
"Tunangan....??" gumam Cecilia.
"Ya, tunangan. Ajay sudah bertunangan, dialah satu-satunya wanita yang sangat dicintainya." ujar Andin tersenyum puas.
"Bohong...! Kamu bohong...! Kamu sengaja memanasiku agar aku marah dan membenci Ajay, iya kan..?" teriak Cecilia tak terima.
Andin menggedikkan bahunya.
"Terserah padamu ! Percaya atau tidak, itu bukan urusanku! Namun yang pasti, kita hanyalah bagian dari petualangan laki-laki itu di atas ranjang. Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin kau katakan, aku permisi !" ucap Andin seraya bangkit dan berjalan keluar dari ruangan itu.
Namun, di ambang pintu, langkahnya terhenti.
"Jika kau tidak ingin hidupmu terus berada dalam halusinasi, aku sarankan, carilah pria lain untuk menjadi ayah dari anakmu ! Kau tidak akan pernah mampu bersaing dengan gadis itu ! Baik kau ataupun aku, tidak akan pernah sepadan dengan kesucian cinta milik gadis itu !" ujar Andin.
Bibirnya bergetar menahan sesak karena menyadari ketidakmampuannya untuk menggantikan posisi Kyara di hati Ajay. Namun Andin telah bertekad untuk melupakan Ajay dan mulai mencari kebahagiannya sendiri.
Tinggal Cecilia yang masih duduk terkulai lemah, mendapati kenyataan jika Ajay telah bertunangan. Obsesinya untuk memiliki Ajay, membuat Cecilia lupa untuk mencari tahu latar belakang Ajay. Yang dia tahu, Ajay hanyalah kekasih Andin yang tinggal seorang diri di rumahnya. Cecilia tidak pernah bertanya tentang siapa dan dari keluarga mana Ajay berasal. Kali ini, dia benar-benar kecolongan.
Cecilia bangkit, kemudian duduk di salah satu kursi. Dia mengeluarkan ponselnya, kemudian mencari nama salah satu detektif terkenal yang berada di kota itu. Cecilia mulai menghubunginya.
"Ya, hallo...!" suara seseorang di ujung telpon.
"Aku punya tugas untukmu. Selidiki laki-laki yang bernama Ajay Sanjaya. Dia salah satu mahasiswa GD University, jurusan management semester akhir. Aku ingin tahu dari mana dia berasal, siapa keluarganya, dan bagaimana masa lalunya ? Cari tahu juga tentang hubungan percintaan dia di masa lalunya ?"
"Oke, siap laksanakan bos !"
Cecilia pun menutup sambungan telponnya. Bukan hal yang sulit bagi Cecilia untuk mencari tahu latar belakang seseorang. Dengan posisinya ayahnya yang notabene adalah seorang pengusaha sawit terbesar di negaranya, tentunya Cecilia memiliki beberapa koneksi yang sangat segan terhadapnya.
Cecilia pergi ke toilet untuk membenahi dirinya. Dia membasuh mukanya, dan sejenak menatap dirinya di depan cermin. Perkataan Andin tentang kesempurnaan gadis itu terus terngiang di telinganya.
"Hhhh...."
Cecilia menghela napasnya. Kamu salah Andin, akan aku buktikan jika aku mampu bersaing dengan gadis itu. Akan aku pastikan jika aku yang akan menjadi pemenangnya...., batin Cecilia.
***
Sore ini Ajay mampir kembali ke apartment Cecilia. Ya, dengan dalih rasa sakit di perutnya, Cecilia meminta Ajay untuk mengunjunginya.
"Kau sudah baikan ?" tanya Ajay sesaat setelah memberikan obat dan vitamin kepada Cecilia.
Cecilia mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu, aku pulang dulu !" pamitnya.
Cecilia menggenggam erat tangan Ajay. "Bisakah kau tidur di sini ? Setidaknya hanya untuk malam ini !" pinta Cecilia.
"Maaf, aku sedang banyak tugas. Lain kali saja !" jawab Ajay.
"Apa karena kamu masih mencintai Andin, hingga kamu menolakku ?" ujar Cecilia.
"Sudahlah, tidak perlu dibahas kembali. Aku lelah, aku mau istirahat !" jawab Ajay seraya melangkahkan kakinya menuju pintu apartemen.
"Atau karena tunanganmu ?" seru Cecilia.
Deg...deg...deg...
Jantung Ajay berdetak cepat mendengar kata tunangan. Bayangan Kyara yang sedang tersenyum manis kembali melintas di benaknya. Kya..., entah berapa banyak aku telah menyakiti hatimu, dan sekarang, aku pun akan kembali menyakitimu. Aku benar-benar tidak punya muka untuk bersanding denganmu..., maafkan aku.. batinnya.
Ajay menghela napasnya, "Bukan urusanmu ! Istirahatlah !" ujarnya tanpa menoleh ke belakang.
Ajay pun melanjutkan langkahnya dan pergi dari apartemen Cecilia.
"Kau boleh mengelaknya, tapi sebentar lagi, aku pasti tahu siapa sebenarnya wanita yang kau cintai itu." gumam Cecilia.
***
Hari ini, Cecilia memiliki janji temu dengan sang detektif. Pertemuan dilakukan di sebuah tempat milik ayahnya Cecilia. Tentunya tempat itu sangat terpencil dan dirahasiakan.
