
Note :
Sebelumnya author mau minta maaf nih, jika episode sebelumnya terdapat salah ketik nama. Episode kemarin pull nyeritain Ajay yaaa, bukan Bagas... Maaf...mungkin pengaruh perut kosong, jadi gagal fokus....π€π
Warning !
Disarankan dibaca setelah berbuka puasa !
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Hingar bingar pesta semakin malam semakin meriah. Semuanya semakin menggila. Manusia-manusia itu mulai bertingkah laku seperti binatang. Ada yang berani menari setengah telanjang, ada yang berciuman, bahkan ada juga pasangan yang berani beradegan panas di depan umum. Cecilia bergidik melihatnya. Namun, matanya tak lepas mengawasi pasangan yang sedang dimabuk asmara.
Lama-kelamaan, dirinya mulai muak melihat kelakuan Andin yang terus menempel di tubuh Ajay. Dia pun menyelinap keluar dan pergi dari pesta itu.
Cecilia memesan taksi online. Tak lama kemudian, taksi datang dan dia pun pergi menuju sebuah club malam.
Sepanjang jalan, dadanya terasa sesak. Dia benar-benar tidak menyangka jika kejadian seperti ini akan terulang kembali.
Pikiran Cecilia mulai berkelana ke masa lalu. Masa pahit yang mulai dia lupakan. Masa di mana kekasihnya mengkhianatinya.
Edo Hadikusuma, seorang pria tampan yang pernah bersumpah untuk sehidup semati dengannya, meskipun saat itu usia mereka masih belia. Kisah asmara yang sejak SMP dia rajut bersama Edo, ternyata harus kandas begitu dia menginjakkan kakinya di bangku kuliah.
"Maaf...! Aku mencintai Andin, sahabatmu...!" ujar Edo malam itu. Malam yang seharusnya menjadi perayaan anniversary nya yang ke-6.
Cecilia diam. Dia benar-benar tidak menyangka jika orang yang sangat dicintainya akan berpaling hati. Terlebih lagi kepada sahabatnya.
"Li, gue mohon...! Maafin gue...! Gue nggak bermaksud nyakitin lo..., tapi gue juga gak bisa menolak perasaan gue..! Gue sayang sama Edo, gue cinta dia Li...! Dan gue...., gue...hu...hu..hu..."
Tiba-tiba Andin duduk bersimpuh di hadapan Cecilia. Dia pun menangis meraung-raung, mengutarakan isi hatinya
"Kamu kenapa...?" tanya Cecilia, bibirnya bergetar menahan amarah.
"Gue...., gue tidur sama Edo... Li...! Gue sudah menyerahkan keperawanan gue sama dia...! Maafin gue...hu...hu..., maaf Li...!"
Seolah tersengat listrik, tubuh Cecilia bergetar hebat. Dia benar-benar tidak menyangka jika kekasih dan sahabatnya justru menikamnya dari belakang.
"Pergi...! Pergi kalian dari sini...! Pergi...!" teriak Cecilia histeris.
Edo segera membawa Andin pergi.
Cecilia mengamuk. Dia menarik taplak meja yang berada di hadapannya.
Pyaaarrrr....
Semua peralatan makan beserta makanannya jatuh berserakan di rumput. Dinner spesial yang dibuatnya sebagai kejutan untuk kekasihnya, justru malah membuat dia terkejut akan hubungan gelap Edo dan sahabatnya.
Cecilia sudah tidak ingin bertemu Andin lagi. Tapi usahanya untuk menghindari Andin berakhir sia-sia.
Seperti biasa, dengan mulutnya yang manis dan kelihaiannya dalam mengolah kata, Andin berhasil membujuk ibu Cecilia agar Cecilia mau memaafkan kesalahan Andin. Dan pada akhirnya, demi menjaga hubungan baik sang ibu, Cecilia pun kembali bersahabat dengan Andin.
"Sudah sampai, nona !"
Ucapan sang sopir taksi membuyarkan lamunan Cecilia. Setelah membayar ongkos taksinya, dia pun masuk ke sebuah club malam yang berada di pinggiran kota. Memang tidak semeriah club-club yang ada di kota. Namun itu cukup bagi Cecilia untuk dijadika tempat menghibur dirinya.
Cecilia duduk di depan meja bartender. Dia segera memesan segelas Tequilla, minuman kesukaannya. Segera Cecilia menenggak minuman itu.
