Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Mengikuti Lomba


__ADS_3

"Uhuk...uhuk...!!


Seketika Bagas langsung tersedak begitu mendengar ucapan kakak iparnya. Dia benar-benar tidak menyangka jika kak Indah menanggapi serius ucapannya tempo hari.


"Mu... mungkin kak Indah hanya salah dengar, kak !" elak Bagas.


"Hei anak muda ! Tidak usah malu-malu ! Sebagai sesama pria sejati, aku selalu mendukungmu !" timpal Alvaro.


"Pria sejati ? Hmm..., bukankah selama ini kau seorang casanova. Ibarat kumbang, kamu tuh nggak pernah puas hingggap di satu bunga. Lihat bunga bagus dikit, langsung nemplok !" ujar Gunawan.


"Mumpung masih muda, sob ! Lagian bukan salah gue ya jika tuh gadis-gadis nemplokin gue ! Salahkan mereka yang tidak pernah bisa menolak pesona dan ketampanan gue !"


"Sudah-sudah ! Khumairaku bisa marah besar jika kita makan sambil ngobrol ! Ayo lanjutkan makannya !"


Bagas tersenyum melihat kekalahan kakak iparnya jika sudah berdebat dengan sahabatnya.


***


Sebulan kemudian.


"Nak Bagas, coba lihat !" ujar pak Pur menyerahkan sebuah brosur kepada Bagas.


Siang itu mereka sedang menikmati makan siangnya di kantin perusahaan. Pak Pur melihat brosur lomba design mobil terbaru yang akan diselenggarakan pihak perusahaan. Dia pun teringat dengan Bagas, segera dia meminta brosur tersebut ke bagian front office.


"Lomba design mobil terbaru PT Adinata Group. Maksudnya apa ini, pak ?" tanya Bagas.


"Begini nak, setiap 5 tahun sekali, perusahaan ini akan mengadakan lomba membuat design mobil. Design yang terpilih akan dijadikan produk terbaru perusahaan dan pemenangnya bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar negeri atau memimpin anak cabang perusahaan. Biasanya sih lomba itu diselenggarakan hanya untuk divisi tertentu. Tapi untuk tahun ini, bertepatan dengan ulang tahun perusahaan yang ke-30, pemimpin perusahaan membuka lomba ini untuk semua divisi. Bapak sengaja membawa brosur ini untuk kamu. Mungkin ini kesempatanmu untuk bisa mewujudkan impianmu !


"Maksud bapak ?" tanya Bagas.


"Kamu anak yang sangat pintar, nak ! Dengan mengikuti lomba ini, siapa tahu project mobil impianmu bisa segera terealisasikan." jawab pak Pur.


"Bapak benar. Baiklah, nanti malam saya akan coba pelajari pak ! Terima kasih !" jawab Bagas seraya mengambil brosur itu dari tangan bosnya.


"Sama-sama. Semoga berhasil, nak !"


"Terima kasih, pak !"


***


Semakin hari, Danisa tumbuh menjadi anak yang menggemaskan. Danisa benar-benar menjadi perekat hubungan antara Ajay dan Cecilia. Kehadiran Danisa telah merubah Ajay menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab.


"Hallo, Danisa anak pipih ! Hari ini kamu nggak nyusahin mimih kan ?" ujar Ajay seraya mengambil Danisa dari gendongan istrinya.


"Enggak pipih ! Hali ini Danica belcikap baik,iya kan nak !" jawab Cecilia menirukan suara anak kecil untuk menjawab pertanyaan suaminya.


"Eh mas, apa akhir pekan nanti kamu ada acara ?" tanya Cecilia.

__ADS_1


"Mmm..., sepertinya tidak. Memangnya ada apa ?"


"Pekan nanti, papa dan mama hendak berkunjung ke kota B. Mereka meminta kita untuk menginap di rumahnya selama mereka tinggal di kota B. Katanya mereka kangen sama Danisa. Apa mas mau ?"


Ajay diam. Tidak bisa dipungkiri jika hubungan Ajay dengan ayahnya Cecilia sampai detik ini tidak terjalin dengan baik. Tuan Guna masih tidak bisa terima jika Ajay telah menghamili anaknya. Meskipun mereka telah menikah, namun tuan Guna belum bisa sepenuhnya menerima Ajay sebagai menantunya.


"Kita lihat nanti saja ya ? Tolong siapkan air hangat untukku. Aku mau segera mandi !" pintanya pada istrinya.


Meskipun merasa kesal, namun Cecilia masih bisa tersenyum menanggapi keinginan Ajay.


"Baiklah...!"


***


"Dicoba saja Gas ! Kamu kan suka ngegambar waktu kecil !" ujar kak Indah saat Bagas memperlihatkan brosur itu.


"Tapi kak ! Apa Bagas mampu ?" tanyanya ragu.


