Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Menemuinya


__ADS_3

Cukup lama tuan Mahesa merenung sembari beristirahat di kamarnya. Setelah rasa sakit di dadanya mulai mereda, dia pun kembali ke ruang kerjanya.


Tiba di ruang kerja, tuan Mahesa segera duduk di kursi kebesarannya. Sejenak dia menyandarkan punggungnya, menatap langit-langit ruangan dengan tatapan kosong.


Dia pun menarik napasnya panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Aku harus segera mengambil keputusan saat ini juga, sebelum semuanya terlambat dan menyakiti banyak pihak. Pikir tuan Mahesa.


Tuan Mahesa segera memanggil asistennya melalui intercom yang berada di ruangannya. Tak lama kemudian, Renald pun tiba di ruangan tuan Mahesa.


"Apa kau tahu di apartemen mana dia tinggal ?" tanya tuan Mahesa.


Renald mengangguk.


"Apartemen Bougenville, terletak di sisi selatan kota B." jawab Renald.


Tuan Mahesa berdiri, dia meraih jasnya yang tersampir di belakang kursi kebesarannya, kemudian memakainya.


Sambil mengancingkan jasnya, dia pun berkata, "Antarkan aku untuk menemuinya !"


Setelah itu tuan Mahesa berjalan mendahului asistennya. Sang asisten pun mengikutinya dari belakang.


Langkah tegap tuan Mahesa terlihat terburu-buru, membuat Renald merasa kewalahan mengimbanginya.


Perjalanan dari kantor menuju apartemen itu memakan waktu sekitar 1,5 jam. Beruntungnya, jalanan terlihat lengang karena memang ini bukan jam istirahat.


Akhirnya, mobil yang dikendarai Renald bersama tuannya, berbelok menuju pelataran parkir apartemen Bougenville.


Setelah menanyakan kamar Cecilia melalui resepsionis. Mereka pun segera menuju kamar yang dimaksud.


Ting tong...


Renald menekan bel pintu kamar apartemen. Selang beberapa menit, pintu kamar apartemen pun terbuka. Tampak seorang gadis yang mengernyitkan keningnya melihat dua orang asing yang sedang berdiri di hadapannya.


"Dengan nona Cecilia ?" tanya Renald.


"Be... benar.., sa.. saya Cecilia." jawab Cecilia terbata.


"Tuan saya ingin menemui anda, apa kami boleh masuk ?" tanya Renald lagi.


Cecilia tampak tertegun, terlebih lagi ketika melihat seorang pria tua yang tampak berdiri gagah di belakang orang yang sedang berbicara dengannya.


"Tidak usah khawatir, kami bukan orang jahat." ujar Renald, seolah mengerti arti tatapan dari Cecilia.


"Ba.. baiklah.., silakan masuk !" ujar Cecilia mempersilakan tamunya masuk.


Tuan Mahesa pun masuk. Namun Renald, hanya menunggunya di luar saja. Dia mengerti jika tuannya hanya ingin berbicara empat mata dengan orang yang di maksud.

__ADS_1


Tuan Mahesa duduk setelah dipersilakan oleh tuan rumah.


"Sebenarnya, si.. siapa anda ? Ada perlu apa datang ke apartemenku ?" tanya Cecilia.


Tuan Mahesa menarik napasnya. Sejenak dia diam dan memperhatikan gadis yang sedang berdiri di hadapannya.


"Duduklah !" perintahnya.


Cecilia duduk di kursi yang berhadapan dengan tamunya.


"Nama saya Mahesa Sanjaya." jawab tuan Mahesa.


Wajah Cecilia seketika pucat pasi mendengar nama Sanjaya.


Sanjaya...? Apa ini ada hubungannya dengan Ajay Sanjaya ? Siapa sebenarnya dia ? Batin Cecilia.


"Anda... ?"


"Ya, saya eyangnya Ajay Sanjaya ! Apa kau mengenal cucuku ?" tuan Mahesa balik bertanya.


Seketika Cecilia bangkit dan mendekati tuan Mahesa untuk mencium tangannya. Namun sayangnya, tuan Mahesa malah menepiskan tangannya sendiri.


"Tidak usah berbasa-basi ! Apa tujuanmu mendekati cucuku ?" tanya tuan Mahesa, tegas.


"Ma... maaf tuan, a..aku tidak mempunyai tujuan apa-apa ? Aku mencintainya, begitu juga dengan Ajay. Kami saling mencintai." jawab Cecilia.


"Apa kau tahu jika Ajay telah bertunangan ?"


Cecilia menundukkan kepalanya, "A.. aku tahu tuan." jawabnya.


"Lalu kenapa kau masih memaksakan diri untuk mengejarnya ?"


"Aku...aku sudah katakan, jika aku dan Ajay saling mencintai. Lagipula, awalnya aku sama sekali tidak tahu jika Ajay telah bertunangan. Percayalah tuan, jika dari awal aku tahu dia telah memiliki tunangan, aku tidak akan pernah mau berhubungan dengannya."


"Sekarang kau sudah tahu, lalu kenapa kau tidak melepaskannya dan menjauh dari hidupnya ?"


