
"Pergi dan lupakan ! Semuanya tidak akan pernah sama seperti dulu lagi ! Permisi !"
Setelah mengucapkan hal yang begitu menyakitkan bagi Bagas, Kyara pun pergi meninggalkan Bagas seorang diri di ruangannya.
Bagas benar-benar terkejut dengan perubahan dingin Kyara. Setelah merenung cukup lama, dia akhirnya segera keluar dari ruangan konseling. Tiba di halaman depan, dia pun melajukan mobilnya membelah jalanan ibukota yang mulai dirasakan padat olehnya.
"Pagi, boss !" sapa Doni sang asisten begitu dia melihat Bagas keluar dari lift khusus CEO.
Bagas hanya mengangguk menjawab pertanyaan Doni. Mereka pun beriringan memasuki ruangan Bagas.
"Bacakan agendaku hari ini, Don !" perintah Bagas.
"Doni mulai membuka buku catatan pribadinya. Hari ini pukul 09.00, bos memiliki pertemuan dengan para pemilik saham. Pukul 13.00, bos akan menemui tuan Alvaro untuk jamuan makan siang. Pukul 14.00, meeting dengan klien baru untuk kembali merencanakan penandatanganan kontrak yang akan dilakukan minggu depan. Pukul 16.00 bos akan meninjau lokasi yang akan digunakan untuk memproduksi design mobil dinas. pukul 17.00..."
"Kita undur untuk peninjauan lokasi. Aku tidak ingin mengganggu waktuku di jam itu. Karena setiap pukul 4 sore, aku harus menjemput keponakanku pulang sekolah. Apa kau mengerti ?"
"Baik tuan, saya akan jadwal ulang kegiatan tuan selepas ashar. Mungkin untuk hari ini, dicukupkan sekian jadwal anda."
Bagas melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. 08.25, masih ada waktu sekitar 35 menit lagi sebelum pertemuan dengan para pemilik saham di buka.
"Pergilah !" perintah Bagas.
"Baik tuan ! Jika tuan membutuhkan sesuatu, saya berada di ruangan saya !" ujar Doni.
"Hmm..."
Setelah Doni pergi, Bagas mulai menyibukkan dirinya dengan menelaah presentasi yang akan dia lakukan di hadapan PT. XX Bird, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan umum terkait pengadaan armada perusahannya.
"Semoga tender kedua ini bisa kumenangkan !" gumamnya.
Tiba pukul 9 kurang 15 menit, Bagas segera keluar dan menemui Doni di ruangannya. Mereka pun tiba di ruang meeting 10 menit sebelum meeting dimulai.
"Kenapa ruangannya masih kosong, Don ? Apa mungkin kita salah ruangan ?" tanya Bagas.
"Tidak tuan ! Ini memang ruang meeting kita. Inilah wajah para petinggi di negara ini tuan, kebanyakan dari mereka sering tidak pernah menghargai waktu, ya meskipun tidak semuanya warga negara ini bersikap seperti itu.. " ujar Doni.
__ADS_1
"Oh...!"
Bagas hanya bisa menjawab oh saat dia menyadari sesuatu yang bertolak belakang dengan kebiasaan dirinya saat di Jerman dulu.
20 menit telah berlalu. Satu persatu para pemilik saham itu mulai berdatangan. Bagas merasa geram dengan kedatangan mereka yang seenak jidatnya saja. Akhirnya setelah dirasa telah mencapai 70 % kehadiran para pemilik saham, Bagas memerintahkan Doni untuk segera membuka acaranya.
"Bismillahirrahmanirrahim ! Selamat pagi menuju siang, saya ucapkan selamat datang kepada bapak dan ibu yang telah hadir di sini. Juga saya ucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti pertemuan kita hari ini."
Doni diam sejenak untuk mengatur napasnya.
"Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa seminggu yang lalu, bapak dan ibu sekalian telah melakukan pertemuan dengan tuan Gerald, wakil dari pemilik perusahaan ini. Dan alhamdulilah, hari ini kita bisa menyaksikan secara langsung siapa pemilik dari BA Group, salah satu perusahaan otomotif terbesar kedua di dunia. Baiklah tuan dan nyonya sekalian, kita sambut bersama. Inilah dia, tuan Bagas Anggara....! CEO BA Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, dan beliau juga dinobatkan sebagai CEO termuda yang berhasil meraih kesuksesan sebagai pengusaha otomotif terbesar di dunia."
Seketika ruangan itu bergemuruh oleh riuhnya tepuk tangan dari para pemilik saham.
Dengan sangat berwibawa, Bagas tampil ke podium untuk melakukan sambutannya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh !" sapa Bagas.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wa barokatuh !" jawab serentak dari para pemilik saham.
