Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda
Perasaan Anti


__ADS_3

Assalamualaikum readers...


Mohon maaf baru bisa lanjut episodenya...


Semoga masih suka ceritanya...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah merapikan pakaiannya, Kyara pun kembali ke ruangan depan untuk memulai pekerjaannya.


"Ada yang bisa Kya bantu, bu ?" tanya Kyara begitu tiba di ruang bermain anak.


"Eh, nak Kya. Ini, coba tolong gendong Kiki dulu ya ? Ibu mau bawa Arka ke belakang dulu, kayaknya dia pup." kata bu Nining seraya menyerahkan Kiki kepada Kyara.


Kyara segera menggendong Kiki. Balita perempuan berusia sekitar 3 tahun. Pipinya yang chubby, membuat Kyara semakin gemas dan selalu ingin menciuminya.


Kiki terus meronta saat Kyara menggendongnya, "Tulun ta...titi mau tulun..!" teriaknya cadel.


Kyara menurunkan Kiki, kemudian mensejajarkan tubuhnya dengan bocah kecil itu. "Emang, Kiki mau kemana ?" tanya Kyara, lembut.


Kiki menunjuk taman bermain yang berada di halaman belakang panti. "Yunan..., titi mau yunan..." ujarnya.


"Oke ! Tapi kita minta izin bu Nining dulu ya...?" tanya Kyara.


Kiki pun mengangguk.


Sambil menuntun Kiki, Kyara pergi ke belakang untuk menemui bu Nining.


"Bu Ning, boleh nggak Kya ajak Kiki main ayunan di halaman belakang ?" tanya Kyara.


"Boleh, tapi hati-hati ya, jagainnya...?" jawab bu Nining.


"Iya bu, makasih. Ayo Ki, kita main !" ajak Kyara.


Bocah kecil itu langsung menghambur keluar.


"Eh, tunggu...! Jangan lari-lari !" teriak Kyara, mengejar Kiki.


Kiki terus berlari sambil tertawa, senang. "Tata payah..., tata kayak ciput..." teriaknya.


"Eh, malah ngatain kakak ya..! Awas kamu, kakak tangkap nih...!" Kyara terus berlari, tiba-tiba...


Duk...


"Aaaahhh..."


Tanpa sengaja, kaki Kyara tersandung akar pohon. Kyara terjerembab ke tanah. Kiki semakin tergelak melihat Kyara jatuh.

__ADS_1


"Aww..., issh..sakit..." Kyara meringis sambil membersihkan kedua telapak tangannya yang lecet.


Bocah kecil itu mendekati Kyara, "Atit...?" tanyanya seraya menarik kedua tangan Kyara. Tanpa diduga, bocah itu mencium kedua telapak tangan Kyara yang lecet. "Cup...cup..., cembuh ya...mmmuuaah..."


Kyara merasa terharu dengan tingkah bocah kecil itu. Dia pun memeluk Kiki, "Anakku..." gumamnya. "Mulai sekarang, kau anakku.." bisik Kyara di telinganya Kiki.


Kiki membalas pelukan Kyara, "Buna..." katanya.


Kyara merenggangkan pelukannya, "Sekali lagi sayang...!" pinta Kyara.


"Buna..., bunana titi..." ujar Kiki.


Kyara mengangguk, "Ya ! Bundanya Kiki...! Mulai sekarang, panggil kakak bunda ya sayang...!" pinta Kyara lagi.


"Hole...! Titi puna buna...! Hole...buna...! Hole...!" teriak bocah kecil itu, kegirangan.


Kyara tersenyum haru melihat kebahagiaan terpancar di mata beningnya Kiki.


***


Hari demi hari Kyara lalui di panti dengan penuh kegembiraan. Hubungan Kyara dengan Kiki sudah seperti hubungan ibu dengan anaknya saja. Kemanapun Kyara pergi, Kiki selalu mengikutinya.


"Jangan terlalu dimanja bocah itu !" tegur Anti.


"Maksud mbak An ?" tanya Kyara, kebingungan.


"Itu ! Kiki ! Kamu jangan terlalu memanjakan dia. Jangan selalu mengikuti kemauannya dia. Bisa besar kepala dia nanti !" jawab Anti.


"Iya, tapi jangan keseringan. Kalau begini terus, gimana dia bisa mandiri ? Lagipula, kamu nggak mungkin selamanya jadi pengasuh dia kan ?" tanya Anti.


