
Pukul 09.00. Bagas segera memasuki ruangan meeting diikuti Doni dan Rachella di belakangnya. Sepanjang meeting, Bagas merasa gelisah karena tidak nyaman harus duduk berdekatan dengan sekretaris barunya. Terlebih lagi, sesekali sekretaris itu dengan sangat kurang ajarnya menyentuh tangan Bagas setiap mendapatkan kesempatan. Mata Bagas mulai memerah menahan amarah. Waktu meeting yang hanya 3 jam, Bagas rasakan seperti hampir setahun karena dijalani dengan perasaan kesalnya.
Menjelang makan siang, Bagas pun masih tidak punya waktu untuk menikmati jam makan siangnya bersama istri dan keponakannya. Kesibukan memaksa Bagas untuk mempelajari meeting sesi kedua bersama perusahaan kedua. Akhirnya Bagas mengirimkan pesan singkat kepada istrinya.
- To My Beloved Wife
Maaf, hari ini aku tidak bisa menemani makan siangmu karena harus mempelajari materi meeting kedua selepas jam makan siang. Kamu tidak apa-apa kan, makan siang sendirian ??"
-From kak Bagas.
Bagas pun menyimpan ponselnya di meja kerjanya. Setelah itu dia duduk di sofa untuk menyantap makan siangnya seraya mempelajari materi meeting kedua.
Sementara itu di waktu yang sama di sekolah Mutiara Bangsa.
Ting...!
Sebuah notifikasi WhatsApp terdengar di ponselnya Kyara. Segera Kyara merogoh ponselnya dari saku blazernya. Kyara mengusap layar ponselnya, tampak
1 pesan yang datang dari suaminya. Kyara membuka dan membacanya. Selesai membacanya dia kemudian melangkahkan kakinya menuju kantin sekolah. Karena suaminya tidak menemaninya makan, Kyara pun memutuskan untuk makan siang di kantin.
Waktu terus berlalu. Tanpa terasa jam sekolah telah usai. Kyara segera membereskan buku-bukunya.
Sementara di restoran Lexi, Bagas terlihat gelisah karena waktu rapatnya terasa sangat lama. Sesekali dia melirik jam yang tengah melingkar di tangannya. Sudah hampir pukul 16.00. "Sekolahnya pasti sudah bubar." gumam Bagas. Kembali Bagas pun mengirimkan pesan untuk istrinya.
Kyara yang sudah selesai solat ashar, segera meraih ponselnya yang dia letakkan di meja kerjanya.
Sebuah pesan gambar masuk. Tampak Bagas sedang serius menjalani meeting dengan rekan kerjanya. Di bawah foto terdapat caption : "Sayang, maaf aku belum selesai meeting, kamu tidak apa-apa kan pulang sendiri ? 🙏🙏....
Kyara segera membalas pesan suaminya. Setelah itu dia segera memesan taksi online. Kyara segera pergi keluar untuk menunggu taksi onlinenya di gerbang sekolah.
Saat Kyara sedang menunggu taksinya. Tiba-tiba bu Rani, rekan kerjanya menghentikan motornya tepat berada di depan Kyara.
"Ayo bu, kita pulang bareng ! Rumah kita kan searah !" tawar bu Rani.
"Ah ya, terima kasih bu ! Tapi maaf, saya sudah pindah bu !" jawab Kyara.
"Oh ya...! Pindah ke mana ?" tanya bu Rani lagi.
"Apartemen Alexandria, bu." jawab Kyara.
Bu Rani terkejut.
"Wah bu Kya hebat ya, bisa tinggal di apartemen mewah itu ! Setahu saya, hanya pengusaha dan pejabat saja yang tinggal di sana !"
__ADS_1
Kyara hanya tersenyum kecut. Entah pujian atau sindiran, tapi apa pun itu, Kyara merasa tak enak hati mendengarnya.
"Ya sudah bu Kya, saya duluan ya, mari !" pamit bu Rani.
Kyara hanya menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian, taksi yang ditunggunya datang. Kyara segera memasukinya dan meminta sopirnya untuk mengantarkan dia ke tempat tujuannya.
***
Benar-benar meeting unfaedah. Sudah hampir magrib, tapi mereka belum mencapai kesepakatan. Bagas pun merasa jengah. Dia menggeser kursinya.
"Baiklah, saya rasa pertemuan ini cukup sampai di sini ! Anda terlalu banyak membuang waktu saya ! Jika anda berminat silahkan anda pelajari kontrak kerja tersebut, namun jika tidak, anda bisa merobeknya ! Saya rasa di luar sana masih banyak perusahaan yang berminat untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan milik kami. Permisi, assalamualaikum !" ujar Bagas seraya bangkit dan membenahi jas nya.
Tanpa berbasa basi lagi, Bagas segera pergi dari restoran itu, diikuti oleh Doni yang juga merasa kesal karena baru kali ini menjalani meeting yang super alot.
"Antarkan aku ke rumah kak Indah, setelah itu kau boleh pulang !" ujar Bagas pada asistennya.
"Baik bos !"
