Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Harus Berhasil...!


__ADS_3

Assalamualaikum readers....


Kembali lagi ya, author up episode terbarunya...


Semoga bisa menemani hari libur kalian...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah keluar dari rumah dokter Risa, Andin menghampiri mobil sport yang berwarna putih, yang terparkir tak jauh dari rumah dokter Risa. Andin membuka pintu mobil tersebut, tampak Ajay sedang duduk menunggunya di belakang setir.


"Gimana...?" tanya Ajay.


"Beres...!" jawab Andin. "Kita cabut dulu dari sini ya..!" ajak Andin.


"Oke...!" Ajay melajukan mobilnya menuju sebuah coffee shop di pusat kota.


Sesampainya di sana, Ajay dan Andin memesan dua cangkir coffee late kepada pelayan. Kemudian mereka berjalan beriringan menuju private room.


"Gimana...?" Ajay kembali bertanya.


"Nih...!" Andin menyerahkan beberapa botol ramuan yang berhasil ia ambil dari labnya dokter Risa.


"Apa ini obatnya...?" tanya Ajay


"Entahlah....Risa tak memberikan obat itu." jawab Andin.


"Lalu, ini...?" tanya Ajay menunjuk botol-botol kecil tersebut.


"Ini hasil penemuan Risa dan teman-temannya. Ya... kayak jamu-jamu gitu...!"


"Jamu...?!!"


"Dengar ya, gue nggak tahu detail pemakaiannya. Yang gue tahu, ramuan itu Risa berikan kepada pasiennya untuk melancarkan siklus haidnya. Risa juga bilang, ramuan itu tidak boleh diberikan kepada orang yang sedang hamil. Jadi...gue pikir, jika mantan pacar lo itu minum ramuan ini, maka dia akan mengalami sesuatu. Syukur-syukur.. keguguran.."jawab Andin panjang kali lebar.


"Jadi maksud lo, ini bukan obat penggugur kandungan ?"


"Ish.. Jay..., gue nggak tahu. Tapi gue yakin, jika ramuan ini diberikan dengan dosis yang cukup tinggi, maka Kyara akan mengalami sesuatu. Yang jelas, ramuan ini pasti punya pengaruh buruk untuk ibu hamil dan menyusui. Nggak ada salahnya kan lo coba dulu...!"


"Lo gimana sih, kok coba-coba..!! Kalau nggak berhasil, gimana...? Gue maunya yang pasti..!!"


"Udah deh....! Serba salah gue bantuin lo...! Nih, gue kasih semuanya ke elo,terserah lo mau nyoba atau nggak...! Yang penting gue udah coba bantu lo ngasih jalan keluar. Sekarang gue mau balik..!!"


"Tapi...kopinya....?!"


"Bodo ah...! Gue capek ! Mau istirahat..!!" ujar Andin seraya membanting pintu private room.


Ajay bengong, ish ni cewek.... bener-bener ya kelakuannya.... Ajay hendak keluar, tapi dia berpapasan dengan pelayan yang hendak menyerahkan pesanan kopinya.


"Loh mas...ini kopinya...?"


"Buat kamu aja...!" ujar Ajay sambil menyerahkan dua lembar uang seratus ribuan.


Sang pelayan tersenyum, sudah dapat kopi gratis, dapat tip pula....

__ADS_1


Tiba di depan coffee shop, Ajay tak mendapati Andin. Ah... rupanya gadis itu telah pergi karena merasa kesal akan sikap Ajay.


Ah, masak bodoh dengan Andin... pokoknya malam ini, rencana gue harus berhasil !


Ajay menuju tempat parkiran, kemudian melajukan mobilnya untuk pulang.


*****


Sementara itu, di tempat kost Kyara....


"Ngapain Ra...?" tanya Sisil yang sengaja main ke kamar kost Kyara.


"Bersihin kamar Sil. Sumpek banget lihat barang-barang berserakan dimana-mana."


"Ah... ini mah masih mending. Coba lo lihat kamar gue ! Sudah kayak kapal pecah...he...he...he..."


Kyara tersenyum mendengar celotehan Sisil.


"Lo masih sering mual Ra....?" tanya Sisil.


"Sekarang sudah jarang Sil..." jawab Kyara.


"Pasti, kemarin-kemarin maag kamu kambuh tuh...! Makanya, jangan telat makan Ra....!"


Kembali Kyara tersenyum, ah Sisil.... seandainya kamu tahu penyebab mualku karena apa...batin Kyara.


"Oh iya, malam nanti, lo jadi temenin bu Rena jenguk dokter Andi ?" tanya Sisil.


"Kayaknya nggak deh Sil. Aku mau istirahat, akhir-akhir ini badanku sering lemas, kecapean kali. Maklum, banyak banget kerjaan di pabrik.


"Maksudnya...?"


"Ah Ra.... masak lo nggak tahu sih... dokter Andi kan naksir bu Rena...!"


"Masak...?"