"Maksud mbak ?" tanya Kyara tak mengerti akan ucapan Anti.


"Kamu masih muda Kya. Suatu hari nanti, kamu akan menikah dan meninggalkan tempat ini. Mbak cuma nggak mau, Kiki menaruh harapan lebih sama kamu. Mbak nggak mau, nanti dia merasa kecewa disaat kamu meninggalkannya." jawab Anti panjang lebar.


"Menikah ! Kya nggak pernah berpikir untuk menikah, mbak." ujar Kyara, tegas.


"Loh, kenapa ? Bukankah hal itu merupakan impian setiap wanita ?" tanya Anti.


"Mungkin, tapi tidak bagi Kya ! Hidup Kya saat ini dan selamanya hanya untuk ayah, ibu dan panti ini !" jawab Kyara.


"Kamu makan apa sih ! Kok omonganmu ngelantur gitu !" ujar Anti, ketus.


"He...he..he..." Kyara terkekeh. "Mbak sendiri gimana, kapan mbak mau nikah ?" Kyara mengalihkan pembicaraan.


Ting...


Tiba-tiba, sendok yang dipegang Anti terjatuh.

__ADS_1


"Mbak kenapa ?" tanya Kyara.


"Eh, nggak...! Nggak apa-apa...!" jawab Anti sembari mengambil sendok yang terjatuh tadi.


"Apa mbak punya pacar ?" tanya Kyara lagi.


"Bukan urusanmu !" bentak Anti, kasar.


"Ayolah mbak...! Apa mbak Anti sudah punya calon ? Kenalin dong...!" rengek Kyara.


Anti menghela napasnya, kemudian menggeleng lemah, "Mana ada lelaki yang mau sama gadis yatim piatu kayak mbak !" ujarnya pelan.


Kyara mendekati Anti, memegang pundaknya. "Jangan pesimis gitu, mbak. Nggak mungkin, nggak ada pria yang nggak mau sama gadis secantik mbak." ujar Kyara.


Anti tersenyum, "Kamu jangan nyindir ya...!" ujarnya ketus. "Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan calon suamimu ?" tanya Anti, sinis.


Kyara mengernyitkan keningnya, "Calon suami ? Siapa ?" tanya Kyara, heran.


"Loh, bukannya kang Jaka itu calon suami kamu !" kata Anti masih dengan nada sinisnya.


"Huff...huaa...ha...ha..." Kyara malah tertawa keras mendengar omongan Anti


"Kamu...! Ditanya kok malah tertawa. Dasar gila..!" perkataan Anti semakin pedas. Dia pun berlalu dari hadapan Kyara.


"Mbak Anti, suka sama kang Jaka ?" teriak Kyara.


Pertanyaan Kyara berhasil menghentikan langkah Anti.


Kyara mendekati Anti, memegang kedua bahunya. "Tatap mata Kya, mbak !" perintah Kyara. "Mbak suka sama kang Jaka ?" tanya Kyara lagi.


Anti semakin menundukkan kepalanya. Dan tingkahnya itu, sudah cukup bagi Kyara untuk mengetahui perasaan Anti yang sebenarnya.


"Mbak, tidak ada yang spesial dari hubungan Kya sama kang Jaka. Kya bisa jamin itu. Dan Kyara berharap, mbak Anti bisa jujur untuk mengakui perasaan mbak Anti sama kang Jaka."


Anti memegang tangan Kyara, "Sudahlah, tidak usah dibahas lagi..!" lanjut Anti.


"Tapi ini perlu, mbak. Biar kang Jaka..."


"Cukup Kya ! Cukup kamu yang tahu bagaimana perasaanku terhadap kang Jaka. Aku percaya, jika kami memang berjodoh, maka Tuhan akan memberikan jalan yang mudah untuk kami bersatu." jawab Anti sambil berlalu pergi dari hadapan Kyara.


Kyara tersenyum, dan semoga kalian berjodoh, mbak... doa'nya dalam hati.


Bersambung....


Alhamdulillah....bisa up juga...


Mohon maaf ya jika author selalu telat up, karena author masih disibukkan dengan tugas utama...

__ADS_1


Semoga masih suka sama karya ini..


Ditunggu like vote n komennya


__ADS_2