
Assalamualaikum...
Terima kasih sudah menunggu kelanjutan ceritanya...
Mohon maaf jika terlambat, karena author fokus dulu merawat suami yang terserang DBD...π
Alhamdulillah sekarang mulai bisa up kembali...
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Sabtu malam, "G Night Club" salah satu club terbesar yang ada di kota B, selalu menjadi tempat favorit kawula muda. Hingar bingar yang disuguhkan club itu selalu menghipnotis para pengunjungnya untuk datang kembali ke sana. Tak terkecuali dengan Ajay. Kekacauan yang Ajay rasakan seminggu terakhir ini, menuntun langkahnya ke tempat itu.
Suara dentuman musik yang dimainkan seorang DJ piawai, menyambutnya ketika dia melangkahkan kaki masuk ke club itu. Ajay melirik salah satu meja yang berada di sudut club, "Kosong..." gumamnya. Dia pun melangkahkan kakinya ke sana dan duduk menyendiri. Namun sebelumnya, dia memesan wine kesukaannya kepada salah seorang pelayan di sana.
Tak lama kemudian, pelayan tadi datang membawa sebotol wine beserta seloki dan es batu. Sang pelayan menuang wine ke dalam seloki, dia menambahkan sebutir es batu, kemudian menyerahkannya kepada Ajay. "Mau ditemani mas...?" dia menawarkan dirinya untuk menemani pria tampan tersebut.
Ajay mengibaskan tangannya, menyuruh pelayan itu pergi. Malam ini, dia benar-benar ingin sendirian.
Sementara itu, di salah satu meja depan...
"Din....! Bukannya itu cowok lo ya...?" tanya seorang gadis sambil menunjuk ke arah sofa yang sedang diduduki Ajay.
Yah..! Tiga orang bersahabat, yaitu Andin, Mita dan Laura tampak sedang bersenang-senang menikmati minumannya di club yang sama.
Andin menoleh ke arah yang ditunjuk Mita, benar juga..., tapi kenapa dia..? Tadi aja gue ke rumahnya, dia nggak mau turun dari kamarnya. Sekarang, dia malah ada di sini. Sepertinya ada yang nggak beres nih...batin Andin
"Sebentar ya girls..., gue ke sana dulu...!" pamit Andin.
"Hay sayang...! Kamu kemana saja...?" Andin menghampiri Ajay. Dengan agresif, dia mencium bibir Ajay.
"Huff.." Ajay merasa kaget mendapat ciuman mendadak dari Andin, spontan dia mendorong tubuh Andin hingga terjatuh ke lantai.
"Aww...! Sayang..., sakit...!" Andin meringis memegang sikutnya yang terbentur lantai.
"Shit..! Ngapain lo ke sini...! Lo ngikutin gue..!" tanya Ajay ketus.
__ADS_1
Andin mengulurkan tangannya, "Bantuu...!" ujarnya manja. Dan ajay pun meraih tangan Andin untuk membantunya berdiri.
"Kamu kenapa sih sayang, kasar banget...? Sakit nih..!" ujar Andin sambil mengusap-usap sikutnya yang terlihat merah.
"Gue lagi pengen sendiri...!" jawab Ajay.
"Ih... ditanya kok jawabnya nggak nyambung banget sih...!" ujar Andin sambil bergelayut manja merangkul tubuh Ajay.
"Andin, please...! Beneran deh, gue lagi pengen sendiri..!" kembali Ajay mendorong tubuh Andin yang mulai menempel di dada bidangnya Ajay.
"Kenapa sih...? Lagi ada masalah..? Kok kusut banget...!"
"Gue lagi pusing..!"
"Cerita deh...! Kali aja gue bisa bantu !" ujar Andin seraya mengambil botol wine dan menuangkannya ke dalam seloki Ajay yang telah kosong. Andin menyodorkan seloki tersebut kepada Ajay, kemudian Ajay menenggak minumannya.
"Mantan pacar gue hamil...." jawab Ajay.
"Plak..!" sebuah tamparan keras mendarat di pipi Ajay. "Brengsek lo Jay... jadi lo tidur juga sama cewek-cewek lo..!" teriak Andin, dia merasa marah atas pengakuan Ajay yang telah menghamili seorang gadis.
