah" ucap Chu yun sambil tertawa.


"Berhentilah menggodaku kak aku ini sudah besar kau tau" ucap Chu Tian


"Tentu saja aku tau tapi bagiku kau tetap adik kecilku" ucap Chu Yun dengan tersenyum dan mengusap rambut Chu Tian membuat Chu Tian merasa kesal.


setelah berbincang dan beristirahat Chu Tian dan Chu Yun kembali ke istana karena Chu Tian ingin sebelum pergi dia berpamitan dengan kakek dan neneknya juga tentu ayah dan kakaknya juga.


Chu Tian juga ingin melihat seberapa besar perkembangan dari latihan yang dilakukan para penghuni istana. setelah melesat cukup lama mereka sampai dihalaman istana dan mendapat sambutan ramah dari oarang orang disana.


Chu Tian melihat neneknya tersenyum dia pun ikut tersenyum lali neneknya berlari kearah Chu Tian, Chu Tian mengira akan mendapat pelukan hangat tapi itu semua tentu hanya pikiran Chu Tian.


Bang...


"awww sakitt!!! nenek kenapa kau memukulku" ucap Chu Tian dengan wajah sedih dan mengusap kepalanya semua orang disana menahan tawanya bahkan zaein sudah menutup mulutnya agar suaranya tidak keluar.


"Aku hanya mencoba jurus baru yang diberikan oleh Xiao Feng apa salahnya" kata nenek Chu Tian dengan santai seperti tidak terjadi apapun.

__ADS_1


"Nenek kenapa tidak kakak lizheng saja yang kau jadikan bahan percobaan" kata Chu Tian sambil mengusap kepalanya .


"Karena kau meninggalkan nenek seoarang diri, bahkan begitu lama apa kau sudah tidak menyayangi nenekmu ini" ucap nenek Chu Tian dengan wajah marahnya. tentu satu minggu diluar adalah waktu yang sangat lama didalam istana .


"Ee itu nenek aku hanya keluar bermain sebentar nenek jangan marah " kata Chu Tian menunjukkan sikap manisnya untuk membujuk neneknya.


Semua orang tentu tidak terkejut dengan sikap Chu Tian yang kejam saat berada dihadapan musuh dan lembut saat dikeluarga yang membjat mereka geleng geleng adalah membantai anggota sekte iblis darah seorang diri namun berkata itu hanya bermain.


Tentu kabar tentang Chu Tian menghabisi seluruh angota sekte iblis darah yang ada dijurang tanpa batas sudah didengar oleh seluruh kerajaan Chu Termasuk nenek Chu Tian yang saat ini sedang menceramahi Chu Tian.


"Nenek aku salah aku minta maaf" ucap Chu Tian dia tentu tidak ingin neneknya marah, karena jika sudah marah kakeknya pun tidak akan banyak membantu.


"Istriku sudahlah biarkan An'er istirahat dia pasti belum makan dan tidur selama beberapa hari ini ,benarkan An'er " ucap Kakek Chu Tian.


Mendengar apa yang dikatakan kakeknya Chu Tian tersenyum kecut sudah pasti dia akan kekenyangan hari ini.


"Kau benar cucuku pasti kelaparan ,dia tidak boleh sampai kekurangan makanan, nah An'er kau masuklah nenek akan memasak untukmu " ucap Nenek Chu Tian yang lupa akan kemarahannya dan kini berubah sangat bersemangat.


"Nenek bisakah aku mengajak kakak lizheng" ucpa Chu Tian sambil melirik kakaknya.


" Tidak tidak An'er! kakak harus melatih mereka jadi tidak bisa ikut denganmu selamat menikmati" ucap Chu Lizheng dengan menahan tawanya.


"Heh ayolah kak ,emm bagaimana dengan ayah, ayah tentu tidak sibukkan" kata Chu Tian mencoba mencari teman .


"Ah apa ayah sedang sibuk mempersiapkan serangan yang akan datang jadi kau pergilah bersama nenekmu" ucap Raja Chu Kai dengan cepat.


"Kakek tentu harus membantu pamanmu" ucap kakek Chu Tian dengan mengeleng.