"A...aku tidak bisa, tuan. Aku...aku punya alasan untuk tidak pernah pergi dari kehidupan Ajay."


Kembali tuan Mahesa menarik napasnya, panjang.


"Jika alasanmu hanya karena bayi yang sedang kau kandung, tidak perlu khawatir. Aku akan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap anak itu."


"Mak... maksud tuan ?"


"Jaga dan lahirkan anak itu ! Akan aku tanggung semua biaya selama kau hamil dan melahirkan. Dan jika anak itu telah lahir, serahkan dia padaku dan pergilah jauh dari kehidupan Ajay. Biar dia dan calon istrinya yang akan mengurus anakmu, kelak."

__ADS_1


Deg...


Cecilia terkejut mendengar ucapan tuan Mahesa. Dia benar-benar tidak menyangka jika tuan Mahesa yang terkenal arif dan bijaksana, justru sanggup memberikan solusi yang tidak masuk akal seperti itu.


"Tidak tuan ! Aku tidak akan melakukan apa yang tuan inginkan ! Bagiku, anak ini sangat berharga ! Dia buah cinta kami !" seru Cecilia.


"Apa kau tahu, jika aku memiliki kesepakatan dengan cucuku ?" tanya tuan Mahesa, menyelidik.


Cecilia menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hhhh..., sepertinya kau tidak tahu apapun tentang kekasihmu..!" ujar tuan Mahesa.


Cecilia mengernyitkan dahinya.


"Baiklah, biar ku beritahu ! Ajay telah berjanji padaku untuk menikah dengan gadis yang aku pilihkan untuknya, dan jika dia sampai mengingkari janjinya, maka dia akan kehilangan seluruh warisannya. Itu artinya, jika dia masih mempertahankan egonya dan masih menjalin hubungan denganmu, maka dia harus bersiap-siap untuk segera angkat kaki dari rumahnya. Tidak hanya itu saja, dia juga harus rela kehilangan nama Sanjaya untuk selamanya. Karena jika sampai dia mengingkari kesepakatan ini, maka dia harus rela untuk kehilangan hak warisnya. Sekarang, apa kau masih ingin bersamanya setelah kau mengetahui kebenarannya. Sudah siapkah kau hidup seperti gelandang bersamanya ?" seringai tuan Mahesa.


kedua bola mata Cecilia semakin membesar mendengar penjelasan tuan Mahesa yang panjang lebar. Sejenak, Cecilia tampak termenung.


Jadi ini yang membuat Ajay ragu untuk menikahiku ? Pantas saja, dia selalu menghindar saat aku bertanya tentang pernikahan. Ternyata inilah alasannya. Ya..! Cucu mana yang sanggup kehilangan semua hak waris dari keluarganya. Ish..! Ternyata tuan Mahesa tidak sebijak apa kata orang. Dia benar-benar kejam terhadap cucu kandungnya sendiri. Baiklah, jika kau ingin bermain-main denganku, akan aku layani.


Cecilia menarik napasnya panjang dan menghembuskannya dengan kasar.


Jika begini caranya, mau tidak mau aku harus meminta bantuan papah untuk bisa melepaskan Ajay dari kesepakatannya. Dengan begitu, dia pasti akan menikahiku. Batin Cecilia.


"Sekali lagi, maafkan aku tuan, aku tidak bisa melepaskan Ajay. Aku sudah bilang, kami saling mencintai dan kami akan terus berjuang untuk cinta kami." ujar Cecilia penuh keyakinan.


"Mengenai kesepakatan anda dengan cucu anda, hmm... jujur saja, aku tidak peduli. Namun satu hal yang pasti, jika memang tuan hendak mendepak Ajay dari keluarganya, silakan ! Dan aku akan senang hati untuk menerima Ajay dan menjadikannya satu-satunya pewaris tunggal Guna Wirawan, pemilik perkebunan kelapa sawit terbesar di negara ini, karena aku adalah putri tunggalnya. Jika sudah tidak ada lagi yang ingin tuan bicarakan, silakan angkat kaki dari apartemen saya !" ujarnya, sinis.


Tuan Mahesa terkejut bukan main dengan sikap Cecilia yang mulai menampakkan sifat aslinya. Dia kembali menegang dadanya yang terasa sakit.


Tuan Mahesa segera mengeluarkan ponselnya, kemudian dia pun menghubungi Renald. Segera setelah tuan Mahesa mengakhiri panggilannya, Renald masuk ke dalam.


Di dalam, tampak tuan Mahesa tengah duduk dengan tangan bergetar menahan amarah dan rasa sakitnya. Dia segera bangkit dan pergi dari apartemen Cecilia.


"Kita kembali ke kantor !" perintahnya kepada Renald.


Bersambung...


Happy weekend gaisss...


Mohon maaf jika ke depannya author bakalan telat untuk up, karena author harus nungguin pasien dulu.


Minta doanya dari para readers sekalian, agar ponakanku yang sedang dirawat inap, bisa segera keluar dari rumah sakit.🤲🤲🙏


Jangan lupa like vote n komennya. 🙏

__ADS_1


__ADS_2