
Suasana makan malam di rumah keluarga Sanjaya, berbeda dari yang biasanya. Kemarahan tuan Mahesa masih tampak jelas terpancar di raut wajahnya.
Kyara benar-benar merasa tidak nyaman dengan keheningan yang terjadi di meja makan. Terlebih lagi saat melihat tatapan Ajay yang sangat tidak bersahabat kepada dirinya. Rasanya kyara ingin segera menyudahi makannya. Namun dia tidak punya keberanian untuk berbicara.
Setelah selesai makan, tanpa banyak bicara, tuan Mahesa segera pergi ke kamarnya. Begitu juga dengan nyonya Aini.
Ajay beranjak dari kursinya. Dia kemudian menghampiri Kyara.
"Ikut aku...!" ujarnya seraya mencekal tangan Kyara dan menariknya ke teras belakang.
Kyara berjalan terseok-seok, karena mengikuti langkah Ajay yang sangat terburu-buru.
"Aww... lepaskan Han...! Sakit..!" gumam Kyara, lirih seraya memegang tangan yang dicekal Ajay
Namun Ajay tak menggubris perkataan Kyara. Dia malah semakin menyeret Kyara. Tiba di teras belakang, Ajay menghempaskan Kyara dengan kuat, sehingga Kyara terjerembab ke lantai.
"Puas kamu, Kya..!" teriak Ajay dengan suara yang sedikit tertahan karena takut orang rumah mendengarnya. "Puas kamu membuatku dimarahi eyang habis-habisan !" lanjutnya.
"Aku...aku tidak mengerti...!" jawab Kyara, ketakutan.
Ajay berjongkok di hadapan Kyara. Tangannya memegang rahang Kyara dengan kuat.
"Isss....sa...sakit..., Han..!" Kyara memegang tangan Ajay, berusaha untuk melepaskan tangan itu dari rahangnya.
Ajay semakin kuat mencengkram rahang Kyara. "Katakan ! Apa tujuanmu datang kemari...? Untuk memproklamirkan diri mu sebagai tunanganku, iya..?" tanya Ajay.
Kyara menggelengkan kepalanya. "Eyang memintaku untuk datang...!" jawab Kyara.
"Tapi kau bisa menolaknya, Kya...!" teriak Ajay. "Sekarang, kau puas...! Dia meninggalkanku...! Apa kau puas...!!"
Kyara terkejut mendengar ucapan Ajay. Dia lebih mementingkan gadis itu dibandingkan perasaanku..., ya Tuhan..., beri aku kekuatan..., batin Kyara. Hatinya terasa perih mendengar kalimat Ajay.
Ajay melepaskan tangannya dari rahang Kyara. Setelah itu dia meninggalkan Kyara yang masih terduduk di lantai teras belakang.
***
"Gas, boleh gue minta nomor ponsel Kyara ?" tanya Aaron.
Bagas mencari id name Kyara di ponselnya. Kemudian dia menyerahkannya kepada Aaron.
"Sekarang, apa yang akan kamu lakukan..?" tanya Bagas.
"Aku ingin meminta penjelasan dari Kyara." jawab Aaron seraya mengetik nomor ponsel Kyara di HP nya.
***
Drrt...drrt...drrtt...
Ponsel Kyara bergetar. Kyara merogoh saku celananya. "Nomor tak dikenal..!" gumamnya. "Kira-kira, siapa yang menghubungiku malam-malam begini...."
"Ha... hallo...! ( Kyara ) Suaranya agak sedikit parau karena menahan rasa sesak di dadanya.
"Kya, ini aku. Aaron." ( Aaron )
Sejenak Kyara terdiam...
"Hallo... Kya... Kya..kau dengar aku..?" ( Aaron )
"Ya...,ada apa Ar..?" ( Kyara )
"Apa kau sedang menangis ?" ( Aaron )
"Ti.... tidak Ar...! Kenapa kau berpikir demikian ?" ( Kyara )
__ADS_1
"Suaramu terdengar serak. Seperti orang yang habis menangis." ( Aaron )
"Tenggorokanku agak sedikit sakit. Mungkin hanya kurang minum saja." ( Kyara )
"Oh, baiklah ! Kya, apa besok kita bisa bertemu ?" ( Aaron)
"Untuk apa Ar ? Aku tidak mau membuat masalah dengan keluarga ini ?" ( Kyara )
"Aku mengerti. Tapi kita harus bertemu, Kya. Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan. Aku mohon...! Anggap saja ini permintaan terakhir dari seorang sahabat. Setelah ini, aku janji, aku tidak akan mengganggumu lagi !" ( Aaron )
"Ba... baiklah..! Dimana ?" ( Kyara )
"Apa kau tahu taman Kusuma ?" ( Aaron )
"Ya...! Aku tahu." ( Aaron )
"Baiklah, kita bertemu di sana, jam 10 pagi !" ( Aaron )
"Baiklah...! Sampai bertemu besok !" ( Kyara )
Kyara segera menutup telponnya. Dia tidak mau membuat Aaron semakin curiga dengan keadaannya.
