
Maafkan aku...! Maafkan aku yang kembali tak bisa melindungimu....!! batin Bagas.
"Tolong lepaskan, kak...!" ujar Kyara mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Bagas.
Bagas melepaskan pelukannya, "Maaf...!" ujarnya, kaku. "Sudah malam..! Istirahatlah..!" perintah Bagas.
Kyara pun mengangguk.
Malam semakin larut, namun Bagas masih tetap berdiri di tepi kolam itu. Ar..., seandainya kamu ada di sini..., aku yakin kamu bisa melepaskan gadis itu dari permasalahannya yang cukup pelik...! gumam Bagas dalam hati.
***
Hari terus berganti. Tanpa terasa, sudah hampir 2 minggu Kyara berada di kota B untuk mengurusi segala kebutuhan rumah baru yang akan ditinggalinya nanti.
Sore ini...
"Eyang, apa boleh Kya bicara ?" tanya Kyara kepada tuan Mahesa saat mereka sedang menikmati udara senja di taman belakang.
"Bicaralah, nak...!" jawab tuan Mahesa sambil menebarkan pakan ikan di kolam kesayangannya.
"Besok..., mm.. besok, Kya mau pamit pulang, apa eyang mengizinkan..?" tanya Kyara, ragu.
Tuan Mahesa menghentikan kegiatannya. Dia lalu menatap Kyara.
"Apa kau tidak betah tinggal di sini..?" tanya tuan Mahesa.
Kyara menggelengkan kepalanya, "Bukan begitu, eyang..!"
"Lalu...?" tanya tuan Mahesa.
"Kya hanya tidak enak saja kalau harus tetap tinggal di sini, eyang..! Bagaimanapun juga, status Kyara masih sebatas tunangannya Ajay, belum menjadi istrinya." jawab Kyara.
"Eyang ngerti, nak..! Tapi, bisakah kau tunda dulu kepulanganmu..! Setidaknya untuk tiga hari ke depan..!" pinta tuan Mahesa.
"Maksud eyang...?" tanya Kyara tidak mengerti.
"Begini, nak..! Besok eyang sama calon mertuamu akan pergi menghadiri undangan pernikahan kerabat di luar kota. Kebetulan, Bima nggak bakalan ikut karena sedang ujian di sekolahnya. Eyang minta tolong, kamu jagalah Bima dulu ! Sampai kami kembali, kamu bisa kan...?!" kata tuan Mahesa.
"Ba... baiklah, eyang...!" jawab Kyara.
"Terima kasih nak....!" ujar tuan Mahesa.
"Sama-sama, eyang...!" jawab Kyara tersenyum.
"Ayo, kita masuk... !" ajak tuan Mahesa. "Sebentar lagi magrib..." lanjutnya seraya pergi memasuki rumah.
Kyara mengikutinya dari belakang.
***
Keesokan harinya, dengan diantar Ajay, tuan Mahesa, nyonya Aini, tuan Ali dan nyonya Diana pun pergi ke bandara. Mereka akan menghadiri pernikahan kerabatnya yang tinggal di luar kota.
"Daaahh....! Hati-hati ya, semuanya...!" teriak Kyara dan Bima.
Mobil pun melaju pergi meninggalkan mereka.
"Nah, sekarang..., waktunya kamu sekolah, Bim..! Ayo kakak antar...!" tawar Kyara.
"Nggak usah ka...! Bima bukan anak SD, ya...! Makasih..!" ucapnya merenggut, karena merasa kesal dengan kelakuan calon kakak iparnya yang selalu menganggap dirinya anak kecil.
"Ha...ha..ha...! Gitu aja kok marah...! Ayo, senyum..! Kalau cemberut, tampannya jadi ilang deh...!" goda Kyara sambil memijit hidung Bima.
"Ish..kakak..! Sakit niihh...!" teriak Bima sambil mengusap-usap hidungnya yang memerah.
"He...he...he..., maaf..! Ya sudah, berangkat sana..! Nanti terlambat..!" suruh Kyara.
"Oke, boss...! Assalamualaikum...!" pamit Bima sambil mencium tangan Kyara.
"Waalaikumsalam..!" jawab Kyara.
Setelah kepergian Bima. Kyara pun kembali ke rumah untuk membantu mbok Nah.
__ADS_1
***
Tanpa terasa, dua hari telah berlalu. Selama dua hari itulah, Kyara tidak pernah melihat Ajay pulang ke rumah. Tapi Kyara tidak peduli akan hal itu.
"Aaahhh...., beres juga...!" ujar Kyara sambil menggeliat meregangkan otot-otot tubuhnya.
