Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Impian Sederhana Kyara


__ADS_3

Assalamualaikum readers...


Terima kasih karena sudah mendukung cerita ini..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Sudahlah mbak An...! Sudah siang, sebaiknya kita masuk ! Sebentar lagi waktunya anak-anak makan siang. Kita harus segera menyiapkannya." ujar Kyara.


Anti melepaskan pelukannya. Dia segera menyeka air matanya. Tanpa berkata apa pun, dia pergi meninggalkan Kyara.


Kyara hanya bisa menghela napasnya melihat sikap Anti. Sabar Kya..., mungkin saat ini mbak Anti hanya butuh waktu, setelah itu dia pasti akan baik-baik saja..., batin Kyara.


***


Waktu terus bergulir. Hari berganti hari, tanpa terasa sudah hampir satu bulan, Kyara kembali bekerja di panti. Hubungannya dengan Anti pun sudah mulai membaik.


Sementara itu, di kota B.


Pembelian rumah tuan Abas berjalan lancar. Setelah surat-surat kepemilikan berpindah tangan, tuan Mahesa pun segera merobohkan bangunan itu dan menggantinya dengan bangunan yang baru. Tak tanggung-tanggung, arsitek yang dipakai untuk mendesain kembali rumah itu, merupakan arsitek ternama di kota B.


"Eyang mau pindah kemari ?" tanya Bagas saat menemani tuan Mahesa yang sedang memantau para pekerja.


"Tidak, Gas. Eyang sudah nyaman tinggal di rumah eyang yang sekarang." jawab tuan Mahesa.


"Terus, rumah ini ?" tanya Bagas, penasaran.


"Rumah ini adalah hadiah untuk Ajay dan calon istrinya, kelak. Sengaja eyang persiapkan dari sekarang. Supaya nanti, jika mereka telah menikah, mereka bisa langsung menempatinya." jawab tuan Mahesa.


Bagas tersenyum, "Senangnya jika masih memiliki orang tua. Ada yang mengurus semua keperluan kita, nanti." gumam Bagas, pelan.


"Makanya, kamu cepatlah cari jodoh, biar eyang bisa mengurusi pernikahanmu !" ujar tuan Mahesa.


"He...he...he..., eyang bisa saja. Mana ada gadis yang mau sama pemuda yatim piatu kayak Bagas !" jawab Bagas.


"Huss...!! Jangan seperti itu ! Siapa bilang, kamu pemuda yatim piatu ! Kamu masih punya keluarga. Masih punya eyang sama eyang uti, masih punya om dan tantemu yang akan selalu mengurus semua kebutuhanmu. Jangan ulangi lagi perkataanmu tadi, eyang tidak suka mendengarnya !" perintah tuan Mahesa.


Kedua mata Bagas berkaca-kaca mendengar perkataan tuan Mahesa. Bagas pun memeluk tuan Mahesa. "Terima kasih, eyang.." ucapnya.


Tuan Mahesa menepuk punggung Bagas, "Sama-sama, nak. Segeralah cari jodoh ! Mumpung eyang dan eyang uti masih sehat dan kuat untuk mengurus pernikahanmu nanti." ujar tuan Mahesa.


Bagas hanya tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


***


Kya, boleh aku tanya sesuatu ?" ujar Anti saat mereka sedang beristirahat di kamarnya.


"Boleh. Mau nanya apa sih, mbak ? Pakai minta izin segala..." jawab Kyara.


"Sebelumnya aku minta maaf, jika pertanyaanku ini bersifat pribadi. Kalau kamu tidak ingin menjawabnya, aku tidak apa-apa kok...!" lanjut Anti.


"Ah, mbak ini..., kok muter-muter sih...! Gimana Kya mau jawab, orang pertanyaannya juga Kya nggak tahu, he..he...." jawab Kyara.


"Sebenarnya..., kenapa waktu itu tunanganmu tidak datang di hari pertunangan kalian ?" tanya Anti.


Kyara diam. Sejenak dia menarik napas, panjang. "Keluarganya bilang, dia ada acara kampus yang tidak bisa ditinggalkannya." jawab Kyara.


"Hanya itu ?" tanya Anti


Kyara mengangguk.


"Apa itu tidak aneh, Kya ?" Anti kembali bertanya.


"Maksud mbak ?" Kyara semakin tidak mengerti dengan pertanyaan Anti.


"Kya, hari itu adalah hari pertunangan kalian. Kenapa dia malah memilih acara kampusnya dibanding dengan pertunangannya. Kalaupun acara kampus lebih penting, dia kan bisa memajukan atau memundurkan tanggal pertunangan kalian, agar kalian bisa sama-sama menghadiri." ujar Anti.