Di rumah Aaron.
"Kamu yakin dengan semua ini ?" tanya Bagas.
"Ya...! Aku yakin Gas..!" jawab Aaron.
"Tapi Ar...! Apa tidak sayang...? Hanya tinggal 2 tahun lagi, maka gelar SH mu akan kau dapatkan...? Bisakah kau bertahan, sebentar saja...! Hingga kau menyelesaikan kuliahmu." Bagas mencoba membujuk Aaron.
Hela napas Aaron terasa berat. Dia tersenyum miris, "Dua tahun, Gas..! Gue nggak bakal sanggup harus melihat kebersamaan mereka selama dua tahun. Ini terlalu menyakitkan !" ujar Aaron lirih.
"Gue tahu Ar..! Ayolah...! Jangan hanya karena wanita, pendidikanmu berantakan...! Jika kamu pindah, maka semuanya akan kembali dari awal..! Ayolah Ar..., kuatkan hatimu...! Ini bukan yang pertama kali kamu merasa kecewa terhadap gadis itu..!" ujar Bagas, mencoba memberikan semangat.
Bagas menarik napasnya. "Baiklah...! Terserah lo saja ! Sekarang istirahatlah..!"
Aaron pun mengangguk. Mereka kemudian merebahkan tubuhnya masing-masing untuk pergi ke alam mimpinya.
***
Keesokan harinya...
Dengan menaiki taksi online, Kyara pun pergi ke taman Kusuma. Sebuah taman di pinggiran kota B. Sebenarnya dulu taman ini sangat ramai dikunjungi penduduk. Karena ini satu-satunya pusat bermain dan berolahraga. Tapi semenjak kehadiran taman kota yang berada di pusat kota B. Taman ini pun mulai terlupakan. Hanya segelintir orang saja yang masih datang kemari untuk sekedar melepaskan penatnya.
Kyara melirik jam tangannya saat dia tiba di taman Kusuma. "10.10, aku terlambat 10 menit. Ah..., semoga saja Aaron tidak marah." gumamnya seraya menyusuri jalan setapak di taman itu.
Dari kejauhan Kyara melihat Aaron tengah duduk di salah satu kursi di sudut taman. Sedangkan Bagas, berdiri menyender pada tiang penyangga ayunan di depan Aaron.
Kyara menghampiri mereka dengan perasaan yang sulit untuk dibayangkan. Perasaan bersalah lebih mendominasi hatinya dibandingkan dengan rasa senangnya bisa bertemu mereka lagi.
"Ma..maaf.., aku...aku terlambat..!" ujar Kyara sambil membungkukkan badannya.
Aaron melirik jam yang melingkar di tangannya.15 menit.. batinnya. Aaron berusaha untuk tersenyum dan menetralkan kegundahan di hatinya. "Tidak apa-apa, Kya !" jawab Aaron. "Duduklah..!" lanjutnya.
Seperti biasanya, Aaron selalu bersikap hangat terhadap Kyara. Sesakit apapun luka yang dirasakannya karena sikap Kyara, semua itu tidak akan mampu membuat Aaron membenci Kyara. Berbeda dengan Bagas. Kekesalan masih tampak di raut wajahnya. Bukan hanya pertunangan Kyara yang membuat Bagas kesal. Tapi sikap Kyara yang kembali membuat Aaron patah hati.
Kyara duduk di samping Aaron. Perasaan canggung menyelimuti keduanya.
"Se... selamat atas pertunanganmu, Kya !" ujar Aaron membuka pembicaraan.
"Te.. terima kasih...!" jawab Kyara. "Ma.. maafkan aku..!" Kyara melanjutkan kata-katanya.
"Maaf untuk apa ?" ujar Aaron.
__ADS_1
"Maaf jika aku telah banyak menyusahkanmu..!" lanjut Kyara.
"Sudahlah..., tidak usah dipikirkan..! Bukankah kita..te...teman...?" jawab Aaron. Ada rasa sesak di dadanya saat dia harus menyebutkan kata teman.
Kyara mengangguk.
"Maaf Kya, kalau boleh tahu, kenapa kau memutuskan kembali kepada Ajay ? Bukankah kau tahu bagaimana sikap Ajay padamu..?" tanya Aaron.
Kyara menundukkan kepalanya...
"Kya..?" tanya Aaron lagi.
"Aku tidak punya pilihan lain, Ar. Semuanya berawal dari lamaran seorang pemuda di kampungku. Saat dia melamarku, aku menolaknya. Ibu mendesak alasanku kenapa menolak pemuda itu, dan aku pun menceritakan semua perbuatanku..." Kyara berhenti sejenak, air matanya mulai menggenang di sudut kedua matanya.