Setelah mengantar Bima sampai ke depan pintu, Kyara kembali lagi ke kamar untuk mengemasi barang-barangnya. Ya ! Nanti malam, eyang bersama yang lainnya akan pulang. Itu artinya, Kyara akan pulang ke kampung halamannya esok hari.
Sebaiknya, aku foto sekarang deh...! Mumpung Bima sudah berangkat sekolah...!
Kyara hendak memfoto rumah barunya untuk ditunjukkannya nanti kepada orang tuanya. Dia pun segera turun.
Tiba di halaman depan, dia melihat mobil Ajay terparkir tepat di depan pintu. Kapan Ajay pulang...? Batin Kyara.
"Mang Ujang...!" teriaknya ketika melihat mang Ujang keluar dari pintu belakang.
"Ya, non...!" jawab mang Ujang.
"Itu...! Apa mang Ujang tahu, kapan tuan Ajay datang..?" tanya Kyara.
"Kira-kira satu jam yang lalu, non..!"
"Oh..., baiklah..! Makasih ya, mang..!"
"Sama-sama, non."
Kyara pun pergi menuju rumah barunya.
Ah... sebaiknya aku foto bagian luar dulu deh...! Setelah itu, baru masuk ke dalam...
Kyara pun pergi ke halaman belakang lewat samping rumahnya. Tiba di halaman belakang, dia pun memulai aksinya mengambil beberapa bagian gambar dengan kamera ponselnya. Tanpa dia sadari, dua pasang mata, mengawasi pergerakannya.
Ya..! Mereka adalah Ajay dan Bagas.
Setelah memarkirkan mobilnya, untuk menghindari bertemu Kyara, Ajay pun memutuskan untuk beristirahat di rumah barunya. Setelah membersihkan dirinya, dia pun pergi ke balkon kamar untuk menikmati sarapan yang telah dipesannya melalui food online.
Dan Bagas...?? Rutinitas paginya adalah berolahraga di balkon kamarnya. Saat itu dia sedang menikmati jus nya selepas olahraga. Dia tersenyum melihat tingkah Kyara yang sedang berselfie ria di tepi kolam.
Tiba-tiba...
Byurrr ...
Ajay dan Bagas terkejut mendengar suara benda yang jatuh ke air.
"Shitt...! Dia kan tidak bisa berenang...!" umpat Ajay seraya berlari turun ke bawah.
Begitu pula dengan Bagas yang secepat kilat dia pun turun dan segera berlari ke rumah Kyara.
Byurrr...
Ajay segera melompat ke kolam renang untuk menolong Kyara yang hampir tenggelam. Sepersekian detik, dia pun berhasil menangkap Kyara dan menyeretnya ke tepi kolam.
"Uhuk...uhuk..uhuk...!" Kyara terbatuk-batuk karena sempat menelan air kolam.
Ajay menepuk-nepuk punggung Kyara supaya Kyara dapat memuntahkan air kolam yang sempat terminum.
Kyara menoleh dan mendapati wajah Ajay tepat di hadapannya.
"Apa kau sudah bosan hidup...!" tegur Ajay.
"A... apa..pe..du..limu..!" jawab Kyara, bibirnya bergetar menahan rasa dingin di sekujur tubuhnya.
Melihat bibir mungil itu, hawa panas tiba-tiba menjalar di sekujur tubuh Ajay. Dia meraih dagu Kyara, kemudian mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir itu.
"Ish...!"
Tiba-tiba Kyara mendorong tubuh Ajay Dengan sangat kuat, sehingga membuat Ajay terjengkang.
"Jangan sentuh aku...!" teriak Kyara, seraya berdiri.
Ajay pun ikut berdiri. "Dasar wanita tidak tahu terima kasih, sudah untung, kamu aku tolong...!" teriak Ajay.
__ADS_1
Kyara membalikkan badannya, "Aku tidak meminta pertolonganmu..!" balas Kyara.
Ajay terdiam melihat bayangan tubuh Kyara yang terbalut pakaian basah, sehingga menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya bak biola. Bagian tubuh vital Ajay tiba-tiba menegang. Ribuan kenangan manis saat bersama gadis itu, tiba-tiba melintas di benaknya. Terlebih lagi saat Ajay melihat gundukan kembar yang tampak sempurna.
Mata liar Ajay terus menatap Kyara. Merasa ditelanjangi oleh tatapan nafsu Ajay. Kyara pun tersadar dan segera menutupi dadanya dengan kedua tangannya yang tersilang. Dia kembali membalikkan badannya untuk segera pergi.
