Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Tempat Baru, Hidup Baru dan Nama Baru


__ADS_3

Hampir 6 tahun Kyara hidup menyendiri. Julukan Ratu Es yang disandangnya semasa kuliah, melekat erat selama 6 tahun ini. Bahkan di sekolah pun dia tidak pernah terlihat berinteraksi dengan guru pria, selain jika ada keperluan yang mendesak.


Dan sekarang, di sinilah Kyara berada. Duduk berdua dalam satu mobil bersama pria yang secara hukum dan agama, sah sebagai suaminya. Kecanggungan kembali menyelimuti keduanya.


"Apa kau ingin beristirahat dulu ?" tanya Bagas ketika melihat Kyara duduk dengan gelisah.


Kyara menggelengkan kepalanya.


Mobil melewati hamparan sawah yang tampak hijau. Bagas kemudian menepikan mobilnya. Dia memandang Kyara intens.


"Kenapa nona ? Kenapa kau tampak gelisah ?" tanya Bagas.


"Aku tidak apa-apa." jawab Kyara masih terdengar judes.


Bagas menghembuskan napasnya kasar. Entah kenapa, rasanya sulit sekali mendekati Kyara. Meskipun Bagas telah menjadi suaminya, namun Kyara masih tetap memperlakukannya seperti orang asing.


Bagas pun kembali menginjak pedal gas dan melanjutkan perjalanannya menuju kota J.


Setelah melewati 7 jam perjalanan, akhirnya mobil Bagas mulai memasuki jalanan ibukota.


Akhirnya, aku kembali lagi ke kota ini. Ah, aku merindukan anak-anakku...! Bagaimana keadaan mereka ? Apa mereka merepotkan guru yang menggantikanku ? Ah, semoga saja tidak ada kejadian buruk selama kegiatan belajar mengajar berlangsung...! batin Kyara.


"Eh, stop !"


Ciiiiiitttt...!!!


Jedukk....!


"Ish.....!


"Ah maaf, nona ! Apa kau baik-baik saja !"


"Kau masih bertanya ! Apa kau lihat aku baik-baik saja !" rungut Kyara sambil memegangi dahinya yang mulai benjol.


"Coba kulihat !" ujar Bagas sembari menarik tangan Kyara yang menutupi dahi Kyara sebelah kanan. "Astaghfirullah..., kok bisa sampai benjol begini ! Aku sudah bilang, pakai safety belt nya !"


"Hei tuan, apa kau buta ? Kau tidak lihat safety belt yang melilit di dadaku !" ujar Kyara ketus.


Bagas melihat ke arah dada Kyara. Namun pandangannya terkunci pada sesuatu yang sangat menarik perhatiannya. Kembali Bagas harus menelan salivanya ketika tanpa sengaja dia melihat belahan dada istrinya.


Entah sadar atau tidak, namun saat itu, kancing baju Kyara ada yang terlepas, sehingga membuat pakaiannya agak sedikit terbuka di bagian dadanya.


Melihat tatapan tajam Bagas, Kyara pun penasaran. Dia mengikuti arah tatapan Bagas. Begitu dia menyadari sesuatu yang membuat suaminya diam tak berekspresi, Kyara terkejut dan segera menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Maaf !" ujar Bagas yang segera tersadar begitu tangan Kyara mendekap dadanya.


Kyara diam. Dia benar-benar merasa malu.


Ish, bagaimana mungkin aku tidak menyadari jika salah satu kancing bajuku ada yang terlepas. Ah jangan-jangan, dia berpikiran yang nggak-nggak lagi ! Sial ! batin Kyara.

__ADS_1


Sementara dalam hati Bagas yang sebenarnya,


Sabar Bagas....! Sabar...! Suatu hari nanti, kau pasti akan merasakannya...! Bersabarlah...! Semuanya akan indah pada waktunya....


"Kenapa kau menghentikanku ?" tanya Bagas yang mulai kembali fokus.


"I...ini bukan jalan menuju rumah kontrakanku !" ujar Kyara memberikan alasan kenapa tadi dia berteriak.


"Kita memang tidak akan pergi ke rumah kontrakanmu." jawab Bagas santai.


"Tapi kenapa ?" ujar Kyara.


"Ish nona ! Apa kau lupa ? Sekarang, kau adalah istriku. Dan sudah kewajibanku untuk memberikan tempat tinggal yang layak untukmu. Tapi untuk sementara waktu, aku akan membawamu ke apartemenku dulu, sebelum rumahnya selesai direnovasi.


"A... apartemen...? Apa kita akan tinggal bersama ?" tanya Kyara heran.


Bagas mengangguk.


"Haiss..., tidak boleh ! Kita tidak boleh tinggal seatap !" ujar Kyara.


"Kenapa ? Bukankah kau istriku ? Sah bagiku untuk bisa membawamu tinggal bersamaku !" ujar Bagas.


"Aku tahu ! Tapi pernikahan kita hanya sebatas nikah siri. Kita belum memiliki dokumen resmi atas pernikahan ini. Apa kata orang jika kita tinggal satu atap nanti ? Mau jawab apa jika mereka bertanya tentang kehadiranku di apartementmu ?"


"Yang pasti, akan kubilang bahwa kau adalah istriku." jawab Bagas.


