Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 207. kunci terakhir


__ADS_3

Sesampainya didanau mereka melihat Jhin Tian sedang bertarung dengan naga Air, entah dari mana datangnya.


"Hah bagaimana bisa ada naga Air disini" teriak Jhin Le kesal.


"Sebaiknya kita bantu pangeran" ucap Qing Se.


mereka melesat mendekat dan


Bommmmmm.....


mereka semua terpental dengan keras.


"Arkh... dinding ilusi kah " ucap Qi Val.


"Biar kuperiksa" ucap Qing Se.


"Tidak ini adalah dinding pelindung, pangeran dia..." entah mengapa Qing Se tidak bisa melanjutkan kata katanya.


"Tch mengapa dia itu" jhin Le semakin kesal dengan Jhin Tian.


Jhin Tian membuat segel pelindung agar mereka tidak masuk.


sementara Ditempat Jhin Tian.


"Cih kau sungguh lemah bocah" ucap Sang Naga.


Jhin Tian mengelap bibirnya yang berdarah.


"jangan Remehkan aku" teriak Jhin Tian sambil memegang pedangnya didepan wajahnya.


Srisng Sring Sring.... jhin Tian melesat dan menebaskan pedangnya kearah naga air.


Sangat disayangkan saat tubuh naga itu terbelah ia kembali menyatu membuat jhin Tian kehabisan tenaga.


"Aku harus segera menemukan kelemahan naga itu" batin Jhin Tian.


"Kau lengah Bocah " ucap Sang naga dan ekornya lengsung mengenai Tubuh jhin Tian.


"Arrrkkhhh..." Jhin Tian terlempar danmenabrak pohon. dia berditi dengan pedangnya.


"Aku mengerti sekarang" ucap Jhin Tian dengan Senyum sinisnya.


"Sepertinya bocah itu punya rencana aku harus waspada"batin naga itu.


jhin Tian kembali melesat kearah Sang naga.


"Tarian phoenix" ucap Jhin Tian dengan mengayunkan pedangnya bagai menari.


"Bwahahaha apa kau akan membuat pertunjukan terakhir sebelum kematianmu bocah" ucap naga itu dengan Sombong.


Jhin Tian hanya Diam tatapannya tenang dan terlihat sangat damai.


Jhin Tian membuat gerakan menebas Dari Atas dan Itu disambut dengan baik oleh naga itu, yah lagi lagi Tubuhnya menyatu setelah tertebas.


"Giliranku....Roaaaarrrrrr" naga itu berteriak keras dan langsung menyerang Jhin Tian.


"Kesempatan... pedang api" ucap Jhin Tian masih dalah posisi bersiap.


naga itu semakin dekat dan.......

__ADS_1


"Tujuh tebasan Phoenix" ucap Jhintian dengan senyum sinis.


"Hah Apa.... tidak Sempat..... Arrrrkkkkkkkkkhhhhhh...." naga itu mengaum dengan keras.


Tubuh Naga Itu terbelah menjadi Dua dan jatuh kedalam Air.


BYurrrrrrrrrr..... ombak besar menyapu Tubuh Jhin Tian membuat pakaian dan tubuh sang pangeran itu basah kuyup.


"Hah hah hah" jhin tian kelelahan dan perlahan dinding pelindung mulai menghilang.


Teman teman jhin Tian mulai mendekati Jhin Tian yang terjatuh dengan satu kakinya dan ada pedang yang menopangnya agar tidak jatuh.


"Bodoh.. kau selalu saja bersikap Bodoh" teriak marah Jhin Le.


"Maafkan Aku kak, naga itu terlalu kuat dia benar benar berhasil membuatku terluka parah" ucap Jhin Tian.


"Jika begitu maka biarkan kami bertarung bersamamu" teriak YaN sha.


"Maaf aku hanya tidak ingin Kehilangan kalian" ucap Jhin Tian sambil perlahan berdiri.


"Kau istirahatlah ganti pakaianmu dulu" ucap Jhin Le.


Ctak... Jhin Tian menjentikkan tangannya dan seketika bajunya berubah.


"Aku sudah tidak apa apa, ini langkah terakhir ayo kita pergi" ucap Jhin Tian.


"Eh kemana pangeran" tanya Qi Val.


"Tentu saja mencari cawannya" ucqp Jhin Tian sambil melangkah perlahan karena seluruh tubuhnya masih terasa sakit.


"Tapi bolanya..?" belum sempat Jhin Le menyelesaikan kata katanya Jhin Tian sudah mengeluarkan Bola nya sambil tersenyum.


