Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Titik Terang


__ADS_3

Assalamualaikum readers....


Lanjut yaaa...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Sepeninggal Sisil, Bagas membereskan bekas makanan yang dimakan Sisil tadi. Setelah itu, dia menelpon asistennya.


"Hallo...! Wan..., tolong antarkan sarung, peci, sejadah sama beberapa stel pakaian bersih ke rumah sakit Insan Medika !" ( Bagas )


"Abang sakit ?" ( Wawan )


"Tidak, bukan abang yang sakit, tapi teman abang. Cepat ya, Wan...!" ( Bagas )


"Siap...! Berangkat, bang...!!" ( Wawan )


Bagas tersenyum. Tingkah laku dan perkataan Wawan, selalu membuat hati Bagas terasa hangat.


Ya...! Wawan...! Seorang anak jalanan. Pertemuan tak sengaja Bagas dengan Wawan, terjadi pada saat Wawan sedang dipukuli warga karena ketahuan mencuri nasi bungkus di sebuah warteg. Saat itu, seorang ibu paruh baya sedang membeli beberapa bungkus nasi, saat dia hendak membayar, tiba-tiba Wawan merampas bungkusan tersebut. Ibu paruh baya itu berteriak, akhirnya Wawan tertangkap dan dipukuli warga. Bagas melihat kejadian itu, kemudian melerainya.


Awalnya, warga sangat marah dan ingin menyerahkan Wawan ke kantor polisi, namun Bagas mencegahnya. Dia menjadikan dirinya sebagai jaminan untuk membebaskan Wawan. Warga pun menurut, karena mereka juga merasa iba mendengar alasan Wawan mencuri. Saat itu, Wawan merasa lapar dan tak punya uang untuk membeli makanan. Akhirnya, dia nekad mencuri nasi bungkus itu.


Bagas merasa iba dengan bocah kecil yang berusia sekitar 15 tahunan itu. Akhirnya Bagas membawa Wawan ke bengkelnya, dan mengajarinya tentang dunia perbengkelan. Sekarang, sudah hampir dua tahun Wawan tinggal bersama Bagas dan menjadi asisten pribadi Bagas di bengkel.


"Tok... tok...tok...! Assalamualaikum...!" seorang anak laki-laki mengucapkan salam, membuat lamunan Bagas buyar seketika.


"Waalaikumsalam...." Bagas berjalan untuk membukakan pintu, "Kamu, Wan...! Kok cepat...!"


"Jalanan lengang, bang ! Jadi, Wawan ngebut...he...he..., biar abang nggak terlalu lama nungguin...!" jawab Wawan.


"Kamu itu...! Kalau pakai motor jangan ngebut ! Ingat...! Nyawa tuh cuma satu, dan itu..., kaki sama tangan, nggak ada di toko !!" tegur Bagas.


"Ish...abang ini..., horor banget...! Kesannya, kayak nyumpahin Wawan celaka aja..." ujar Wawan, cemberut. "Ngomong-ngomong, siapa yang sakit, bang..?" Wawan celingukan, mencoba mencari celah untuk melihat orang yang terbaring di atas ranjang.


Ya..! postur tubuh Wawan yang kecil membuat dia kesulitan untuk melihat Kyara, karena terhalang oleh postur tubuh Bagas yang tinggi.


"Cewek bang...!! Pacarnya abang, ya...?" Wawan sedikit berteriak kaget saat sepintas dia melihat rambut yang tergerai panjang di atas bantal.


"Huss..!! Anak kecil dilarang kepo ! Mana pesanan abang ?" Bagas mencoba mengalihkan perhatian Wawan.

__ADS_1


"Ups...! Lupa..! Ini bang...!" Wawan menyerahkan paper bag ke Bagas. "Boleh lihat sebentar nggak, bang ?" Wawan masih penasaran.


"Nggak !!" jawab Bagas, tegas.


"Ish, abang...., tega amat ! Wawan kan cuma mau do'ain, biar cepat sembuh...!"


"Do'anya di sini saja !"


"Huh...! Abang tega sama adenya sendiri...hiks...hiks.., kan Wawan jadi sedih...huaaa...." Wawan pun mulai berdrama ria.


"Sudah... sudah...! Masuk...!" perintah Bagas.


"Oke, bang...!" Wawan kegirangan dan berjalan mendekati Kyara. "Subhanallah...! Bang, cantik banget..! Kayak bidadari ya, bang...!" seru Wawan.


"Emang kamu pernah lihat bidadari ?" tanya Bagas.


"He...he..., belum bang..." jawab Wawan, cengengesan.


Bagas pun tergelak. Ya...! Sikap Wawan memang selalu konyol.


"Sudah, sekarang kamu pulang ! Awas ! Kunci pintu yang rapat ya, malam ini abang nggak pulang." ujar Bagas.


"Wan...! Jaga bengkel dengan baik ya...!" pinta Bagas. "Mungkin, beberapa hari ke depan, abang nggak bisa ke bengkel." lanjutnya.


"Siap boss !! Wawan pasti akan menjaganya dengan segenap jiwa raga Wawan...!" jawabnya sambil memberi hormat, kayak lagi upacara bendera aja..🀭


Bagas tersenyum, "Iya, abang percaya kamu !"


"Aah...abang..., Wawan jadi pengen meluk...!" Wawan kembali ke arah Bagas untuk memeluknya.


