
Waktu terus berlalu. Tanpa terasa hampir 8 bulan Kyara menjalani pertunangan ini. Pertunangan yang tanpa kabar dan berita dari pihak lelaki. Namun Kyara masih berpikir positif, mungkin memang Ajay memiliki kesibukan yang cukup padat, mengingat dia adalah seorang mahasiswa yang cukup aktif di kampusnya.
Tapi, kenyataannya berbanding terbalik dari apa yang dipikirkan Kyara. Seorang Ajay Sanjaya tetaplah Ajay yang dengan sifat urakannya dia sering membolos kuliah. Hidupnya hanya untuk bersenang-senang. Pergi dari satu club ke club lain. Dari satu party ke party lain. Terlebih lagi, kunci rumah baru sudah dia kuasai. Hampir setiap pekan, rumahnya menjadi tempat nongkrong teman-temannya.
Setelah tuan Mahesa kembali ke rumahnya, sikap Ajay semakin tidak terkontrol seperti dulu lagi. Teguran dari ayah dan adiknya pun tidak dihiraukannya. Setiap malam minggu, selalu terjadi pesta di rumah miliknya itu. Hingga hingar bingar dan kerasnya dentuman suara musik pun sampai terdengar ke rumahnya Bagas.
Bagas hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Ajay yang semakin menggila. Di mana ada party, di sana juga ada wanita dan minuman keras. Bukan tidak pernah mengingatkan...? Sering....! Bagas sudah sangat sering mengingatkan Ajay tentang bahaya kehidupan bebasnya. Namun sayangnya, sejak perkelahiannya tempo dulu, membuat Ajay semakin menjauhi Bagas.
Aaahhh...., benar-benar keras kepala...! batin Bagas yang hanya mampu mengusap dada jika party kembali terjadi di rumahnya Ajay.
Hari ini, hari terakhir ujian semester genap di kampusnya Ajay dan Bagas.
"Alhamdulillah...! Semoga nilainya memuaskan dan bisa lulus tepat waktu...! Aamiin...!" gumam Bagas. "Aaron apa kabar..? Sudah lama aku tidak tidak menghubunginya..!"
Bagas pun mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi sahabatnya itu. Namun panggilannya tidak tersambung. Bagas mencoba kembali, tapi masih tetap sama. Ponsel Aaron tidak dapat dihubungi. Hanya suara seorang wanita yang mengatakan telponnya tidak aktif atau berada di luar jangkauan...🤭
***
"Yeayyy....! Akhirnya ujian beres juga...!" teriak Mita dan Laura.
Andin tersenyum, "Iya, nih...! Bentar lagi liburan deh..., kita bakalan lama nih nggak ketemu..!" ujar Andin.
"Ngomong-ngomong, liburan kali ini, lo mau kemana, Ndin ?" tanya Laura.
"Bokap sih ngajak ke L.A ...!" jawab Andin.
"Waaahh...! Senang ya Ndin....! Lo mah jelong-jelongnya ke luar negeri terus..!" seru Mita.
"Biasalah...,Nyokap...! Katanya suka pusing kepala kalo duitnya nggak abis-abis...!" ujar Andin.
"Party dong, Ndin...! Itung-itung, perpisahan..!" ujar Mita.
"Pastilah...! Tapi party nya di rumah baru gue, ya..!" ujar Andin.
"Lo beli rumah, Ndin..? Kapan...? Kok gue nggak tahu sih..!" tanya Mita terkejut.
"Cuma hadiah dari eyang Mahesa, buat pernikahan gue sama Ajay, entar...!" jawab Andin dengan bangganya.
"Apa....! Lo mau merried sama Ajay...? Kapan..? Kok nggak ngasih tahu kita sih...!" teriak Mita.
"Kejutan...!!" seru Andin.
Laura hanya diam. Dia merasa ragu dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya. Bukannya Ajay orang yang tidak suka terikat...? Masa iya dia mau menikah...! Tapi, ya sudahlahlah...! Toh itu bukan urusan gue...! batin Laura.
