
"Apa?! Kita putus? Tidak-tidak β¦ apa yang kamu katakan? Kamu gak serius, βkan, Han?" tanya Kyara histeris.
"Aku serius, Yang," jawab Ajay datar.
"Tapi kenapa, Han? Apa salahku?" Kyara balik bertanya.
"Kamu gak salah, aku hanya bosan saja sama kamu," jawab Ajay santai.
Brugh!
Kyara langsung jatuh terduduk. Kakinya terasa lemas, tak bisa lagi menopang tubuhnya. Sungguh jawaban yang klise, teramat menyakitkan mendengarnya.
"Kenapa, Han? Setelah semua yang terjadi antara kita, kenapa dengan mudahnya kamu ucapkan kata putus?" tanya Kyara lirih sambil menatap kekasihnya.
__ADS_1
Ajay yang ditatap seperti itu masih tetap bergeming, "Karena orang tuaku tak pernah menyukaimu, dan aku mau kita putus." Hanya itu saja yang meluncur bebas dari mulut Ajay.
Kyara semakin terhenyak mendengar jawaban Ajay, "Aku mohon, Han ... kamu jangan putusin aku, apa jadinya aku tanpamu?" ucap Kyara lirih.
Ajay berjalan menghampiri Kyara. "Ayolah, Yang ... jangan mempersulit keadaan. Kita masih bisa temenan kok," jawab Ajay Sambil menggenggam tangan Kyara.
Sungguh ... rasanya Kyara ingin menampar lelaki yang berada di hadapannya. Tapi rasa cintanya menutupi semua amarahnya. "Bisa kamu bicara seperti itu, lalu yang terjadi antara kita...? Hubungan kita...? Kamu anggap apa semua itu Han? Tega kamu ... setelah aku menyerahkan diriku seutuhnya. Ayolah, Han β¦ jika memang aku punya salah, aku minta maaf. Tapi aku mohon, jangan tinggalin aku!" Kyara memohon, berlutut di hadapan Ajay.
Lelaki itu hanya tersenyum sinis, "Come on, Yang ... ini zaman modern. Lagi pula kamu hidup di kota metropolitan, disini tuh udah biasa ma yang namanya pergaulan bebas. Gak usah sok naif deh! Lagian, aku gak pernah maksa kamu, βkan? Kita melakukannya atas dasar suka sama suka. Ya sudah, aku mau kuliah dulu, jam ini aku ada kelas. Ingat ya, mulai hari ini kamu BUKAN siapa-siapa aku lagi!" Ajay menekankan kata bukan kepada Kyara, sebagai penegasan bahwa hubungannya telah berakhir. Setelah itu dia berlalu begitu saja, meninggalkan Kyara yang masih berlutut.
Air mata terus mengalir di pipinya, dia membuka matanya, menatap punggung kekasihnya yang semakin jauh melewati gerbang. Hmmm ... kekasihnya ? Atau lebih tepatnya, mantan kekasihnya.
Setelah sekitar 15 menit berdiri terpaku di ambang pintu, Kyara pun menutup pintu kamar kost-nya. Apa yang terjadi saat ini, sungguh di luar dugaannya. Bisa-bisanya sang kekasih memutuskan dirinya. Padahal baru saja beberapa jam yang lalu laki-laki itu menidurinya. Hati Kyara semakin sakit mengingat semuanya.
__ADS_1
Kyara berlalu, masuk ke kamarnya. Bayangan Ajay yang sedang mencumbuinya di atas ranjang ini beberapa jam yang lalu, membuat dada Kyara semakin sesak. Kyara enggan untuk merebahkan dirinya di atas ranjang, ada rasa penyesalan dan sebuah kehinaan yang semakin membuat hatinya teriris.
Kyara duduk di bawah tepi ranjang, menekukan kedua lututnya ke dada dan mendekapnya. Tubuhnya bergetar pertanda dia sedang menangis. Kyara menggoyang-goyangkan tubuhnya, hanya untuk sekadar menenangkan dirinya. Kyara terus saja menangis, sampai akhirnya dia merasa kelelahan dan tidur terlelap, meski sesekali isak tangisnya masih terdengar.
Bersambung...
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Salam kenal dari author ya, readers...
semoga suka ceritanya..
mohon kritik dan sarannya supaya author bisa lebih baik lagi berkarya...
__ADS_1
terima kasih..ππ