Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Misi Berhasil !


__ADS_3

Kyara terus berlari kencang tanpa menghiraukan panggilan Bagas. Dia sudah tidak peduli lagi dengan keadaan sekitar. Dia hanya ingin pergi dari tempat ini.


Pandangan mata Kyara mulai terasa buram karena terhalang derasnya air mata. Dadanya semakin terasa sesak, dan pada akhirnya, langkah Kyara pun mulai kembali beritme pelan.


Sedikit lagi...! gumam Bagas dalam hati. Dan....


Bugh....!


Bagas mulai berhasil menangkap Kyara. Dia memeluk Kyara dari belakang. Dia tidak ingin sesuatu terjadi pada Kyara.


"Lepaskan aku...! Lepaskan aku...!" Kyara meronta, hendak kembali berlari.


Semakin kuat Kyara meronta, semakin erat pula pelukan Bagas terhadap Kyara.


Dada Kyara terasa sesak karena harus kembali menahan tangisnya.


"A...aku mohon...lepas...hiks... lepaskan..!" Kyara terisak pelan. Dia tidak pernah ingin terlihat lemah, namun hatinya benar-benar tak mampu menahan rasa sakit.


Bagas semakin erat memeluk Kyara. Dia menopangkan dagunya di pundak Kyara, "Menangislah, nona..! Menangislah...! Jangan tahan lagi semuanya..! Menangislah...!" bisik Bagas di telinga Kyara.


Kyara merasakan tubuhnya sudah tidak memiliki kekuatan lagi. Dia pun terjatuh dan berlutut, namun Bagas sama sekali tidak melepaskan pelukannya.


Bagas membalikkan tubuh Kyara sehingga mereka saling berhadapan. Kyara menundukkan wajahnya kembali, membuat Bagas meraih dagunya.


Dengan terpaksa Kyara pun mengangkat wajahnya. Air matanya sudah tidak mampu dia bendung.


"Ke.... kenapa...?" Dia tidak mampu melanjutkan perkataannya. Dia sudah tidak memiliki kalimat yang tepat untuk bertanya ataupun mengungkapkan isi hatinya.


"Hua....hu....hu..hu....hu...."


Pada akhirnya, untuk pertama kalinya, dia pun menangis kencang di hadapan seorang pria.


"A.. apa....sa...salah...ku....? Ke.... kenapa...a... aku harus hu...hu...a..aku....hiks...!"


Bagas kembali memeluk Kyara, "Menangislah...! Keluarkan semua rasa sakitmu...!" ujar Bagas seraya mengusap-usap punggung Kyara.


Kyara semakin lemah. Dia pun mulai terduduk dan terisak dalam pelukan Bagas.


Bagas semakin kuat memeluk Kyara. Dia seolah ingin memberitahu Kyara bahwa dia berada di sini untuk melindunginya. Bagas berharap pelukannya bisa memberikan energi positif agar Kyara mampu melewati semua penderitaannya.


Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi...! Aku akan selalu ada untukmu, nona...! Aku tidak akan pernah membiarkan dia menyakitimu lagi...!


Isak tangis Kyara semakin tidak terdengar.


"Apa kau mau kuantar pulang sekarang..?" tanya Bagas.


Kyara mengangguk.


Bagas melonggarkan pelukannya. Dia meraih wajah Kyara. Kedua tangannya mulai menyeka air mata di kedua pipi Kyara.


"Kau sudah puas menangis...!" tanyanya lagi.


Dengan mata yang semakin membengkak, Kyara menatap tajam ke arah Bagas. "A...apa...kau.. se.. sedang mengejekku...!" ujar Kyara, lirih.


"Anggap saja seperti itu...!" jawab Bagas tanpa merasa bersalah.


"Kau....!!"

__ADS_1


Bagas tersenyum, "Sudahlah, nona...! Tidak ada untungnya aku mengejekmu...! Sekarang, ayo kita pulang !" ajak Bagas seraya memegang kedua bahu Kyara.


Kyara mengangguk, dia pun mulai berdiri. Tapi...


"Ish...!" Kyara sedikit meringis sambil memegangi pergelangan kaki kanannya.


"Ada apa...!" tanya Bagas.


"Sepertinya kakiku terkilir ketika tadi berlari ...." ucap Kyara lirih.


Kyara memang berlari tanpa memperhatikan jalanan berbatu yang dia lewati. Tanpa sengaja, kakinya menginjak ujung batu sehingga membuat persendian di pergelangan kaki kanannya sedikit bergeser, namun Kyara masih bisa menyeimbangkan tubuhnya, sehingga dia tidak terjatuh.


Bagas membantu Kyara untuk berdiri, lalu...


Hups....


Secepat kilat dia menggendong tubuh Kyara ala bridal style.


"Turunkan aku, kak...! Aku masih kuat untuk berjalan..!" ujar Kyara, merasa tidak enak hati atas perlakuan Bagas.


"Sst..., diamlah...!" bentak Bagas.


Bentakan yang cukup keras hingga membuat Kyara diam seribu bahasa.


Suasana danau Tirta yang sepi, membuat Bagas semakin leluasa untuk menggendong Kyara.


Tiba di tempat parkir, Bagas segera membuka pintu mobilnya. Dengan hati-hati, dia pun mendudukkan Kyara di kursi depan. Bagas memasang safety belt, tanpa sengaja, netra mereka beradu...