Bagas meraih ponselnya dari atas dashboard. Dia kemudian menghubungi seseorang.


"Waalaikumsalam, Don ! Apa perintah yang kuberikan beberapa waktu yang lalu sudah kau laksanakan !"


"........."


"Ah ya...! Terima kasih Don ! Tapi sebaiknya kau sendiri yang menjelaskannya pada istriku !"


Bagas kemudian menyerahkan ponselnya kepada Kyara.


"Ha ..hallo !" (Kyara)


"Hallo ! Assalamualaikum, nona ! Perkenalkan, nama saya Doni, asisten pribadinya pak Bagas. Untuk buku akta nikah nona dan pak Bagas, sudah saya letakkan di atas meja kerjanya pak Bagas di apartemen. Nona bisa mengeceknya nanti jika sudah sampai di apartement." (Doni)


Kyara terhenyak mendengar ucapan sang asisten. Dia benar-benar tidak menyangka jika suaminya telah bergerak cepat seperti ini.


"Ba... baiklah ! Terima kasih pak Doni !" ujar Kyara segera memutuskan sambungan telponnya.


"Bagaimana nona ? Apa kita bisa melanjutkan perjalanannya ?" ujar Bagas dengan senyum menyeringainya.


Kyara pun pasrah dan mengikuti kemanapun suaminya akan membawanya.


Setengah jam kemudian. Mereka tiba di sebuah apartement yang berada di kawasan elite kota J. Setelah memarkirkan mobilnya, Bagas memasuki lobi apartemen.

__ADS_1


"Selamat sore, pak ! Sepertinya akhir-akhir ini saya tidak melihat bapak di mari. Apa bapak baru saja melakukan perjalanan bisnis ?" tanya seorang petugas keamanan.


"Ah iya, saya baru saja melakukan perjalanan bisnis di luar kota." ujar Bagas sambil melirik istrinya.


Kyara yang mendapatkan tatapan mata Bagas, malah kembali memelototi Bagas. Dan Bagas hanya bisa tersenyum menghadapi tatapan dingin Kyara.


Pandangan mata Bagas yang sedang menatap Kyara, membuat penjaga keamanan itu ikut menyelidik Kyara.


"Eh, wanita cantik ini siapa ya ? Apa mau ketemu seseorang di sini ?" ujarnya.


"Perkenalkan, dia istriku ! Namanya nyonya Anggara !" ujar Bagas merasa bangga ketika memperkenalkan Kyara dengan nama belakang dirinya.


Penjaga keamanan itu tersenyum.


"Oh, istri anda ? Perkenalkan nyonya Anggara, nama saya pak Edi, keamanan di apartemen ini ! Aaah, jadi ini toh, perjalanan bisnis anda ! He...he...he...!" ujar penjaga keamanan seraya menjabat tangan Kyara.


"Ha...ha...ha...., pak Edi bisa saja ! Ya sudah, kami masuk dulu ya, pak ! Permisi ! Assalamualaikum...!" pamit Bagas.


"Waalaikumsalam !" jawab pak Edi.


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di depan kamar milik Bagas. Bagas segera menekan tombol password kamarnya. Pintu pun terbuka.


"Silakan masuk !"


Masih dalam mode diam, Kyara melangkahkan kakinya memasuki apartemen yang di dominasi dengan warna abu tua.


Bagas membuka pintu kamarnya.


"Kau bisa beristirahat di kamar ini !" ujar Bagas seraya memasukkan koper mereka ke dalam kamar.


"Kamarmu ?" tanya Kyara.


"Kamar kita sayang....." ujar Bagas menggoda Kyara.


"Ma... maksudnya, ki...kita tidur sekamar ?"


Wajah Kyara sudah terlihat panik saat harus membayangkan kembali tidur sekamar dengan Bagas. Bagaimana tidak, Kyara masih ingat tersiksanya dirinya harus tidur berdampingan saat di kampung dulu. Masih ada keraguan dalam dirinya jika Bagas menikahinya hanya karena merasa kasihan padanya.


"Tenang saja nona, jika kau memang tidak mengizinkan aku tidur di kamar ini, aku akan tidur di ruang tengah, atau di ruang kerjaku. Sudah sore, bersihkan dirimu ! Setelah itu, kita solat ashar berjamaah. Kau bisa gunakan kamar mandi yang ada di kamar ini. Aku akan menggunakan kamar mandi yang ada di luar." ujar Bagas.


Setelah itu, Bagas keluar. Namun sebelum dia pergi ke kamar mandi, dia mengetikkan sesuatu di ponselnya.


Kyara menuruti perintah Bagas. Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kyara merasa segar setelah membersihkan dirinya. Setelah menggunakan mukenanya, Kyara pun menunggu Bagas untuk solat berjamaah. Sambil menunggu, Kyara berdiri di depan pintu kaca yang menghadap jalanan ibukota.


Akhirnya, aku kembali ke kota ini dengan tempat tinggal yang baru, hidup baru dan juga nama yang baru. Kehidupan baru yang aku sendiri tidak akan pernah tahu entah sampai kapan harus kujalani. Nyonya Anggara..., hmmm.... Welcome to your new life Mrs. Anggara....!! gumam Kyara dalam hatinya.


Bersambung....


Jangan lupa like vote n komennya ya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2