Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Kembali ke Panti


__ADS_3

Assalamualaikum...


Semoga malam ini bisa up yaa...


Terima kasih atas kunjungannya ke novel ini...πŸ™


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Keesokan harinya, Kyara tampak sudah berpakaian rapi. Rencananya hari ini dia akan kembali bekerja di panti. Kyara sangat berharap, ibu panti bisa menerima dia kembali untuk bekerja di sana. Semoga saja bu Hana bisa memaklumi keadaanku... batinnya.


"Sudah siap, neng ?" tanya bu Ratna.


"Iya bu, Aneng sudah siap." jawab Kyara.


"Oh iya neng, ibu titip ini ya buat bu Hana." ujar bu Ratna seraya menyerahkan box kue ke tangan Kyara.


Kyara menerima box tersebut, "Apa ini, bu ?" tanyanya.


"Ah, itu bolu pisang. Subuh tadi, ibu membuat bolu pisang untuk majikan ibu, dan kebetulan ini ada lebihnya. Jadi ibu rasa, tak ada salahnya jika diberikan kepada bu Hana." ujar bu Ratna.


"Oh iya bu, nanti Aneng berikan ! Apa ayah sudah siap, bu ?" tanya Aneng.


"Ya, ayahmu sudah siap. Tadi ibu lihat, dia sedang mengambil kunci mobilnya dulu." jawab bu Ratna.


"Baiklah, bu." kata Kyara.


Beberapa menit kemudian,


"Ayo, neng.., kita berangkat !" ujar pak Ahmad.


"Bu, Aneng berangkat dulu ya ! Do'akan Aneng bu, agar semuanya berjalan lancar." ujar Kyara seraya mencium tangan ibunya.


"Aamiin... ! Iya sayang, ibu selalu mendo'akan yang terbaik untuk kamu, nak." jawab bu Ratna seraya membelai lembut rambut anaknya.


Kyara dan pak Ahmad pun pergi.


***


"Kapan anakmu pulang, Al ?" tanya tuan Mahesa.


"Mungkin besok Ajay baru akan tiba di kota B, karena menurut Bagas, hari ini timnya baru akan turun gunung, yah." jawab tuan Ali.


"Ya, sudah ! Semoga anak itu tidak berbuat sesuatu yang akan merugikan dirinya sendiri !" ujar tuan Mahesa. "Oh iya Al, tolong kamu urus pembelian rumah milik tuan Abas !" lanjut tuan Mahesa.


"Rumah tuan Abas ? Maksud ayah, rumah tuan Abas yang letaknya di samping kanan rumah Bagas ?" tanya tuan Ali.


"Iya ! Rumah yang mana lagi ? Bukankah di komplek ini, hanya itu rumah milik tuan Abas ?" jawab tuan Mahesa.


"Untuk apa, yah ? Rumah itu sudah tidak layak huni, kenapa ayah ingin membelinya ?" tanya tuan Ali, heran.


"Ayah ingin membelinya sebagai hadiah untuk pernikahan Ajay dan Kyara nanti." jawab tuan Mahesa.

__ADS_1


Maksud ayah ?" tanya tuan Ali semakin heran. Karena setahu tuan Ali, rumah itu sudah tidak pantas untuk ditempati, terlebih lagi oleh seorang Ajay Sanjaya.


"Ayah ingin membeli rumah itu, lalu merenovasi ulang semua bangunnya, untuk ditempati Ajay dan Kyara, nanti." jawab tuan Mahesa.


"Tapi yah, bukankah rumah ini juga cukup besar untuk mereka tempati setelah menikah nanti ?" tanya tuan Ali.


"Ayah tahu, tapi akan jauh lebih baik jika mereka tinggal terpisah dari kalian. Agar mereka bisa jauh lebih mandiri dan bertanggungjawab terhadap sebuah pernikahan. Ayah sengaja memilih rumah tuan Abas, karena lokasinya berdekatan dengan rumah kalian. Jadi, meskipun kalian terpisah, tapi kalian masih tetap bisa memantau mereka." jawab tuan Mahesa.


"Baiklah, Ali mengerti. Besok Ali akan urus semuanya." ujar tuan Ali.


"Terima kasih ya, nak." kata tuan Mahesa.


"Sama-sama, yah." jawab tuan Ali.


***


Pukul 10 pagi, Kyara dan ayahnya tiba di panti asuhan Kasih Bunda.


"Kamu yakin nggak mau diantar ?" tanya pak Ahmad.


"Iya, yah..., Aneng yakin.." jawab Kyara.


"Tapi neng, jika ayah masuk, siapa tahu ayah bisa membantumu untuk menguatkan alasanmu, kenapa kamu bisa kembali hari ini..?!" ujar pak Ahmad.


