
Assalamualaikum readers....
Jumpa lagi sama author ya....
Semoga masih suka dengan alur ceritanya...
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Malam semakin larut. Pukul 09.30 malam Ajay tiba di tempat kost Kyara. Dia memarkirkan mobilnya di depan gerbang. Tampak mang Cecep sedang terkantuk-kantuk di dalam pos jaga.
Ajay segera turun dari mobilnya. Dia berjalan menghampiri mang Cecep. "Assalamualaikum, mang Cecep...! Tok...tok... tok..." Ajay mengetuk kaca jendela pos jaga.
Mang Cecep terbangun, "Eh, siapa...?" tanyanya seraya mengucek-ngucek matanya. "Cep Ajay...!" gumam mang Cecep setelah menyadari orang yang mengetuk kaca jendela adalah Ajay. Dia pun membuka pintu pos jaga dan berjalan ke arah Ajay. "Aeh...aeh...cep Ajay, kemana saja...? Sudah lama tidak main ke sini...?" tanya mang Cecep.
"Oh...., saya pulang kampung dulu mang. Ini, baru kembali lagi...!" jawab Ajay berbohong.
"Oh begitu, eh...cep Ajay mau ketemu neng Kyara...? Tapi..., ini sudah malam, gimana atuh...?"
"Iya mang. Ini, ada titipan dari ibunya Kya !" sambil menunjukkan bungkusan masakan yang sudah dia persiapkan tadi di jalan. "Kalau diantarkan besok, takut basi mang...! Kalau boleh, Ajay juga mau numpang istirahat sebentar. Maklum, tempat kost Ajay masih jauh, tapi ini mata, kayaknya sudah nggak bisa diajak kompromi. Gimana, boleh kan mang...?" rupanya Ajay mulai bernegosiasi dengan mang Cecep.
Mang Cecep termenung, merasa serba salah juga. Ini tempat kost perempuan, mana boleh pria masuk ! Tapi, cep Ajay kan sepupunya neng Kyara... lagian dia juga pernah beberapa kali menginap, dan diizinkan sama ibu. Kalau sekedar istirahat, aku rasa nggak apa-apa...batin mang Cecep. "Ya sudah cep, masuk...!" perintahnya.
Mang Cecep hendak membuka pintu gerbang lebih lebar, agar mobil Ajay bisa masuk halaman. Namun Ajay mencegahnya, "Nggak usah mang...aku nggak lama kok...! Mobilnya diparkir di luar saja."
"Oh ya sudah kalau begitu. Ayo, silakan masuk den..!"
"Iya mang, sebentar....!" Ajay kembali ke mobil untuk mengambil apa yang sudah disiapkannya sedari tadi. Tak lama kemudian, dia kembali lagi. "Ini mang...!" Ajay menyerahkan bingkisan beserta amplop.
__ADS_1
"Apa ini cep...?" tanya mang Cecep keheranan.
"Teman ngopi mang..."
"Terima kasih cep..." mang Cecep tersenyum mendapatkan bingkisan berikut amplopnya.
****
"Klek." dengan menggunakan kunci duplikat yang masih dimilikinya, Ajay memasuki kamar kost Kyara. Pintu kamar kost terbuka. Ajay segera menutupnya kembali dan menguncinya dari dalam. Ruang tengah gelap, artinya Kyara sudah tidur.... Ajay membuka kamar Kyara. Tampak Kyara sedang tertidur pulas. Ah... lama tidak bertemu, dia semakin cantik saja... batin Ajay.
Perlahan dia menghampiri Kyara, membelai lembut rambutnya. Dia duduk ditepi ranjang. Rupanya Kyara benar-benar terlelap, hingga tak merasakan pergerakan yang dilakukan Ajay.
Ajay mengeluarkan tiga buah botol kecil dari saku jaketnya. Kemudian dia menyimpan botol- botol tersebut di bawah bantal sebelah bantal yang dipakai Kyara untuk menyangga kepalanya. Setelah itu, dia membuka jaketnya dan menyampirkannya di kursi meja rias. Kembali dia membuka jam tangannya, kemudian menaruhnya di atas meja rias. Ajay merebahkan tubuhnya di samping Kyara, kemudian dia memeluk Kyara yang tengah tertidur membelakanginya.
