Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 142. Feniks Ve Wai


__ADS_3

" sudahlah sebaiknya kau rawat burung itu aku akan mencari cara menyebrangi laut ini tanpa membekukannya" ucap Chu Tian dia yang sebelumnya terduduk kini bangkit dan berbincang dengan Shi Long dia memiliki satu cara namun dia tidak begitu yakin.


Sementara Ling Yue terus mengelus burung itu.


"burung kecil bagaimana bisa kau masuk kedalam lautan yang dalam itu" tanya Ling yue pada burung itu.


"Hei aku ini bukan burung kecil" ucap burung itu yang seketika membuat ling yue melempar burung itu.


"Aaaaaaaa" ling Yue menjerit kaget sambil menutup telinganya, sementara burung itu terbang disekitarnya.


mendengar jeritan Ling yue Chu Tian langsung menghampirinya.


"Ling Yue ada apa" tanya Chu Tian dengan ekspresi khawatir.


"Bu burung itu bisa bicara" ucap Ling Yue.


Chu Tian menatap burung yang ada dihadapannya, apa kau yakinn" tanya Chu tian.


Swisshhh.....


Tiba tiba seseorang yang sangat dikenal Chu Tian muncul dihadapannya, yah Dia adalah Xiao Feng.


"Paman kenapa kau disini" ucap Chu Tian.


"Aku merasakan aura dari feniks api" ucap Shi long matanya bergerak mencari aura disekitarnya hingga pandangannya tertuju tepat pada burung kecil didekat Ling Yue.


"Kau Feniks api apa yang kau lakukan disini" ucap Xiao Feng sambil menunjuk kearah Burung Itu namun semua mengira Dia menunjuk pada Ling Yue.


"Aku, aku ini manusia bukan burung" ucap Ling yue dengan kesal.


"Bukan kau nona tapi burung kecil itu" ucap Xiao Feng.


"Ups cepat sekali ketahuan" ucap Burung Feniks itu lalu berubah menjadi wanita yang sangat cantik dengan pakaian merah nya.


"Jangan berbasa basi lagi apa yang kau inginkan" ucap Xiao Feng.

__ADS_1


"jadi kau seekor Feniks pantas saja aku merasakan aura yang sangat familiar" ucap Chu Tian dan dibenarkan oleh Shi Long.


"ohoho aku tidak menyangka dua hewan peliharaan Dewa Penguasa ada disini semua, biar kutebak kau adalah anak dari dewa Jhin Suo" ucap Wanita itu dengan tersenyum.


" sebenarnya siapa kau dan apa yang kau inginkan" ucap Ling Yue.


"Woah gadis yang berani, kau juga memiliki darah dewa.... emmm aku tidak bisa merasakan siapa yang ada dalam dirimu" ucap Burung Feniks itu sambil mencoba mencium aura Ling Yue.


Chu Tian dan lainnya terkejut dengan perkataan Feniks.


" oh ya kalian bertanya apa yang aku lakukan disini bukan, hahaha aku datang untuk niat yang baik" ucap Feniks itu sambil tertawa dan menutup mulutnya dengan jari lentiknya.


"Aku tidak akan percaya semudah itu" ucap Xiao Feng sambil menatap tajam wanita itu.


"Kau masih saja sangat keras kepala Seperti dulu, Apa kau tidak mempercayaiku, " ucap Wanita itu dengan wajah penuh tanya yang diarahkan pada Xiao Feng.


"Aku tidak akan tertipu untyk kedua kalinya, Ve wai" ucap Xiao Feng.


"Kali ini aku serius, meng pa... aku datang kesini untuk menemui pangeran dari tiga dunia, dewa jhin Suo telah mendatangiku dan memintaku memberikan kristal terakhir" ucap Ve wai.


" kristal terakhir..?" Xiao Feng masih agak binggung.


Ve Wei melantunkan sebuah mantra tubuh Ve Wai melayang keudara dan dari dahinya keluar sinar terang dan perlahan terhilatlah sebuah kristal muncul.


"Kristal ituu.... hentikann kau akan tiada" teriak Xiao Feng ekspresinya tidak lagi marah seperti tadi namun kini menjadi khawatir.


kristal itu sepenuhnya keluar dan Ve Wai perlahan kembali menyentuh tanah.


