
Pukul 03.50, Bagas terbangun karena merasakan lapar di perutnya. Dia kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. 20 menit kemudian, Bagas turun ke dapur untuk mencari makanan yang bisa mengganjal perutnya.
Tiba di dapur, Bagas membuka magic com. Dia melihat nasi di dalam magic com itu masih sangat utuh. Dia pun termenung sejenak.
Apa Kyara belum makan dari kemarin ? batinnya.
Saat dia tengah menyendok nasinya untuk membuat nasi goreng, tiba-tiba bik Mar keluar dari kamar mandi.
"Eh, den Bagas ? Ada perlu apa den ? Biar bibik bantu !" tanya bik Mar.
"He...he...he..., Bagas cuma mau bikin nasi goreng, bik ! Ini, perut Bagas lapar banget !" jawab Bagas sedikit terkekeh.
"Oh, ya sudah ! Ayo, bibik buatkan buat aden, sekalian juga buat neng Kyara ! Kasian, dari kemarin neng Kya belum makan apa-apa."
Bagas terkejut mendengar penuturan bik Mar. Jadi memang benar jika istriku sama sekali belum makan. Hmm, pantas saja nasinya masih utuh...
"Hei ! Kok den Bagas malah ngelamun ?"
Teguran bik Mar, membuyarkan lamunan Bagas.
"Eh, i..iya bik ! Ya udah, biar Bagas bikin sekalian buat Kya juga." ucap Bagas.
"Mau bibik bantu ?" tawar bik Mar.
"Nggak usah, bik ! Bagas bisa sendiri kok !" jawab Bagas.
"Ya sudah, kalau begitu, bibik ke kamar dulu ya ! Mau bangunin abah buat solat subuh." pamit bik Mar
"Iya, silakan bik !" ucap Bagas.
Bik Mar pun pergi ke kamarnya dan meninggalkan Bagas yang masih asyik dengan prakarya nya untuk dipersembahkan kepada istri tercinta.
Sementara itu di kamar.
Kyara menggeliat, merasakan dinginnya udara menusuk kulitnya. Saat dia akan menarik selimutnya, tanpa sengaja dia menyentuh buah dadanya. Kyara pun mengerjapkan matanya. Dia sangat terkejut melihat tubuhnya yang setengah polos itu.
Astaghfirullah hal adzim...! Semalam aku mimpi kakang menyentuhku hingga tanpa sadar aku membuka kancing bajuku sendiri. Ya Tuhan, mungkin kak Indah benar, aku memang sudah tidak waras sampai bisa bermimpi liar seperti itu. Hmm, pantas saja kulitku terasa dingin, orang kancing bajuku terbuka semua..., batin Kyara.
Kyara meraih ponselnya di samping bantalnya. Pukul 04.27. Masih ada waktu sampai pukul 05.00, ah tubuhku lemas sekali, sebaiknya aku tidur kembali..!
Kyara segera membetulkan kancing bajunya. Setelah itu dia meraih kemeja Bagas yang selalu menemaninya tidur semenjak suaminya dinyatakan meninggal. Kyara memeluk erat kemeja itu. Tak butuh waktu lama, Kyara pun kembali terlelap merangkai mimpi indahnya tentang suaminya.
Di dapur...
Setelah selesai memasak nasi gorengnya, Bagas menuangkannya ke dalam piringnya. Kemudian Bagas pergi ke mushola belakang untuk menunaikan solat subuhnya. Sengaja dia tidak kembali ke kamarnya karena tidak ingin mengganggu tidurnya Kyara.
Selesai menunaikan solat. Bagas kembali ke dapur. Dia mengambil nampan panjang dari rak piring dan meletakkannya di atas meja. Saat dia membuka lemari kaca untuk mengambil gelas, dia melihat sebuah dus produk susu ibu hamil. Bagas tersenyum, kemudian dia mengambil susu tersebut. Bagas melihat tata cara membuat segelas susu untuk ibu hamil, akhirnya dia pun mengikuti arahan tersebut. Bagas kembali tersenyum setelah dia selesai membuat segelas susu hangat untuk istrinya.
Terima kasih Tuhan, terima kasih Engkau telah memberikan aku kesempatan untuk melayani istriku yang sedang hamil....
