
Assalamualaikum...
Mohon maaf baru bisa up ya...
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
"Bagaimana hubunganmu dengan Aneng, nak ?" tanya pak Ahmad kepada Jaka, saat mereka sedang minum kopi di sebuah warung dekat pangkalan.
"Masih sama, pak. Belum ada perkembangan apapun." jawab Jaka seraya menyeruput kopinya.
"Bagaimana kalau kamu lamar Aneng !" usul pak Ahmad.
"Uhuk... uhuk...huk..." Jaka tersedak, kaget mendengar omongan pak Ahmad.
"Hati-hati kalau minum kopi, nak !" ujar pak Ahmad sambil menepuk-nepuk punggung Jaka.
Jaka mengangguk, "Sudah pak..., terima kasih..." katanya. "Tapi, bagaimana dengan Aneng, pak ?" tanya Jaka.
"Aneng itu anak yang penurut, nak Jaka. Bapak pikir, Aneng tidak akan merasa keberatan jika bapak meminta nak Jaka untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius lagi." jawab pak Ahmad.
Jaka tersenyum, "Terima kasih pak, terima kasih atas dukungan bapak, atas pengertian bapak terhadap rasa yang Jaka miliki untuk Aneng." ujar Jaka tersipu malu sekaligus senang.
Pak Ahmad menepuk bahu Jaka, "Sudahlah nak, bapak juga pernah muda. Bapak pernah merasakan apa yang kamu rasakan saat ini. Lagipula, tidak ada alasan bagi bapak untuk menolak itikad baik kamu." kata pak Ahmad. "Oh iya, sebaiknya kamu bicarakan dulu hal ini dengan ibumu. Barangkali dia sudah punya pilihan lain untuk kamu." lanjut pak Ahmad.
Jaka tersenyum, "Kalau ibu sih, gimana saya pak." jawab Jaka.
"Yakin ?" tanya pak Ahmad lagi.
Jaka mengangguk, "Jika saya bahagia, maka ibu pun pasti bahagia. Itu yang selalu dikatakan beliau kepada saya, pak." jawab Jaka.
"Ya sudah nak Jaka, bapak tunggu kabar baiknya ya ?" ujar pak Ahmad.
"Baik pak, saya akan bicarakan dulu semuanya dengan ibu. Insya Allah, minggu depan saya lamar Kyara, pak." janji Jaka.
Kembali pak Ahmad menepuk bahu Jaka, "Bicaralah baik-baik, nak ! Bapak harap semuanya bisa berjalan lancar. Bapak sudah tua, dan Aneng anak kami satu-satunya. Besar harapan bapak untuk bisa melihat dia berdampingan dengan lelaki pilihannya." kata pak Ahmad, penuh harap.
Jaka kembali tersenyum, "Insya Allah, pak." katanya.
Pak Ahmad ikut tersenyum, senang. "Bapak pergi dulu ya nak ! Kebetulan hari ini angkot bapak dicarter sama rombongan ibu-ibu pengajian." pamit pak Ahmad.
"Alhamdulillah. Iya, silakan pak !" jawab Jaka.
Pak Ahmad pun berlalu pergi meninggalkan Jaka.
***
Di kota B...
Nona, sudah hampir dua bulan kamu pergi. Apa kamu baik-baik saja ? Seandainya aku tahu dimana tempat tinggal kedua orang tuamu, aku pasti mencarimu ke sana...
"Apa sebaiknya aku telpon Aaron untuk meminta alamat kedua orang tua Kyara ? Tapi bagaimana jika Aaron bertanya untuk apa...? Alasan apa yang harus aku katakan..." gumam Bagas.
Bagas meraih ponselnya, mulai mencari nama Aaron. Baru saja Bagas hendak menekan nomor Aaron, tiba-tiba ponselnya bergetar. "Sisil..?" gumamnya. Bagas pun mengangkat sambungan telepon dari Sisil.
"Hallo !" ( Bagas )
__ADS_1
"Hai tuan ! Gimana ? Apa sudah ada kabar tentang Kyara ?" ( Sisil )
"Belum." ( Bagas )
"Ish tuan, ini sudah mau dua bulan Kyara hilang. Kenapa tuan belum juga menemukannya ?" ( Sisil )
"Kamu pikir, cari orang hidup itu gampang !" ( Bagas )
"Loh ! Tuan kok jadi marah sih ?" ( Sisil )
"Sudahlah ! Nanti aku kabari jika sudah ketemu ! Oh iya, apa kamu tahu alamat rumah Kyara yang di desa ?" ( Bagas )
"Ah tuan..., aku kan sudah bilang, Kyara nggak mungkin pulang ke rumah orang tuanya. Hubungan mereka..." ( Sisil )
Bagas menyelak omongan Sisil.
"Tahu tidak ? Nggak usah ghibah !" ( Bagas )
"Ish tuan ini, pemarah banget. Aku tidak tahu alamat lengkapnya, yang aku tahu Kyara berasal dari kabupaten T." ( Sisil )
"Hanya itu ?" ( Bagas )
"Ya ! Hanya itu yang aku tahu." ( Sisil )
"Ya sudah." ( Bagas )
Bagas menutup sambungan telponnya. Dia menyugar rambutnya ke belakang. "Bagaimana mungkin aku bisa mencarinya, bukankah kabupaten T itu cukup luas. Arrggh... pusing...!" gumamnya.
***
"Ya." jawab Kyara singkat.
Semenjak Kyara tahu bagaimana perasaan Anti terhadap Jaka, Kyara selalu merasa risih jika Jaka mengunjunginya.
"Kang ! Kya masih banyak kerjaan, akang pulanglah !" pinta Kyara.
