Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Pertunangan....


__ADS_3

Kabar pertunangan Ajay dan Cecilia telah sampai di telinganya Andin.


"Benarkah ?" tanya Andin


"Iya, Ndin..! Itu bener...! Kemarin sepupu gue yang satu fakultas sama Cecilia telpon gue, dia bilang besok Cecilia mau tunangan. Live lagi di salah satu stasiun TV swasta..!" jawab Mita.


"Terus urusan sama gue, apa ?" tanya Andin.


"Lo nggak kecewa gitu, Ndin..?" tanya Mita hati-hati, takut menyinggung perasaan Andin.


Andin menghela napasnya sejenak.


"Gue kecewa. Tapi rasa kecewa gue bukan untuk diri gue sendiri. Gue kecewa, kenapa Ajay mengambil keputusan seperti itu ? Kenapa dia lebih memilih batu dan meninggalkan berlian ?"


"Jawabannya cuma satu, Ndin ! Karena ntu batu bentar lagi beranak...!" gerutu Mita.


Andin tergelak mendengar ucapan sahabatnya.


"Kasihan Kyara ya , Ndin ? Padahal waktu kemarin kita ketemu, gue rasa, dia anak yang baik." lanjut Mita.


"Dia bukan hanya baik, Mit. Dia juga penyabar, pemaaf dan penuh ketulusan dalam setiap kata dan perbuatannya. Dia benar-benar gadis yang sempurna..!" jawab Andin.


"Ah, Ajay bener-bener bego tuh..., ngelepasin bidadari surga demi bidadari neraka...!" kembali Mita merutuki sikap mantan pacar sahabatnya.


"Udah ah.., ghibah mulu..! Balik kantor yuk..! Bentar lagi jam masuk kerja." ajak Andin.


Mita mengangguk. Mereka pun kembali ke tempat magangnya.


***


Keesokan harinya..


Berita tentang pertunangan putra mahkota pewaris perusahaan properti terbesar Sanjaya Group dengan putri tunggal pemilik perkebunan sawit terbesar di negara Indonesia, menjadi trending topik di media. Baik itu media cetak, televisi dan internet. Semua chanel menjadikan pertunangan itu sebagai headline in the news. Begitu juga dengan salah satu program infotainment yang ada di HTV.


"Selamat siang pemirsa ! Pertunangan antara pewaris 2 perusahaan besar menjadi salah satu sejarah di tahun ini. Di mana 2 kerajaan bisnis yang mendominasi di negara kita, akan disatukan oleh ikatan pertunangan antara putra putrinya. Hal ini bisa menjadi kekuatan ganda yang tidak akan mampu terkalahkan dalam dunia bisnis Indonesia. Baiklah pemirsa, kita simak berita selengkapnya, pertunangan antara Ajay Sanjaya, putra mahkota, pewaris dari Sanjaya Group dengan Cecilia Maharani, putri tunggal dari bapak Guna Wirawan, pemilik perkebunan sawit terbesar di Indonesia."


Deg....


Jantung bu Ratna seakan hendak copot ketika mendengar nama Ajay Sanjaya yang dianggapnya calon menantunya, tiba-tiba disebutkan oleh pembawa acara infotainment tersebut.


Bu Ratna segera menghentikan aktivitas menyapunya. Dia mendekati televisi untuk bisa melihat lebih dekat sosok pria yang kini sedang bertukar cincin dengan wanita cantik berbalut gaun panjang tanpa lengan yang berwarna soft pink.


Deg...deg...deg...

__ADS_1


Saat ini, jantung bu Ratna berpacu dengan cepat. Bu... bukankah itu nak Ajay...? batin bu Ratna tak percaya. Berkali-kali dia mengucek matanya, untuk memastikan penglihatannya. Dan benar saja,mau ratusan kali pun dia mengedipkan matanya, sosok pria yang berjas putih itu, dia memanglah Ajay.


"Neng....! Aneng....!" teriak bu Ratna.


Kyara datang tergopoh-gopoh.


"Ada apa,bu ?" tanya Kyara merasa khawatir akan teriakan ibunya.


"Itu....tuh..itu..., yap tingali geura kadieu ! Sanes itu teh Ajay ? Eta, lalaki anu make jas bodas...!" ujar bu Ratna.


( Itu..., tuh itu..., coba lihat kemari ! Bukankah itu Ajay ? Itu, pria yang memakai jas putih ! )


Kyara hanya diam, menatap nanar pada sosok pria yang berada di layar kaca. Seketika Kyara menjatuhkan tubuhnya di kursi. Kakinya benar-benar terasa lemas.