"Aku begitu lama menyimpan kristal ini dalam diriku, memiliki satu tidak berguna bagiku namun memiliki semua juga sangat mustahil, aku telah melaksanakan tugasku untuk menjaga Kristal itu dengan nyawaku, kini kristal itu telah kembali kepemiliknya" ucap Ve Wai sambil melangkah mendekati Chu Tian dan menyerahkan Kristal sembilan warna.


Chu tian sangat berterimakasih dan menerima kristal itu dengan senang hati, namun saat kristal berada ditangan Chu tian , tubuh Ve Wai melemah, xiao feng segera menangkapnya dan Chu tian segera memeriksa keadaanya.


"Aku, akan mencoba membatalkan kutukannya" ucap Chu Tian dan ingin menotok titik vital Ve Wai untuk mengetahui apa yang bisa membatalkan kutukan yang dibuat karena sumpah Ve Wai


"Tidak pangeran, sumpahku ini hanya bisa dipatahkan oleh yang mulia jhin Suo, aku sudah memenuhi sumpahku dan aku juga akan mendapat ganjaran dari perbuatanku" ucap Ve Wai

__ADS_1


"Berhentilah bicara dan biarkan pangeran Mencari solusi" ucap Xiao Feng.


"Itu benar pangeran adalah keturunan dari dewa Jhin suo, mungkin saja pangeran tau" ucap Shi Long


Chu Tian masih mencoba mencari tau dia berfikir dengan keras. Ve Wai memegang tangan Chu Tian.


"Aku ve Wai berjanji akan selalu setia kepada dewa Jhin Suo sampai akhir masa, setiap reingkarnasiku akan menjadi pelindung dari keturunanmu" ucap Ve Wai membuat Chu Tian terkejut.


"jika begitu bangkit dan lindungilah pangeranmu ini" ucap Ling Yue yang membuat semuanya terkejut.


"Tuan putri, untuk saat ini ada naga biru dan Meng pa sudah cukup bagi pangeran, aku hanya ditakdirkan sampai sini" ucap Ve Wai dengan tersenyum.


"Kau kau berjanji akan selalu melindungi pangeran bukan, kau juga berjanji akan bersamaku melindungi pangeran kelak, mana janjimu" ucap Xiao Feng.


Xiao Feng kini tidak seperti dirinya yang biasa dingin dan pendiam kini dia begitu emosional.


"Meng pa maafkan aku, sebelumnya aku pernah membuatmu kecewa, aku melakukan itu karena terpaksa " ucap Ve Wai sambil memegang pipi Xiao Feng.


Tubuh Ve Wai mulai memudar menjadi butiran api yang berterbangan dan menghilang diudara.


"Aku tidak perduli alasanmu kembalilah dan tebuslah kesalahanmu" ucap Shi Long berteriak pada butiran debu dari tubuh Ve Wai.


"Xiao Feng Tenanglah dirimu, siapa sebenarnya wanita itu" tanya Chu tian.


"Dia adalah wanita yang sangat sepesial, dia sangat cantik anggun dan baik, sebelum pangeran ada kami sudah bersama, bahkan dewa jhin Suo berencana untuk menjodohkan kami, namun entah apa yang terjadi disaat perang suku api dan es , Ve Wai berada dipihak lawan, itu membuatku kecewa padahal sebelumnya kita berjanji untuk bersama sama melindungimu, namun dia seolah tak perduli lagi denganku , bahkan dialah yang membuatku tidak bisa lagi berada di lingkungan suku Es.


kekuatanku akan menghilang tubuhku akan melemah, dan aku akan segera mati membeku jika terlalu lama di suku es, dan setelah itu aku terlempar kebumi karena perang ayahmu dan adiknya hingga aku menjadi penjaga pedang elemen, dan semenjak saat itu aku tidak lagi mengetahui kabarnya dan aku menganggapnya dia sudah mati, dia bahkan telah menikahi seseorang dari suku api dan itu dihadapanku, aku sungguh sangat kecewa padanya" ucap Xiao Feng dia menceritakan semua cerita itu dengan tatapan kosong.


"Kurasa dia melakukan semua itu karena ada sesuatu yang penting, dan kulihat kalian masih saling mencintai" ucap Chu Tian.


"Tidak aku membencinya, bahkan sekarang setiap merasakan aura Feniks darahku serasa mendidih dan hanya ada satu difikiranku Bunuh.." ucap Xiao feng.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2