Chu Tian merasa putus asa hingga akhirnya dia mendapat ide.


"Aaa tuan tunggu dulu aku tidak bisa" ucap Zaein yang di tarik oleh Chu Tian sedangkan Xiao Feng hanya diam dan menurut saja.


"Diamlah ini perintah" ucap Chu Tian membuat Zaein bungkam.


"Aku akan mengajak temanku makan bolehkan nek" ucap Chu tian dia tentu tidak ingin neneknya marah bisa bisa kerajaan Chu hancur sebelum peperangan.


"Tentu saja" kata nenek Chu Tian dengan tersenyum.


Xiao Feng dan Zaein menelan ludahnya susah payah mereka tentu tidak lupa saat nenek Chu Tian ini datang dan Chu Tiqn tidak ada dia mengamuk habis habisan bahkan semua orang terkena pukulannya tak terkecuali Raja Chu sendiri , itu membuat semua orang disana takut dan tidak berani menyinggung nenek Chu tian.


Saat mereka di ruang makan Chu Tian menceritakan semua yang dia dengar pada dua bawahannya itu namun Chu Tian tidak menceritakan jika dia mendapat inti dari pohon kehidupan.


selang beberapa saat nenek Chu tian muncul dengan banyak pelayan dibelakangnya zaein bahkan sampai melongo.


"Tuan apakah kau yakin bisa menghabiskan semua itu" tanya Zaein

__ADS_1


"Tidak!! karena itulah aku meminta bantuan kalian, kalian tau masakan nenekku sangatlah lezat" ucap Chu Tian dengan tenang.


"Aku sudah kenyang dengan melihat nya saja" kata Xiao Feng.


"Anak anak lihatlah nenek membuat banyak makanan dan juga kue yang lezat ,nah An'er ini kue bulan kesukaanmu" ucap nenek Chu Tian sambil menyodorkan piring berisi banyak kue bulan


Chu Tian menerima kue itu dengan tersenyum dia sebenarnya kurang suka dengan kue manis itu tapi neneknya malah mengira dia menyukainya jadi mau tidak mau dia harus memakan kue itu dan yang sebenarnya adalah kue bulan adalah kesukaan kakaknya.


"Terimaksih nek" ucap Chu Tian


"Nah sekarang kalian makan yang banyak dan jangan sampai ada sisa jika tidakk!!!" nenek Chu Tian tidak melanjutkan kata katanya namun Chu Tian dan dua bawahannya sudah memakan semua makanan itu dengan lahap membuat Nenek Chu Tian terkekeh geli.


"Apakah enak" tanya Nenek Chu Tian


"Emm nenek kau yang terbaik ini adalah makanan terlezat yang pernah kumakan" ucap Zaein dengan mulut penuh makanan hingga beberapa tumpah ke arah Xiao Feng.


"Heyy telan dulu makananmu lihat sangat menjijikkan jauh jauh dariku" ucap Xiao Feng dengan kesal.


"Maaf maaf aku tidak sengaja" kata Zaein dan mendapat dengusan kesal dari Xiao Feng.


Chu Tian hanya mengelengkan kepalanya dan terus makan, yah karena dua orang ini tempat yang biasanya sepi menjadi ramai dan itu membuat Chu Tian senang, biasanya dia hanya akan makan dan ditemani pelayan Su Fei saja.


"Agh aku sangat kenyang" ucap Zaein bahkan sesekali dia akan bersendawa


"Hei jaga kesopananmu itu, aku juga sudsh sangat kenyang" ucap xiao Feng


"Tapi makanan ini masih banyak kita harus bagaimana" ucap Chu Tian melihat masih ada begitu banyak makanan diatas meja


"Aku terlalu kenyang aku sudah tidak sanggup berfikir" ucap Zaein pasrah


"Aku punya ide bagus" ucap Xiao Feng yang langsung membangkitkan semangat Chu Tian.


"Apa idenya" tanya Chu Tian antusias


Xiao feng lalu membisikkan sesuatu ketelinga Chu Tian dan langsung membuat Chu Tian tersenyum misterius


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


maaf telat lagi☹


__ADS_2