Hups...!
Tiba-tiba Ajay menyergapnya dari arah belakang. Dia memeluk tubuh Kyara, erat. Menciumi sekitar tengkuk Kyara, bahkan gigitan kecil tak lupa dia layangkan di tengkuk Kyara.
"Lepaskan aku bajingan...!!" teriak Kyara.
Kyara meronta, mencoba melepaskan diri dari pelukan Ajay. Dia pun menggigit lengan Ajay dengan kuat, sehingga Ajay terpaksa melepaskan pelukannya.
"Awww...!!"
Plakk...!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Ajay. Ajay memegang pipinya yang terasa panas, dia kemudian tersenyum sinis. Kembali dia mendekati Kyara, sehingga Kyara terpaksa mundur beberapa langkah. Kyara hendak berlari, namun...
Srekkk....
Ajay menarik baju Kyara hingga koyak di bagian dadanya. Kini, salah satu gundukan kembar itu tampak tersembul di balik pelindungnya. Sungguh sebuah pemandangan indah yang membuat darah Ajay semakin memanas.
Ajay terus mendekati Kyara, hingga tubuh Kyara terjebak di antara dinding dan tubuh Ajay. Dengan kasar Ajay menarik tangan Kyara yang sedari tadi menutupi gunung kembarnya, ke belakang. Dengan kekuatannya, dia menghimpit tubuh Kyara hingga menyentuh tembok. Tangan kanannya menahan kedua tangan Kyara. Sedangkan tangan kirinya bergerilya di seputar dada Kyara.
Dengan rakusnya, Ajay mencoba menciumi Kyara, bibirnya, pipinya, matanya...tak luput dari sentuhan bibir Ajay.
"Le...lepas...hup..hup..lepas..kan ..ba..hup..jingan..!!" Kyara terus mengumpat di sela-sela ciuman yang dilayangkan Ajay...
Namun Ajay tak menghiraukannya. Matanya sudah benar-benar gelap oleh birahinya...
Bugh...!!
Tiba-tiba seseorang menarik tubuh Ajay dan memukulnya dengan keras. Ajay terhuyung-huyung mendapatkan pukulan yang tak terduga.
Bagas segera menarik Kyara dan menyembunyikannya di belakang punggungnya.
"Lepaskan dia, Gas...!" teriak Ajay sambil menyeka darah yang keluar di sudut bibirnya.
"Pergilah...!" ujar Bagas, datar. Dia memang membenci perbuatan Ajay, tapi dia tidak akan pernah berkelahi dengannya.
"Lo...yang harusnya pergi..!" teriak Ajay tak terima dengan perlakuan Bagas.
"Jangan sampai aku memukulmu lagi ! Pergilah..!" Bagas masih berusaha sabar menghadapi sikap Ajay.
"Lepaskan dia...! Dia Wanitaku...! Kau tidak berhak ikut campur dalam urusan kami...!" teriak Ajay penuh emosi.
"Aku tahu dia wanitamu...! Tapi bukan berarti kau bisa memperlakukan dia seenaknya, karena di bukan istrimu ! Selama kalian belum menikah, aku tidak akan pernah membiarkan kau menyentuhnya, mengerti...!" teriak Bagas penuh ketegasan.
"Sekarang..., kamu pergi dari sini...! Atau aku bongkar semua kelakuan bejadmu di hadapan eyang Mahesa..!" ancam Bagas.
"Shitt...!!" ujar Ajay sambil melayangkan tinjunya ke udara.
"Satu lagi, Ajay Sanjaya...! Sekali lagi aku melihat kau menyakiti gadis ini, aku tidak akan segan-segan untuk menyeretmu ke penjara...! Aku lebih tahu tentang semua kebusukanmu dari apa yang kau kira...!" kembali Bagas memberikan ancaman.
"Apa kau sedang mengancamku, Bagas Anggara..?" tanya Ajay.
"Anggap saja seperti itu...!"
"Ha...ha...ha...! Memangnya apa yang kau tahu tentang aku..., sampai kau berani mengancamku...?" Ajay menyeringai sinis ke arah Bagas Dan Kyara.
"Aku masih punya bukti tentang perbuatan kejimu yang membuat anakmu meninggal...!"
Ajay diam tak bergeming mendengar perkataan Bagas. Sedangkan Kyara, dia benar-benar terkejut, ternyata Bagas memang telah mengetahui semuanya.
Bersambung...
Kembali up di sela-sela kesibukan yang mulai padat...
Mohon dukungannya ya...
__ADS_1
🙏🙏🙏