Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Tawaran Kesepakatan


__ADS_3

Kembali Bagas menyelesaikan tugasnya untuk menata barang-barang di rumah baru Kyara.


Sementara di kamar, tampak Kyara sedang melamun. Ucapan Ajay tentang alasan dia mau menerima pertunangan ini, seolah menjadi sebuah kesepakatan antara dia dan eyangnya.


Apa yang harus aku lakukan...? Pertunangan ini hanya sebuah kesepakatan mereka. Aku seperti buah simalakama. Jika pertunangan ini masih tetap ku lanjutkan, mungkin selamanya aku harus menjadi korban kesepakatan mereka, tapi jika aku putuskan, Ajay akan kehilangan segalanya, dan... bahkan.. aku akan kembali membuat ayah dan ibu kecewa.... batin Kyara.


Tanpa Kyara sadari, Bagas memperhatikannya dari balik pintu kamar utama yang bersebrangan dengan kamar itu. Bagas menghela napasnya, gadis yang malang..., demi cinta dan harga diri orang tuanya, dia rela mengorbankan perasaannya...


***


Sore harinya, dengan diantar Bagas, Kyara kembali ke rumah tuan Ali.


"Kaki kamu kenapa, nak..?" tanya tuan Ali yang melihat Kyara berjalan tertatih-tatih.


"Ka...kaki Kya terkilir, om...!" jawab Kyara.


"Kenapa bisa terkilir, nak..?" ujar tuan Mahesa.


"Kya... tidak sengaja menginjak ujung batu, sehingga Kya jatuh dan...ka...kaki Kya terkilir, yang..."


"Ternyata kamu jago akting ya, nona...!" bisik Bagas di telinga Kyara.


Kyara segera menyenggol lengan Bagas.


"Sudah diobati..?" lanjut tuan Ali.


"Sudah, om..!"


"Ya sudah...! Kalian istirahatlah...! Pasti capek setelah seharian membereskan rumah." tuan Ali kembali berkata.


"Baiklah...! Kya permisi, om... eyang...!" pamit Kyara segera pergi ke dalam.


"Kalau begitu, Bagas juga mau pamit, yang.., om..!" Bagas ikut berpamitan kepada tuan Mahesa dan tuan Ali.


"Oh iya, Gas...! Nanti jangan lupa makan malam di sini, ya...! Sekalian ada yang harus kita bicarakan tentang perusahaan peninggalan almarhum..!" ujar tuan Ali.


"Iya om, nanti ba'da magrib, Bagas kemari lagi, om..!" jawab Bagas.


***


Sayang, kenapa kamu tidak tawarkan sesuatu saja pada gadis itu !" ujar Andin sambil mengelus dada bidang Ajay.


"Maksud kamu..?" tanya Ajay masih memainkan rambut Andin.


Andin mendongak, kemudian mencium tipis bibir Ajay.


"Kesepakatan, mungkin...!" jawab Andin.


Ajay memegang tengkuk Andin, kemudian mencium Andin sangat dalam. Bibir mereka saling bertautan seolah sedang menyalurkan kerinduan yang mendalam.


Ajay melepaskan ciumannya, "Seperti...?"

__ADS_1


Cup...


Andin kembali mengecup bibir Ajay, "Kamu tawarkan saja dia uang...!" ujar Andin.


"Aku tidak mengerti...!" jawab Ajay, tangannya mulai bergerilya di sekitar dada Andin.


"Ish..., sayang...! Cukup ya...!" ujar Andin menarik tangan Ajay yang telah menyusup di dalam pakaiannya.


"Ayolah sayang...! Kita nikmati saja kebersamaan kita tanpa harus membahas apapun..! Terlebih lagi membicarakan tentang pertunangan ini, aku malas..!" ujar Ajay kembali menyusupkan tangannya, kali ini yang menjadi sasarannya adalah area sensitif Andin.


Andin menggeliat, "Aah...sa...sayang...iisshh...." desah Andin.


Ajay semakin senang melihat reaksi Andin. Bibirnya tersenyum membayangkan kembali akan pergulatan mereka tadi siang.


"Cukup, sayang...!" Andin kembali menarik tangan Ajay.


Ajay cemberut, "Kenapa kamu harus merusak suasana, sih...!" gerutu Ajay.


"Dengarkan aku...! Kita harus punya rencana untuk segera membebaskan kamu dari pertunangan ini. Memangnya, kamu mau kita melakukan hubungan kita dengan sembunyi-sembunyi, terus...? Aku mau menjadi istrimu, sayang...! Bukan simpananmu...!" ujar Andin, tegas.


"Baiklah...! Apa rencanamu...? Kesepakatan seperti apa yang harus kita tawarkan padanya...?" jawab Ajay seraya memandang wajah Andin, serius.


"Kita tawarkan dia uang ! Bila perlu setengahnya dari warisan yang akan kau terima nanti dari eyang..! Aku yakin dia pasti akan menerimanya." ujar Andin penuh keyakinan.


"Kamu gila, ya...! Setengahnya...? Itu banyak banget, Ndin..! Bahkan untuk hidup tujuh turunan pun masih ada sisanya.. !" jawab Ajay, ketus.


"Ayolah, sayang...! Kekayaanmu tidak akan habis hanya karena kau memberikannya setengahnya saja..!" rengek Andin.