"Iya...! Ha...ha...ha..." mereka pun tertawa bersama.


Saking asyiknya membereskan kamar kostnya, tanpa mereka sadari, azan ashar mulai berkumandang.


"Eh Ra...gue balik dulu ya...? Sudah ashar nih..."


"Oke...! Makasih ya...!!


*****


Di rumah Ajay, tampak tuan Ali, nyonya Diana dan Bima, putra bungsunya sedang duduk santai sambil menikmati kopi di halaman belakang.


"Kakak kamu kemana Bim...?" tanya tuan Ali.


"Tadi sih Bima lihat, dia sedang tidur di kamarnya, pih..."


"Oh..." tuan Ali menyeruput kopinya, "Apa semalam dia pulang..?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Dia pergi ke..." belum selesai Bima menjawab pertanyaan ayahnya, tiba-tiba...


"Dia pulang pih.... tengah malam. Mamih yang buka pintunya..." rupanya nyonya Diana menyelak kalimat Bima, karena takut tuan Ali mendengar kalau semalam Ajay memang tak pulang.


Bima hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan ibunya. Ah mamih.... sampai kapan mamih akan terus menutupi kesalahan kak Ajay...? Apa mamih nggak sadar kalau perbuatan mamih itu semakin membuat kak Ajay tak pernah berpikir dewasa. Bima beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana kamu...?" tanya nyonya Diana.


"Solat ashar mih...mau ikut...?


"Ish...kamu ini..!!" nyonya Diana melemparkan bungkus rokok ke arah Bima.


"Aih mamih.... diajak tobat kok susah...!" teriak Bima.


"Ish... dasar bocah ! Awas ya, mamih stop uang jajan, baru tahu rasa...!!" teriak nyonya Diana.


****


Malam mulai menjelang. Ajay mengerjapkan matanya, dia terbangun kemudian melirik jam yang berada di atas nakas. Sudah jam tujuh lewat, gue harus siap-siap. Pokoknya harus berhasil...!!


Ajay pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah berpakaian rapi, dia memasukkan botol-botol kecil itu ke dalam saku jaketnya. Sekilas tampak seringai menakutkan di sudut bibirnya


Setelah merasa cukup rapi, dia pun segera keluar kamar. Tiba di ruang santai, dia bertemu dengan keluarganya yang sedang berkumpul.


"Mau kemana kamu ?" tanya tuan Ali.


"Ke rumah Aaron, pih..." jawab Ajay.


"Jangan pulang terlalu malam, sayang...?" kata nyonya Diana.


"Ajay nginep mih. Ada tugas kampus." jawabnya.


"Alaahh.... bohong tuh... Paling nginep di hotel eyang akung lagi bareng cewek...!" tuding Bima


"Ish... anak kecil...! Sembarangan kalau ngomong !" ujar nyonya Diana sambil melemparkan bantal sofa ke arah Bima.


"Tahu tuh bocah...! Suudzon mulu...!" jawab Ajay. "Pih, mih... berangkat dulu ya...!" Ajay berpamitan seraya mencium tangan kedua orang tuanya.


Ajay melajukan mobilnya menuju tempat kost Kyara. Sepanjang perjalanan, dia terus memikirkan cara dan kalimat yang tepat yang akan dijadikan alasan jika tanpa sengaja dia bertemu dengan salah satu penghuni kost, atau mang Cecep, atau...ah..siapalah...


Sementara itu di tempat Kyara.


Kyara mulai menguap, ah... sepertinya akhir-akhir ini aku sering merasa kelelahan, apa karena kehamilan ini ? Kyara mengusap perutnya yang masih terlihat datar. Hay baby.... apa kabar...? Bunda senang, akhir-akhir ini kamu nggak rewel, jarang bikin bunda muntah lagi. Tapi kok, bunda selalu merasa lelah ya kalau jam segini, kelihatannya kamu sudah pengen bobo ya.... Kyara tersenyum, membayangkan dirinya sedang berbicara dengan bayi mungil. Kita solat isya dulu ya nak...! Lepas itu, baru kita tidur...


Kyara beranjak dari kursi. Dia mematikan televisinya dan segera pergi ke kamar mandi untuk berwudhu. Setelah menunaikan kewajibannya, Kyara pun merebahkan dirinya di atas kasur. Tak butuh waktu lama, akhirnya dia pun terlelap.


Sementara itu, dalam perjalanan ke tempat kost Kyara. Ajay mampir dulu ke sebuah warung nasi khas sunda. Dia memesan beberapa jenis masakan sunda yang akan dijadikannya sebagai alasan untuk mengunjungi Kyara. Setelah itu, dia pergi ke sebuah minimarket untuk membeli beberapa bungkus rokok dan cemilan yang akan diberikannya kepada mang Cecep, satpam tempat kost. "Pokoknya, harus berhasil..!" gumam Ajay.


Bersambung....


Terima kasih yang masih setia mampir di novel ini...


Semoga suka, jangan lupa like, vote n komennya ya

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2