"Jelas gue marah...! Lo selingkuhin gue...!!" ujar Andin cukup keras, membuat para pengunjung memperhatikan mereka yang tengah berdebat.
"Sstt....diam..!! Semua orang melihat ke arah kita, lo nggak malu !" kata Ajay setengah berbisik.
Andin menoleh ke kiri dan ke kanan, ya... memang tampak beberapa pengunjung sedang memperhatikan dirinya dan Ajay.
"Come on...., dia, mantan pacar..!! Dan lo...?! Ah Andin, lo sendiri tahu hubungan kita seperti apa...? Kita itu hanya sebatas partner di atas ranjang yang saling membutuhkan ! Lo butuh kepuasan dari gue kan...? Nggak usah munafik deh...! Jangan bilang kalau gue orang pertama yang tidur sama lo...!"
Andin terdiam, memang benar apa yang dikatakan Ajay. Dia bukanlah laki-laki pertama yang pernah tidur dengannya, tapi Andin berharap kalau Ajay akan menjadi lelaki terakhirnya. Karena jujur saja...., Ajaylah satu-satunya lelaki yang bisa memuaskan hasratnya. Sangat berbeda dengan laki-laki manapun yang pernah tidur dengannya.
"Terus...., apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Andin.
"Entahlah..." jawab Ajay. "Aarrrhh... gue pusing !!" Ajay menjambak rambutnya sendiri, merasa frustasi dengan keadaan yang menimpa dirinya.
"Lo suruh aja dia menggugurkan kandungannya !" saran Andin.
__ADS_1
"Gila lo...! Gue tahu siapa Kyara, dia nggak akan mau lakuin itu...!"
"What..!! Jadi... mantan pacar lo, cewek itu...! Yang kemarin bersama Aaron ? Ah... brengsek lo Jay..!"
"Hey...! Kalau lo cuma mau ngatain gue, sebaiknya lo pergi..!!" bentak Ajay.
Sekali lagi Andin terdiam. Baru kali ini Ajay membentaknya. "Dengar, jika dia nggak bisa gugurin kandungannya, kenapa bukan lo aja yang bertindak !"
"Maksud lo...?" tanya Ajay heran.
"Iya..! Lo aja yang gugurin kandungannya..!" jawab Andin santai.
"Nggak usah berbelit-belit ! Gue lagi nggak mau bercanda...!" jawab Ajay kesal.
"Sini gue bisikin...!" Andin mendekati Ajay, kemudian berbisik di telinga Ajay.
Entah apa yang diucapkan Andin, namun terlihat sebuah senyuman mengembang di bibir Ajay. Ah... sepertinya Ajay sedang menyusun sebuah rencana. "Terus, dimana gue bisa dapatkan barang itu..?"
"Tenang saja, urusan itu serahin aja sama gue !" jawab Andin santai sambil meminum wine yang tersisa.
"Ayo..!" tiba-tiba Ajay menarik tangan Andin.
"Kemana..?" tanya Andin keheranan.
"Hotel." jawab Ajay singkat.
Senyum Andin mengembang, seperti mendapatkan sebuah jackpot. Andin pun segera bangkit dan mengikuti langkah kaki Ajay. Mereka keluar dari club itu. Ajay melajukan mobilnya menuju sebuah hotel milik kakeknya. Dia menerobos masuk begitu saja menuju kamar hotel yang selalu ditempatinya saat dia menginap di sana. Tentu saja tak ada satupun karyawan yang berani menegurnya, karena memang dialah salah satu pewaris kekayaan sang kakek, termasuk hotel ini.
Pintu kamar terbuka, Ajay menggendong tubuh Andin ala bridal style... Andin tersenyum penuh kemenangan. Gairah kedua insan itu telah memuncak, tak berapa lama, pergulatan panas pun terjadi di sana...
Bersambung....
Terima kasih untuk readers yang telah meluangkan waktu membaca cerita ini.
Jangan lupa kritik dan sarannya ditunggu ya, supaya author bisa lebih baik lagi dalam berkarya.
__ADS_1
Jika berkenan, silakan like, vote n komen cerita ini π