"Tidak apa-apa, yah. Aneng bisa mengatasinya sendiri kok. Aneng akan menceritakan alasan keterlambatan Aneng kembali ke panti. Aneng yakin, bu Hana pasti akan mengerti." jawab Kyara.


"Baiklah, terserah kamu saja nak..!" ujar pak Ahmad, mengalah.


"Terima kasih yah, kalau begitu, Aneng pamit dulu ya, yah ! Assalamualaikum...!" ucap Kyara sambil mencium tangan pak Ahmad.


Kyara turun dari mobil angkot ayahnya, kemudian berjalan menuju panti asuhan.


"Pagi pak Dul..!" sapa Kyara begitu tiba di depan pintu pagar.


"Selamat pagi neng Kyara...! Sudah lama tidak bertemu, ya...?" jawab pak Dul, sambil membuka pintu pagar.


"Iya pak, Kya ada keperluan dulu, pak.." jawab Kyara.


"Oh begitu ya..! Ayo neng, masuk !" ajak pak Dul.


"Ibu ada, pak ?" tanya Kyara.


"Bu Hana ? Ada neng..., kebetulan hari ini beliau sedang ada tamu." jawab pak Dul.


"Oh ya, siapa ?" tanya Kyara.


"Itu..., saudaranya bu Hana, yang dari kota J." jawab pak Dul.


"Oh, baiklah...! Kya masuk dulu ya, pak...!" pamit Kyara.


"Iya, neng...! Sok, mangga atuh...!" jawab pak Dul.

__ADS_1


Kyara masuk dan langsung menuju kantor bu Hana.


Tok.... tok... tok...


"Assalamualaikum...!" sapa Kyara, mengetuk pintu kantor panti.


"Waalaikumsalam...! Masuklah !" perintah bu Hana.


Kyara membuka pintu, "Permisi bu...!"


Bu Hana tersenyum mendapati orang yang masuk adalah Kyara.


"Eh, nak Kyara. Mari masuk, nak !" kata bu Hana.


Kyara pun masuk dan segera duduk begitu dipersilakan oleh bu Hana.


"Saya... saya mau minta maaf, bu. Karena saya baru bisa kembali hari ini..." kata Kyara.


"Tidak apa-apa nak, yang penting kamu sudah kembali." jawab bu Hana.


"Mak... maksud ibu.., sa... saya boleh kembali bekerja di sini ?" tanya Kyara.


"Iya nak, ibu sudah tahu tentang alasan keterlambatanmu kemari. Jaka sudah memberitahukan ibu tentang semuanya. Oh iya, ngomong-ngomong..., selamat atas pertunangannya, ya...! Tadinya ibu kira, kamu tidak akan mau bekerja di sini lagi setelah bertunangan. Tapi ternyata..., alhamdulilah..., kamu masih mau kemari." jawab bu Hana.


"Ah iya, te... terima kasih bu !" ujar Kyara.


"Kenapa kamu tidak mengundang ibu ke acara pertunanganmu, nak ? Kalau ibu tahu, bahwa kepulanganmu dulu itu untuk bertunangan, ibu kan bisa menyiapkan hadiah untukmu...!" tegur bu Hana.


"Ma... maaf bu..., semuanya serba mendadak..., Kya...eemh.. Kya nggak sempat ngasih tahu siapa pun." jawab Kyara, merasa tidak enak pada bu Hana.


"Sudahlah...! Tidak usah dipikirkan..! Sekali lagi, selamat ya...! Eh, sampai lupa.., kenalkan, ini saudara kembar ibu, namanya bu Hani. Beliau tinggal di kota J. Ni.., kenalkan, dia salah satu pengasuh di panti ini, namanya Kyara." ujar bu Hana.


"Hani..!" ujarnya tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


"Kyara, bu." Kyara menerima uluran tangan bu Hani. "Senang bertemu anda !" lanjutnya.


"Sama-sama." ujar bu Hani.


Mereka pun berjabat tangan.


"Oh iya bu, ini titipan dari ibu !" ujar Kyara, menyerahkan box bolu pisang itu.


"Waduh... , terima kasih nak !" kata bu Hana."Oh iya, Kya, sebaiknya segeralah kamu temui Kiki. Anak itu tampak rewel sejak kepergianmu !" suruh bu Hana.


"Benarkah...?! Baiklah bu, kalau begitu Kya permisi dulu bu ! Kya hendak menemu Kiki, permisi bu ! Assalamualaikum...!" pamit Kyara.


"Waalaikumsalam..." jawab bu Hana dan bu Hani, bersamaan.


Bersambung....


Alhamdulillah, hari ini author bisa kembali up ya...

__ADS_1


Jangan lupa like vote n komennya...


Terima kasih juga, karena telah mendukung karya ini..πŸ™


__ADS_2