Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Rencana Andin


__ADS_3

Netra mereka beradu. Bagas melihat keteduhan dalam pandangan Kyara. Sedangkan Kyara hanya melihat kecemasan di dalam tatapannya Bagas.


"Ada apa ini...?" tegur nyonya Aini yang membuat Bagas dan Kyara merasa kikuk atas perbuatannya.


"Ini..eyang..., Bagas sedang mengobati luka Kya..!" jawab Bagas.


Nyonya Aini mendekati Kyara, "Masya Allah...nak..! Kamu kenapa bisa sampai seperti ini...?" ujar nyonya Aini sedikit panik melihat lebam di ujung pelipis Kyara. Nyonya Aini meraba pelipis Kyara, "Ish...! Kenapa bisa sampai lebam begini sih, nak...! Sakit...?"


"Tidak apa-apa eyang..., Kya tadi tidak sengaja terpeleset dan jatuh membentur tembok..!" ujar Kyara.


Bagas menatap sinis ke arah Kyara. Pandai sekali kau berbohong, nona..., batinnya.


"Ya sudah, yang...! Bagas pulang dulu...!" pamit Bagas.


"Iya...! Terima kasih sudah mengobati nak Kyara, ya..!" ujar nyonya Aini.


"Sama-sama, eyang..! Assalamualaikum..!"


"waalaikumsalam...!" jawab nyonya Aini dan Kyara.


Tiba di halaman depan, Bagas memanggil mang Ujang.


"Iya...! Saya den...! Ada yang bisa saya bantu..?" tanya mang Ujang.


"Tolong bersihkan makanan yang bercecer itu !" tunjuk Bagas pada ceceran makanan dari kotak makan yang dilemparkan Ajay tadi.


"Siap, den..!" jawab mang Ujang.


"Satu lagi...! Jangan sampai orang rumah tahu kejadian pagi ini..!"


Meskipun tidak mengerti, tapi mang Ujang tetap menganggukkan kepalanya. Dia tidak mau mengambil resiko mempertaruhkan pekerjaannya, jika sampai ikut campur urusan tuan mudanya.


***


Hari-hari terus berganti. Sudah hampir sepekan Ajay mencari keberadaan Andin. Namun masih tetap tidak membuahkan hasil.


Pernah Ajay meminta Bagas untuk menemaninya mencari Andin. Namun rasa hormat terhadap eyang dan juga calon istrinya Ajay, membuat Bagas menolak ajakan itu secara halus.


Bagas semakin tidak mengerti dengan sikap Kyara yang masih saja memperlakukan Ajay dengan baik. Bagas bisa merasakan jika Kyara sangat mencintai Ajay. Namun bagi Bagas, itu bukan cinta...! Tetapi kebodohan..! Bagas hanya bisa mengelus dadanya, setiap kali melihat kata-kata kasar yang terlontar dari mulut Ajay kepada Kyara.


Sementara Ajay..., semakin hari dia semakin merasa frustasi karena masih belum bisa menemukan Andin. Hingga pada suatu hari, Ajay terpaksa meminta bantuan nyonya Diana untuk pergi ke rumah Andin dan mencari tahu keberadaannya. Selama ini, Ajay tidak pernah berani mencari Andin ke rumahnya, karena dia tidak berani berbicara terus terang jika sampai orang tua Andin menanyakan sebab menghilangnya Andin.


"Ngomong-ngomong, nak Andin kemana ya, jeng..? Sudah lama tidak main ke rumah..!" ujar nyonya Diana saat bertamu ke rumah nyonya Mira, mamanya Andin.


Dengan alasan hendak mengajak arisan berlian, nyonya Diana mengunjungi rumahnya Andin.


"Oh..., Andin sedang menginap di rumahnya temannya ! jawab nyonya Mira. "Perhiasannya cantik-cantik ya, jeng..!" sahut nyonya Mira, memilih dan memilah koleksi perhiasan milik nyonya Diana.


