Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
I Got You...!!


__ADS_3

Laki-laki itu.....!


"Uuhhh....so sweet....!" ujar Mita. "Eh, cowok lo, romantis banget, Ndin. Iya, kan La...?"


"Ho-oh...!" jawab Laura singkat.


"Lo beruntung banget, Ndin. Udah ganteng, keren, tajir lagi...! sampai mau liburan aja, dibikinin pesta !" cerocos Mita.


"Siapa dulu dong...! Andin, gitu...!" jawab Andin membanggakan diri sendiri.


Cecilia mundur beberapa langkah, dia benar-benar terkejut mendengar percakapan Andin dan kedua sahabatnya.


Jadi..., laki-laki itu...! Dia.... dia... kekasihnya Andin...?


"Permisi, mbak...! Minumannya...?" tawar seorang pramusaji.


Cecilia berusaha untuk tetap tenang, dia pun mengambil segelas wine yang ditawarkan pramusaji itu.


Perlahan namun pasti, Cecilia mulai menjauhi Andin dan kawan-kawannya. Terlebih lagi saat dia melihat laki-laki yang dia akui sebagai jodohnya, mulai mendekati Andin dan bercengkrama bersama kedua sahabat Andin.


Cecilia terus mengawasi Ajay. Semua gerak gerik Ajay tak pernah luput dari pandangannya. Hatinya terbakar api cemburu saat dia melihat Ajay memeluk Andin.


Tidak...! Bukan dia...! Bukan Andin...! Harusnya hanya aku yang berada dalam pelukannya...! batin Cecilia.


Wajah Cecilia merah padam saat dia melihat Ajay mencium Andin. Dia kemudian menenggak semua minumannya.


"Ish...!!"


Cecilia mendesis, merasakan lidahnya yang terbakar akibat minuman tersebut. Dia kemudian pergi ke meja jamuan untuk mengambil air mineral.


"Permisi...! Boleh saya minta air mineralnya ?" tanya Cecilia kepada salah seorang pelayan yang ada di sana.


"Maaf, nona..! Di sini hanya ada minuman keras saja." jawab sang pelayan. "Tapi, kalau nona mau, saya bisa ambilkan kok, di dapur...!" tawar sang pelayan.


"Oh, boleh..., kalau tidak keberatan..."


Belum selesai Cecilia bicara, tiba-tiba teman sang pelayan memanggilnya.


"Yan...! Tolong ambilkan makanan lagi, di meja sebelah kiri, makanannya sudah habis. Cepat ya...! Bisa ngamuk tuan Ajay jika tamunya pada komplain..!"


"Maaf, nona...! Saya kerja dulu..!" ujar sang pelayan merasa menyesal karena tidak bisa membantu tamu tuannya.


"Tidak apa-apa, tolong tunjukkan saja dapurnya ! Biar nanti saya ambil sendiri..!" pinta Cecilia.


"Dari sini, nona jalan lurus saja, terus belok kiri. Dari pintu luar, terlihat kok dapurnya, nona..!" jawab sang pelayan.


"Baiklah...! Terima kasih, ya...!" jawab Cecilia.


"Sama-sama ! Permisi, nona..!"


Cecilia mengangguk. Setelah pelayan itu pergi, dia pun pergi ke dapur untuk mengambil air putih. Dia berjalan sesuai dengan petunjuk sang pelayan. Tiba di pintu, dia tampak tertegun melihat keadaan di dalam rumah.

__ADS_1


Waaah..., rumah yang sangat indah...! Beruntung sekali Andin memiliki pria seperti Ajay...gumam Cecilia dalam hati.


Setelah beberapa detik mengagumi keindahan interior ruangan dalam, Cecilia pun pergi ke dapur untuk mengambil air putih. Tiba di sana, dia segera menuangkan air putih ke dalam gelas, kemudian langsung meminumnya untuk menghilangkan rasa terbakar di lidahnya.


Saat hendak keluar, tanpa sengaja telinganya mendengar suara orang yang sedang tertawa renyah. Cecilia mengintip dari balik tembok dapur yang menghadap ke ruang tengah. Di sana tampak Andin dan pria itu tengah berlari kecil bergandengan melewati tangga. Netranya tak pernah lepas mengikuti bayangan dua insan tersebut, hingga menghilang di balik pintu kamar.


Cecilia merasa penasaran, dengan mengendap-endap dia pun melangkahkan kakinya menuju kamar yang tadi Andin masuki.


"Aahhh....., isshhh...saaayaaanggg...aahh..., pelan-pelan sayang...aaahhh...."


Suara seorang wanita terdengar dari dalam kamar. Dan yang pasti, itu suara Andin.


Cecilia terhenyak. Tangan kirinya menutup mulutnya. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Mungkinkah mereka sedang.....?? Tidak...tidak...! Cecilia menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dengan langkah tergesa-gesa, dia segera menuruni tangga. Dadanya bergemuruh menahan amarah dan rasa sakit di hatinya.


Cecilia segera mencari kamar mandi. Bening air mata sudah tidak mampu dibendungnya lagi.


Ish...! Di mana kamar mandinya...?? gerutu Cecilia dalam hati. Aah...itu dia. !


Brakk...!


Cecilia membuka pintu kamar mandi dengan kasar. Sejenak dia memandang dirinya di cermin. Apa kurangnya aku...? Kenapa setiap yang aku inginkan, selalu Andin yang mendapatkannya...? Dari kecil, dia selalu menyukai apa yang aku sukai.... Mainan, pakaian dan bahkan pria..., dia selalu menyukai pria yang aku sukai..! Dan dia selalu lebih beruntung karena bisa mendapatkannya...!


Cecilia membuka kran wastafel dan membiarkan air mengalir dengan derasnya.


