
Assalamualaikum readers....
Semoga masih menunggu kelanjutan ceritanya yaaa
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Sesampainya di rumah, Jaka dan Kyara disambut oleh senyum hangat kedua orang tua Kyara. Mereka sudah tidak sabar mendengar kabar yang akan disampaikan oleh Kyara.
"Assalamualaikum ayah, ibu !" sapa Kyara sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam, wah..., wajah putri kita cerah banget ya bu ?" ujar pak Ahmad, "Sepertinya, ada kabar baik nih..." gurau pak Ahmad.
"Iya pak, semoga saja kabar gembira." timpal bu Ratna.
Kyara tersenyum. "Pastinya kabar gembira dong bu...! Tapi, ada juga kabar sedihnya..." ujar Kyara memasang raut muka sedih.
Senyum yang tadinya mengembang di bibir bu Ratna, seketika sirna.
"Kenapa neng ?" tanya bu Ratna, penasaran.
"Nanti saja ya bu, ceritanya. Aneng mau mandi dulu." jawab Kyara.
"Ya sudah atuh, sana mandi !" perintah bu Ratna. "Nak Jaka, ayo mampir dulu !" ajak bu Ratna.
"Makasih bu. Jaka pulang saja, sudah sore bu..." pamit Jaka.
"Oh, ya sudah atuh. Hati-hati...!" kata bu Ratna.
"Kya, akang pamit dulu ya ! Besok akang jemput jam 08.00 pagi." ujar Jaka.
"Iya, siap kang !" jawab Kyara.
"Pak, bu..., Jaka permisi dulu. Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..."
Kyara dan kedua orang tuanya masuk ke dalam rumah. Kyara segera pergi ke kamar mandi, sedangkan kedua orang tuanya pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.
Setelah selesai mandi, Kyara segera bergabung dengan kedua orang tuanya.
"Makan dulu neng !" ujar bu Ratna.
"Iya bu." jawab Kyara seraya menyendok nasi dan lauk pauknya.
"Jadi gimana, mau cerita sekarang ?" tanya pak Ahmad.
"Soal apa, yah ?" Kyara malah balik nanya.
"Kamu tuh ! Paling pintar bikin orang tua penasaran..." ujar pak Ahmad seraya memijit hidung Kyara.
"Ah, ayah..., sakit nih...!" rengek Kyara sambil mengusap hidungnya yang memerah.
Bu Ratna tersenyum bahagia melihat interaksi ayah dan anak itu.
"Jadi gimana neng, apa kata bu Hana ?" tanya bu Ratna.
__ADS_1
"Alhamdulillah, bu Hana kelihatannya orang baik. Aneng diterima kerja di panti, tapi bu Hana minta Aneng nginep di sana bu. Soalnya anak-anak panti yang Aneng asuh, usianya masih sangat kecil bu. Gimana, ibu izinkan Aneng tinggal di sana, kan...?"
"Artinya, kamu akan ninggalin kami lagi ?" tanya bu Ratna. Ada rasa khawatir di nada suaranya.
Kyara menggenggam tangan ibunya, "Kan nggak jauh bu. Lagipula, Aneng pasti pulang seminggu sekali. Kalau ibu kangen, ibu kan bisa jenguk Aneng di panti. Boleh ya bu ?" ujar Kyara, mencoba menenangkan hati ibunya.
Pak Ahmad pun menggenggam tangan istrinya, "Aneng benar bu, izinkanlah ! Biarkan dia mencari pengalaman bu." kata pak Ahmad.
Bu Ratna mengangguk, "Tapi janji ya, seminggu sekali Aneng pulang !" pintanya.
"Iya, Aneng janji...!" jawab Kyara.
Bu Ratna memeluk Kyara, "Ibu izinkan, nak..." bisiknya.
"Makasih bu..." jawab Kyara, mendekap ibunya lebih erat.
***
Tin...tin...tin...
Suara klakson mobil Jaka terdengar di halaman rumah Kyara. Segera Kyara berlari ke depan.
"Sudah siap, Kya ?" tanya Jaka begitu melihat Kyara tampak rapi.
"Siap kang, yuk !" ajak Kyara.
"Loh... barang-barangnya cuma segini ?" tanya Jaka yang merasa heran karena Kyara hanya membawa tas ransel saja.
"Iya kang. Kya kan seminggu sekali bisa pulang. Barangnya entar nyicil aja bawanya..."
"Nggak apa-apa kang. Malas packing, he...he..he.."jawab Kyara.
"Kamu tuh..." belum sempat Jaka menyelesaikan kalimatnya, Kyara sudah menyelaknya.
"Sudah ah, berangkat yuk !" ajak Kyara.
"Loh, nggak pamit bapak sama ibu dulu !" tanya Jaka lagi.