"Apa dia sudah menghubungimu dan memberikan alasan, kenapa dia tidak bisa datang ?" tanya Anti lagi.


Kyara menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu pernah menanyakan hal itu kepadanya ?" Anti bertanya lagi.


Kyara kembali menggelengkan kepalanya.


"Ada apa ini, Kya ? Jangan-jangang..., kalian tidak pernah berkomunikasi selama ini...! Benarkah..?" tanya Anti penuh penekanan.


Kyara diam dan semakin menundukkan kepalanya.


Anti mendekati Kyara. Dia kemudian mengangkat wajah Kyara. "Tatap mata mbak, Kya ! Ada apa dengan semua ini ?" Anti kembali bertanya.


Kyara mendongakkan kepalanya. Sebenarnya, Kyara ingin sekali bercerita banyak tentang dirinya dan pertunangannya. Tapi lidahnya terasa kelu. Kyara tidak punya keberanian dan dia juga tidak pernah tahu harus mengawali ceritanya dari mana.


"Jujur..., Kya..., Kya memang tidak pernah berkomunikasi dengannya, mbak." jawab Kyara.

__ADS_1


"Kenapa...? Ingat Kya, komunikasi dalam sebuah hubungan itu sangat penting. Jangan sampai, hubungan kalian berakhir hanya karena tidak adanya komunikasi." Anti mencoba memberikan saran untuk hubungan Kyara.


"Iya mbak. Terima kasih atas nasihatnya." jawab Kyara.


"Dengar, jika dia tidak bisa menghubungimu, tidak ada salahnya kamu yang duluan menghubunginya." ujar Anti memberikan solusi.


"Tapi..., masalahnya..., Kya nggak punya nomor telponnya, mbak." jawab Kyara, lirih.


"Ya ampun, Kya...! Hubungan kalian kok aneh sekali sih..!" seru Anti. "Jangan-jangan kalian dipaksa bertunangan, ya ? Atau.., kalian dijodohkan..?" tanya Anti lagi.


Kyara menggelengkan kepalanya.


"Ish, Kya...! Sebenarnya apa sih yang kamu harapkan dari hubungan ini ?" tanyanya lagi.


"Kya nggak pernah berharap yang muluk-muluk, mbak. Impian Kya cuma satu. Membina rumah tangga yang harmonis dengannya. Hidup sederhana di rumah yang sederhana pula. Tak perlu mewah dan megah, yang terpenting nyaman untuk ditempati. Ke depannya, Kya berharap memiliki anak-anak yang soleh solehah. Kyara percaya padanya. Setelah dia lulus nanti, kami akan segera menikah dan mewujudkan mimpi itu." jawab Kyara penuh harapan.


"Iya, tapi tetap harus terjalin komunikasi untuk mewujudkan impianmu itu, Kya !" ujar Anti mengingatkan. "Memangnya, berapa lama lagi dia harus menyelesaikan kuliahnya ?" tanya Anti lagi.


"Kurang lebih dua tahun lagi, mbak." jawab Kyara.


"Apa ! Dua tahun..! Ya Tuhan, Kya...., itu waktu yang sangat lama. Kamu nggak takut jika tunanganmu diambil gadis lain.. !!" seru Anti.


Kyara tersenyum, "Seperti yang mbak bilang, kalau jodoh, pasti nggak akan kemana...!" jawab Kyara, yakin.


"Ah, Kya.... Kya...., ya sudah, mbak do'akan semoga ikatan pertunangan kalian langgeng sampai ke jenjang pernikahan nanti." kata Anti.


Aamiin ya rabbal alamiin..." jawab Kyara.


"Ayo, kita tidur ! Besok kita harus bangun lebih subuh lagi. Bu Hana bilang, besok akan ada acara syukuran di panti ini." kata Anti.


"Iya mbak." jawab Kyara.


Anti memadamkan lampunya. Setelah itu dia kembali ke tempat tidurnya untuk beristirahat.


Bersambung...


Alhamdulillah, hari ini bisa up ya..


Mohon do'anya dari readers semua. Saat ini, di kampung author, ada banyak warga yang terpapar covid-19. Semoga saja Allah SWT segera memberikan kesembuhan untuk mereka, dan melimpahkan kesehatan yang paripurna untuk kita semua... aamiin..


Terima kasih sudah mampir di cerita ini yaa

__ADS_1


Jangan lupa like vote n komennya, ditunggu.....


Makasih...πŸ™πŸ™πŸ€—


__ADS_2