"Naga tadi adalah oemegang kunci terakhir" ucap Jhin Tian.


"Begitu ya pantas saja dia sangat kuat bahkan pangeran yang paling kuat dari kami semua harus terbanting beberapa kali" ucap Yu Nan.


"Yah mau bagaimana lagi aku telat menyadari kelemahannya" ucap Jhin Tian dengan senyum Tipis.


"Kalau begitu biarkan aku mengobatimu dulu pangeran" ucap Huang tei.


"Terimakasih Huang Tei tapi ini tidak apa apa sebentar lagi sudah membaik" ucap Jhin Tian.


"Tapi pangeran Luka itu..."


"Sudahlah Huang tei jika Jhin Tian berkata seperti itu maka lakukan saja" ucap Jhin Le dengan senyum khasnya.


"Baiklah" jawab Huang tei.


"pangeran Le tak kusangka setelah kedatangan pangeran Tian kau berubah, bukan lagi pangeran yang tidak perduli, sekarang kau punya alasan untuk peduli pangeran" batin Qing Se sambil memandang Jhin Le.


"Baiklah baiklah bisa kita pwrgi sekarang" ucap Muo Sie.


"Tentu sjaa" jawab Qi Val.


Mereka semua akhirnya pergi meninggalkan Danau itu mereka sampai dikaki bukit.


"beda apa yang melayang disana" tanya Qing Se sambil menyipitkan matanya melihat seperti benda mengkilap di atas puncak Bukit.


"Aku Tidak pasti tapi sebaiknya kita lihat" ucap Jhin Tian.

__ADS_1


"Kau yakin kau kuat " tanya Jhin Le.


"Tentu saja" jawab Jhin tian penuh percaya Diri.


"Bailah kalau begitu kita mulai" ucap Jhin Le.


mereka semua melesat dengan kecepatain tinggi menghindari pepohonan dan batu batu untuk mencapai puncak Bukit.


butuh waktu 3 jam lamanya untuk mereka sampai dipuncak karena bagaimanapun bukit itu cukup Tinggi.


"Hah hah hah.. lelahnya " ucap Mereka Semua.


mereka semua duduk begitu saja saat sampai di puncak.


"Kupikir hah bukit ini hah hah tidak tinggi tapi ternyata aku salah" ucap Huang tei dengan nafas terputus putus karena lelah.


"Aku satu pemikiran Dengan mu" ucap Qi Val


"Sebaiknya kita istirahat sebentar dan pulihkan energi kalian" ycap Jhin Tian.


"Baik" jawab Mereka serempak.


mereka mulai memulihkan energi mereka, sementara Jhin tian berjalan menuju benda bersinar yang mereka lihat dari bawah sebelumnya.


"Ini Memang Cawannya, tapi ini berwarna keemasan, semoga memang ini akhirnya" ucap Jhin Tian.


Saat akan menyentuh Cawan itu.


"Arkhhh.... Cih luka ini sungguh menyusahkanku" kesal Jhin Tian, yah lengan kanan Jhin Tian terkena tanduk dari naga Air yang ia lawan dan itu menimbulkan luka yang lumayan besar.


Beberapa saat Kemudia teman teman jhin Tian sudsh selesai memulihkan energi, memang belum 100% tapi itu sudah cukup bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan.


"jadi benar cawannya disini" tanya Qing se.


"Yah seperti yang kau lihat" ucap Jhin Tian sambil memandang Cawan keemasan itu.


"Hah akhirnya perjuangan yang tak sia sia" ucap Huang tei.


"Kita akan tau hasilnya setelah ini" ucap Jhin Tian.


"Yah ini adalah pintu terakhirnya kan" ucap Qi val.


"Tepat sekali Qi val." ucap Jhin Tian.


"Tunggu apa lahi ayo lakukan saudaraku" ucap Jhin Le.


Jhin Tian mengangguk pelan, perlahan dia meletakkan bola yang ada di tangannya kesebuah cawan yang berwarna keemasan.


Sebuah cahaya terang berwarna keemasan muncul dari cawan itu.


"Arkh apa ini, silau sekali" ucap Qing Se sambil berusaha menghalangi cahaya dengan lengannya.


mereka juga sama bahkan beberapa dari merwkamengunakan jubahnya karena cahaya itu benar benar menyilaukan bahkan lebih silau dari keenam pintu.


.


.


.

__ADS_1


jeng jeng jeng, gantung ah biar kek jemuran:v


__ADS_2