Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Panti Asuhan Kasih Bunda


__ADS_3

Assalamualaikum readers...


Mohon maaf author sering telat up... dikarenakan masih disibukkan dengan tugas negara...πŸ™


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hari terus berganti. Kini Kyara kembali menjadi seorang gadis yang ceria. Meski tak sama seperti dulu, tapi setidaknya dia tidak lagi mengurung diri di kamarnya.


Hubungan dengan sang ayah pun sudah membaik. Sudah ada tawa lagi diantara mereka. Bu Ratna tersenyum menyaksikan kedua orang yang disayanginya sudah kembali bertegur sapa.


Setiap hari Jaka rutin mengunjungi Kyara. Terkadang dia mengajak Kyara ke pasar malam untuk mencari hiburan. Atau mereka berjalan-jalan di area persawahan untuk menikmati udara segar. Seperti pagi ini, Jaka dan Kyara tengah duduk di pinggir sawah, melihat kesibukan orang-orang yang sedang memotong padi.


"Kya, apa benar yang kamu katakan kemarin ?" tanya Jaka.


"Tentang apa kang ?" Kyara balik bertanya.


"Itu, tentang kerjaan ! Memangnya serius, kamu mau bekerja ?" tanya Jaka.


"Iya kang. Kyara kasihan melihat ibu dan ayah yang harus bekerja membanting tulang demi kehidupan kami. Mereka sudah sepuh, harusnya Kyara saja yang bekerja, bukan mereka." jawab Kyara.


"Memangnya, kamu mau kerja apa ?" tanya Jaka lagi.


"Apa saja kang, yang penting halal." jawab Kyara.


"Salah satu penumpang langgananku memiliki panti asuhan. Kebetulan beliau membutuhkan tenaga pengasuh untuk anak-anak panti yang masih balita. Kalau kamu mau, aku bisa antar kamu ke sana." ujar Jaka.


Kyara diam. Ingatannya melayang pada masa dia mengandung. Anakku... bayiku...! Maafkan bunda nak...! batin Kyara. Cairan bening mulai menggenang di sudut mata Kyara.


"Kya...! Hey... Kya..!" Jaka menepuk pelan bahu Kyara.


"Kyara terhenyak, "Eh, iya kang...!"


"Kamu melamun ?" tanya Jaka.


"Nggak kang. Kya mau kok kerja di sana. Kapan kita temui pemilik pantinya, kang ?" tanya Kyara, antusias.


"Nanti sore saja. Sekarang akang harus kembali lagi ke pangkalan. Yuk, akang antar pulang !" ujar Jaka.


"Akang ke pangkalan saja, Kya masih mau di sini." jawab Kyara.


"Benar ? Nggak apa-apa ditinggal sendiri ?" tanya Jaka.


"Nggak apa-apa kang, beneran kok...!" jawab Kyara.


"Ya sudah, akang berangkat dulu ya ! Assalamualaikum.." pamit Jaka.


"Waalaikumsalam..."


Kembali Kyara duduk melamun seorang diri. Pengasuh anak ?! Tak apalah, dengan begini aku bisa merasakan menjadi seorang ibu yang mengurus anaknya. Maafkan bunda sayang... Bunda tidak bisa menjagamu, sehingga bunda tidak bisa memberikanmu kehidupan.... Kali ini, air mata yang sudah sedari tadi dia tahan, akhirnya lolos juga, mengalir deras di pipinya.

__ADS_1


Rasanya Kyara ingin berteriak untuk melepaskan sesak di dadanya. Namun lidahnya terasa kelu. Dia hanya bisa menangis tersedu-sedu kala mengingat semua kejadian yang menimpanya.


***


Waktu yang dijanjikan pun tiba. Jaka menjemput Kyara di rumahnya.


"Sudah siap ?" tanya Jaka.


"Siap, kang ! Yah, bu, Aneng berangkat dulu, do'akan Aneng ya ?" pamit Kyara.


"Iya neng, ibu do'akan semoga lancar..." jawab bu Ratna.


Pak Ahmad hanya mengangguk dan mengusap lembut rambut Kyara saat Kyara mencium tangannya.


Dengan menggunakan motor, akhirnya Jaka dan Kyara pergi ke panti. Jarak dari rumah ke panti hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Tiba di panti, Jaka dan Kyara sudah disambut oleh anak-anak panti yang sedang bermain.


Masya Allah...., begitu cerianya anak-anak itu. Seperti tak pernah mempunyai beban, meskipun hidup mereka hanya di panti asuhan... batin Kyara.


"Sore An...!" sapa Jaka pada salah seorang gadis yang sedang mengawasi anak-anak bermain.