Syerrr...


Kembali darah Bagas berdesir merasakan kelembutan dalam tatapan Kyara. Bibir mungil yang berwarna pink itu, sejenak membuat Bagas ingin merasakannya.


Bagas menggelengkan kepalanya, menyadari semua perbuatan dan pikiran tak pantasnya.


Setelah safety belt terpasang. Dia pun berputar arah dan membuka pintu mobilnya. Dia kemudian duduk di belakang kemudiannya.


"Apa kau mau pulang sekarang...!" tanya Bagas.


Kyara mengangguk.


Bagas pun melajukan mobilnya.


"Bisakah kau antar aku ke rumah baru itu...? Aku tidak ingin eyang melihatku seperti ini..!" pinta Kyara.


Bagas pun mengangguk.


***


Di danau Tirta, tampak Andin dengan senyum kemenangan tersungging di bibirnya. Aku yakin, cewek kampung itu pasti akan meninggalkan Ajay...!


Ajay melepaskan pelukannya, "Apa kau percaya padaku...?" tanya Ajay.


Andin mengangguk, "Tapi aku tidak akan bisa berbagi cinta dengan wanita manapun...!" rengek Andin manja.


"Tenanglah, sayang...! Aku tidak pernah membagi cintaku..! Pertunangan ini tidak ada artinya bagiku..! Aku dan mamih sedang mencari cara, agar ikatan pertunangan ini bisa segera putus..! Ku mohon.., percayalah..!" ujar Ajay seraya menyelipkan rambut Andin di kedua telinganya.


Andin tersenyum manis, bibirnya yang merah merekah, membuat Ajay tidak bisa menahan dirinya. Ajay mendekatkan wajahnya. Dia pun mulai mengecup bibir sexy itu.

__ADS_1


Kecupan hangat yang semakin menuntut. Membuat Andin tak bisa menahan hasratnya.


Andin melepaskan ciumannya. "Bisakah kita melanjutkannya di hotel...?" bisik Andin mesra di telinga Ajay.


Ajay mengangguk, dengan gaya bak seorang pangeran yang sudah membangunkan putri tidurnya, Dia pun mengangkat tubuh Andin untuk segera membawanya pergi dari tempat itu.


Andin tersenyum, matanya tak pernah lepas menatap Ajay. Aku sangat mencintaimu, dan aku tidak akan pernah melepaskanmu....! batinnya.


Tiba di hotel. Ajay masih tetap merangkul pundak Andin. Sedikit pun dia tidak melepaskan tangannya dari pundak Andin. Seolah dia takut jika Andin akan kembali meninggalkannya.


Setelah sampai di kamar. Ajay mendorong tubuh Andin hingga Andin jatuh terlentang di atas ranjang. Andin tersenyum senang...


Ajay segera menindih tubuh Andin. Kedua kakinya dia himpitkan di antara sela-sela kaki Andin. Namun, saat dia kembali hendak mencium Andin, tiba-tiba Andin malah mendorong tubuh Ajay.


"Aku ke kamar mandi dulu..!" bisiknya manja di telinga Ajay.


Ajay tersenyum kecut. Perasaan kesal menyelimuti hatinya. Namun dia harus sedikit lebih bersabar lagi.


Di kamar mandi, Andin mengeluarkan ponselnya. Dia mengetikkan sesuatu.


* To Tante Di *


Misi berhasil...!!


* Andin *


Andin kembali ke sisi Ajay dengan senyuman manisnya. Hari ini, dia mendapatkan dua jackpot sekaligus. Kekalahan Kyara, dan tentunya syurga dunia yang akan disuguhkan oleh kekasihnya Ajay...


***


Tiba di rumah Kyara, Bagas memarkirkan mobilnya di depan pintu utama. Dia sengaja melakukan itu, supaya Kyara tidak terlalu jauh berjalan.


"Kamu yakin tidak mau aku gendong lagi ?" tanya Bagas.


Kyara mengangguk.


"Kuat...?" tanyanya cemas.


"Kya bukan anak kecil ya, kak...!" jawab Kyara.


"Baiklah...! Tunggu sebentar...! Aku bantu kamu turun..!" ujar Bagas.


Bagas keluar dari mobilnya. Dia pun kembali membukakan pintu untuk Kyara. Bagas membantu Kyara untuk turun dari mobil. Dia pun memapah Kyara, memasuki rumahnya.


Di depan pintu, mereka berpapasan dengan nyonya Diana yang memang sengaja sedang menunggu kedatangan Bagas dan Kyara.


Nyonya Diana mendapatkan pesan dari Andin yang berisi tentang keberhasilan misinya. Nyonya Diana yakin jika Andin telah berbuat sesuatu yang akan membuat Kyara menderita. Ah, aku penasaran melihat wajah Kyara... batinnya.


Nyonya Diana sengaja menunggu, untuk melihat reaksi Kyara. Meskipun dia tidak tahu, apa yang telah Andin lakukan terhadap Kyara....


Bersambung...


Alhamdulillah masih bisa up di sela-sela jadwal yang cukup padat...


Terima kasih atas kunjungannya ke karya ini..!


Jangan lupa untuk selalu mendukung karya ini dengan cara like vote n komen..

__ADS_1


Makasih...🤗🤗


__ADS_2