Bagas meletakkan susu tersebut beserta secangkir kopi dan nasi gorengnya di atas nampan. Setelah semuanya siap, Bagas pun membawa nampan itu ke kamarnya.
Krreet...
__ADS_1
Bagas membuka pintu kamarnya dengan kakinya, karena memang tadi dia sengaja tak menutup rapat pintu kamarnya. Senyum Bagas seketika mengembang melihat istrinya yang tengah tertidur berbalutkan selimut tebal.
Bagas menyimpan nampan itu di atas meja rias istrinya. Setelah itu dia berjalan memutar dan merangkak kembali tertidur menyamping, menghadap istrinya. Bagas melihat wajah teduh istrinya yang begitu menenangkan hatinya. Kembali air matanya menggenang di kedua sudut matanya saat melihat wajah itu. Bagas menyesal telah menyia-nyiakan istrinya selama hampir 8 bulan ini.
"Sayang, bangun ! Solat subuh dulu !" ujar Bagas pelan.
Kyara tersenyum, "Sebentar kakang..., Kya masih ngantuk !" ucapnya.
Ka...kakang...., dalam hati Kyara mengucapkan nama itu. Sejurus kemudian dia membuka matanya. Jantung Kyara berdetak cepat melihat bayangan wajah tampan kekasih hatinya. Namun detik selanjutnya, dia kembali memejamkan matanya.
"Ah, aku memang sudah tidak waras, sampai bayanganmu pun seolah terasa nyata. Pergilah kakang ! Kya sudah mengikhlaskan semuanya. Mungkin takdir jodoh kita di dunia hanya sampai di sini. Kya akan selalu berdo'a untuk kakang. Semoga Allah menempatkan kakang di surga-Nya !" gumam Kyara.
Bagas tersenyum gemas melihat ucapan Kyara yang setengah sadar dalam tidurnya. Ish, kenapa dia malah menganggapku sudah mati...? gerutu Bagas dalam hati.
Bagas pun menarik pelan hidung Kyara untuk membangunkannya.
"Aww...haish.., sakit !" rengut Kyara. "Eh, kenapa bayangannya bisa menarik hidungku, apa mungkin dia hantu ? Astaghfirullah, hantunya kakang bisa menarik hidungku..!"
Dengan mata yang masih terpejam, Kyara pun berkomat-kamit membacakan ayat kursi.
"Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa t’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim" ujar Kyara seraya menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya.
Rasanya Bagas ingin tertawa keras melihat tingkah istrinya. Tiba-tiba, muncullah sebuah ide untuk menjahili istrinya. Bagas segera mendekati wajah istrinya yang tertutup selimut. Dia menyibakkan sedikit selimut itu di bagian telinga Kyara.
"Dengar nona, hantu kakangmu ini bukan hanya telah menarik hidungmu, tapi dia juga telah menyetubuhimu semalam." bisiknya seraya mencium pelan daun telinga Kyara.
Kyara semakin memejamkan matanya merasakan desahan napas di telinganya.
Hati Bagas merasa teriris mendengar semua ucapan istrinya. Bagas sudah tidak sanggup lagi, perlahan dia pun mulai mencium Cherry yang selama ini dirindukannya.
Jantung Kyara semakin berdetak kencang saat merasakan kehangatan di bibirnya. Semakin lama, dia merasa bibirnya semakin basah. Kyara mencoba memberikan sedikit celah untuk meyakinkan dirinya bahwa sentuhan bibir ini memang nyata.
Dan benar saja, Kyara merasakan sebuah lidah menari-nari di dalam rongga mulutnya. Seketika Kyara membuka matanya. Dia sangat terkejut mendapati sepasang mata tertutup yang sedang menikmati kesempurnaan penyatuan bibir mereka.
"Ka...kang...!" gumamnya lirih, seraya mendorong pelan dada bidang suaminya.
Bagas membuka matanya, dia tersenyum menatap istrinya yang sedang terkejut melihatnya.
"Iya sayang, ini aku ! Kakangmu !" ujar Bagas.
Kyara mengangkat tangannya dan menyentuh wajah suaminya. Hangat..., tangannya terasa hangat saat dia membelai lembut kulit pipi suaminya. Sedetik kemudian tangisan Kyara pun pecah. Kyara benar-benar terharu melihat suaminya yang ternyata masih hidup.