"haiss kamu ini ! Kalau nggak nyoba, ya mana bisa tahu !" jawab kak Indah.


"Kakakmu benar, Gas ! Di coba saja ! Kakak yakin kamu bisa ! Kamu berbakat dan mungkin ini jalan Tuhan agar kamu bisa meraih impian kecilmu." timpal sang kakak ipar.


Bagas mengangguk.


"Iya Gas ! Bismillah saja !" lanjut kak Indah.


Kak Indah dan Gunawan mengangguk.


Tiba di kamarnya, Bagas segera meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Dia pun mulai memencet satu persatu nomor yang tertera di brosur itu.


"Malam, ada yang bisa saya bantu ?" (Suara wanita)


"Apa benar ini nomor mbak Anet panitia penyelenggara lomba design mobil terbaru di PT Adinata Group ?" (Bagas)


Ternyata wanita itu bernama Anet. Dia salah seorang karyawan yang dipercaya sebagai panitia lomba itu.


"Iya benar ! Ini siapa ya ?" (Anet)


"Saya Bagas, dari bagian DMD. Saya ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba itu, apa biasa ?" ( Bagas)


"Tentu saja bisa, pak ! Saya akan kirimkan formulirnya melalui email bapak. Sekarang silahkan chat alamat email bapak ke saya !" (Anet)


"Baiklah ! Terima kasih mbak ! (Bagas)


"Sama-sama." (Anet)


Setelah menutup panggilannya. Bagas pun segera mengirimkan alamat emailnya ke mbak Anet.

__ADS_1


Tak lama kemudian.


Ting...!


Sebuah notifikasi email masuk di ponselnya Bagas. segera Bagas membuka laptopnya. Cara kerja mbak Anet patutlah dipuji. Meskipun sudah malam, tapi dia tetap konsisten untuk bisa melayani para karyawan yang ingin mengikuti lomba tersebut.


Bagas segera mengisi formulir lomba tersebut. Dan untuk desain yang akan dilombakan, Bagas tidak perlu membutuhkan waktu banyak untuk membuatnya. Bagas hanya tinggal memilih kira-kira desain mana yang pantas mengikuti lomba. Karena Bagas telah memiliki beberapa desain mobil yang selalu digambarnya di waktu luang.


Besok akan kubawa semua hasil karyaku. Aku minta pak Pur saja untuk membantuku mencari desain yang pantas untuk aku ikut sertakan lomba.


Bagas pun menutup buku gambarnya. Dia kemudian memasukkan buku tersebut ke dalam ranselnya. Setelah membersihkan dirinya, dia kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mulai terlelap ke alam mimpi.


***


"Bagaimana pak ? Kira-kira, gambar mana yang menurut bapak bagus untuk saya ikut sertakan lomba ?" tanya Bagas di jam istirahatnya.


Pak Pur terlihat membolak-balikkan buku gambar Bagas. Semuanya tampak bagus di mata pak Pur.


Hmm..., anak ini benar-benar berbakat...! puji pak Pur dalam hati.


"Semua desainnya bagus-bagus, nak ! Bapak sampai bingung harus memilih yang mana. Tapi setahu bapak, biasanya desain mobil yang akan dipilih sebagai pemenang, itu adalah sesuatu yang memiliki manfaat bagi para costumernya kelak, jika sudah diproduksi. Seperti lomba yang terakhir dimenangkan oleh perusahaan cabang di Bengkulu, dia mendesain mobil yang memiliki sensor tinggi terhadap hal kecil yang bisa membuat si pengendaranya celaka. Saran bapak, di antara gambar-gambar ini, menurutmu mana yang bisa memberikan manfaat, itulah yang harus kau ikut sertakan lomba.


Bagas tampak berpikir keras.


Mobil yang memberikan manfaat...? Aah, aku tahu...! Projek itu...! Aku akan mengirimkan desain project itu untuk mengikuti lomba ini...!


"Bagaimana, apa telah kau putuskan ?" tanya pak Pur


Bagas tersentak, "Eh, iya pak.. ! Aku akan mengirimkan project itu, pak !"


"Hmm, ide yang bagus nak ! Bapak setuju ! Semoga berhasil !" ujar pak Pur seraya menepuk pundaknya Bagas.


"Aamiin. Terima kasih, pak !"


"Sama-sama.


Bagas sudah memutuskan gambar desain yang akan diikutsertakan lomba. Dia hanya tinggal menyusun skenario untuk dipresentasikannya di depan juri.


"Bismillahirrahmanirrahim...! Semoga bisa masuk kategori lomba." gumamnya.


Tiga hari kemudian, Bagas memasukkan gambar desainnya ke panitia lomba.


Bersambung...


Terima kasih karena sudah menantikan kelanjutan dari cerita ini...


Jangan lupa untuk selalu like vote n komen cerita ini 🙏

__ADS_1


__ADS_2