
Seminggu telah berlalu. Kyara mempunyai sedikit waktu luang karena pekerjaannya saat ini hanya tinggal mengolah nilai dan entry nilai akhir pada aplikasi laporan peserta didik. Karena murid-murid SD Mutiara Bangsa sedang melakukan PORAK (Pekan Olahraga Antar Kelas) maka Kyara memiliki sedikit waktu luang untuk pulang awal.
Waktu menunjukkan pukul 13.00, Kyara sudah sampai di apartemennya. Karena cuacanya sangat panas, Kyara pun segera mengganti pakaian dinasnya dengan baju daster. Baju yang menurut Kyara paling nyaman sedunia.
Saat Kyara hendak menutup pintu lemari pakaiannya, tanpa sengaja Kyara melihat paper bag yang diberikan kak Indah beberapa waktu lalu. Kyara pun mengambil paper bag itu. Dia duduk di tepi ranjang dan mulai membuka isi dari paper bag tersebut.
"Apa ini ?" ujar Kyara seraya mengambil satu persatu pakaian dari paper bag tersebut.
Kyara membentangkan pakaian-pakaian tersebut. Semua pakaian itu satu model, namun dengan berbagai jenis warna. Pakaian yang berbahan tipis tanpa lengan dengan bagian depan terbuka lebar. Jika dikenakan maka sudah bisa dipastikan akan menunjukkan belahan dadanya.
"Iiiyyy...!" Kyara bergidik ngeri membayangkan dirinya memakai baju seperti itu.
Kyara segera meraih telponnya di atas nakas, kemudian dia memfoto pakaian tersebut. Melalui foto itu, jari jemari Kyara berselancar untuk mengetahui jenis pakaian tersebut.
"Oh jadi ini namanya lingerie...! Sejenis baju tidur yang sexy...! Ish, apa tidak masuk angin jika tidur menggunakan pakaian ini...!" gerutu Kyara kesal.
Saat Kyara hendak memasukkan kembali pakaian-pakaian tersebut ke dalam paper bag, tiba-tiba secarik kertas jatuh ke lantai. Kyara memungutnya dan membuka kertas yang terlipat itu.
Dear adik ipar tersayangku...
Happy honeymoon...
Don't forget to use this lingerie for your honeymoon...🤭🤭💋
"Astaghfirullah hal adzim...!"
Kyara segera memasukkan lingerie tersebut ke dalam paper bag dan menyembunyikannya di tempat paling bawah.
Kyara melirik jam tangannya, hampir pukul 13.30, sebaiknya aku bersih-bersih dulu deh, sudah lama apartemen ini belum aku bersihkan. Kyara pun membereskan apartemennya mulai dari bagian dapur hingga tempat tidurnya.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Saat Kyara hendak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tiba-tiba seseorang menekan bel pintu apartemennya. Kyara pun berbalik kembali untuk membuka pintu apartemennya.
Ceklek....!
Pintu terbuka, tampak seorang gadis sedang membelakangi Kyara.
"Maaf, cari siapa ya ?" tanya Kyara yang merasa heran karena baru kali ini ada seseorang yang bertamu ke apartemennya.
"Kau siapa ? Sedang apa kau berada di apartemen calon imamku ?" gadis itu malah balik bertanya.
"Calon imam ?" ulang Kyara.
"Ish, ini apartemennya Bagas Anggara, kan ? Pemilik perusahaan otomotif BA Group ?"
Astaghfirullah...., sejak kapan kakang memiliki teman seperti ini....??
Gadis itu datang dengan memakai kemeja pendek dengan belahan dada yang cukup lebar, rok span hitam yang terbelah di bagian pahanya. Kyara bergidik ngeri melihat penampilannya.
"Hei, ditanya kok malah melamun ! Ini apartemennya Bagas kan ?"
"Be... benar...!"
"Berarti ini benar apartemennya pangeran berkuda putihku...! Kau siapa...? Dilihat dari pakaianmu..., mmm... sepertinya kau asisten rumah tangganya pangeran berkuda putihku ya...!"
Pangeran berkuda putih ? Hadeuh..., apa lagi ini...!! batin Kyara merasa bertambah kesal.
"Hei pembantu, buatkan aku minum ?" ujar Rachella ketus.
"Baiklah, silakan masuk !" ujar Kyara mempersilakan tamunya masuk.