"Iya...! Ini asli loh, dari Paris...!" ujar nyonya Diana.


Tiba-tiba...


"Maaaa...! Aku pulang...!" teriak Andin memasuki rumahnya.


"Aah An....! Sudah pulang kamu, nak...! Gimana liburannya...? Asyik...?? Cecilia, apa kabar...?" cerocos mamanya Andin.

__ADS_1


"Cecilia baik, mah...! Liburan Andin, lumayan sih...! Cukup bisa menghilangkan stress Andin..!" jawab Andin.


"Selamat pagi, nak Andin..!" sapa nyonya Diana.


"Eh, tante Di...! Tumben kemari..!" ujar Andin, sinis.


"Iya.. ! Ini tante Diana ngajakin mama arisan perhiasan. Sini..! Kamu lihat deh perhiasannya..! Cantik-cantik, An..!" ajak mamanya.


"Andin capek...! Andin mau istirahat dulu..!" ujar Andin seraya menaiki tangga.


"Sebentar, nak Andin !" seru nyonya Diana.


Andin menghentikan langkahnya.


"Sebentar ya, jeng..!" ujar nyonya Diana kepada nyonya Mira.


Nyonya Mira tersenyum, dia kembali memilih-milih perhiasan yang akan dibelinya.


Nyonya Diana mendekati Andin. "Boleh tante bicara sebentar ?" tanya nyonya Diana.


"Maaf tante, Andin lelah...! Andin mau istirahat ! Besok saja bicaranya..!" ujar Andin masih sinis.


Nyonya Diana menghela napasnya, sepertinya usaha untuk memberikan penjelasan kepada Andin hari ini, sia-sia.


"Baiklah !" ujar nyonya Diana, lirih.


"Besok, Andin hubungi tante. Tapi Andin mohon, tante jangan bilang sama Ajay ya...! Jika Andin sudah pulang !" lanjut Andin.


Nyonya Diana mengangguk. Dia pun kembali ke ruang tamu untuk membahas soal bisnis arisan berliannya dengan nyonya Mira.


***


"Sudah lama menunggu, sayang..? Maaf, tante telat..! Jalanan macet !" ujar nyonya Diana sambil mencium pipi kiri kanan Andin.


"Tidak apa-apa, tan..! Jadi, apa yang mau tante bicarakan ?" tanya Andin, langsung.


"Sebenarnya...., sebenarnya Ajay bertunangan karena terpaksa..." ujar nyonya Diana memulai pembicaraan.


Andin diam tak bereaksi.


Nyonya Diana menghela napasnya. "Semua berawal dari kedatangan dia dan orang tuanya untuk meminta tanggung jawab Ajay." ujar nyonya Diana lirih.


"Maksudnya ?" sepertinya Andin mulai tertarik dengan apa yang hendak nyonya Diana katakan.


"Apa kau tahu, Andin..! Ternyata Kyara dan Ajay pernah berpacaran sejak mereka masih bersekolah asrama. Dan lebih mengejutkan lagi, jika hubungan mereka pun sudah terlalu jauh. Saat Ajay mengakhiri hubungan mereka. Kyara tidak menerimanya, sehingga dia mengatakan semuanya kepada orangtuanya. Sampai akhirnya orang tua Kyara datang dan meminta pertanggungjawaban Ajay. Tante yakin kalau cintanya Ajay hanya untuk kamu."


Wajah Andin mulai memerah menahan emosinya.


"Jika dia mencintaiku.., lalu kenapa dia bertunangan dengan cewek kampung itu...?" ujar Andin.


"Saat mereka datang, eyang sedang berada di rumah. Eyang marah dan memaksa dia untuk menikahi gadis itu !"


Andin semakin kaget dengan ucapan nyonya Diana.


"Menikah..?" tanya Andin.

