
Tiga Tahun Kemudian
Jhin tian menjadi seorang pria yang sangat dingin.
"Ayah..."
"Emm Putri ayah ada apa" tanya Jhin Tian dengan senyum.
"Kakak Xian mengambil bonekaku" ucap anak berusia tiga tahun itu dengan wajah cemberut.
"Lalu kenapa Xuan'er tidak mengambil kembali boneka Xuan'er" tanya.
"kakak berlali Xuan tidak mau mengejalnya" ucap Jhin Xuan .
"Emm huh, Xuan'er kau tidak boleh menjadi anak malas, Ayah tidak suka Xuan Malas, baiklah sekarang ayo kita cari kakak Xian setelah itu kita berlatih lagi" ucap Jhin Tian.
Yah sejak kecil memang Jhin Xuan Dan Jhin Xian sudah belajar banyak, mereka termasuk anak yang sangat jenius dapat mempelajari segela hal dengan cepat.
"Emm Xuan mengelti" ucap Jhin Xuan.
"Anak pintar" ucap Jhin Tian sambil mengelus pucuk Rambut Xuan.
Jhin Tian lalu mengandeng anak perempuannya itu dan mencari anak laki lakinya.
"Xiann kemari jika tidak ayah akan menghukummu" ucqp Jhin Tian.
"Ayah... Xian tidak melakukan apapun sungguh Xian Tidak belbohong" ucap Jhin Xian.
"Ayah tidak suka anak ayah berbohong, sekarang kembalikan Boneka Xuan" ucap Jhin Tian.
"Xuan Maafkan kakak janji tidak akan melakukannya lagi" ucap Jhin Xian.
"Xuan maafkan kakak" ucap Jhin Xuan langsung memeluk kakaknya hingga mereka terjatuh ditanah.
"Aduh aduh Xuan Kau ini belat, tulangku bisa patah" kesal Xian.
"Sudah ayo ketempat latihan" ucap jhin Tian.
"Baik ayah" ucap mereka berdua.
"Xuan, Xian" panggil Jhin Tian.
"Ya ayah..?" Jawab xian.
"Ayah akan pergi ketempat paman, apa kalian juga ikut" tanya Jhin Tian.
"Paman Lizheng kah" tanya Xuan dengan bersemangat.
"Emm kita akan tinggal disana, apa kalian mau" tanya Jhin Tian.
__ADS_1
"Sungguh, aku bisa belmain Belsama Chu Liyan" ucap Girang Jhin Xian.
"Tentu saja, tapi ayah harap kalian tetap berlatih meski disana" ucap Jhin Tian.
"Tentu Saja kami akan menjadi pendekal hebat sepelti ayah" ucap Xian.
Jhin tian tersenyum melihat putra putrinya itu.
"Pangeran Tian" panggil seseorang yang ternyata Qing se.
"hmm" sifat dingin Jhin Tian kembali.
"Paman Se" teriak Xian Dan Xuan lamgsung memeluk Qing Se.
"Wah kalian tumbuh dengan cepat, kau sangat cantik dan kau juga tampan Xian." puji Qing se sambil berjongkok didepan anak anak itu.
"Xian Xuan kalian pergilah ketempat latihan terlebih dahulu, ayah akan menyusul nanti" ucap Jhin Tian dengan senyum.
"Baik Ayah" jawab Mereka berdua serempak.
Setelah anak anak itu pergi Jhin tian kembali dingin.
"Ada apa" tanya nya dingin.
"Kau ini masih saja sama" ucap Qing se dengan menghela nafas.
"katakan dengan cepat" ucap jhin Tian.
"Aku selesaikan" ucap Jhin Tian singkat.
"hah apa..?" Qing Se begitu terkejut.
"Aku akan kembali" Ucap Singkat Jhin tian.
"Kau tidak bisa kembali, yang mulia tidak mungkin mengurus tiga dunia sendirian" ucap Qing Se.
"Ada kau ada kak Le ada kak ye ada Jhin Cha,aku tak perlu khawatir" ucap Jhin tian dengan acuh.
"kau gila ya, ini bukan Jhin Tian yang kukenal" ucap Qing Se .
Jhin Tian yang sudah melangkah langsung menghentikan langakahnya.
"Jhin Tian telah mati bersama istrinya, aku telah tiada Qing Se, aku hidup hanya demi anak anakku, jika bukan karena mereka aku pasti lebih memilih hidup bersama istriku dinirwana."ucap Jhin Tian.
"Pangeran Setelah sekian tahun kau belum bisa melupakannya, pikirkan tenatang anak anakmu, lambat laun mereka pasti akan menanyakan tentang ibu mereka, mereka pasti akan terpukul akan ini semua" jelas Qing Se.
"Dia adalah hidupku, aku tidak mungkin bisa melupakannya" ucap Jhin Tian dengan wajah sendu.
"aku tau ini berat tapi pikirkanlah Xian Dan Xuan mereka berdua tumbuh semakin besar, dan pikiran mereka bukanlagi anak kecil, mereka bahkan lebih pintar dari anak seumurannya." ucap Qing se.
__ADS_1
"Hah, sudah jangan membahasnya lagi" ucap Jhin tian langsung melangkah pergi menuju ruang latihan.
"ingat pangeran Bunga layu akan kembali mekar pada waktunya" jhin Tian terhenti sebentar lalu kembali melanjutkan jalan.
Malam hari dikediaman Jhin Tian dia baru saja membuat anak anaknya tertidur.
Tok tok tok...
"Hmm" jhin tian hanya menjawab dengan deheman.
"Ini aku Jhin Cha" ucap Jhin Cha dari Luar.
"Ya" jawab Jhin tian dengan singkat.
Jhin Cha memasuki kediaman Jhin Tian terlihat tangan kanan Jhin Tian Di peluk oleh Jhin Xian seakan tidak mau dilepas dan Jhin Xuan berada dipelukan Jhin Tian dengan manisnya.
"Mereka sudah tidur ya" ucap Jhin Cha.
"Emm" jhin tian begitu dingin bahkan dengan Ayah dan ibunya pun Jhin Tian begitu dingin.
Yah Jhin Tian telah menemukan ibunya Satu Tahun yang lalu, disebuah Hutan ilusi.
*Flash Back....
Satu tahun setelah Ling Yue meninggal.
"Aku akan pergi " ucap Jhin Tian.
"Kuharap kau pulang dengan selamat" ucap Jhin Suo.
"Apa perlu kami ikut" tanya Jhin Le dan yang lainnya.
"tidak" jawab Jhin Tian dengan nada dingin.
"Huft berhati hatilah" ucap Jhin le.
"ya" jawab Jhin Tian dengan singkat
Jhin tian langsung melesat menunuju hutan ilusi,
perjalanan menuju hutan ilusi memerlukan waktu sekitar 4 bulan lamanya, karena hutan itu sangat sulit ditemui, namun tidak bagi Jhin tian yang telah mendapat anugerah dari dewa Agung, jadi dia bisa dengan mudah mengenali hutan ilusi.
Jhin tian memasuki Hutan ilusi, berbagai gangguan dan rintangan Jhin Tian lalui, begitu banyak hewan iblis dan juga beast spirit yang menganggu Jhin Tian dan nasib mereka adalah kematian.
.
.
.
__ADS_1
.
. dahlah segini dulu besok lagi hehehe