"Huh, tanpa disuruh pun aku pasti masuk !" dengus gadis itu.
__ADS_1
Kyara pergi ke dapur untuk membuatkan minuman. Tak lama kemudian, dia kembali lagi dengan segelas orange juice dan setoples cemilan untuk tamunya.
"Jam berapa tuanmu pulang ?" ujar gadis itu sambil meletakkan kembali minuman yang telah direguknya.
"Biasanya jam 4 sore beliau sudah sampai, tapi hari ini beliau mengatakan kalau beliau akan pulang terlambat."
"Ish, percuma dong aku kemari !" rungut gadis itu. "Ya sudah, jika bos mu datang, berikan laporan ini padanya !" ujar gadis itu.
"Baiklah, maaf nona, jika dia bertanya laporan ini dari siapa, apa yang harus aku katakan ?" tanya Kyara.
"Bilang saja dari calon istrinya !" ujar gadis itu asal.
Deg....
Ada rasa tak suka dalam hati Kyara ketika gadis itu mengatakan calon istri. Namun Kyara berusaha untuk bersabar agar tidak terlihat emosi di hadapan gadis itu.
"Baiklah, dengan nona....?"
"Rachel...! Namaku Rachella, sekretaris sekaligus calon istrinya tuanmu. Katakan padanya aku tidak bisa mencium tangannya karena aku tidak bisa menunggunya pulang, aku ada urusan lain ! Ya sudah, aku pergi dulu ! Bye...!"
Kyara hanya bisa terpaku mendengar nama Rachella dari mulut gadis itu.
Astaghfirullah hal adzim...! Jadi dia Rachella....! Rachella sekretarisnya kakang....! Ya Allah..., kiamat sudah dekat...! Bagaimana mungkin aku bisa bersaing dengan seorang gadis seperti itu. Dilihat dari postur tubuhnya saja, aku sudah kalah jauh. Apalagi dengan pakaiannya. Apa tadi dia bilang, aku pembantu ? Aku pembantunya kang Bagas...? Ah wajar saja dia menganggapku pembantu, orang dandanan ku juga persis seorang pembantu...! Ish, bagaimana ini...! Aku tidak boleh membiarkan dia terlalu lama berdekatan dengan kakang...! Ayo mikir Kya....! Mikir....! Huh....!
Kyara mendengus kesal. Setelah itu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai solat ashar, Kyara duduk di depan cermin nya. Dia menatap pantulan wajahnya di cermin meja riasnya.
"Aku rasa, aku tidak kalah cantik dengan gadis itu. Tapi untuk urusan pakaian, tentu saja aku kalah model. Ah kakang..., kenapa juga kamu harus mengangkat sekretaris seperti itu ? Kalau begini caranya, aku tidak akan tenang ketika kau berada di kantor...! Ish, apa yang harus aku lakukan...?" gumam Kyara.
***
Pukul 8 malam, Bagas pun tiba di apartemennya.
"Wajar sih kalau betah di kantor, orang yang nemaninya juga gitar spanyol !" ujar Kyara sinis sambil mereguk kopinya.
"Uhuk...uhuk...uhuk...!"
Bagas tersedak makanannya mendengar ucapan Kyara.
"Ish, hati-hati dong kang...!" ujar Kyara sambil menyodorkan air minum milik suaminya.
"Maksudmu ?"
"Sudah, habiskan saja makanannya ! Aku mau entry nilai raport dulu !" ujar Kyara seraya berlalu meninggalkan Bagas sendirian di meja makannya.
Dia kenapa ya ? Tidak biasanya dia bersikap judes seperti itu ? Apa dia lagi datang bulan ya ? Dulu, kak Indah juga suka gampang tersinggung jika sedang datang bulan...? Ah ya sudah, biarkan saja...
Bagas pun melanjutkan makannya. Sementara itu di kamar, tampak Kyara merengut kesal.
"Ish, kenapa dia tidak mengejarku...?? Apa jangan-jangan dia sudah tidak mencintaiku lagi ? Tentu saja, di kantornya kan ada gitar spanyol, mana mungkin dia tertarik sama aku ! Huh...!"
Tanpa sadar Kyara menekan keyboard laptopnya dengan sangat keras.