Ajay turun dari ranjang. Dia benar-benar kecewa dengan Andin yang telah memberinya ide tak masuk akal itu. Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tak lama kemudian, dia kembali dengan berpakaian rapi.


"Aku ada janji dengan papih. Kamu segeralah mandi, setelah itu aku antar kamu pulang.." jawab Ajay sembari mengancingkan lengan kemejanya.


"Ish.. sayang...! Apa tidak bisa ditunda...?" ujar Andin, membantu Ajay mengancingkan lengan kemejanya.


"Tidak bisa, aku telah berjanji untuk belajar bisnis sama papih. Sekarang papih hendak menemui kliennya. Jadi aku harus ikut untuk mempelajari semuanya. Cepatlah..! Aku hanya punya waktu satu jam sebelum pertemuan itu dimulai..!" perintah Ajay.


"Baiklah ! Aku mandi dulu sebentar..!" jawab Andin.


***


Lepas magrib, Bagas telah tiba di rumah Ajay. Begitu juga dengan Ajay yang sudah pulang dari bersenang-senangnya.


"Kapan kita berangkat pih...?" tanya Ajay.


"Kita tidak akan kemana-mana, nak ! Tuan Seno yang akan kemari untuk makan malam. Setelah itu, baru kita meeting." jawab tuan Ali.


"Maaf tuan, di luar ada tamu. Namanya tuan Seno, katanya beliau rekan bisnis tuan !" ujar mbok Nah.


"Ah, rupanya beliau sudah datang. Suruh dia masuk, bik !" perintah tuan Ali.


Tuan Seno pun masuk. Setelah berbasa-basi cukup lama, akhirnya mereka pun makan malam bersama.

__ADS_1


Selepas makan malam. Tuan Ali, tuan Seno, Ajay dan Bagas pergi ke ruang kerja tuan Ali untuk membahas proyek yang akan mereka jalankan.


Sedangkan tuan Mahesa, nyonya Aini, nyonya Diana dan Bima, pergi ke ruang keluarga untuk menonton acara TV.


Kyara masih sibuk di dapur mencuci piring-piring bekas makan tadi.


"Sudah non...! Nanti, biar bibik saja yang cuci..!" tegur mbok Nah, sambil membereskan sisa makanan tadi.


"Tidak apa-apa, bik...! Ini sudah mau selesai kok..!" ujar Kyara.


Mbok Nah tersenyum, "Non Kya baik sekali, mau membantu di dapur. Kalau non Andin..., hmmm..., jangankan membantu pekerjaan di dapur, masuk dapur juga nggak pernah...!" ujar mbok Nah membandingkan teman-teman gadis Ajay yang pernah mampir kemari.


"Sstt...! Nggak baik membandingkan orang..!" ujar Kyara.


Bagas yang kebetulan lewat karena hendak mengambil air minum, tersenyum mendengar jawaban Kyara.


***


Cuaca malam ini cukup panas. Kyara membuat segelas jus jeruk. Setelah itu dia pergi ke halaman belakang. Kyara duduk di tepi kolam ikan, tempat dimana dia sering merenung di sana. Bayangan kejadian tadi siang, melintas di benaknya.


Waktu terus berjalan. Pukul 10 malam, pembahasan tentang proyek pun berakhir. Bagas dan Ajay keluar dari ruang kerja tuan Ali.


"Apa Kyara sudah tidur...?" tanya Ajay pada bik Nah.


"Sepertinya belum, den..! Tadi, bibik lihat dia pergi ke taman belakang, dan sampai sekarang belum kembali." jawab mbok Nah.


Ajay segera pergi ke halaman belakang untuk mencari Kyara.


Ada apa Ajay mencari gadis itu...? Sebaiknya aku ikuti, jangan-jangan dia akan berlaku kasar lagi pada gadis itu..! batin Bagas. Dia pun mulai mengikuti Bagas.


"Di sini kau rupanya...!" teriak Ajay, mendekati Kyara.


Kyara berdiri, dia hendak pergi untuk menghindari Ajay.


"Tunggu..!" teriak Ajay. "Aku punya penawaran yang sangat baik untukmu...!" lanjutnya.


Kyara menghentikan langkahnya, namun dia masih diam membelakangi Ajay.


"Aku tawarkan sebagian warisan yang akan ku dapatkan dari eyang nanti." ujarnya.


Kyara masih diam. Lima menit berlalu, namun dia tidak mendengar Ajay berbicara lagi. Kyara melangkahkan kakinya...


"Fift-fifty...!" Ajay kembali berteriak.


Kyara menghentikan kembali langkahnya.


"50 persen Kya...! Aku akan memberikan hartaku sebesar 50 persen kepadamu. Sebagai gantinya, kau berikan aku kebebasan. Putuskan pertunangan ini ! Kembalilah ke kampung ! Harta itu bisa kau jadikan modal usahamu dan kedua orang tuamu, nanti...!"


Bagas benar-benar terkejut mendengar semua ini. Sedangkan Kyara, dia memejamkan matanya... Kesepakatan...? Kesepakatan lagi...! Jerit Kyara dalam hati....


Bersambung...

__ADS_1


Mohon like, vote dan komen yaaa


🙏🙏🙏


__ADS_2