
Kyara kembali meraih lembaran kertas selanjutnya.
Dear Diary....
Pagi ini benar-benar melelahkan. Tiba di rumah, aku pun memutuskan untuk beristirahat di rumah baruku. Aku benar-benar muak dan tidak pernah ingin bertemu Kyara.
*I**ni pertama kalinya aku melihat rumah pemberian eyang. Tidak buruk, aku menyukai tata letak perabotannya. Karena merasa lapar, aku pun memesan online food*.
*T**ak lama kemudian, pesananku datang. Aku pun mulai menikmati makananku. Tiba-tiba saja aku melihat gadis itu datang dari arah pintu samping rumah yang terhubung langsung ke kolam renang*.
Dengan cerianya, dia mulai berfoto selfi di pinggir kolam renang. Aku melihat dia tersenyum, ah senyuman yang masih sangat manis. Keceriaan dan kepolosannya, tergambar jelas di raut wajahnya. Aku sangat merindukannya, namun sekali lagi, egoku mendominasi seluruh hatiku. Aku hanya bisa kembali merindu dan mengaguminya dalam diam.
*N**amun, saat aku hendak melanjutkan makanku. Aku mendengar sesuatu tercebur kolam. Aku kembali menengok ke belakang, dan kulihat Kyara telah berada di dalam kolam. Aku pun segera turun ke bawah untuk menolongnya, karena aku tahu, dia tidak bisa berenang*.
*T**iba di sana, aku segera menceburkan diri untuk menolong Kyara. Aku berhasil membawanya ke tepi kolam. Kami duduk sejenak, dan tanpa sengaja, aku membentaknya karena merasa kesal dengan kecerobohannya*.
Namun dia malah balik menatap tajam ke arahku. Ah bibir itu..., bibir mungil yang seolah menjadi canduku, sedang bergetar menahan rasa dingin di sekujur tubuhnya. Aku benar-benar tak kuasa menahan hasratku.
*A**khirnya, kucium bibir itu. Namun sebelum aku berhasil mencium dan mengulumnya, tiba-tiba saja dia menamparku. Semua itu membuatku geram*.
*A**ku gelap mata, aku tarik tangannya hingga tubuhnya berbalik dan berhadapan denganku. Lekukan tubuh yang terbalut pakaian basah, membuat birahiku memuncak. Aku ingin kembali memilikinya. Merasakan getaran dan kehangatan tubuhnya. Mencium aroma rambutnya yang tak pernah hilang dari ingatanku*.
Sentuhan kelembutan dengan tatapan penuh cinta ketika kami melakukan penyatuan, kembali menyeruak dalam ingatanku. Aku merindukannya, rindu aroma tubuhnya, desahan napasnya, kehangatan sentuhannya, lembut bibirnya....
Aaahhh...., aku benar-benar ingin mengulang kembali semuanya.
*T**api ternyata, tidak semudah yang kukira. Kyara yang memiliki tatapan lembut, kini telah berubah. Matanya merah penuh kebencian saat aku memaksakan kehendakku menciumnya*.
Aku marah dengan penolakannya. Tanpa sengaja aku meraih pakaiannya, hingga membuat pakaian tersebut koyak di bagian dadanya. Salah satu bukit kembarnya tersembul dibalik pelindungnya. Ah gundukan bukit putih nan kenyal..., aku benar-benar gila melihatnya. Dan tanpa sadar, aku pun mulai memaksakan kehendakku.
*T**angang kananku kugunakan untuk memegang kedua tangannya, sedangkan tangan kiriku bergerilya di gundukan bukit kembar itu. Kegilaanku telah melewati ambang batas. Aku menciumnya, ********** dengan kasar. Meskipun Kyara berteriak, tapi aku tetap memaksanya. Dia tunanganku, dia milikku, dan dia wanitaku..., aku berhak melakukan apa pun yang kusuka kepadanya*.
*T**api tiba-tiba saja si brengsek Bagas melayangkan bogem mentah kepadaku. Aku pun terhuyung. Aku marah dan meminta dia mengembalikan wanitaku. Tapi dia malah mengancam akan mengadukan perbuatanku ke eyang. Dan yang lebih mengejutkan. Dia ternyata mengetahui perbuatanku di masa lalu. Perbuatan yang mengakibatkan Kyara kehilangan janinnya. Aku benar-benar shock dan takut. Entahlah, aku tidak bisa berpikir jernih lagi. Aku pun pulang untuk mengambil motor dan pergi tanpa arah untuk menenangkan pikiranku*.