"Bapak tadi pagi sudah ke pangkalan. Ibu juga sama, nggak ada di rumah. Katanya mau ngantar majikannya ke pasar, jadi tadi subuh ibu sudah berangkat ke rumah majikannya." jawab Kyara.
"Oh, gitu ya...! Ya sudah, yuk !" Jaka membukakan pintu mobil untuk Kyara.
"Makasih kang..."
Mereka pun berangkat ke panti. Pagi ini, jalanan cukup lengang, sehingga tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun tiba di panti. Setelah memarkirkan mobilnya, Jaka dan Kyara segera menuju ke kantor panti.
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum...!" sapa Jaka.
"Waalaikumsalam..." jawab bu Hana. "Masuk !" perintahnya.
Jaka membuka pintu, kemudian masuk bersama Kyara.
"Ah...nak Kyara..., akhirnya datang juga. Ibu kira kamu nggak jadi kerja di sini, soalnya nggak ada kabar dari kemarin sore." ujar bu Hana.
__ADS_1
"Maaf bu, Kya nggak punya ponsel. Jadi Kyara nggak bisa hubungi ibu."
"Oh, begitu. Ya sudah nggak apa-apa, sekarang kan kamu sudah datang. Kamu jadi kan, kerja di sini ?" tanya bu Hana.
"Insya Allah, jadi bu..." jawab Kyara, mantap.
"Nak Kya, kenalkan ini bu Nining, beliau senior di sini. Beliau juga yang akan mengajari kamu tentang cara merawat balita. Yang duduk di samping kanan bu Nining, namanya mbok Sum. Beliau yang bertanggungjawab untuk urusan dapur. Sedangkan yang di sebelah kirinya, namanya Anti. Dia yang mengawasi anak-anak dalam belajar ataupun bermain. Kalau yang di depan, namanya pak Dul. Beliau yang bertanggungjawab atas keamanan panti ini."
Satu persatu, Kyara menyalami mereka. "Perkenalkan, nama saya Kyara. Mohon bimbingannya !" sapa Kyara terhadap orang-orang yang telah diperkenalkan oleh bu Hana.
"Baiklah Kya, nanti kamu sekamar sama Anti, ya ! An, tolong antar Kyara ke kamar untuk menyimpan barang-barangnya !" perintah bu Hana.
"Baik bu." jawab Anti. "Ayo Kya, aku antar kamu ke kamar !" ajak Anti.
Kyara mengangguk, dia pun mengikuti Anti menuju kamarnya untuk menyimpan barang-barangnya.
"Kalau begitu, saya permisi bu !" pamit Jaka.
"Oh iya, makasih ya nak Jaka, sudah mengantarkan nak Kyara kemari." ujar bu Hana.
"Iya bu, sama-sama. Mari semuanya, saya permisi. Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..."
Sementara itu, di ruang belakang...
"Nah Kya, ini kamar kita !" kata Anti begitu sampai di kamarnya. "Kamu bisa tidur di sana !" Anti menunjuk ranjang kosong di sebelah kanan. "Itu lemari untuk menyimpan pakaian kamu !" tunjuk Anti pada sebuah lemari pakaian di samping ranjangnya.
Kyara mengangguk, "Makasih An..." jawab Kyara.
Anti hanya tersenyum tipis. "Ayo cepat bereskan pakaianmu ! Setelah itu, bantu bu Nining mengasuh anak-anak. Ingat ! Ini hari pertama kamu kerja, jadi jangan sampai lelet ! Oh iya, ngomong-ngomong, berapa usiamu ?" tanya Anti.
"Bulan depan, aku genap berusia 21 tahun, An.." jawab Kyara.
"Kalau begitu, panggil aku mbak Anti ! Usiaku 3 tahun lebih tua dari kamu !" perintah Anti.
Kyara terkejut, "Benarkah ? Kok wajah kamu..., eh, maksudku, wajah mbak Anti imut ya ! Kayak seumuran sama aku." kata Kyara.
Bukannya senang, Anti malah mengerucutkan bibirnya, memasang muka yang lebih masam lagi. "Sudah, aku ke depan dulu. Cepat bereskan !" perintah Anti.
"Iya mbak..." jawab Kyara.
Anti pun pergi meninggalkan Kyara yang sedang membereskan pakaiannya.
Bismillah....! Ini hari pertamaku kerja, harus semangat ! Demi ayah dan ibu, demi kebahagiaan mereka. Aku harus memulai hidup baruku dan melupakan semua masa laluku...! Tekad Kyara.
Bersambung....
Alhamdulillah, akhirnya bisa up juga...
Mohon maaf jika terlalu lama menunggu...
Jangan lupa like vote n komennya ya...
Makasih...πππ
__ADS_1