
"Beraninya kau....!!" teriak Andin sambil mendekati sepasang insan yang bertelanjang bulat itu.
Ajay segera berdiri, kemudian dia memakai celana pendeknya. Sedangkan Cecilia duduk menutupi seluruh tubuhnya yang polos dengan selimut tebal.
Mita dan Laura yang sedari tadi menunggu di balik pintu, segera berlari menghampiri ketika mendengar teriakan Andin. Mereka terkejut mendapati keadaan Ajay dan Cecilia.
"Kau...! Beraninya kau selingkuh di belakangku..! Beraninya kau melakukan semua ini..!"
Bugh ..
Bugh...
Bugh...
Andin terus berteriak dan memukuli Ajay menggunakan tas nya untuk melampiaskan kemarahannya.
"Tenang Ndin.., Aku...aku bisa jelasin semuanya...!" Ajay berusaha membela dirinya.
"Penjelasan..? Apa yang mau lo jelasin...? Apa yang gue lihat hari ini, itu sudah sangat jelas di mata gue ! Dasar laki-laki bajingan ! Brengsek Lo..!"
Bugh..
Bugh...
Andin terus memaki Ajay seraya melayangkan pukulannya dengan tas itu.
"Ish...!!"
Ajay meringis ketika gantungan kunci yang terbuat dari besi itu menghantam keningnya. Darah mulai mengucur dari kening yang terluka akibat terkena ujung gantungan kunci tas Andin yang sedikit tajam.
"Ya Tuhan, kamu tidak apa-apa !" seru Cecilia bersusah payah mendekati Ajay yang berjongkok memegang keningnya.
Andin seketika mengalihkan pandangannya terhadap Cecilia. Dia mendekati Cecilia, menarik selimutnya dengan kuat, sehingga Cecilia terpaksa membalikkan badannya.
PLAKK...!
Sebuah tamparan keras, Andin layangkan ke pipi Cecilia yang putih mulus itu. Tergambar jelas tanda merah bekas tangan Andin di pipinya.
"Aww...!!" Cecilia berteriak seraya memegangi pipinya yang mulai terasa perih.
"Cecil...!"
Ajay bangkit dan segera memegang pipi Cecilia yang memerah.
__ADS_1
"Andin...! Kau...??" Ajay tak mampu melanjutkan kata-katanya.
"Apa...?? Aku apa...? Kau marah aku menamparnya..?? Aku bukan hanya akan menamparnya saja, tapi aku akan membunuhnya...!!" teriak Andin histeris menyerang Cecilia.
Andin benar-benar kehilangan kendali. Dia mendorong tubuh Ajay sekuat tenaga hingga Ajay jatuh tersungkur membentur nakas. Sedangkan dia terus melangkah menghampiri Cecilia. Melihat tubuh sahabatnya yang hanya berbalut selimut, membuat Andin semakin menggila. Desahan Cecilia yang masih terngiang di telinganya, membuat Andin murka. Tidak hanya menampar, dia pun menarik rambut Cecilia, menjambaknya dengan kedua tangannya, kemudian mencakar wajahnya.
Mita dan Laura hanya bisa terpana melihat Andin yang berubah bak hewan buas yang siap mengoyak tubuh mangsanya.
Ajay yang tersungkur hingga kepalanya membentur nakas, segera bangkit ketika mendengar Cecilia berteriak. Ajay mendongak, tampak di depannya, Andin sedang menggumuli Cecilia secara membabi buta. Segera Ajay berlari untuk menolong Cecilia yang mulai kewalahan. Wajahnya terlihat berdarah akibat cakaran kuku Andin.
"Aww...!!"
Andin jatuh terjerembab ke lantai saat Ajay menarik tubuhnya dan menghempaskannya.
"Andin...!!" teriak Mita dan Laura bersamaan seraya berlari ke arah Andin karena merasa khawatir.
Dibantu kedua sahabatnya, Andin pun berdiri.
"Beraninya kau membela pelacur itu...!!" teriak Andin tak terima.
"Cukup Andin..!" teriak Ajay meninggikan suaranya. "Aku yang salah...! Kau lampiaskan saja amarahmu padaku, Bukan pada Cecilia ! Bagaimanapun, dia sahabatmu..!"
"Sahabat...?? Kau bilang dia sahabatku..! Sahabat macam apa yang tega berselingkuh dengan kekasih sahabatnya sendiri...? Sahabat macam apa yang tega menikam sahabatnya dari belakang...??" teriak Andin histeris saat mulai menyadari rasa sakitnya ketika kekasihnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
"Kau...! Kau masih terus membelanya...! Kau anggap apa aku...! Laki-laki brengsek, bajingan kamu..!"
Andin kembali menyerang Ajay. Tapi kali ini, Ajay hanya diam menerima pukulan Andin.
Cecilia yang melihat kekasihnya dipukuli tanpa ampun, merasa tidak tega.
"CUKUP ANDIN ROSALINDA...!!" teriakan Cecilia menggema di ruangan itu. Membuat Ajay dan yang lainnya terpaku mendengarnya.