__ADS_1
*A**ku lajukan motorku dengan kecepatan di atas rata-rata. Hingga kulihat seorang gadis menyeberang, dan aku pun membanting setang sampai terjatuh*.
Saat kepalaku terasa berat, samar-samar kulihat wajah Kyara di depanku tampak cemas. Setelah itu, aku pun tak mampu mengingat apa-apa lagi.
*M**enjelang sore, aku pun tersadar. Gadis itu tersenyum di hadapanku. Dia bertanya tentang keadaanku. Namun, sejenak aku hanya bisa diam. Gadis itu cantik, sepintas sifat cerianya mengingatkanku kepada Kyara. Namun keberaniannya dalam berbicara, itu mengingatkanku kepada sosok Andin*.
Kyara tampak berpikir, siapa gerangan gadis lain yang ditemui Ajay saat itu ? Karena rasa penasarannya, segera dia membaca lembar berikutnya.
Dear Diary....
*T**adi malam aku mengadakan pesta perpisahan untuk Andin. Dia hendak menghabiskan waktu liburnya di L.A, karena itu aku berinisiatif untuk membuatkannya pesta, agar dia selalu mengingatku. Tapi apa kau tahu ? Aku benar-benar terkejut, karena di pestaku itu, aku kembali bertemu dengan gadis itu*.
Awalnya aku tidak mengerti, kenapa dia bisa sampai berada di pestaku. Namun saat Andin datang menghampiri kami dan mengenalkannya sebagai sahabatnya sedari kecil, aku pun menyadari jika dia datang ke pestaku bersama Andin.
Yang paling mengejutkan, saat Andin mengenalkan kami, dia menjabat tanganku seperti orang yang belum pernah bertemu denganku. Aneh..., sangat aneh....
Kyara menghela napasnya.
Apa ada gadis baru dalam kehidupan Ajay ?
Dear Diary...
Semenjak kepergian Andin, semakin hari aku semakin akrab dengan gadis itu. Dia gadis yang cukup menyenangkan, supel dan pandai bergaul. Dia pekerja keras, sama seperti Kyara. Ah aku jadi teringat Kyara, aku merindukannya. Tapi pertemuan terakhir kami, membuatku merasa malu untuk menemuinya. Terlebih lagi saat aku melihat Bagas memapahnya waktu itu. Aku tidak suka, aku membencinya. Mungkin rasa cintaku telah hilang untuknya, namun aku juga tidak rela laki-laki lain menyentuhnya...aaargghhh...
Sore itu aku mengajaknya kencan, dan dia pun menyetujuinya. Saat aku menjemputnya, aku sedikit terpana melihat penampilannya. Persis Kyara saat kami masih sekolah dulu. Ah aku semakin merindukan Kyara. Mungkin rasa nyaman yang kudapat darinya, karena dia memiliki wajah dan kelembutan seperti Kyara. Bersamanya, aku merasa dibutuhkan. Namun tawa dan tatapan matanya berbeda, seperti ada maksud tersembunyi di balik semua itu.
Kyara meletakkan lembaran kertas yang ternyata catatan harian Ajay. Dia benar-benar tidak menyangka, jika lelaki yang sangat dicintainya, ternyata begitu mudah sekali terpesona oleh paras seorang wanita.
Ternyata aku telah salah melabuhkan hatiku. Bagaimana sekarang, apa aku harus melepaskannya ? Apa aku sanggup membina rumah tangga dengan lelaki yang mudah tergoda oleh kecantikan wanita lain ?
Kyara hendak membereskan kertas-kertas itu. Namun, tiba-tiba saja netranya menangkap selembar kertas yang terlipat rapi. Dia pun segera membukanya.
Dear Diary...
__ADS_1
Malam kemarin adalah malam kesalahan tak berujung.
Malam itu, hujan turun deras sekali. Samar-samar aku mendengar bel pintu rumahku berbunyi. Aku pun pergi ke depan untuk melihat siapa yang bertamu di malam hujan deras begini.