Bukan..., bukan karena rasa kecewa akan pertunangan mereka yang membuat Kyara limbung dan terjatuh. Tapi karena Kyara tak kuasa melihat ibunya yang terkejut mengetahui kabar pertunangan Ajay dan gadis itu. Kini, Kyara sudah tidak bisa menyembunyikan apa pun lagi kepada ibunya.


Bu Ratna menatap tajam ke arah Kyara.


"Ada apa ini, Aneng ? Apa maksud berita itu ?" tanya bu Ratna.


Kyara hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari kami, nak ?" kini ucapan bu Ratna terdengar lembut.


Kyara mendongak, menatap sendu ke arah ibunya. Tanpa dikomando, air matanya pun mulai jatuh membasahi pipinya.


Bu Ratna menghela napasnya.


"Tentu ibu akan kecewa, neng ! Tapi ibu merasa lebih kecewa jika mengetahui hal ini dari orang lain ! Kenapa kamu harus menyembunyikan masalah sebesar ini dari kami ? Apa keberadaan kami tidak pernah berarti bagimu, sehingga kamu tidak pernah melibatkan kami dalam setiap keputusan yang kamu ambil ?"


Kyara segera memeluk ibunya.


"Maafkan Aneng bu..! Aneng tidak bermaksud seperti itu ! Aneng hanya tidak ingin membuat kalian kecewa !"


Ibu mana yang tidak merasa kecewa ketika mengetahui anaknya menyembunyikan sesuatu. Tapi ibu mana yang tidak merasa pedih ketika melihat anaknya menderita. Begitu juga dengan bu Ratna. Dia mendekap erat putri tunggalnya. Mencoba memberikan kekuatan melalui kehangatan pelukannya.


"Kuatkan hatimu, nak ! Apa pun yang terjadi padamu, kami selaku orang tuamu, akan selalu mendukung setiap keputusanmu ! Hanya satu yang kami minta, jangan pernah bohongi kami lagi ! Jujurlah dalam segala hal, nak ! Agar kami bisa membantumu." ujar bu Ratna mengusap lembut kepala Kyara.


Kyara mengangguk.


Bu Ratna melepaskan pelukannya. Dia menatap sendu wajah Kyara, dan menyeka air mata Kyara yang terus mengalir di pipinya.


"Apa yang terjadi, neng ? Jika saat ini dia bertunangan, itu artinya pertunangan kalian telah putus. Benarkah dugaan ibu ?" tanya bu Ratna.

__ADS_1


Kembali Kyara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan ibunya.


"Kenapa...?" bu Ratna kembali bertanya.


"Di...dia..., mmm..., ga... gadis itu tengah mengandung anaknya Ajay, bu." jawab Kyara.


"Astaghfirullah hal adzim...!"


Bu Ratna terkejut bukan main mendengar jawaban Kyara. Kembali dia memeluk putri tunggalnya. Merasakan kepedihannya sebagai sesama perempuan.


Ya Tuhan..., sungguh berat cobaan yang Engkau berikan kepada putriku. Ta... tapi kenapa putriku sanggup menyimpan derita ini sendirian...? Kenapa dia harus mengalami kemalangan seperti ini...? Batin bu Ratna.


Karena tidak sanggup menahan rasa sedih dan pedihnya akan nasib putrinya, bu Ratna pun ikut menangis.


Cukup lama mereka berpelukan dalam tangis. Hingga Kyara melonggarkan pelukannya.


"Bu..., ba... bagaimana dengan ayah...? A.. apa yang harus Aneng katakan pada ayah ? Aneng...., aneng takut kondisi ayah tidak cukup kuat untuk menerima kabar putusnya pertunangan Aneng dengan laki-laki itu ?" tanya Kyara penuh kecemasan.


Bu Ratna tampak berpikir sejenak. Jujur dia pun tidak tahu harus bagaimana menceritakan hal ini kepada suaminya. Tapi dia juga tidak ingin putrinya merasa cemas.


Bu Ratna menyentuh bahu Kyara.


"Tidak usah khawatir, nak ! Pelan-pelan, kita akan memberi tahu ayahmu. Kita cari waktu yang tepat untuk memberitahukan hal ini kepada ayahmu."


Tiba-tiba...


"Permisi....!!"


"Ceu Ratna...!!"


"Aneng....!!"


Bersambung....


Alhamdulillah, masih bisa up..


Oh iya, author mau minta maaf, jika mulai esok hari author bakalan telat up, dikarenakan author sudah masuk kerja lagi.


Tapi tidak usah khawatir, insyaallah jika ada waktu luang, akan segera author up edisi terbarunya...


Terima kasih untuk yang sudah meninggalkan jejak jempolnya di karya ini...


Semoga Tuhan membalas semua kebaikan para readers dengan keberkahan kesihatan yang paripurna...🤲

__ADS_1


Salam manis dari author.


Jangan lupa like vote n komennya 🙏🤗


__ADS_2