"Cukup...!" Cecilia menatap tajam ke arah Andin, bibirnya mulai bergetar, merasakan kembali kepiluan yang pernah terjadi di masa lalu.
Cecilia tersenyum getir, "Bagaimana Andin Rosalinda ? Sakit bukan ? Apa sekarang kau sudah tahu rasanya ?" tanya Cecilia.
Andin terhenyak mendengar pertanyaan beruntun dari Cecilia. Pikirannya pun kembali melayang ke masa lalu.
"Edo...??" gumamnya lirih, namun masih jelas terdengar di telinga kedua sahabatnya.
Edo...? Siapa Edo ? batin Mita.
Kenapa sikap Cecilia berubah menjadi dingin ? Kenapa Andin hanya diam mendengar pertanyaan Cecilia ? Lalu siapa Edo...?? Aah..., aku yakin, pasti pernah terjadi sesuatu di antara mereka. Tapi apa...?? gumam Laura dalam hati.
__ADS_1
Andin mulai limbung, kedua lututnya bergetar dan tidak mampu lagi menahan beban tubuhnya.
Brugh...
Andin jatuh ke lantai. Kepalanya menunduk mengingat kembali masa lalu. Kejadian yang sama pada saat dia merebut Edo yang tak lain kekasih Cecilia, sahabatnya.
Apa ini karmaku...? Kenapa harus terjadi di saat aku benar-benar menemukan cinta sejatiku ? Kenapa...??
Andin mulai menangis dalam hati. Menyesali apa yang pernah diperbuatnya di masa lalu, sehingga dia harus menuai hasilnya di masa sekarang. Di saat cinta benar-benar tumbuh di hatinya. Cinta yang sebenarnya, yang ia harapkan menjadi rumah untuk dia tinggal dan menetap.
Ya, apa yang pernah dia lakukan bersama Edo, itu adalah kesalahan...! Tapi Andin tidak benar-benar mencintai Edo. Mungkin hanya cinta monyet yang mereka rasakan. Edo pun demikian, pada akhirnya, Edo kembali memilih Cecilia, karena Edo tahu, jika hatinya hanya milik Cecilia. Dulu Edo pernah kembali mengejar Cecilia, namun justru Cecilia yang tidak menginginkan Edo kembali.
Andin tersenyum sinis mengingat semua itu. Bukan salahku jika Edo tidak menjadi kekasihmu kembali. Semua ini salahmu yang tidak pernah ingin memaafkannya. Tapi aku tidak akan bertindak bodoh sepertimu. Aku akan memperjuangkan cintaku. Aku akan mempertahankan hubunganku dengan Ajay. Aku tidak akan peduli atas apa yang telah dia perbuat hari ini. Aku akan membuka pintu maafku untuknya, karena aku yakin, dia jodohku, dan kami ditakdirkan untuk hidup bersama.
Andin mendongakkan wajahnya. Balik menatap tajam ke arah Cecilia yang masih berdiri dengan tatapan dinginnya
Andin mulai bangkit. Dia berjalan menghampiri Cecilia.
"Ja... jadi.. ini karena masa lalu...?" tanya Andin, bibirnya bergetar menahan kegetiran yang dia rasakan saat ini.
Cecilia diam, tak berniat untuk menjawabnya.
Brugh...
Tiba-tiba Andin menjatuhkan tubuhnya. Dia berlutut dan memegang kedua kaki Cecilia.
Ajay, Mita dan Laura, terkejut melihat sikap Andin. Mereka meyakini jika sesuatu pernah terjadi pada hubungan persahabatan mereka. Namun mereka enggan untuk ikut campur. Mereka hanya diam sebagai penonton drama antara dua sahabat itu.
"Aku...aku minta maaf jika aku pernah menyakitimu di masa lalu. Tapi kau tahu betul, jika aku telah melepaskannya. Aku tahu dia hanya mencintaimu, dan kau juga tahu jika semua ini tidak sepenuhnya salahku. Kau yang telah menutup hatimu sendiri, sehingga kau benar-benar kehilangan dia."
Andin menghela napasnya sejenak. "Tapi aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Aku akan memaafkan kekasihku, karena aku mencintainya, dan aku juga yakin dia mencintaiku. Kau hanya ingin membalas dendam kepadaku, kan..? Kau berhasil Li..! Sekarang aku merasakan rasa sakit yang pernah kau rasakan dulu. Aku tahu, semua ini mungkin akan menjadi bayang-bayang kelam di antara hubungan kami. Tapi aku yakin aku bisa melewatinya, selama dia berjanji, tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi. Sekarang, kita impas Li ! Aku mohon, pergilah dari kehidupan kami ! Biarkan aku menjalani hubunganku dengan Ajay, tanpa ada bayanganmu..! Pergilah, dan akan aku anggap kejadian hari ini tidak pernah terjadi..!" ujar Andin berusaha untuk tegar.
Cecilia tersenyum sinis.
"Sayangnya..., aku tak bisa, An...!!"
Bersambung...
Happy weekend readers...
Jangan lupa untuk selalu mendukung karya ini dengan cara like vote n komen...
makasih...🙏🙏
__ADS_1