Cecilia tiba di tempat itu 10 menit setelah sang detektif datang.
"Baiklah, informasi apa yang kau dapatkan tentang Ajay Sanjaya ?" tanya Cecilia.
Sang detektif menyerahkan map yang berwarna coklat.
"Bacakanlah !" perintah Cecilia.
"Ajay Sanjaya ! Putra sulung dari pasangan Ali Sanjaya dan Diana. Berusia 22 tahun, mahasiswa GD University. Dia mengambil jurusan Manajemen Bisnis tingkat akhir. Dia salah satu pewaris utama dari tuan Mahesa Sanjaya, pemilik perusahaan property terbesar di kota B."
Jadi dia cucu dari tuan Mahesa Sanjaya. Pantas saja jika rumah yang ditinggalinya sangatlah megah, seperti sebuah mansion...batin Cecilia.
"Lanjutkan tentang kehidupan pribadinya !" perintah Cecilia.
"Ajay remaja, adalah seorang anak yang sering memberontak dan membuat onar, sampai akhirnya, tuan Ali memasukkan dia ke sekolah asrama di kabupaten T. Semenjak dia bersekolah asrama, sedikit demi sedikit sikapnya mulai berubah. Hal itu juga karena pengaruh seorang wanita, teman satu asrama yang akhirnya menjadi kekasihnya."
__ADS_1
"Siapa nama gadis itu ?" tanya Cecilia semakin penasaran.
"Namanya Kyara Adistya. Putri tunggal dari pasangan Ahmad dan Ratna. Ayahnya hanya seorang sopir angkot, sedangkan ibunya buruh pabrik garam di kampung itu."
"What....!!" tiba-tiba Cecilia menyelak pembicaraan sang detektif.
"Hanya anak seorang sopir..., gila..., benar-benar gila..!" gumamnya.
"Apa saya boleh melanjutkannya, nona ?" tanya sang detektif, merasa kesal karena tuannya menyelak omongannya.
"Lanjutkan !"
"Hubungan mereka terlihat harmonis sampai akhirnya Ajay lulus sekolah dan kembali lagi ke kota ini. Karena rasa cintanya kepada Ajay, Kyara pun memutuskan untuk merantau di kota kelahiran Ajay dan bekerja sebagai buruh pabrik. Namun hubungan mereka terlihat renggang sejak Andin masuk dalam kehidupan Ajay, hingga Ajay pun memutuskan hubungannya dengan Kyara.
"Jadi, Andin juga mendapatkan Ajay karena merebutnya dari gadis itu ? Sialan..., benar-benar tidak berubah sifatnya..!" gerutu Cecilia.
Hhhh....
Sang detektif hanya menghela napasnya saat kembali Cecilia memotong pembicaraannya.
"Maaf...! Lanjutkan, pak !" perintahnya saat menyadari jika sang detektif terdiam untuk waktu yang cukup lama.
"Tapi, tiba-tiba saja tuan Mahesa menjodohkan Ajay dengan Kyara. Namun, mereka memutuskan untuk bertunangan terlebih dahulu, mengingat Ajay yang belum lulus kuliah. Sudah hampir setahun mereka bertunangan. Kabarnya, setelah lulus kuliah, mereka akan menikah. Hanya itu yang saya dapatkan, nona."
Menikah setelah Ajay lulus kuliah, itu artinya hanya tinggal beberapa bulan lagi. Aku harus bergerak cepat sebelum Ajay lulus. Apa yang harus aku lakukan..., batin Cecilia.
"Apa kau dapatkan foto gadis itu ?" tanya Cecilia.
"Semuanya berada di dalam map itu, nona !" ujar sang detektif.
Cecilia mengambil map berwarna coklat yang tadi tak ingin dilihatnya. Perlahan, dia membukanya dan mengambil dua buah foto dari dalam map tersebut.
Cecilia tertegun melihat kedua foto itu. Foto pertama adalah foto seorang wanita berambut kecoklatan bermata teduh, dengan bibir tipisnya tampak tersenyum merekah. Rona merah di kedua pipinya sangat kontras dengan warna kulit wajahnya yang terlihat putih bersih. Bulu matanya yang lentik dipadukan dengan bola matanya yang berwarna kecoklatan semakin menambah sempurna raut wajah gadis pujaan kekasihnya.
Sedangkan foto yang kedua, foto gadis itu bersama Ajay di pantai. Rona kebahagiaan tergambar jelas pada wajah kedua insan itu. Selama mengenal Ajay, tak pernah Cecilia melihat senyum seindah itu. Senyum yang penuh makna dan ketulusan. Dari tatapan Ajay terhadap gadis itu, Cecilia bisa merasakan jika Ajay sangat mencintainya.
Tanpa sadar, Cecilia meremas kedua foto itu. Bagaimanapun caranya, aku harus bisa menjadi satu-satunya menantu dari pewaris keluarga Sanjaya... batin Cecilia.....
Bersambung...
Terima kasih atas saran dan komentarnya...
__ADS_1
Tanpa kalian, cerita ini tak pernah ada artinya...
Jangan lupa untuk selalu mendukung karya ini dengan cara like vote n komen....🙏🙏🙏