Tiba di depan, aku benar-benar terkejut mendapati gadis itu berdiri di bawah guyuran hujan. Aku pun segera membuka pintu gerbang dan memayunginya, mempersilakan dia masuk.
Keadaan dia benar-benar memprihatinkan. Tubuhnya menggigil kedinginan. Aku pun menyuruhnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Aku memberikan pakaian Kyara untuk mengganti pakaiannya yang basah kuyup.
Selagi dia di kamar mandi, aku membuatkannya teh jahe untuk menghangatkan tubuhnya. Tak lama kemudian, dia datang. Aku mempersilakan dia duduk dan memberikan teh jahe tersebut.
Setelah kulihat agak tenang, aku pun bertanya tentang maksud dan tujuannya datang kemari di saat hujan deras begini. Namun di luar dugaan, ternyata dia malah menangis pilu. Kemudian dia bilang jika dia lari dari apartemennya untuk menghindari para bodyguard papanya yang hendak membawanya pulang.
Dia pun bercerita jika papanya hendak menjodohkan dia dengan rekan bisnisnya sebagai bagian dari kesepakatan bisnis. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Tapi aku pun tidak bisa menolaknya saat dia memintaku untuk mengizinkannya menginap malam itu.
Setelah mengobrol banyak, rasa kantuk pun menyerangku, dan aku memutuskan untuk tidur. Begitu pun dengannya. Aku mengantarkannya hingga ke kamarnya. Tidak kuduga, saat aku mulai terbawa ke alam mimpi, aku melihat Kyara menghampiriku dengan senyumannya yang sangat manis.
Aku merasa senang melihat Kyara di depan mataku. Dia duduk di sampingku. Jemarinya yang lentik mulai membuka kancing piyamaku satu persatu. Bibirnya yang lembut mulai menyentuh dan mengecup dadaku. Hawa panas dari mulutnya mulai terasa di kulit dadaku.
Bibir itu menyusuri dada, leher, hingga berhenti di bibirku. Aku mulai merasakan jika bibirku terhisap, aku pun mengerjapkan mataku. Sesaat setelah aku sadar, aku pun mendapati gadis itu sedang menciumku.
Aku berusaha menghindar, namun pagutannya semakin dalam. Saat aku ingin mendorong tubuhnya, tanpa sengaja aku menyentuh salah satu bukit kembarnya. Pikiranku kembali dipenuhi oleh bayangan indah bukit Kyara. Dan pada akhirnya, aku pun luluh oleh permainannya.
Sepanjang aku menjamahnya, hanya Kyara yang terbayang dalam benakku. Dialah yang menjadi fantasiku saat itu. Aku benar-benar merasakan sebuah malam kesempurnaan yang pernah ku lalui bersama Kyara. Entah berapa lama kami bercinta. Hingga kami benar-benar merasa kelelahan dan tertidur.
Di pagi hari, saat mataku mengerjap karena silaunya sinar matahari, aku terkejut melihat gadis itu tidur dalam pelukanku tanpa busana. Aku pun mengingat kejadian semalam. Saat itu aku merasakan sebuah penyesalan, karena aku kembali melakukan sebuah kesalahan. Ya..., aku kembali mengkhianati Kyara...
Kyara meremas kertas itu. Air matanya sudah tak mampu ia bendung. Dia pun mulai menangis. Hatinya sakit, mengingat setiap harinya dia berdo'a untuk cinta, keselamatan dan kesuksesan laki-laki ini. Namun sikapnya berbanding terbalik dengan apa yang dia harapkan.
"Bodoh....! A...aku benar-benar bodoh...! Se... selama ini hanya aku yang menjaga kesucian ikatan ini..., sementara di... dia...hiks... dia.. hanya bersenang-senang.... Bodoh...! Hu...hu...hu...!
Kyara menangis sejadi-jadinya. Melepaskan rasa sesak yang hampir setahun membelenggunya. Puas menangis, dia pun tertidur karena kelelahan.
Bersambung....
__ADS_1
Terima kasih untuk yang masih setia membaca karya ini. Tanpamu, karya ini tak pernah berarti apa pun.
Jangan lupa untuk like vote n komennya 🙏🤗