"Ayah..., tanpa kusadari, ayah mendengar pembicaraanku dengan ibu. Be... beliau marah dan memintaku untuk mengantarnya ke rumah Ajay. Aku pun tidak bisa menolaknya. Tiba di rumah Ajay, ayah menceritakan semua perbuatan Ajay dan meminta Ajay untuk bertanggungjawab. Aku tahu kesalahanku, aku tahu masa depanku telah hancur. Jika bukan dia yang menikahiku, lalu siapa yang akan menikahiku ? Aku hanya seorang gadis yang telah ternoda. Tidak akan ada seorang lelaki yang mau menerima seorang gadis sepertiku." lanjut Kyara.
"Kenapa pikiranmu sempit sekali, nona !" teriak Bagas.
Ya..! Tiba-tiba saja Bagas merasa geram dengan pemikiran Kyara yang dianggapnya bodoh. Mau menerima pertunangan, padahal dia tahu jika Ajay telah menyakitinya berulang kali.
"Apa kau pikir, duniamu akan runtuh hanya karena kau bukan seorang perawan..!" lanjut Bagas penuh emosi. "Kau tahu, di kota ini bukan hanya kamu satu-satunya gadis yang sudah tidak suci lagi. Banyak, nona..! Ratusan..., atau bahkan ribuan...! Tapi mereka masih bisa melanjutkan hidupnya, tanpa harus kembali lagi kepada orang yang telah menyakitinya..!"
"CUKUP...!!" teriak Kyara yang merasa tersinggung dengan ucapan Bagas.
"Ya...! Banyak orang yang sepertiku..! Banyak orang yang bodoh karena terlalu mencintai..! Tapi aku bukan mereka..! Yang sanggup membohongi laki-laki lain yang meminangku.. ! Aku juga bukan mereka, yang tanpa berdosa menyerahkan diriku untuk dinikahi pemuda baik-baik..! Aku bukan mereka yang bisa menyerahkan dosaku dalam kehidupan orang lain..!" teriak Kyara penuh emosi.
"Apa kau tahu rasanya terhina..! Apa kau tahu rasanya menyadari ketidaksempurnaanmu...! Apa kau tahu rasanya terbebani dengan semua dosamu..!" lanjut Kyara. Suaranya terdengar pelan, seolah tercekat di tenggorokan.
"Hmm...tidak...,aku rasa kau tidak tahu apa artinya penderitaan..! Makhluk sempurna seperti kalian, tidak akan pernah mengerti kelemahan seorang wanita sepertiku..!" gumam Kyara lirih.
"Aku mencintaimu Kya ! Kau tahu, sejak sekolah asrama, aku selalu mencintaimu..." ujar Aaron.
"Tapi...,aku...aku tidak mencintaimu Ar...!" jawab Kyara berusaha untuk menahan air matanya.
"Tapi kenapa Kya...? Tolong beri aku kesempatan untuk bisa mengangkat bebanmu...! Aku janji, aku akan selalu berusaha untuk membuatmu tersenyum." ujar Aaron.
"Maafkan aku Ar.. ! Aku bukan wanita yang pantas untukmu..!" jawab Kyara.
"Hanya aku yang berhak memutuskan pantas atau tidaknya seorang gadis yang akan mendampingiku..! Ku mohon Kya, izinkan aku mengobati semua luka di hatimu." pinta Aaron.
"Aku tidak bisa Ar, aku mencintai Ajay." ujar Kyara sedikit berbohong, karena dia sendiri tidak tahu dengan perasaannya pada Ajay saat ini.
"Tapi Ajay tidak mencintaimu..! Jika dia mencintaimu, dia tidak akan pernah menduakanmu.." ujar Aaron dengan nada yang cukup tinggi.
"Ajay pernah mencintaiku, aku akan berusaha untuk mengembalikan cinta itu..!" jawab Kyara.
Keheningan kembali tercipta di antara mereka.
Ya...! Dengan semangatmu itu, aku bisa merasakan begitu besarnya cintamu terhadap Ajay. Dan aku..., aah...aku kalah, Kya...! Pada akhirnya aku patah hati lagi oleh sikapmu yang sangat mencintai Ajay...batin Aaron.
Maafkan aku Ar...! Aku tidak ingin menyakitimu.., tapi aku harus bersikap tegas. Aku tidak mau, kamu terus berharap dan mencintaiku. Kamu berhak mendapatkan pendamping yang terbaik untuk mendampingimu kelak.., batin Kyara.
Gadis bodoh...! Benar-benar gadis yang sangat bodoh..! Sudah tahu hidupnya hancur karena laki-laki bajingan itu, tapi kenapa dia malah lebih menenggelamkan dirinya di kubangan yang sama...batin Bagas.
Bersambung...
Morning all...
Semoga masih semangat membaca ceritanya yaaa..
Jika berkenan, mohon klik like, vote n komennya..
Author akan sangat berterima kasih loh..
__ADS_1
Semangat pagi...! Selamat beraktivitas...! Love you..😘😘