"Aarrgghh....!" teriaknya sambil melemparkan gelas yang sedari dipegangnya.


"Tidak...! Kali ini aku tidak boleh mengalah...! Sudah cukup dia mengambil semua yang aku inginkan...!" teriak Cecilia.


"Aku tidak mau menyakitimu, tapi aku juga menyukai bonekaku ini. Aku baru saja mendapatkan boneka ini dari papaku, jadi aku masih sangat menyukainya." ujar Cecilia kecil mencoba memberikan pengertian kepada Andin


Tapi rupanya Andin tidak mau memahami apa yang Cecilia ucapkan. "Pokoknya aku mau boneka itu...! Mama....!! Aku mau boneka Cecil, tapi Cecil jahat..! Dia tidak mau meminjamkan boneka itu..!"


"CECILIA...!! bentak ibunya. "Dasar anak nakal ! Ibu tidak pernah mengajarimu untuk bersikap pelit seperti itu..! Apa salahnya kamu pinjamkan pada Andin sebentar..!" teriak ibunya.


"Tapi Andin bilang, dia menginginkan boneka ini, bu..! bukan meminjam..!" Cecilia mencoba membela diri.


"Bohong tante ! Andin nggak bilang begitu, Andin hanya mau pinjam, bukan minta." rengek Andin kecil.


Plakk...!


Ibu Cecilia menamparnya. "Sudah pandai kamu berbohong ya..? Cepat berikan boneka itu ! Dan kamu, masuk kamar..!!" perintah ibunya Cecilia.


Cecilia kecil pun memberikan bonekanya kepada Andin. Senyum sinis tergambar di wajahnya Andin. Sejak saat itu, Cecilia membenci Andin karena telah berhasil merebut boneka dan kasih sayang ibunya.


Tidak...!!


Cecilia memukul wastafel. "Kali ini, tidak akan kubiarkan kau merebut apa yang seharusnya menjadi milikku...!" gumam Cecilia sambil mengepalkan tangannya.


Setelah dirasa cukup tenang. Cecilia membasuh mukanya, dia pun keluar dari kamar mandi dan kembali bergabung ke pesta.

__ADS_1


Tiba di tempat pesta. Cecilia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Andin ataupun Ajay. Cukup lama dia berjalan berkeliling mencari kedua orang itu. Sial...! Apa mereka belum turun...! Apa mereka masih bersenang-senang di kamar terkutuk itu..! rutuk Cecilia dalam hati.


Saat dia membalikkan badannya, tiba-tiba dia menangkap bayangan Ajay sedang berdiri di tepi kolam sendirian. Cecilia memutar arah. Perlahan dia mulai mendekati Ajay yang tampak sedang melamun seraya memegang segelas wine.


"I got you...!!"


Bisik Cecilia lembut di telinganya Ajay.


Ajay menoleh, "Kau...!" serunya, kaget.


Cecilia tersenyum manis. "Apa kabar tuan...?" tanya Cecilia dengan sorot matanya yang tajam.


"A...aku..."


"Cecil...! Ah..., di sana kau rupanya...!" teriak Andin dari kejauhan.


Cecilia terkejut mendengar suara Andin memanggilnya. Dia pun segera menjauhi Ajay.


Andin berlari kecil mendekat ke arahnya. "Kamu kemana saja, aku dari tadi mencarimu...!" tanya Andin.


"Aku..."


"Aaah..., sudahlah ! Tidak penting ! Oh iya, bukannya kamu ingin berkenalan dengan pacarku..?" tanya Andin. "Sayang..., kemarilah...!" panggilnya kepada Ajay yang masih berdiri terkesima karena melihat Cecilia berada di pestanya.


Andin menghampiri Ajay. "Sayang..., hei..!" ujarnya membuyarkan lamunan Bagas.


"Eh, iya...! Kenapa..?" tanya Ajay berusaha menutupi keterkejutannya.


"Ayo...!" Andin menarik tangan Ajay. "Kenalkan, dia Cecilia, sahabatku sedari kecil. Nah Cecil, ini cowok gue, namanya Ajay...!"


"Hai...! Perkenalkan, nama saya Cecilia. Senang bertemu anda...!" ujar Cecilia seolah ini baru pertama kalinya mereka bertemu.


Ajay terkesiap dengan sikap Cecilia yang seolah-olah tidak pernah mengenalnya. "A... Ajay...!" ujarnya seraya menerima uluran tangan Cecilia.


Mereka pun berjabat tangan.


"Eh, sebentar ya..! Aku ke kamar mandi dulu...! Titip cowokku ya, Li...!" teriak Andin seraya berlari pergi.


"Tidak usah khawatir..! Aku akan menjaganya..!" Cecilia pun berteriak menjawab ucapan Andin.


Aku akan selalu menjaganya hingga kau pun tak akan bisa merebutnya kembali...! batin Cecilia.


"Sudah kukatakan tuan...! Aku pasti bisa menemukanmu kembali...! Bukankah tuan suka bermain rahasia ? Jadi akan kupastikan, ini rahasia kita, tuan ! Rahasia antara kau dan aku...!" ucap Cecilia seraya berlalu pergi dari hadapan Ajay


Tinggal Ajay yang termenung seorang diri. Sungguh, akalnya belum mampu mencerna apa yang baru saja diucapkan oleh gadis yang dianggapnya misterius itu.


Aahh...., mungkin gue kebanyakan minum, sampai berhalusinasi seperti ini....!! batin Ajay.


Bersambung....


Semoga selalu dilimpahkan keberkahan di bulan Ramadhan ini...

__ADS_1


Saling berbagi, tak ada salahnya ya...


Jangan lupa untuk selalu support karya ini dengan cara like vote n komen...🙏🙏🤗


__ADS_2