"No ! Sudah, sana pergi !" usir Bagas yang merasa geli dengan sikap Wawan.


"He...he...he..., oke bang..! Wawan pamit ya, assalamualaikum...!"


"Waalaikumsalam."


Bagas melihat jam yang melingkar di tangannya. Hampir jam 10 malam, sebaiknya aku solat isya dulu. Bagas membuka paper bag yang tadi di bawa Wawan, dia mengambil pakaian tidurnya, kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Lima belas menit kemudian, Bagas keluar dari kamar mandi. Aku tidak mungkin membiarkan dia sendirian, lebih baik aku solat di sini saja... batinnya. Bagas pun menggelar sejadahnya, lalu solat. Ya Rabb, aku memang tidak mengenalnya. Tetapi aku mohon, berilah dia kebahagiaan, dan angkatlah semua deritanya... pinta Bagas dalam do'anya.

__ADS_1


Selesai solat, Bagas melipat kembali sejadah dan sarungnya. Dia menyimpan semua peralatan solatnya di dalam lemari kecil yang ada di ruangan itu.


Bagas melihat Kyara sejenak, tampak masih tertidur nyenyak. Wajahnya yang opal, kulitnya yang putih, alisnya yang tebal, bulu matanya yang lentik, bibirnya yang tipis, ditambah rambutnya yang tampak kecoklatan, membuat dia sangat sempurna sebagai seorang wanita. Entah kenapa lo tega sia-siakan gadis ini, Jay...? Apa dia tidak cukup sempurna buat lo ?! Aah... gue bener-bener nggak nyangka, lo bisa sebejad itu, Jay...!


Bagas mengepalkan tangannya kala mengingat kelakuan Ajay. Masih teringat jelas, pertemuan pertama Bagas dengan gadis itu. Gadis yang hancur perasaannya saat melihat kekasihnya menduakannya. Awalnya, Bagas tak peduli. Tapi, ketidakpeduliannya sirna, saat dia melihat gadis itu terbaring lemah tak berdaya.


"Ja...ngan...jangan pergi...! Kembali nak...! Jangan...!" suara lirih Kyara, membuyarkan lamunan Bagas.


"Kamu sadar...?" tanya Bagas.


Hening...! Bagas melihat ke arah Kyara, masih tidur..., ah, rupanya dia cuma mengigau. Ya Tuhan..., mungkin bebannya terlalu berat, sampai dia mengigau seperti itu... batin Bagas.


Lama Bagas memperhatikan Kyara. Berharap Kyara akan membuka matanya. Namun sia-sia. Bagas berbalik, hendak kembali merebahkan tubuhnya di sofa. Namun...


"Ku mohon...., jangan bunuh dia ! Jangan lenyapkan dia ! Tidak...., aku tidak mau...! Jangan paksa..., aku tidak mau...! Anakku...! Jangan anakku...!" Kyara kembali mengigau. Kali ini, raut wajahnya tampak ketakutan. Wajahnya terlihat pucat. Bulir keringat mulai membasahi keningnya.


Ya Tuhan...! Ada apa ini...? Bagas menghampiri Kyara, "Nona... nona...! Bangunlah...!" Bagas mengguncang pelan bahu Kyara. Namun Kyara masih tetap tak mau membuka matanya.


Tangan Kyara mulai bergerak ke atas, entah menggapai apa. "Tidak...! Jangan paksa aku...! Aku tidak mau ! Jangan !" tangannya terus bergerak, lalu Kyara menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tampak dia menggeleng-gelengkan kepalanya, tapi matanya masih tetap terpejam. Hanya mulutnya saja yang terus meracau.


Raut wajah Kyara terlihat semakin ketakutan. Entah apa yang dia mimpikan, tapi sangat jelas terlihat, jika saat ini dia sedang ketakutan.


"Tidak...! Aaahhh...!" Kyara tiba-tiba menjerit, detik berikutnya dia diam tak bergeming, tangannya terkulai lemas.


Bagas terkejut, dan segera memeriksa denyut nadi Kyara. "Masih hidup..." gumamnya, Bagas pun menghela napas, lega.


Bagas menggenggam tangan Kyara. Masih tampak jelas di matanya tentang raut wajah Kyara yang ketakutan. Jangan bunuh dia ! Jangan lenyapkan dia ! Jangan paksa aku ! Jangan anakku ! Apa maksud semua ini...? Kenapa dia sangat ketakutan...? Sebenarnya apa yang dia mimpikan...? Apa ada seseorang yang berusaha untuk melenyapkan anak Kyara ? Apa itu artinya, ada orang yang memaksa Kyara untuk menggugurkan janinnya...? Apa ada orang lain dibalik semua kejadian yang menimpa Kyara...? Tapi, siapa...?


Sepertinya, Bagas mulai menemukan titik terang mengenai kejadian yang menimpa Kyara. Ya ! Bagas yakin, Kyara tidak dengan sengaja menggugurkan janinnya, tapi ada sesuatu yang membuat dia kehilangan janinnya....


Bersambung...


Aah...pegelnya tangan author... hehe...


Semoga bisa menghibur readers semua yaaa


Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak jempolnya..


Like, vote n komennya author tunggu ya...

__ADS_1


Makasih...πŸ™πŸ™


__ADS_2