Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Terus Mencarimu


__ADS_3

Assalamualaikum readers...


Khusus malam ini, author up 2 episode ya...


Soalnya besok author sudah disibukkan lagi oleh tugas negara. Jadi mohon maaf jika nanti telat up..πŸ™


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bagas dan Wawan kembali ke mobilnya.


"Sekarang kita kemana, bang ?" tanya Wawan.


"Pool taksi EB, Wan. Kita cari taksi dengan plat nomor itu !" jawab Bagas.


"Oke, bang."


Mereka pun pergi ke pool EB untuk mencari sopir taksi yang telah membawa Kyara pergi dari rumah sakit. Tiba di sana, Bagas memarkirkan mobilnya, kemudian pergi menuju kantor pool EB.


"Ada yang bisa saya bantu, pak ?" tanya petugas keamanan yang melihat Bagas berjalan tergesa-gesa.


"Bisakah saya bertemu dengan manager perusahaan jasa angkutan ini ?" tanya Bagas.


"Oh, iya. Mari ikut saya pak !" ajak petugas keamanan itu.


Bagas dan Wawan pun mengikuti petugas keamanan, menuju ruangan manager.


Tok... tok...tok...


"Ya, masuk !" perintah seseorang dari dalam ruangan.


Petugas keamanan pun membuka pintu, "Permisi pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak." kata petugas keamanan.


"Persilakan dia masuk." ujar manager perusahaan.


Bagas dan Wawan dipersilakan masuk oleh petugas keamanan itu.


"Maaf mengganggu waktunya, pak. Apa benar taksi berplat nomor B 1234 XY, milik perusahaan bapak ?" Bagas bertanya seraya memperlihatkan foto taksi yang sengaja dia ambil dari rekaman CCTV rumah sakit.


Manager melihat foto tersebut, "Ya, benar pak. Ini memang milik perusahaan di sini. Ada apa ya pak ? Apa ada masalah dengan armada kami ?" tanya manager, cemas.


"Tidak pak, saya hanya ingin bertemu dengan sopirnya saja." jawab Bagas.


"Pak Arif...? Kebetulan hari ini beliau tidak masuk, beliau sedang sakit." ujar manager.


"Begitu ya...? Bolehkah saya meminta alamat beliau ?" tanya Bagas kembali.


Manager itu mengernyitkan dahinya, "Mohon maaf pak, ada perlu apa ya...? Jika karyawan kami melakukan kesalahan, bapak bisa langsung bermusyawarah dengan kami di sini." kata manager itu.


"Tidak...! Tidak ada masalah dengan karyawan bapak. Sebenarnya, kemarin istri saya pergi dari rumah sakit. Dari rekaman CCTV rumah sakit, istri saya naik taksi ini. Saya hanya ingin menanyakan, kemana beliau mengantarkan istri saya." jawab Bagas menjelaskan maksud dan tujuannya.


"Oh begitu..." manager itu mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. "Bapak bisa menemui beliau di komplek perumahan Lestari, jalan xxx blok N3." jawab manager.

__ADS_1


Wawan mencatat alamat tersebut.


"Baiklah pak, terima kasih atas bantuannya." ucap Bagas.


"Sama-sama pak. Senang bisa membantu. Semoga istri bapak cepat ketemu !" ujar manager itu.


"Aamiin..., terima kasih pak atas do'anya. Kalau begitu, kami permisi dulu, pak !" ujar Bagas seraya menyalami manager perusahaan itu.


Bagas pamit dan pergi bersama Wawan untuk mencari alamat pak Arif. Jarak antara pool EB dengan alamat pak Arif, tidaklah terlalu jauh. Dalam waktu 15 menit, Bagas sudah tiba di perumahan yang dimaksud.


"Coba cari jalan xxx di maps, Wan !" perintah Bagas.


"Oke, bang !" Wawan membuka aplikasi maps. Dia mengetikkan alamat yang tadi dicatatnya. Sepersekian detik kemudian, muncullah peta yang harus dilaluinya.


"Lurus bang ! 50 meter di depan, belok kiri !" ujar Wawan.


Bagas mengikuti perintah Wawan. Akhirnya mereka pun tiba di depan sebuah rumah minimalis yang halamannya cukup bersih dan asri. Bagas memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


"Kamu tunggu di sini saja, Wan ! Abang cuma sebentar kok." perintah Bagas


"Siap, bang !" jawab Wawan.


Bagas turun dari mobil, kemudian pergi ke rumah pak Arif. Tiba di sana, segera Bagas mengetuk pintu.


Tok...tok... tok...


"Ya, sebentar !" terdengar suara seorang wanita dari dalam rumah.


Pintu terbuka, tampak wanita paruh baya berdiri di hadapan Bagas


"Cari siapa, nak ?" tanyanya.


"Apa benar, ini dengan rumah pak Arif, salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan taksi Ed ?" tanya Bagas.