"Eh, udah sore nih...! Gue balik dulu, ya...!" pamit Laura.
"Kok balik sih...! Kita nongkrong dulu di JB Coffee Shop yuk...!" ajak Andin.
"Kalian berdua aja deh...! Gue sudah ada janji mau temani nyokap ke rumah temannya." tolak Laura.
"Ya sudah...! Kita duluan, ya..! Yuk...!" ujar Andin dan Mita seraya pergi meninggalkan Laura.
***
"Jay, weekend ini jadi party, kan...?" tanya Doni teman sekelas Ajay.
"Jadi dong..!" jawab Ajay.
"Oke...! Gue hubungi yang lainnya dulu ya...!" ujarnya kembali.
"Siippp...! Jangan lupa, siapin anggur terbaik untuk nanti..!" teriak Ajay.
"Siaaapp boss...!"
"Sayaaaang...! Mmuaahh...!"
__ADS_1
Andin menghampiri Ajay, tanpa merasa malu, dia mencium bibir Ajay.
Tentu saja Ajay tidak melewatkan serangan Andin. Dia segera memegang tengkuk Andin dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya meraih pinggang Andin dan mendekapnya dengan erat. Ciuman panas pun terjadi di hadapan Mita.
"Wooyyy...! Di sini masih ada orang...! Jaga perasaan seorang jomblo dong...!" gerutu Mita, kesal.
Andin melepaskan ciumannya. Tangannya bergelayut manja di tangan Ajay.
"Maaf, Mit...! Soalnya, tarikan magnetnya sangat kuat..!" gurau Ajay sambil kembali memberikan kecupan kecil di bibir Andin.
Mita memonyongkan bibirnya.
"Oh, iya sayang..! Besok malam, kita jadi party, kan..?" tanya Andin.
"Jadi dong...!" jawab Ajay seraya memainkan rambut Andin.
"Oke..., nanti aku bawakan wine terbaik milik papaku..!" ujar Andin
"Tidak perlu..! Aku sudah menyuruh Doni untuk membawa anggur terbaik. Kamu hanya cukup mempersiapkan iii...niii...saja..!" ujar Ajay seraya menyusuri bagian tubuh Andin mulai dari wajahnya hingga ke area sensitifnya dengan telunjuknya.
"Isshhh....!" Andin mendesis. "Badboy...!" ujarnya berbisik kemudian menggigit kecil daun telinga Ajay. Setelah itu Andin berlari sambil menarik tangan Mita.
Ajay tersenyum melihat tingkah laku Andin. Aahh... kucing liarku...., batinnya.
***
Ting tong...
Bel di rumah Andin berbunyi.
"Iya...! Sebentar...!" teriak nyonya Mira.
Ceklek..!
Pintu terbuka...
"Iya, tante..! Cecil juga senang, makasih udah ngajak Cecil liburan !"
"Iya, sama-sama..! Andin pasti senang, mendengar semua ini..! Ayo, masuk..!" ajak nyonya Mira.
Cecilia mengangguk. Dia pun masuk mengikuti nyonya Mira.
"Andin mana, tante ?" tanyanya.
"Andin kuliah.., sebentar lagi dia pulang..!" jawab nyonya Mira.
"Maaa...., Andin pulang...!" teriak Andin dari depan pintu.
"Eehh..., panjang umur tuh anak..! Baru aja diomongin..!" ujar nyonya Mira.
"Aaahhh.... Cecil...!!" teriak Andin saat tiba di ruang keluarga dan bertemu Cecilia.
"Apa kabar, An...?" sapa Cecilia.
"Aah...gue kangen ma lo...!" Andin menghambur lalu memeluk Cecilia. "Ke kamar gue yuk...!" ajak Andin menarik tangan Cecilia.
