
Kedatangan tamu tak di undang tempo hari, membuat hari-hari Kyara menjadi kacau. Otaknya selalu di hantui pikiran buruk tentang apa yang dilakukan suaminya dengan sekretarisnya itu.
Tidak...tidak...! Aku tidak boleh meragukan kesetiaan kakang...! batin Kyara mencoba mengatasi kegelisahannya. Tapi jika gadis itu terus menggodanya ? Bisa-bisa kakang jatuh juga dalam rayuannya, secara..., dia kan laki-laki normal, dan....dan dia belum mendapatkan hak nya atas diriku sebagai istrinya... Ba......, bagaimana ini...? Bagaimana jika dia merasa bosan menunggu dan berpaling kepada gitar spanyol itu...? Ish, apa yang harus aku lakukan....??
***
Di kota B.
Ajay sudah mendapatkan izin untuk pulang. Setelah berada di rumahnya, Ajay meminta pelayannya untuk membersihkan kamar yang selama ini dikuncinya.
Ceklek....!
Bik Surti pelayan di rumah Ajay membuka pintu kamar yang selama ini terlarang untuk dimasuki oleh siapapun. Bahkan seingat bik Surti, tuannya pun hanya membuka sekali dalam setahun kamar itu. Kalau tidak salah, setiap tanggal 6 Oktober tuannya membawa sekuntum mawar merah ke dalam kamar itu. Tentunya hal itu dilakukan tuannya tanpa sepengetahuan istrinya. Dia bisa betah berjam-jam di kamar itu tanpa seorang pun tahu apa yang dilakukannya di sana. Namun apa pun itu, bik Surti tahu diri untuk tidak mencampuri urusan majikannya.
Begitu pintu terbuka. Benda pertama yang bi Surti lihat adalah sebuah foto yang berukuran sangat besar terpampang di dinding atas tempat tidur. Foto seorang gadis cantik berambut sedikit bergelombang berwarna kecoklatan. Matanya yang bulat dengan warna bola mata coklat dipadukan bulu mata yang sangat lentik, membuat mata itu semakin Indah untuk dipandang. Bibir tipisnya yang berwarna pink, menambah kesan manis dalam senyumnya. Rona pipinya yang memerah bak buah tomat, membuat mata yang memandangnya akan merasa gemas. Sungguh benar-benar gambaran seorang wanita lembut yang sangat sempurna.
Siapa sebenarnya gadis itu...? ujar bik Surti dalam hati. Dia pun mengeluarkan ponselnya dan membidikkan kameranya ke arah foto gadis itu. Tiba-tiba...
"Tiii....! Surtiiii...!"
Suara teriakan seseorang memaksa bik Surti untuk mengakhiri perbuatannya. Bik Surti segera berlari menuju ruang tengah. Tiba di sana, tampak mbok Nah yang tak lain adalah kakaknya tengah berdiri di ruang tamu.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai ?" tanya mbok Nah.
"Eh, anu mbak ! Ini saya baru mau membereskan kamar yang diminta tuan muda !" jawab bik Surti.
"Ish, kenapa kamu lamban sekali ! Ya sudah, ayo aku bantu ! Tadi nyonya Diana nelpon, katanya beliau sedang dalam perjalanan pulang."
Mbok Nah dan bik Surti pun segera memasuki kamar yang di maksud. Tiba di sana, mbok Nah tampak tertegun melihat foto berbingkai raksasa itu.
"Non Kya...!" gumam mbok Nah.
Tanpa sadar, air mata mbok Nah pun mulai meleleh di pipinya. Mbok Nah teringat semua kenangan atas kebaikan mantan tuanya itu.
Bik Surti yang melihat sikap mbok Nah tak menyia-nyiakan kesempatannya untuk mencari tahu tentang gadis itu.
"Memangnya siapa dia, mbak ? Kenapa fotonya harus terpampang di rumah ini tanpa sepengetahuan nyonya muda ?" tanya bik Surti.
"Maksud kamu ?" tanya mbok Nah heran.
"Maksud ku, tuan melarang kami termasuk nyonya muda untuk memasuki kamar ini. Kamar ini selalu terkunci rapat. Dalam setahun, tuan hanya sekali mengunjungi kamar ini, kalau tidak salah, setiap tanggal 6 Oktober. Aku penasaran mbak, setiap tanggal itu, tuan kemari sambil membawa setangkai bunga mawar dan mengurung diri di kamar ini selama berjam-jam. Setelah aku melihat foto ini, aku baru mengerti, mungkin tuan datang kemari hanya untuk melihat foto ini. Siapa dia, mbak ?" tanya bik Surti penasaran.
"Dia mantan tunangannya den Ajay."
"Benarkah ? Terus kenapa fotonya masih berada di rumah ini ? Bukankah tuan Ajay sudah menikah dengan nona muda ?"
"Ssst...! Sudahlah, itu bukan urusan kita ! Sekarang, ayo kita bereskan kamar ini.
Bik Surti mengangguk. Mereka pun akhirnya membereskan kamar itu hingga benar-benar bersih. Setengah jam kemudian...
Ting tong....!
Bik Surti segera berlari ke depan untuk membukakan pintu utama.
__ADS_1
Ceklek....!
Pintu terbuka. Tampak majikannya tengah duduk di kursi roda dengan di dorong oleh tuan Bima adiknya.
"Tu... tuan...!" ujar bik Surti terkejut melihat kondisi majikannya.
"Apa kamarnya sudah siap, Ti ?" tanya nyonya Diana.