"Jika laptop mampu berbicara, dia pasti akan berteriak kesakitan. Kau bukan menekan keyboardnya, tapi tepatnya memukul keyboardnya." goda Bagas.
"Bodo ! Lebih baik aku memukul keyboard ini daripada aku harus memukul kepalamu !" ujar Kyara ketus.
Bagas mendekati Kyara. Dia mengambil laptop yang berada di depan Kyara, kemudian meletakkannya di atas meja rias Kyara.
"Katakan, ada apa ?"
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa !"
Kyara memalingkan wajahnya. Dia tidak mau jika Bagas melihat matanya yang mulai tampak berair.
Bagas meraih dagu Kyara. Dia melihat mata Kyara yang mulai berair.
"Ada apa ? Apa ada sesuatu yang mengganjal di hatimu ?"
Kyara menepiskan tangan Bagas. Dia segera bangkit dan mengambil berkas yang tadi ditaruhnya, kemudian menyerahkannya kepada Bagas.
"Ini ! Tadi sore si gitar spanyolmu datang menyerahkan berkas ini untuk pangeran berkuda putih nya !" ujar Kyara ketus.
"Bhua....ha...ha...ha..."
Bagas sudah tidak tahan lagi untuk mentertawakan sikap istrinya yang sedang marah.
"Kau...! Kenapa kau malah tertawa...! Kau jahat...! Kau benar-benar jahat ! Pantas saja kau betah berada di kantormu jika setiap hari disuguhi paha mulus, dada montok...! Huh...!
"Ayolah sayang.. !"
Bagas mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Kyara.
"Jangan sentuh aku ! Aku tidak sudi ya disentuh oleh tangan kotormu yang setiap hari dicium oleh bibir dowernya...!" Kyara semakin kesal.
"Hei..., siapa yang bilang seperti itu ! Punggung tangan ini, hanya kau satu-satunya wanita yang selalu mencium punggung tanganku !"
"Bohong, tadi si gitar spanyol bilang, kalau setiap hari dia selalu mencium punggung tanganmu, karena kau adalah calon imamnya. Ish, awas saja jika dia berani merebutmu dariku !"
Brugh....!
Bagas menarik tangan Kyara hingga Kyara terjerembab dalam pelukan Bagas. Dia pun segera membalikkan posisi tubuhnya.
Kyara yang kini tengah berada di bawah himpitan Bagas hanya bisa menatapnya. Pandangannya mulai terasa buram karena terhalang air mata.
Bagas mulai mengecup kelopak mata Kyara satu persatu. Kening dan kedua pipi Kyara pun tak luput dari kecupan bibir Bagas yang hangat. Bagas membuka satu kancing piyama Kyara.
"Ka...kang...!" ucap Kyara lirih saat tangan Bagas membuka kancing bajunya.
"Ssstt....!"
Bagas menaruh telunjuknya di bibirnya Kyara. Setelah itu dia mulai mengecup dan menghisap lembut kedua payudara Kyara bagian atas. Kyara hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya. Bagas menatap puas hasil karya bibirnya.
"Ini adalah tanda kepemilikanku terhadapmu." ujar Bagas lembut.
Kyara membuka matanya. Dia kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher Bagas.
"Berjanjilah padaku, kau tidak akan pernah tergoda oleh si gitar spanyol itu !" ujar Kyara manja.
"Mana mungkin aku tergoda jika di rumahku, aku memiliki biola yang sangat indah." ujar Bagas.
Kyara mendorong tubuh Bagas ke samping. Dia mulai menenggelamkan wajahnya di leher Bagas. Mata Bagas terpejam merasakan kehangatan saat Kyara mengecup dan menggigit kecil lehernya. Kyara melepaskan ciumannya, dia pun berbisik pelan di telinga Bagas.
"Dan ini, tanda kepemilikanku atas dirimu, suamiku..." ujar Kyara.
Bagas tersenyum, dia mendekap erat tubuh istrinya.
Terima kasih Tuhan...! Terima kasih atas semua jalan yang Engkau tunjukkan. Aku tidak menyangka jika kedatangan Rachella bisa membuat istriku mendekatiku seperti ini...! Terima kasih...!
Ucap syukur Bagas dalam hatinya.
Bersambung....
__ADS_1
Insyaallah, dini hari kulanjut ya gaiss...
Semoga masih suka ceritanya...🙏