Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 10


__ADS_3

Nita,memang belum benar-benar meninggalkan sekolah.Dia mampir dulu di toko buku untuk membeli beberapa alat tulis nya yang sudah mulai habis.Sangat kebetulan pula Nita melihat Nabila yang berjalan sempoyongan seperti orang yang hendak pingsan.


"Itu kan Nabila".Gumam Nita, buru-buru sekali dia masuk ke dalam mobil mewahnya takut ketinggalan jejak Nabila yang berjalan cepat.


Benar saja dugaan Nita terhadap cara jalan Nabila yang di rasanya tak seperti biasanya.Nabila yang selalu berjalan cepat dan tak pernah menengok kesana-kemari berbeda dengan penglihatannya kali ini,dimana Nabila terlihat sempoyongan sesekali dia menghentikan langkah kakinya dan memijat-mijat pelipisnya.


Nita, menurunkan kaca mobilnya dan membunyikan klaksonnya dengan cukup keras.


Tid..Tid..Tid


"Bil,pulang bareng yuk".Teriak Nita.


Nabila,terlonjak kaget dengan suara klakson belum lagi suara teriakan yang begitu memanggil dirinya yang tengah kelelahan dan pusing.


"Kau..Kau belum pulang?".Heran dan terkejut Nabila melihat orang yang memanggil dirinya.Nita,seingat Nabila dia sudah pulang sejak tadi.

__ADS_1


Nita tersenyum,dia turun dari mobil mewahnya dan menghampiri Nabila yang melihat dirinya keheranan.


"Gak usah segitu nya menatap aku yang cantik sejak dulu".Puji Nita untuk dirinya sendiri,sembari mengenggam tangan Nabila.


"Iya, sahabat ku yang cantik dari orok".Sahut Nabila,tak bisa menahan tertawa nya.


Nita,mana peduli dengan pujian Nabila berbaur kata sindiran untuk dirinya yang memang cantik.Nita membawa Nabila masuk ke dalam mobil mewahnya.


Nabila, terlihat ogah masuk ke dalam mobil mewah Nita yang di rasanya tak pantas untuk dia tumpangi yang dari kalangan bawah bahkan mungkin dia malah mengotori mobil mewah milik Nita.


Nabila, menggelengkan kepala.Bagi Nabila,dia tak pantas berada di dalam bersama dengan Nita.


"Ayo".Seru Nita,sembari menarik tangan Nabila."Gak usah sungkan,masuk saja".Bujuk Nita lagi.


Nabila tak mau Nita masuk ke dalam mobil mewah yang harganya di taksir sampai milyaran rupiah.

__ADS_1


Nita, tersenyum kala Nabila mau di ajak pulang dengan menggunakan mobil mewahnya.Selama ini Nabila selalu menolak dengan alasan tak enak di lihat,takut mengotori dan lain sebagai nya.


Sepanjang perjalanan,Nabila tak mengeluarkan sepatah katapun sama hal nya dengan Nita yang tengah fokus menyetir.


Nabila,terlihat tak nyaman duduk di kursi samping kemudi padahal kursi mobil itu sangatlah nyaman dan empuk.Ada rasa canggung dan sungkan dari diri Nabila,memulai pembicaraan pun dia tidak tau harus memulainya darimana.Alhasil,Nabila hanya diam sembari menikmati perjalanan pulangnya yang terasa tak nyaman.


"Kalau kamu gak nyaman,bilang aja nanti akan aku atur kursinya".Kata Nita,menyadari raut wajah Nabila yang tak nyaman.


"Nyaman kok".Sahut Nabila.


Nita,paham betul dengan Nabila yang merasa canggung tapi dia pura-pura tidak tau sebab Nabila memang orangnya selalu tak enak hati pada orang yang membantu nya.


10 menit waktu yang di tempuh dengan menggunakan mobil untuk sampai di rumah Nabila yang hampir roboh di makan usia.Nabila buru-buru turun dari mobil mewah milik Nita.


"Terimakasih atas tumpangannya".Kata Nabila,sembari menutup pintu mobil.

__ADS_1


"Sama-sama,titip salam untuk ibu dan adik mu.Maaf aku gak mampir".Sahut Nita,tersenyum simpul pada sahabatnya yang masih merasa canggung.


__ADS_2