"Su... sudah nyonya besar !" jawab bi Surti.
"Ayo kita antar kakakmu ke kamarnya, Bim !" ajak nyonya Diana.
" Baik mih !" jawab Bima sambil terus mendorong kursi roda kakaknya.
Tiba di kamar, Bima dan nyonya Diana dibuat terkejut oleh foto besar itu.
"Kak Kya...!"
"Kyara...!"
Gumam Bima dan nyonya Diana berbarengan.
"Ish, kenapa foto ini berada di sini ?" ujar nyonya Diana. "Ti....! Surtiiii...m!" teriak nyonya Diana.
"Iya saya, nyonya !" bik Surti berdiri di hadapan ibu majikannya dengan napas yang masih tersengal.
"Panggil Ujang untuk membuang foto ini !" perintah nyonya Diana.
"Baik nyonya !"
"Jang ! Turunkan foto itu dan buanglah !" perintah nyonya Diana.
"Baik nyonya !"
Namun, saat tangan mang Ujang menyentuh benda itu,
"HENTIKAN !" teriak Ajay.
"Nak, kau kenapa ?" tanya nyonya Diana heran.
"Jangan pernah menyentuh barang-barangku !" seru Ajay.
"Ta...tapi nak...!"
"Pergi kalian dari sini ! Pergi...!!" kembali Ajay berteriak.
Tangannya terulur berusaha menggapai foto Kyara.
BRAKK....!
Karena berusaha untuk berdiri, akhirnya Ajay terjatuh dari kursi rodanya.
"Kya.... Kya...., maafkan aku....! Maafkan aku...! Aku bodoh...., aku benar-benar bodoh...! Aku mohon kembalilah, aku mencintaimu Kya..., aku sangat mencintaimu...., aku benar-benar menyesal...hu...hu...hu..." tangis Ajay.
__ADS_1
Tuan Ali tampak tertegun melihat keterpurukan dan penyesalan putranya. Nyonya Diana sangat terpukul melihat kondisi putra kesayangannya. Karena tak kuasa menahan rasa sesak di dadanya, akhirnya nyonya Diana berlari ke rumahnya.
"Bangunlah kak ! Bima bantu !" ujar Bima.
Tuan Ali dan Bima menggotong Ajay kemudian membaringkannya di atas ranjang.
"Sial...! Aku memang tidak berguna ! Kenapa aku tidak mati saja dalam kecelakaan itu !"
"Kau ...!" bentak Bima geram. "Kau mau tahu, kenapa Tuhan masih menolongmu dalam kecelakaan itu ? Karena Tuhan mau kau bertobat dan menyesali perbuatanmu !"
Ajay diam. Kembali air matanya mulai membasahi pipinya.
"Tolong carikan Kyara, pih ! Ajay ingin meminta maaf padanya !" pinta Ajay lirih.
Tuan Ali mengangguk. "Akan papih carikan ! Sekarang, istirahatlah !"
Ajay mengangguk. Bima mulai membenahi bantalnya supaya Ajay merasa nyaman. Setelah itu dia menyelimuti kakaknya. Setelah Ajay mulai terlelap, Bima dan tuan Ali pun keluar dan meninggalkan Ajay untuk beristirahat.
"Kemana kita harus mencari kak Kyara, pih ?" tanya Bima ragu.
"Entahlah, papih sendiri tidak tahu ! Sudah, kamu istirahatlah, nanti kita pikirkan caranya !" jawab tuan Ali.
***
"Dengar Kya, satu-satunya cara agar kau bisa melakukan kewajibanmu adalah dengan membuang semua pikiran negatifmu !"
Hari ini Kyara pergi ke tempat prakteknya dr Nita, teman semasa kuliahnya. Nita adalah seorang psikiater yang dalam menangani pasiennya, dia menggunakan metode hypnotheraphy.
Sejak Kyara memutuskan untuk bertahan dalam pernikahannya, dia mulai rutin mengunjungi Nita untuk menjalani terapi.
"Aku tidak bisa Nit...! Aku tidak bisa ! Setiap kali kakang menyentuhku, aku merasa aku tidak pantas untuknya ! Aku kotor Nit...!"
"Baiklah Kya, tidak ada gunanya kau minta pendapatku jika kau selalu menolak untuk menerima nasihatku. Satu-satunya cara, kau benar-benar harus melakukan hypnotheraphy !"
"Tidak ! Aku tidak mau ! Aku masih cukup waras ya Nit !" tolak Kyara.
"Hei ! Apa kau pikir, terapi ini hanya untuk orang gila ? Jika kau memang masih waras, kenapa sampai sekarang kau masih tidak bisa melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri ? Kenapa, heh ?" teriak Nita yang sudah merasa geram karena sikap sahabatnya yang keras kepala.
"Karena aku kotor Nit, aku kotor !"
"Itulah masalahmu ! Kau selalu menganggap dirimu kotor hingga tak pernah pantas untuk disentuh. Padahal itu hanya angggapanmu saja ! Ang...gap...panmu...!" ujar Nita penuh penekanan. "Belum tentu anggapan suamimu sama denganmu. Sekarang tidurlah ! Buat dirimu merasa nyaman ! Aku akan membuatmu mengubur angggapanmu itu !"
"Tapi, Nit !"
"TIDUR DAN JANGAN MEMBANTAH...!!!"
Bersambung...
Mohon maaf, othor telat up...., ketiduran...🤭🤭
Semoga masih suka ceritanya yaaa...
Bantu like vote n komennya gaiss...
__ADS_1