Cecilia pun mengikuti Andin seraya berlari kecil untuk mengimbangi langkah Andin yang terburu-buru.
"Gue senang, lo akhirnya datang juga...!" ujar Andin begitu tiba di kamarnya.
Andin merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Begitu juga dengan Cecilia.
"Eh, besok malam, lo ikut gue ya...!" tanya Andin.
"Kemana ?" Cecilia balik bertanya.
__ADS_1
"Party...! Di rumah cowok gue...!" jawab Andin.
"Oh, ya..! Banyak orang nggak ?" tanya Cecilia lagi.
"Yang namanya party, pasti banyak orang lah..!" jawab Andin.
"Aku di rumah aja deh...! Kamu kan tahu, aku nggak suka keramaian..!" ujar Cecilia.
Andin duduk, dia menghadap Cecilia. "Ayolah Li...! Temani gue..! Bukannya lo pengen tahu cowok gue..?" tanya Andin, membujuk.
"Ah, paling tampangnya nggak jauh beda ma Edo, mantan pacar kamu..! He...he..."
"Ish.., sialan...!" gerutu Andin seraya menimpuk Cecilia dengan bantal.
Cecilia tersenyum, "Oke, tuan putri...! Besok aku ikut..!" jawab Cecilia.
"Sip..! Tapi awas...!! Dilarang keras naksir cowok gue, ya..!" seru Andin.
Cecilia pun menggelengkan kepalanya mendengar ancaman Andin.
***
Sabtu malam...
Dentuman musik mulai terdengar dari halaman belakang rumah Ajay. Kelap-kelip lampu hias yang dipasang di pohon-pohon cemara di sekitar taman, menambah semaraknya suasana pesta.
Satu persatu, tamu-tamu undangan mulai berdatangan. Begitu juga dengan Andin dan sahabat-sahabatnya.
"Eh, kenalin nih...! Dia Cecilia, sobat gue dari orok...!" teriak Andin mengenalkan Cecilia kepada kedua sahabatnya.
Mita...!
Laura..!
ujar Mita dan Laura seraya menjabat tangan Cecilia.
Cecilia...!" ujar Cecilia memperkenalkan dirinya kepada kedua sahabat Andin.
"Cowok lo belum turun, Ndin..?" tanya Mita.
"Tahu, tuh...!" ujar Andin seraya mengambil gelas wine yang dibawa oleh para pelayan sewaan Ajay.
tiba-tiba, lampu disekitar halaman padam. Seorang pria memakai tuxedo lengkap, muncul di balkon atas.
"Tes...tes...tes...!" ujar pria itu menjajal mic nya.
"Ladies and gentleman...! Wellcome to our party...!!" teriaknya dengan suara menggema.
"Baiklah...! Pesta ini aku selenggarakan untuk kekasih tercintaku, Andin Rosalinda..., yang 3 hari lagi dia akan berangkat liburan bersama keluarganya ke L.A. Anggap saja ini sebagai pesta perpisahan, karena dia akan bersenang-senang dengan kedua orang tuanya dan meninggalkan aku di sini seorang diri..." ujar Ajay dengan intonasi seolah sedang kecewa dan bersedih karena akan ditinggalkan kekasihnya.
"Wuuuuu.....!!" serentak teriakan para pengunjung pesta menggema menyoraki Ajay.
"Tapi tenang...! Tenang..., para hadirin...!" ujar Ajay mencoba menenangkan kembali suasana di pestanya. "Andin, this party's for you...! And i will wait, until you come back again..!"
"Oke guys...! Enjoying your party...!" teriak Ajay.
Deg...deg...deg...
Jantung Cecilia langsung berdetak kencang saat melihat wajah laki-laki di atas balkon yang tersorot kamera...
Laki-laki itu.....!
Bersambung....
Mohon maaf baru bisa kembali up...
__ADS_1
Semoga masih setia menunggu kelanjutan ceritanya...
Jangan lupa like vote n komennya...