Segelas...
Dua gelas....
Tiga gelas...
__ADS_1
Masih belum cukup menghilangkan suara desahan Andin yang di dengarnya tadi. Aah..., lama-lama aku bisa gila...! batin Cecilia merasa frustasi. Dia pun kembali menenggak minumannya, entah berapa gelas, hingga dia benar-benar bisa menghilangkan tawa itu.
"Kosong...?" tanya seorang pria menunjuk kursi kosong di samping Cecilia.
Cecilia menoleh, dia pun mengangguk tanpa berkata apapun.
Pria tampan itu duduk di sebelah Cecilia. "vodca, satu..!" pesannya pada seorang bartender.
Sang bartender menyajikan sebotol vodca beserta seloki nya kepada pria itu. Sang pria menuangkan minumannya seraya melirik ke arah Cecilia. Cantik... gumamnya dalam hati.
"Sendirian, nona ?" tanyanya.
Kembali Cecilia menganggukkan kepalanya.
Aah..., rupanya dia sudah mabuk... batin pria tampan itu. Seringai licik tersungging di bibirnya.
"Vodca ?" tawarnya.
Cecilia menggelengkan kepalanya, "Te...quilla..., aku... suka...Tequilla..!" ujar Cecilia sambil mengangkat gelasnya.
"Oke...! Cheers..!" ujar pria itu sedikit menempelkan gelasnya ke gelas yang dipegang Cecilia. Hingga gelas mereka pun mengeluarkan bunyi dentingan.
"Cheers...!!" ujar Cecilia kemudian menenggak kembali minumannya.
"Apa kau pernah dikhianati sahabatmu...?" tanya Cecilia mulai meracau.
"Kebetulan aku orang yang tidak suka bersahabat..!" jawab sang pria.
Cecilia tersenyum seraya menepuk pundak pria itu.
"Bagus...! Bagus..., se... sebaiknya kau... tidak usah... memiliki sahabat... atau...hidupmu akan..sama... sepertiku..., hancurrr...!" ujar Cecilia seraya bangkit dari kursinya...
"Ups.. !" Cecilia sedikit berteriak karena hampir terjatuh.
Sang pria terus mengikutinya, bersiaga kalau-kalau Cecilia akan kembali jatuh.
"A.. apa kau tahu...? Apa...yang...dilakukan sahabatku..?" tanya Cecilia.
Laki-laki itu menggedikkan bahunya.
"Ah..., kau...kau kan tidak punya sahabat...! Jadi... jadi kau tidak akan pernah tahu..., ha...ha...!" Cecilia tertawa kemudian menggerakkan jari telunjuknya sebagai isyarat agar pria itu mendekatinya.
"Dia..., dia mengambil pacarku....! Ha...ha...ha....."
Cecilia tertawa, tapi kemudian raut mukanya terlihat bersedih. "Mereka..., mereka berselingkuh di belakangku...! Dia.... dia tidur dengan pacarku...hiks...hiks...apa salahku...!"
Brugh...
Kaki Cecilia terasa lemas. Dia pun terjatuh di lantai, tak sanggup menahan kesedihannya. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
Pria itu mendekatinya, "Kau mabuk, nona...! Ayo aku antar kamu pulang...!" ujar pria itu seraya mengangkat kedua bahu Cecilia.
Cecilia mendongak, "A... Ajay....!" gumamnya.
"Maaf nona, aku bukan Ajay..! Mari, akan kuantar kau pulang. Kau masih ingat rumahmu, kan...?" tanya pria itu seraya menyibakkan rambut Cecilia yang berantakan.
Tiba-tiba saja....
Cecilia menyerang pria itu dengan sebuah ciuman yang sangat dalam.
Pria itu terpaku mendapatkan ciuman yang mendadak dari seorang gadis cantik. Namun dia tak segera membalasnya. Dia membiarkan gadis itu mengeksplor bibirnya sesuka hatinya.
__ADS_1
"Ke... kenapa diam Ajay...! Aku...aku mencintaimu...! Cium aku sa...sayang...! Aku menginginkanmu...! Sentuh aku...!" racau Cecilia seraya meraih tangan pria itu dan menempelkannya di dadanya.
"Nona,kau mabuk.. !" pria itu masih berusaha menahan dirinya. Meskipun kejantanannya telah menegang.