"Kya..., Kya minta maaf...! Kya sudah bikin kakang marah dan pergi ! Kya benar-benar minta maaf ! Tapi Kya mohon, jangan pernah tinggalkan Kya ! Kya nggak sanggup, kang..! Kya nggak sanggup !" ratap Kyara.
Bagas segera memeluk Kyara, meskipun pelukannya terasa aneh karena terhalang perut besar istrinya.
"Maafkan kakangmu ini, sayang ! Kakang memang terlalu di butakan oleh rasa cemburu. Tapi kakang juga sadar, hidup kakang tidak pernah berarti tanpa kamu. Aku sangat mencintaimu, nyonya Anggara. Dan kakang berjanji, kita akan selalu bersama dalam suka dan duka." ujar Bagas.
Bagas melepaskan pelukannya.
"Sudah subuh, mandilah !" perintah Bagas.
"Wudhu aja dulu, ya ! Kya malas mandi. Sejak hamil, Kya jadi jarang mandi subuh ! Dingin, kang !" ujar Kyara manja.
__ADS_1
Bagas hanya melongo mendengar jawaban Kyara. Dia menyesal karena semalam sudah menggauli istrinya. Tahu Kya mengalami efek kehamilan seperti ini, mungkin Bagas akan menahan diri untuk tak menyentuhnya dulu.
"Tapi sayang, kamu harus mandi wajib !" ujar Bagas.
"Loh, kenapa ?" tanya Kyara heran.
"Semalam, juniorku masuk untuk menjenguk hasil pekerjaannya !" bisik Bagas di telinga Kyara.
Blush....
Seketika wajah Kyara memerah mendengar ucapan mesum suaminya.
"Benarkah ?" tanyanya tak percaya.
Bagas mengangguk, "Maaf, aku sangat merindukanmu, jadi aku melakukannya saat kau sedang tidur. Aku sendiri heran, kenapa kau tidak bisa merasakannya ?"
"Maaf, Kya merasakan, ta.. tapi Kya pikir, itu...itu hanya sekedar mimpi Kya saja..!" jawab Kyara malu-malu. "Kenapa kakang tidak membangunkan Kya ?" lanjutnya.
"Maaf, sayang ! Kakang hanya tidak ingin tidurmu terganggu."
"Tapi kan curang ?"
"Maksudmu ?"
"Kakang bisa menikmatinya dengan sadar, sedangkan Kya ? Kya sendiri nggak sadar telah melakukan semua itu."
"Tapi kamu menikmatinya kan ?" goda Bagas.
"Tapi kan beda rasanya..?"
"Memang, apa rasanya ?"
"Ya nggak tahu, pokoknya beda aja !"
"Ah kakang tahu, kalau dilakukan dalam keadaan nggak sadar, rasanya seperti rasa coklat, tapi kalau dalam keadaan sadar, pasti rasa strawberry ya..! Kya mau pilih yang mana ? Coklat atau strawberry ?" ledek Bagas.
"Aah...ka...kang ...!" rengek Kyara seraya memukul pelan dada suaminya.
"Sudah sayang, mandi dulu yuk ! Kakang siapkan air hangatnya ! Nanti setelah mandi, solat lalu kita makan. Kakang sudah bikin nasi goreng buat kamu. Bik Mar bilang, sejak kemarin katanya kamu belum makan. Abis makan, kakang kasih kamu rasa strawberry, mau kan ?" ujar Bagas menggoda istrinya seraya menoel hidung mancung Kyara.
Dengan wajah bersemu merah, Kyara tersenyum dan mengangguk.
"Ayo, turun ! Mandi dulu sana !" perintah Bagas.
"Gen...doong...!" ucap manja Kyara seraya mengulurkan tangannya.
Bagas tersenyum, dengan sigap dia pun memasukkan kedua tangannya ke bawah kaki dan punggung Kyara. Bagas mulai mengangkat Kyara dan menuruni ranjangnya. Setelah itu dia membawa Kyara ke kamar mandi.
"Bersiaplah untuk rasa strawberry mu, sayang !" bisik Bagas yang seketika disambut oleh wajah merona istrinya.
Bersambung....
Jangan lupa like vote n komennya ya 🙏🤗
__ADS_1