Ajay mulai menyusupkan kepalanya ke pundak Kyara, menghirup kuat aroma rambut Kyara. Ah... keharuman yang masih sama seperti dulu...batin Ajay. Keharuman yang sangat dirindukannya, hingga hasratnya untuk kembali menikmati aroma tubuh Kyara mulai menjalar hangat di jiwanya. Hembusan napas Ajay mulai menyeruak di antara helaian rambut Kyara. Ajay semakin mengencangkan pelukannya.
"Tetaplah seperti ini, aku mohon...!" suara berat dari lelaki yang memeluknya, menghentikan pergerakan Kyara.
Kyara diam, matanya terpejam. Tidak dipungkiri kalau dia pun merindukan pelukan ini, tapi, haruskah...? Setelah dia menyakiti perasaanku.... tanpa sadar, air mata mulai mengalir di pipinya.
Isakan tangis Kyara terdengar oleh Ajay. "Hey... kenapa menangis...?" Ajay melepaskan pelukannya. Dia bangun, berjalan memutar, kemudian merangkak ke atas kasur dan duduk berhadapan dengan Kyara. "Sstt... jangan menangis yang....!" ucapnya lembut, seraya mengusap air mata Kyara.
"Untuk apa kamu datang...?" tanya Kyara datar, setelah menguasai emosinya.
"Aku merindukanmu yang...!" jawab Ajay menatap lekat wajah Kyara.
"Sudahlah...!! Aku tidak butuh kebohonganmu lagi, pergilah...!!" Kyara hendak bangkit, tapi Ajay menahannya.
__ADS_1
"Ayolah sayang, maafkan aku...! Aku memang benar-benar bodoh ! Aku pikir, aku bisa melupakanmu..tapi, ternyata tidak...! Maafkan aku yang....aku mohon. Aku benar-benar gila, jauh darimu...!" ucap Ajay lirih, seraya terus memegang tangan Kyara. "Kamu boleh hukum aku...! Kamu boleh tampar aku..! Tapi aku mohon... maafkan aku... maafkan aku yang...!" Ajay mulai meneteskan air mata buayanya seraya menundukkan kepalanya di hadapan Kyara. Ah... benar-benar aktor yang sangat hebat gue... batin Ajay tersenyum sinis.
Kyara menghembuskan napasnya yang mulai terasa berat. Air mata Ajay membuat hatinya luluh. Mungkin aku harus memberikan kesempatan kedua padanya, terlebih lagi aku sedang mengandung anaknya. Semoga Ajay benar-benar berubah...batinnya.
Tanpa sadar, Kyara mengelus rambut Ajay. Ajay mendongak, "Kamu mau kan memaafkanku...?" Kyara pun tersenyum dan mengangguk. Dan akhirnya, mereka pun berpelukan.
Ajay memeluk Kyara erat, dan Kyara pun menyusupkan kepalanya di dada bidangnya Ajay. "Kya... bolehkah...?" tanya Ajay.
Kyara memejamkan matanya, mereka saling berciuman untuk melepaskan hasratnya yang selama ini terpendam. Hasrat yang sulit untuk diungkapkan.
Sentuhan demi sentuhan yang diberikan Ajay, membuat Kyara lupa akan semua perbuatan Ajay. Rasa cintanya kembali mengalahkan logikanya.
Ajay kembali merasakan sentuhan yang dirindukannya. Merasakan kembali kehangatan yang seolah menjadi candu baginya. Ah Kya.... aroma yang sama, kehangatan yang sama, dan kepuasan yang sama....
sungguh benar-benar membuat Ajay merasa nyaman dalam kehangatan yang diberikan oleh Kyara.
Akhirnya, kesalahan yang sama pun terulang kembali...
Bersambung.....
Mohon maaf, sebenarnya dari kemarin sudah diserahkan, tp ternyata tidak bisa lolos karna katanya terdapat konten dewasanya, nggak ngerti juga sih, padahal kalau author baca nih, dari novel yang ada disini, ada juga yang lebih hot kalimatnya dari author, tp bisa lolos juga...π€π€ jadi curhat..π€
Tak apalah...semoga saja bisa jadi pembelajaran buat author, meski jadinya...alurnya jadi agak samar-samar...tapi mudah-mudahan readers ngerti yaa inti part ini...βοΈβοΈ
Terima kasih atas komen, saran dan kritikannya...
Semoga ke depannya author bisa lebih baik lagi dalam berkarya....πππ
__ADS_1