"Aku... aku tidak mabuk...! Ayolah..., aku menginginkanmu...! Aku sangat menginginkanmu...!" desah Cecilia di telinga pria itu.
Sang pria tersenyum, "Baiklah....! Ini keinginanmu, sayang...!"
Pria itu segera membopong tubuh Cecilia dan membawanya ke private room yang berada di club itu.
Tiba di kamar, dia segera membaringkan Cecilia di atas ranjang. Ketika dia hendak berbalik menuju kamar mandi, Cecilia memegang tangannya kemudian menariknya hingga pria itu menimpa tubuh Cecilia.
Tanpa memberikan jeda, Cecilia kembali mencium pria itu dengan rakusnya. Pria itu masih diam tak membalas.
"Ha... hayo sayang..., cium aku...! Puaskan aku...! Aku... aku ingin menjadi milikmu...sa...yang...hup...!" kembali Cecilia menciuminya.
Maaf nona...! Kau yang menginginkannya...! Akan kubuat kau merasa puas sesuai keinginanmu...!
Pria itu mulai membalas ciuman Cecilia. Sama rakusnya, dia pun mulai mengeksplor rongga mulut Cecilia. Tidak sampai di sana, dia menghujani leher jenjang Cecilia dengan ciumannya. Sesekali dia menggigit kecil leher mulus itu, meninggalkan tanda merah di sana.
Cecilia menggeliat saat merasakan sesuatu bergerilya di dadanya. Dia kemudian membuka kemeja pria itu dengan kasarnya, hingga membuat kancing kemejanya terlepas berhamburan ke lantai.
Tubuh putih dengan dada yang sangat bidang, ditambah perut bak sobekan roti,sejenak membuat Cecilia terpana memandanginya.
"Ke... kenapa berhenti, sayang..?" tanya sang pria itu seraya duduk menghadap Cecilia. Dia benar-benar sudah tak kuasa menahan hasratnya.
Cecilia tersenyum, kembali dia mendorong tubuh pria itu hingga terjengkang. Dalam hitungan detik, baju mereka pun telah berserakan di tepi ranjang. Akhirnya malam yang panjang dengan pergulatan yang semakin panas, terjadi juga di kamar itu.
Erangan dan desahan Cecilia membuat pria itu semakin memburu pacuannya. Hingga sesuatu terlepas dan memasuki bagian terlarang Cecilia.
"Aaarrhhh....!"
Cecilia berteriak menerima semua pasukan yang dikerahkan oleh bagian tubuh pria itu. Benar-benar kenikmatan yang menguras tenaga, hingga keduanya langsung jatuh terkulai dengan bermandikan keringat.
***
Andin sibuk mencari keberadaan Cecilia. Setiap sudut rumah dan tempat pesta dia susuri. Tapi nihil, dia sama sekali tak menemukan Cecilia. Jangankan raganya.., bayangannya pun tak ada. Cecilia seolah menghilang di telan bumi.
Andin berusaha menelpon Cecilia, tapi tidak pernah ada jawaban.
"Sudahlah sayang...! Mungkin dia sudah pulang." ujar Ajay berusaha menenangkan Andin.
"Tapi sayang..., kenapa dia tidak pamit pada kita..?" jawab Andin.
"Sudahlah, dia sudah dewasa..! Dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri. Sekarang, ayo kita masuk...! Aku tak sabar ingin memangsamu lagi...!" ujar Ajay seraya memberikan gigitan kecil di telinga Andin.
"Ish.., kau ini...!" Andin memukul pelan dada Ajay.
Tanpa membuang waktu, Ajay pun menggendong tubuh Andin layaknya pengantin baru. Mereka memasuki kamar untuk mengulang kembali pergulatannya.
Sungguh, malam yang panjang benar-benar terjadi pada dua pasang insan yang sedang dipengaruhi alkohol.
# Minuman keras membuat seseorang kehilangan akal sehatnya, hingga pada akhirnya tanpa mereka sadari, mereka telah jatuh pada perangkap yang akan menjadi sebuah penyesalan seumur hidupnya #
Bersambung....
Terima kasih atas dukungannya terhadap Karya ini..
Jangan lupa untuk terus memberikan author krisan (kritik & saran ), like, vote n komennya.
Karena krisan, like, vote n komen readers, adalah vitamin bagi author untuk bisa berkarya lebih baik lagi.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode selanjutnya...ππ€