"Iya, dia suami saya." jawab wanita paruh baya itu.


"Boleh saya bertemu dengan pak Arif, bu ?" kembali Bagas bertanya.


"Ada apa ya nak...? Apa suami saya melakukan kesalahan ?" tanya istri pak Arif, merasa cemas.


"Tidak, bu. Hanya saja, ada yang saya ingin saya tanyakan pada pak Arif." jawab Bagas.


"Baiklah nak, silakan masuk ! Sebentar, saya panggilkan suami saya dulu." wanita paruh baya itu mempersilakan Bagas masuk ke dalam rumahnya.


Bagas pun masuk, kemudian duduk di kursi rotan. Sedangkan wanita paruh baya itu pergi ke kamar untuk memanggil suaminya. Tak lama kemudian, tampak laki-laki paruh baya keluar kamar.


Bagas berdiri dan menyalami lelaki itu, "Dengan pak Arif ?" tanyanya.


"Ya, saya Arif. Ada apa ya nak ?" tanyanya. "Ayo, silakan duduk !"


Bagas duduk kembali, kemudian mengeluarkan ponselnya. "Apa bapak kenal dengan gadis ini ?" tanya Bagas memperlihatkan foto Kyara yang dijadikannya sebagai wallpaper di ponselnya.

__ADS_1


Pak Arif mengernyitkan dahinya, mencoba mengingat sesuatu. "Ah ya..., kemarin sudah, dia naik taksi saya, nak. Kalau tidak salah, dari rumah sakit Insan Medika." jawab pak Arif.


Bagas tersenyum, sepertinya pencarianku akan berhasil.. "Apa bapak ingat, dia pergi kemana ?" tanya Bagas lagi.


"Maksudnya, bagaimana ya nak, bapak tidak mengerti ?" tanya pak Arif.


Bagas menghela napasnya, "Dia istri saya, pak. Sebenarnya dia sedang sakit, tapi kemarin, tanpa sepengetahuan saya, diam-diam dia pergi dari rumah sakit." jawab Bagas.


"Aduh, saya tidak tahu apa-apa, nak. Tolong jangan libatkan saya. Saya tidak membawa pergi istri kamu, nak." ujar pak Arif, cemas.


"Saya tidak menuduh bapak, saya hanya ingin bertanya pada bapak. Karena, bapak adalah orang terakhir yang bertemu dengan istri saya. Apa bapak masih ingat, kemana istri saya minta diantarkan waktu itu ?" tanya bagas.


"Ya, saya ingat nak. Gadis itu minta diantar ke pasar tradisional TM di daerah KJ. Tapi untuk lebih jelasnya dia pergi kemana, saya tidak tahu, nak. Saya hanya menurunkan dia di depan gerbang utama pasar TM." jelas pak Arif.


Astaghfirullah...., Bagas merasa lemas mendengar penuturan pak Arif. Ternyata..., tidak mudah untuk mencarimu, nona.... batin Bagas.


"Baiklah pak, saya permisi dulu. Terima kasih atas informasinya." ujar Bagas.


"Sama-sama, nak. Semoga informasi ini bisa membantu nak Bagas menemukan istrinya." ujar pak Arif.


Kembali Bagas tersenyum, "Aamiin pak..., terima kasih atas do'anya, pak. Bagas pamit dulu !"


"Iya, silakan nak...! Hati-hati dijalan !" ujar pak Arif.


Bagas pun pamit pergi. Tiba di mobil....


"Gimana bang ?" tanya Wawan penasaran.


"Sepertinya akan sulit untuk mencarinya, Wan. Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami." jawab Bagas.


"Maksudnya ?" tanya Wawan.


"Sopir itu hanya mengantarkan Kyara ke pasar tradisional TM di daerah KJ." jawab Bagas.


"Yah...., abang mah cemen . ! Gitu aja udah nyerah..." ujar Wawan.


"Abang bukan nyerah, Wan. Tapi, ini pasar loh Wan ! Kamu tahu sendiri, luasnya pasar seperti apa, terlebih lagi, abang nggak tahu tujuan dia kemana di pasar itu." Bagas mencoba memberikan penjelasan.


"Semangat bang ! Jangan nyerah ! Kan ada Wawan, nanti Wawan bantu cari deh...!" Wawan memberikan support kepada Bagas


"Ya ! Kamu benar Wan ! Ayo kita ke pasar TM sekarang ! Abang harus mencarinya sampai ketemu."


Aku masih akan terus mencarimu, nona ! Sampai aku berhasil menemukanmu. Karena aku sudah berjanji pada Aaron untuk selalu menjagamu...


Bersambung.....


Alhamdulillah.... selesai juga...


Pegel juga ya, tulis 2 episode...


Insyaallah jika ada waktu, author up tiap hari episode terbarunya...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote n komennya ya...πŸ™πŸ™


__ADS_2