"Saya ucapkan ribuan terima kasih atas kedatangan anda semuanya menghadiri acara ini. Tidak banyak yang akan saya sampaikan, sepertinya untuk identitas diri pun, tadi sudah disebutkan oleh asisten saya. Namun satu yang pasti, saya paling membenci keterlambatan. Jadi, bagi siapa saja para pemilik saham di perusahaan ini, yang masih memiliki kebiasaan tersebut, silakan angkat kaki dari perusahaan ini ! Saya akan membeli saham kalian sebesar 5 kali lipat. Karena jujur saja, saya tidak suka memiliki rekan kerja yang tidak pernah menghargai waktu. Jadi untuk para pemilik saham yang tidak hadir sekarang, saya sudah memutuskan untuk mengeluarkan mereka dan membeli saham mereka sesuai dengan harga yang telah ditentukan. Sekian pembicaraan yang ingin saya sampaikan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat bergabung di perusahaan ini. Mari kita sama-sama berjuang untuk mengembangkan perusahaan ini menjadi perusahaan yang bisa berkonstribusi besar dalam pembangunan negara. Akhir kata, wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh."
"Akhirnya, kita bisa melihat CEO Muda itu secara langsung." ujar pemilik saham A.
"Ya, anda benar ! Beruntung sekali perusahaan ini mau beliau pimpin secara langsung, padahal perusahaan ini kan hanya cabang perusahaan kecil. Beda sekali dengan perusahaan yang berhasil beliau rintis di Jerman." pemilik saham B ikut-ikutan bergosip.
"Seandainya aku memiliki satu lagi anak perempuan yang telah cukup umur, pasti akan kujadikan beliau sebagai mantuku. Ah benar-benar mantu idaman..." pemilik saham C, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, ikut menimpali omongan mereka.
Pada akhirnya semua para pemilik saham itu merasa senang akan kehadiran Bagas seorang CEO Muda berbakat, yang langsung memimpin perusahaan tersebut.
Bagas pun senang melihat penerimaan mereka yang cukup hangat dan bersahabat. Setelah meeting selesai, Bagas pun kembali melanjutkan kegiatannya sesuai dengan agenda yang telah asistennya buat.
Pukul 4 sore, Bagas mengakhiri waktu kerjanya. Dia segera mengambil mobilnya di tempat parkir dan segera melajukannya ke arah sekolah Arum.
Tiba di sana, kembali Bagas mendapati Arum yang tengah duduk di taman depan bersama dengan Kyara.
__ADS_1
"Uncle...!" teriak Arumi seraya berlari memeluk Bagas.
"Hai baby Arum, princess nya uncle, maaf ya uncle telat menjemputmu !" ujar Bagas menyesal.
"Tidak apa-apa uncle, untungnya ada bu syantik yang mau menemani Arum menunggu uncle !"
"Begitu ya ! Ayo kita sapa bu syantik, kita ucapkan terima kasih sekalian pamit." ajak Bagas.
Mereka pun berjalan ke arah Kyara.
"Bu syantik, terima kasih ya, karena sudah mau menemani Arum untuk menunggu uncle. Sekarang uncle pulang dulu ya ! Assalamualaikum !" pamit Arumi seraya mencium punggung tangan gurunya.
"Waalaikumsalam ! Hati-hati di jalan ya Arum !" jawab Kyara.
"Baby Arum tunggu dulu di mobil ya, om mau bicara dulu sama ibu syantik !" ujar Bagas.
Kyara mendelikkan matanya mendengar Bagas memanggilnya ibu syantik...hmm, berani sekali dia memanggilku seperti itu..! gumam Kyara dengan wajah horornya. Bagas sampai bergidik melihatnya.
"Terima kasih sudah menemani Arum. Dan terima kasih, semalam sudah mau menerima telponku dan mengatakan permasalahan Arum. Aku janji, aku akan lebih memperhatikan Arumi sehingga dia tidak akan merasa tersisihkan lagi."
"Baguslah kalau begitu. Dan lain kali, tidak ada kata terlambat lagi. Kasian Arumi harus menunggu seorang diri di sekolah ini !"
"Baiklah bu, untuk ke depannya, saya janji saya tidak akan terlambat lagi menjemput Arum." jawab Bagas.
"Baguslah ! Kalau begitu saya permisi !"
"Nona, apa kau tidak mau pulang bersama kami ? Ayo, akan aku antarkan kau pulang !" tawar Bagas.
"Tidak usah, aku sudah memesan ojol. Dari tadi dia menungguku. Permisi !"
Kyara berlalu dari hadapan Bagas. Saat melewati dirinya, angin sore menerpa wajah Kyara, menyibakkan sebagian rambutnya yang menyentuh wajah Bagas.
Hati Bagas terasa hangat mencium aroma menenangkan dari rambut dan tubuh Kyara. Aroma yang mulai menjadi candu baginya.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat membaca, semoga masih suka dengan karya ini...
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak...🙏🙏