"Eh, kang Jaka ! Mau ketemu ibu, ya ?" tanya Anti, salah satu pengasuh di panti asuhan ini.


"Iya, ada ?" tanya Jaka lagi.


"Masuk saja, kang ! Ibu sudah nunggu tuh dari tadi !" jawab Anti.


"Baiklah, akang masuk dulu ya ? Ayo Kya !" ajak Jaka seraya menarik tangan Kyara.


Tok... tok...tok...


Jaka mengetuk pintu kantor panti.


"Ya, masuk !" jawab seorang wanita paruh baya yang bernama bu Hana, pemilik panti.


Jaka membuka pintu, "Assalamualaikum bu...!" sapa Jaka.


"Waalaikumsalam, eh nak Jaka, ayo masuk nak !" perintah bu Hana.


Jaka masuk bersama Kyara.


"Ini...?" tanya bu Hana mengernyitkan dahinya saat melihat Kyara.


"Perkenalkan bu, dia namanya Kyara, yang ingin melamar pekerjaan di pantinya ibu." jawab Jaka.


Kyara mengulurkan tangannya, dan bu Hana pun menyambut uluran tangan Kyara.


"Oh, jadi ini yang mau bantu ibu ngurusin anak-anak ?" tanya bu Hana.


"Iya, bu." Kyara mengangguk.

__ADS_1


"Apa kamu sanggup nak Kya ? Sepertinya ibu lihat, kamu belum menikah, ya ? Seorang gadis cantik sepertimu, kenapa mau bekerja jadi seorang pengasuh ? Di panti, lagi ?!" tanya bu Hana, menyelidik.


"Insya Allah, saya sanggup bu. Saya memang belum menikah, tapi saya akan berusaha untuk terus belajar bagaimana cara merawat anak dengan baik dan benar. Kerja apa saja, tidak masalah bu. Yang penting halal. Terlebih lagi di sebuah panti, ini akan menjadi ladang amalan yang baik. Bukankah ada hadits yang mengatakan jika anak-anak kecil itu wewangian syurga bu ? Tidak ada alasan bagi saya untuk menolak kesempatan baik ini." jawab Kyara.


Bu Hana sangat terkesan dengan jawaban Kyara.


"Ya, kamu benar. Anak-anak polos itu selalu memberikan warna dalam hidup kita. Baiklah nak Kya, ibu sangat berharap kamu bisa tinggal di sini, agar lebih mudah dalam mengasuh mereka. Jujur saja, anak-anak yang akan kamu rawat, rata-rata usianya di bawah 2 tahun, jadi membutuhkan pengawasan ekstra. Bagaimana ?"


"Insya Allah bu. Tapi, bolehkah saya pulang dulu, untuk meminta izin ayah dan ibu ?" tanya Kyara.


"Silakan nak ! Bicarakan dulu secara baik-baik dengan kedua orang tuamu. Ya, semoga mereka tidak keberatan, kamu tinggal di sini."


"Insya Allah, mereka tidak akan merasa keberatan, bu."


"Baiklah, ibu rasa hanya itu saja yang ingin ibu sampaikan. Apa ada pertanyaan, nak ?"


"Tidak ada bu." jawab Kyara. "Kalau begitu, Kya pamit dulu !"


"Ya, hati-hati di jalan, nak. Ibu tunggu kabar baiknya."


"Insya Allah... Mari, bu...!" pamit Kyara.


"Jaka juga pamit ya bu ! Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


Jaka dan Kyara akhirnya keluar dari kantor panti. Di halaman depan, mereka kembali bertemu Anti.


"Sudah selesai kang, urusannya ?" tanya Anti


"Alhamdulillah, sudah An...! Oh iya, kenalkan ini Kyara, teman akang !" ujar Jaka mengenalkan Kyara pada Anti.


"Kyara..." ujarnya seraya mengulurkan tangannya.


"Anti." jawab Anti menerima uluran tangan Kyara.


"Semoga ke depannya, kita bisa berteman dengan baik." ujar Kyara, tersenyum.


"Semoga." jawab Anti, masih memasang muka kecutnya.


"Ya sudah An, kita pamit dulu ya...!" pamit Jaka.


Anti mengangguk. Jaka dan Kyara pun pergi. Saat motor melaju melewati gerbang, Kyara menatap papan nama yang terpasang di sudut halaman. Panti Asuhan Kasih Bunda, semoga tempat ini bisa membawa keberkahan dalam hidupku, aamiin.... batinnya.


Bersambung...


Alhamdulillah, akhirnya hari ini author bisa up juga..


Ditunggu keikhlasan nya buat like, vote n komen cerita ini... makasih ya...

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2