Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 163


__ADS_3

Sama hal nya dengan Nathan,teman sekelas Nabila juga mempertanyakan dan meragukan kemampuan Nabila dalam membeli laptop yang terbilang cukup mahal untuk ukuran nabila.


Sejak kedatangan Nabila,mata mereka fokus dan tertuju pada tas laptop yang di jinjing oleh Nabila dan Sura riuh rendah murid-murid yang lain menyambut kedatangan nabila.


Meski merasa risih akibat dari suara teman kelasnya yang meragukan dirinya,tapi Nabila berusaha untuk tidak peduli dengan ocehan orang-orang yang menyakiti hatinya.


"Masa iya Nabila bisa dengan mudah membeli laptop?,ah berarti aku kalah dong sama Nabila?".


"Yah, jangan mau kalah dong dengan murid kismin kayak Nabila tapi mampu membeli laptop".Timpal murid lainnya.


Tak cukup sampai disitu,tapi hampir semua juga meragukan dan menatap heran pada Nabila yang memiliki laptop baru padahal diantara teman kelas Nabila terbilang langka memiliki laptop.

__ADS_1


Nabila, memilih menyibukkan diri dengan membuka buku mata pelajaran,memeriksa dan juga mengerjakan tugas yang belum di kerjakan.Memilih abai terhadap pandangan negatif teman-temannya hingga suara berat milik seorang pria menganggu ketentramannya.


"Teman-teman loe,ingin tau.Jawab lah Nabila bukan hanya diam saja".Suara perintah itu berhasil mengalihkan perhatian Nabila dari buku tugas kearah suara pria itu.


"Kau atau merek?".Tanya Nabila dengan ketus nya.


Pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Nathan,tersenyum sinis sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan kelas.


Nathan yang berdiri di hadapan Nabila dengan kedua tangan di letakkan di atas meja Nabila,sembari mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan kelas dan mendapati banyak diantara teman kelasnya berkumpul saling mempertanyakan kemampuan Nabila pada satu sama lain meski tak semua,tapi itu cukup untuk mempermalukan nabila.


"So,aku atau mereka?,kau sendiri yang bisa menjawab nya".Ucap Nathan,begitu bangganya.

__ADS_1


Nabila mendelik sebal,memang mereka juga ingin mengetahuinya tapi bilamana si biang kerok ini tak terlalu ikut campur,pasti cerita nya akan berbeda.


"Hentikan sikap sok peduli mu dan keingintahuan mu tentang hidup seseorang.Toh,buat apa kamu mengetahuinya jika kamu menutup telinga mu dari kebenaran ".Skatmat Nabila,kembali membungkam mulut Nathan.


"Kau _".Nathan hendak melayangkan protes nya namun terhenti dengan kedatangan guru pertama yang akan mengajar.


Dengan terpaksa Nathan,persis dari bangku Nabila menuju bangkunya yang terletak di samping Nabila.


"Urusan kita belum selesai ".Ancam Nathan lewat tatapan matanya yang tajam.


Nabila,mana peduli.Sudah hal lumrah terjadi antara dirinya dan juga Nathan.Memang Nathan lah yang selalu memberikan ancaman dan intimidasi di luar persaingan mereka mendapatkan ranking kelas.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ".Ucap salam guru pertama yang mengajar.Seketika suasana kelas menjadi hening kembali dan mereka duduk dengan tertib di mejanya masing-masing.


Nabila yang duduk di depan tanpa di temani oleh Nita,tidak pula di temani oleh teman kelasnya.Hanya bisa berdo-a dalam hati,berharap tidak ada lagi yang membicarakannya itu pun jika Nathan tidak terus-menerus mengusik ketenangan nya dan juga ketentramannya dalam menjalani aktivitas nya di lingkungan sekolah maupun di luaran lingkungan sekolah.


__ADS_2