__ADS_1


"Ya...! Menikah...! Eyang Mahesa memaksa Ajay untuk menikahinya, tapi Ajay menolaknya..!"


"Tunggu, tante...! Andin tidak mengerti, kenapa jadi berbelit-belit seperti ini..! Jika dia memang tidak mau menikahi Kyara, lalu kenapa dia harus bertunangan dengan Kyara..! Bukankah, pada akhirnya mereka akan menikah juga..!" ujar Andin.


"Dengarkan dulu semuanya, sayang..!" ujar nyonya Diana memegang tangan Andin.


"Awalnya Ajay menolak keinginan eyang. Namun, tiba-tiba saja eyang mencoret nama Ajay dari daftar waris. Jika Ajay tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya, eyang akan memberikan semua kekayaannya kepada gadis itu."


"APA...!" teriak Andin.


"Ssstt...! Jangan keras-keras...!" ujar nyonya Diana.


"Terus..!" lanjut Andin.


"Tante meminta Ajay untuk memenuhi keinginan eyangnya, karena tante tahu, Ajay tidak akan sanggup hidup tanpa uang. Namun, tante sarankan agar mereka bertunangan dulu, sampai Ajay lulus kuliah. Ya, tante berharap dengan mengulur waktu, tante punya kesempatan untuk membuat rencana lain. Rencana untuk menggagalkan pernikahan mereka tanpa Ajay harus kehilangan hak warisnya." ujar nyonya Diana.


Andin tampak berpikir keras. Sungguh dia tidak menyangka jika Ajay akan terjebak di situasi seperti ini.


"Baiklah..! Aku akan membantu tante untuk menggagalkan pernikahan mereka !" ujar Andin.


"Maksudnya..?" tanya nyonya Diana, heran.


"Aku akan membuat gadis kampung itu memutuskan pertunangannya ! Dengan begitu, Ajay tidak akan menikahinya dan tidak harus kehilangan hak warisnya." jawab Andin penuh keyakinan.


"Caranya..!" tanya nyonya Diana.


"Aku punya rencana besar. Tante tidak harus tahu, yang terpenting tante bantu aku..!" ujar Andin.


"Baiklah...! Apa yang harus tante lakukan ?" tanya nyonya Diana lagi.


"Besok, kabari aku jika Kyara sedang berada di dekat tante. Aku akan menelpon tante dan mengatakan hendak bunuh diri. Lalu, tante berteriak dan pura-pura terkejut, tante sebutkan di mana keberadaanku, dia pasti datang menemuiku." ujar Andin.


"Apa kau yakin ? Bukankah dia tidak mengenalmu, lalu untuk apa dia menemuimu..?" tanya nyonya Diana, ragu.


"Dia mengenaliku, tante. Bahkan dia mengenalku sebagai kekasihnya Ajay. Jadi aku yakin, dia pasti menemuiku..!" jawab Andin.


"Lalu, setelah itu..? Apa yang akan kau lakukan ?" nyonya Diana kembali bertanya.


"Sudahlah..! Selanjutnya, biar Andin yang urus ! Tugas tante cukup itu saja..!" Andin mulai sedikit kesal dengan rasa penasaran nyonya Diana.


"Baiklah..! Terserah kamu..! Kalau begitu, tante pulang dulu ! Tante tidak mau orang rumah curiga karena tante keluar terlalu lama." ujar nyonya Diana.


"Oke..! Silakan..!" jawab Andin.


Nyonya Diana pun pergi meninggalkan Andin yang masih duduk dengan santainya di JB Coffee Shop.


Andin menatap punggung nyonya Diana sambil tersenyum sinis. Akan kubuat hidupmu hancur..! Dasar gadis kampung..!! batinnya sambil meremas bungkus rokok yang ada di hadapannya.


Bersambung...


Jumat berkah...


Semoga Tuhan melimpahkan rahmat kesehatan kepada kita semua...🤲🤲


Jangan lupa like vote n komennya...🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2