Jaka mengernyitkan dahinya. Dia baru saja tiba dan bertemu dengan Kyara, tapi kenapa Kyara seperti tidak senang bertemu dengannya.
Apa Kyara telah berubah ? Ah... tidak mungkin ! Bisa jadi, dia memang sedang banyak kerjaan. Sebaiknya aku pulang saja. Toh hari Minggu nanti aku akan melamarnya. Restu kedua orang tuanya sudah aku dapatkan. Aku yakin, Kyara pasti menerima lamaranku...batin Jaka.
"Ya sudah, akang pulang dulu. Kamu jaga diri baik-baik !" ujar Jaka.
Kyara mengangguk dan segera pergi ke dalam panti. Dia takut Anti melihat kebersamaannya dengan Jaka. Dia tidak mau Anti salah paham dan merasa tersakiti oleh sikapnya.
***
Akhirnya hari yang dinantikan Jaka dan pak Ahmad, tiba juga.
Hari ini, hari Minggu. Diantar ibunya, Jaka datang ke rumah kedua orang tua Kyara untuk melamar Kyara.
"Assalamualaikum...!" sapa Jaka.
"Waalaikumsalam..." pak Ahmad membukakan pintu. "Bu Ratmi, nak Jaka..., mari silakan masuk !" ujar pak Ahmad.
"Iya, terima kasih pak." jawab bu Ratmi.
__ADS_1
Bu Ratmi dan Jaka pun masuk. Mereka duduk setelah dipersilakan oleh tuan rumah.
"Sebentar ya bu, nak Jaka, bapak panggil ibu sama Aneng dulu." pamit pak Ahmad.
Pak Ahmad pun masuk untuk memanggil istri dan anaknya. Tak berapa lama, pak Ahmad, bu Ratna dan Kyara pun datang untuk menemui Jaka dan ibunya.
Kyara merasa heran dengan kedatangan Jaka dan ibunya. Namun dia tidak punya keberanian untuk bertanya, ada apa dengan semua ini ? Kyara hanya bisa diam, menunggu apa yang akan terjadi.
"Selamat siang bu Ratmi, apa kabar ?" sapa bu Ratna seraya menyalami bu Ratmi.
"Siang bu ! Alhamdulillah..., kabar baik. Ibu sendiri, bagaimana ?" bu Ratmi balik bertanya.
"Seperti yang ibu lihat, alhamdulilah..., saya sekeluarga juga sehat wal'afiat." jawab bu Ratna.
"Alhamdulillah..." jawab bu Ratmi dan Jaka serempak.
"Mohon maaf pak, bu, jika kedatangan kami kemari menganggu waktu bapak dan ibu, juga nak Kyara." lanjut bu Ratmi.
"Ah, tidak apa-apa bu." ujar pak Ahmad. "Ngomong-ngomong, ada maksud dan tujuan apa sehingga ibu datang berkunjung ke rumah kami ?" tanya pak Ahmad berbasa-basi, padahal sebenarnya dia telah mengetahui maksud kedatangan Jaka beserta ibunya.
"Begini pak Ahmad, maksud dan tujuan kami kemari, selain untuk bersilaturahmi, saya sebagai wali dari putra saya, ingin meminta izin kedua orang tua nak Kyara untuk melamar nak Kyara menjadi pendamping hidup bagi Jaka, putra saya satu-satunya." jawab bu Ratmi panjang lebar.
PYARR...!!
Kyara yang hendak mengambil cangkir tehnya, terhenyak kaget mendengar perkataan bu Ratmi. Tanpa sengaja, diapun menjatuhkan cangkir tehnya...
Semua merasa kaget, dan melihat ke arah Kyara.
"Kamu nggak apa-apa, neng ?" tanya bu Ratna, menyentuh lembut tangan Kyara.
"Ng... nggak apa-apa, bu." jawab Kyara, gugup. "Aneng bersihkan dulu. Sebentar ya, bu !" ujarnya.
Bu Ratna mengangguk. Kyara segera membersihkan pecahan beling yang berserakan di lantai. Setelah selesai, diapun kembali bergabung.
"Maaf..." kata Kyara.
"Tidak apa-apa, nak Kyara." jawab bu Ratmi. "Jadi, bagaimana pak ?" tanya bu Ratmi.
"Saya terima silaturahmi ini dengan tangan terbuka. Semoga menjadi keberkahan bagi keluarga kita. Untuk itikad baik nak Jaka yang ingin melamar putri saya satu-satunya, pada dasarnya saya pribadi selaku wali Aneng, merasa senang dan menerima dengan lapang niat nak Jaka. Tapi untuk keputusannya, saya serahkan pada Aneng. Karena yang akan menjalani hubungan ini adalah Aneng. Saya percaya, Aneng tidak akan pernah mengecewakan kedua orang tuanya. Bagaimana neng ?" tanya pak Ahmad seraya menengok ke arah Kyara.
Kyara terdiam. Bayangan masa lalu kembali menghampirinya. Aku wanita kotor. Aku wanita hina. Tidak mungkin aku menikah dengan lelaki baik seperti kang Jaka. Dia pantas mendapatkan yang terbaik. Apa kata dia jika dia tahu kalau aku bukanlah perawan. Ya Tuhan..., aku tidak bisa menerima lamaran ini... tidak bisa..!!
"Neng...!" bu Ratna menyentuh tangan Kyara.
Kyara terhenyak, "Ma...maaf...sa... saya..mm.. saya tidak bisa menerima lamaran ini...!!"
Bersambung....
Hai readers....
Semoga masih suka ceritanya yaaa
Jangan lupa like vote n komennya....
Ditunggu yaaa...
__ADS_1
Makasih....πππ