Doni melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tapi meskipun begitu, mereka tiba di rumah kak Indah 20 menit lebih cepat dari waktu yang biasanya di tempuh oleh mobil biasa.
Tiba di rumah kak Indah, dengan terburu-buru Bagas memasuki rumah kakaknya.
"Assalamualaikum...! Kak Indah...! Kak...!" teriak Bagas.
"Kita harus bicara, kak ! Ada yang ingin aku tanyakan." jawab Bagas.
"Sudah solat magrib ?" kak Indah malah balik bertanya.
Bagas menggelengkan kepalanya.
"Solatlah dulu setelah itu kita bicara !" perintah kak Indah.
Bagas menuruti perintah kakaknya. Dia pun segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan berwudhu. Karena emosi menguasainya, Bagas lupa tidak memberikan kabar jika dirinya akan terlambat pulang kepada istrinya.
Di apartemen, selepas solat, Kyara menatap jendela yang menghubungkannya ke balkon. Dia kemudian menggeser pintu kacanya. Kyara berjalan ke tepi balkon. Dia menatap sendu ke arah jalanan ibukota yang masih terlihat terang benderang meski waktu memasuki malam hari.
Kemana kamu kak ? Kenapa jam segini masih belum pulang ? Sekarang aku sudah tinggal bersamamu, masihkah kamu akan mengulur waktu kepulanganmu seperti dulu ? Seperti saat kamu belum menemukanku ? batin Kyara dalam hati. Entah kenapa ada rasa kecewa yang kini bersemayam di hatinya.
"Ish, kenapa aku jadi melankolis seperti ini ? Seharusnya aku tidak pernah memikirkan semua ini. Dia menikahiku karena terpaksa, aku harus sadar itu ! Aku tidak boleh berharap lebih ! Ayo, semangat Kya ! Kamu pasti bisa melalui semua ini !" gumam Kyara.
Kyara segera membuka mukenanya dan pergi ke dapur untuk memasak makan malamnya.
Di rumah kak Indah.
__ADS_1
Bagas kembali turun ke bawah untuk menemui kakaknya. Tiba di tangga bawah, Bagas melihat kakaknya sedang menata meja makan untuk makan malam. Bagas pun menghampirinya.
"Jelaskan padaku, kak ! Kenapa kakak meminta kak Gun untuk menempatkan Rachella menjadi sekretarisku ?" tanya Bagas to the point.
"Ah, jadi kau sudah tahu ! Berarti kau sudah masuk kantor lagi ?" tanya kak Indah.
"Ya, aku sudah masuk kantor, dan aku benar-benar terkejut mendapati gadis itu berada di kantorku. Apa maksudnya semua ini kak ? Apa kakak punya tujuan lain kepadaku ?" tanya Bagas penuh selidik.
"Kakak tidak punya tujuan apa-apa. Lagipula, apa salahnya jika dia bekerja di kantormu ! Dia juga seorang sekretaris yang berkompeten." ujar kak Indah santai.
"SALAH...! SANGAT SALAH, KAK...!"
Tiba-tiba saja Bagas membentak kakaknya. Kak Indah merasa kaget, baru kali ini adik kecilnya membentak dirinya. Untungnya saja, saat ini di ruang makan hanya ada mereka berdua. Kedua anaknya tengah berada di ruang bermain bersama pengasuhnya.
"Bagas, kamu berani bentak kakak !" ujar kak Indah gemetar.
Bagas mendekati kakaknya, dia kemudian memeluk erat kakaknya. Air matanya sudah tidak bisa dia bendung lagi.
"Maaf kak...! Aku minta maaf...! Aku tidak bermaksud membentak kakak, aku tidak bermaksud menyakiti hati kakak. Tapi apa yang kakak lakukan itu salah, kak. semuanya sudah melewati batas kak...!" ujar Bagas lirih.
Kak Indah meronta, melepaskan diri dari pelukan adiknya. Dia menatap tajam adiknya.
"Apanya yang salah, Gas ? Kau masih sendiri, dan gadis itu sangat mencintaimu. Dia juga keturunan keluarga baik-baik. Tidak ada salahnya kakak mendekatkan kalian, siapa tahu dia adalah jodohmu !"
"Sangat salah kak...! Aku tidak mencintainya, kakak tahu itu ! Aku mohon, keluarkan dia dari perusahaanku !" teriak Bagas.
Rasanya Bagas ingin mengatakan yang sebenarnya, namun janjinya kepada Kyara membuat dia harus mencari alasan lagi.
"Ayolah Bagas, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu ! Kakak yakin, jika kalian lebih sering menghabiskan waktu bersama, maka kamu akan mencintainya." ujar Bagas.
Bagas berlutut di bawah kaki kakaknya.
"Aku mohon kak, jangan paksa aku membenci kakak ! Aku mohon akhiri semua ini ! Aku tidak pernah ingin mengkhianati istriku !"
Karena sudah tidak tahu harus berbuat apa untuk menghentikan langkah kakaknya, akhirnya kata istri meluncur juga dari mulutnya Bagas.
"I.... istri....!" gumam kak Indah.
Bersambung....
Insyaallah masih lanjut yaaaaa...
Jangan lupa like vote n komennya 🙏
__ADS_1